Manchester City Tanpa Rodri, Saatnya Arsenal Rampas Gelar Liga Inggris?

spot_img

Baru-baru ini, di X terjadi perseteruan antara fanbase Manchester City dan fans Arsenal. Akun X bernama @CityzensIDN lah yang mulai duluan dengan memposting kalimat sindiran kepada Arsenal. “Apa bedanya Arsenal sama tim lain? Kalo tim lain ngincer trofi, kalo Arsenal ngincer Rodri. Chuaksss” yang tentunya bernada guyon.

Namun, cuitan itu diartikan lain oleh beberapa fans Arsenal, bahkan juga fans klub-klub Liga Inggris lainnya. Ada yang membalas menyindir, ada juga yang menjelaskan bahwa cedera yang dialami Rodri murni salah pijakan kaki, bukan sesuatu yang disengaja oleh pemain Arsenal.

Anyway, di sisi lain City patut kesal atas cederanya Rodri. Karena sang gelandang merupakan pemain penting bagi skema permainan Pep Guardiola. Bahkan banyak yang beropini bahwa kehilangan Rodri akan membuat City pincang. Dan itu jadi keuntungan bagi sang rival, Arsenal untuk merebut tahta Liga Inggris musim 2024/25. Benarkah demikian? 

Arsenal Jagain Trofi City 

Bagi sebagian besar die hard Arsenal, pasti sudah lelah terus berada di balik bayang-bayang Manchester City. Meriam London masih belum bisa menjuarai Liga Inggris meski telah melakukan banyak perubahan di dalam dan di luar lapangan. Bukan karena perubahan yang dilakukan mengalami kegagalan. Tapi City yang terus berevolusi menjadi lebih baik dari Arsenal.

Persaingan Arsenal dan Manchester City dalam dua musim terakhir bak seorang adik yang selalu mengejar ketertinggalan dari sang kakak. Arsenal asuhan Mikel Arteta terus berusaha menjadi tim yang lebih baik setiap musimnya. Namun, The Gunners lupa bahwa yang berproses bukan mereka saja. City pun berproses setiap musimnya. Mau bagaimanapun usaha yang dilakukan Arteta, akan selalu ada gap yang terbentang antara Arsenal dan City.

Di musim lalu misalnya, jatuh bangun hingga pekan terakhir, Arsenal lagi-lagi cuma bisa finis kedua di klasemen Liga Inggris. Bukayo Saka dan kolega mengumpulkan 89 poin, hanya kalah dua poin dari The Citizens di akhir musim. Padahal Arsenal sudah menunjukan permainan yang konsisten. Mereka mengerahkan 100% kekuatan di setiap pekan.

Sepanjang musim 2023/24, Meriam London bahkan sempat menyulitkan Manchester City. Bahkan anak asuh Mikel Arteta sempat memimpin klasemen selama sepuluh pekan, sampai akhirnya disalip di pekan-pekan terakhir. Musim itu jadi sebuah momen yang campur aduk. Marah, sedih, dan kecewa jadi satu.

Harapan Kembali Muncul

Setelah dua musim beruntun kena PHP, harapan untuk menjuarai Liga Inggris pun kembali muncul di musim 2024/25. Terlalu dini memang menyebut Arsenal sebagai calon juara. Karena hingga pekan kelima, The Gunners hanya berada di urutan keempat, di bawah Manchester City, Liverpool dan tim kejutan musim lalu, Aston Villa. Tapi dengan apa yang terjadi dengan City sekarang, asa itu masih ada.

Manchester City dilaporkan akan kehilangan Rodri dalam jangka waktu yang cukup lama. Pemain yang baru saja mengantarkan Spanyol juara Euro 2024 itu kabarnya mengalami robek di anterior cruciate ligament lutut kanannya saat menghadapi Arsenal pekan lalu. Kronologinya, Rodri terjatuh memegangi lututnya usai bersinggungan dengan Thomas Partey dalam situasi sepak pojok.

Rodri sempat mendapat perawatan, namun tak bisa melanjutkan laga dan digantikan oleh Mateo Kovacic pada menit ke-21. Rodri masih bisa berjalan sendiri didampingi dua staf medis City saat keluar lapangan, tapi The Athletic melaporkan hasil tes terbaru menunjukkan bahwa cedera ACL yang dialami tergolong serius. Bahkan beberapa media Inggris meyakini bahwa musim Rodri sudah berakhir.

Pep Guardiola pun panik dengan kondisi yang dialami Rodri. “Rodri tidak tergantikan dan tim tidak akan bermain dengan gelandang terbaik di dunia untuk waktu yang sangat lama. Tentu saja ini merupakan pukulan telak bagi kami,” ucap pelatih berkepala plontos itu kepada Sky Sport. Tapi sebenarnya sepenting apa sih Rodri bagi skema Pep? 

Sepenting Apa Rodri?

Sebagai seorang pelatih, sudah menjadi tugas Pep Guardiola untuk menemukan solusi jika salah satu pilar utamanya mengalami cedera. Sejauh ini, eks pelatih Barcelona itu terkenal lihai dalam menyiasati masalah serupa. Seperti ketika City memainkan false nine ketika sulit mencari pengganti Sergio Aguero, atau Pep yang memanfaatkan kreativitas Bernardo Silva dan Julian Alvarez saat Kevin De Bruyne mengalami cedera.

Tapi Pep belum bisa menemukan ramuan yang pas jika timnya bermain tanpa Rodri. Gelandang berpostur 190 cm itu merupakan nyawa bagi lini tengah Manchester City. Rodri sanggup menentukan ritme permainan The Citizens. Juga menentukan kapan harus menyerang, kapan mesti bertahan seperti seorang regista di Italia. Tanpanya aliran bola City mampat.

Pep menyamakan Rodri dengan Sergio Busquets di Barcelona. Kematangannya membuat The Citizens kian variatif dalam melantunkan permainan. Selain akurasi, jangkauan umpan sang gelandang terbilang istimewa. Dilansir Sky Sport, selama musim 2023/24 Rodri memegang rekor sebagai gelandang dengan jumlah umpan sukses terbanyak di Liga Inggris, yakni 3.416 umpan. 

Rodri juga jadi pemain yang memberikan ketenangan saat Manchester City menghadapi situasi serangan balik. Respons cepat, pembacaan permainan, dan kemampuan duel satu lawan satu yang luar biasa membantu lini pertahanan City agar tidak mudah dieksploitasi pemain lawan. Hal itu dibuktikan dengan statistik 136 kali memenangkan penguasaan bola di sepertiga area bertahan pada musim 2023/24. Itu jadi salah satu yang terbaik di liga.

City Kewalahan Tanpa Rodri

Di sisi lain, performa Manchester City asuhan Pep Guardiola ternyata mengalami penurunan ketika bermain tanpa Rodri. Sejak Februari 2023, City telah menurunkan Rodri dalam 78 pertandingan di semua kompetisi. Dari banyaknya jumlah pertandingan, City hanya kalah sekali. Rodri membantu City untuk menang sebanyak 59 kali dan imbang 16 kali.

Menariknya, satu-satunya tim yang bisa mengalahkan City yang bermain dengan Rodri adalah Manchester United. Momen itu terjadi di final Piala FA musim 2023/24. Lantas, bagaimana performa City jika bermain tanpa Rodri? Sang gelandang sebetulnya jarang absen, paling cuma sakit atau akumulasi kartu. Tapi sekalinya absen, City seperti hilang jati diri. 

Dari 16 pertandingan tanpa Rodri, lima di antaranya berakhir dengan kekalahan bagi City. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa persentase kekalahan City akan meningkat menjadi 31% jika tidak memainkan Rodri. Bukan cuma hasil akhir saja, jalannya pertandingan pun jauh berbeda jika tanpa Rodri.

Kita ambil contoh dari musim lalu saat City tanpa Rodri kalah 2-1 dari Wolves dan ketika City dengan Rodri menang 3-0 atas MU. Jumlah tekel sukses City menurun saat Rodri tidak bermain. Saat melawan MU, City melesakan sembilan tekel dengan tingkat kesuksesan 75%. Sedangkan melawan Wolves, City hanya mampu melepas enam tekel dengan tingkat kesuksesan yang sangat rendah, yakni 40%. 

Selain itu, soal akurasi umpan dan penguasaan bola Manchester City juga menurun drastis. Contohnya saja saat dikalahkan Arsenal pada Oktober tahun 2023. Rata-rata penguasaan bola City biasanya mencapai lebih dari 60%. Tapi tanpa Rodri, City hanya bisa mencatatkan 51% penguasaan bola saat melawan Meriam London.

Harus Dimanfaatkan Arsenal

Apakah penurunan performa itu disadari oleh Pep Guardiola? Jelas. Maka dari itu City mendatangkan Mateo Kovacic dari Chelsea. Namun, sejauh ini gelandang asal Kroasia itu belum bisa menyamai level permainan Rodri. Lini tengah City terlihat masih rumpang meski ada Kovacic di situ.

Nah, situasi inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh Arsenal. Bermain tanpa Rodri hingga akhir musim, City diperkirakan bakal kehilangan banyak poin. Dengan begitu, Meriam London diharapkan bisa memangkas jarak yang ada. Peluang Arsenal untuk menjadi juara di musim ini terbuka lebih lebar dari biasanya. Karena satu-satunya rival sedang dalam krisis. Gimana Gooners? Masih pede juara kan? Atau udah pasrah?

Sumber: Sky Sport, The Guardian, The Analyst, Sports Mole

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru