Barcelona Memuakkan, Gundogan Pilih Balik ke Manchester City

spot_img

Ilkay Gundogan secara mengejutkan akan kembali ke mantan klubnya, Manchester City. The Guardian, mengabarkan bahwa kesepakatan personal antara Gundogan dan Manchester City sudah berjalan dengan lancar.

Dikabarkan pula ia akan kembali secara cuma-cuma meskipun sejatinya masih terikat kontrak dengan Barca hingga 2026. Padahal Gundogan baru semusim bermarkas di Camp Nou. Ia pun saat itu didatangkan secara cuma-cuma setelah kontraknya di Etihad berakhir. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarnya Gundogan dari Barcelona?

 

Pemain Bagus, Kok Dibuang?

Ilkay Gundogan merupakan pilar di lini tengah Blaugrana musim 2023/24. Ia diberi kesempatan untuk bermain di segala kompetisi yang Barcelona ikuti. Pun tak sekadar sebagai pemain pengganti, namun sebagai pemain inti. Ia pun bahkan bisa masuk ke daftar pemain Timnas Jerman di ajang Piala Eropa 2024 lalu.

Di ajang La Liga, Gundogan tampil dalam 36 laga yang Barca mainkan musim lalu. Artinya, Gundogan hanya melewatkan dua pertandingan di La Liga. Pada pekan ke-31, Gundogan duduk di bangku cadangan selama laga saat Barca menang tipis 1-0 di kandang Cadiz FC. Sementara, di laga ke-36, saat Barca menang 2-0 di kandang UD Almeria, Gundogan dilarang bermain akibat akumulasi kartu.

Di ajang Copa del Rey, Gundogan ikut berjuang selama 120 menit saat Barca harus takluk dari tim yang kelak keluar sebagai jawara kompetisi, Athletic Bilbao, dengan skor 4-2. Pada ajang Supercopa de Espana, Gundogan ikut membela Barca saat dihajar 4-1 di laga final oleh Real Madrid. Bahkan Gundogan juga mencetak satu assist yang membuat Barca menang dari 2-0 dari Osasuna di babak semifinal.

Kemudian di Champions League, performa Gundogan juga tak kalah oke. Dari 10 laga yang Barca jalani, Gundugan selalu turun, meski tak tampil penuh di dua laga. Namun, ia berhasil mencetak 4 assist. Salah satunya adalah assist untuk gol kemenangan Andreas Christensen di leg pertama babak perempat final melawan Paris Saint-Germain.

Total, Gundogan bermain sebanyak 51 kali atau sekitar 4,180 menit untuk Barcelona musim lalu. Ia pun mencetak total 5 gol dan 14 assist. Angka yang lumayan bagi seorang pemain tengah yang sudah berusia 33 tahun. Meskipun performanya tak bisa memberikan Blaugrana apa-apa. 

Bertengger di posisi kedua di bawah Real Madrid di La Liga. Jaraknya cukup sadis, 10 poin. Dipermalukan oleh Los Merengues lagi di final Supercopa de Espana. Kehabisan bensin di perempat final Copa del Rey. Yang paling menyakitkan, gagal lolos ke semifinal Champions League di hadapan publik sendiri. 

Kegagalan Barca di Champions League tersebut ternyata akan menjadi salah satu faktor yang membuat Gundogan memilih cabut. Meski performanya bersama Barca sebetulnya tak buruk-buruk amat.

 

Barcelona yang Problematik

Setelah ditinggal Xavi Hernandez, Barcelona menggaet pelatih asal Jerman, Hansi Flick. Manajemen Blaugrana kemudian memanfaatkannya sebagai tameng untuk menendang Ilkay Gundogan dari Camp Nou. Isu awal yang disebar adalah karena Gundogan tidak masuk skema pelatih muda asal Jerman tersebut.

Namun, seperti yang disebutkan oleh CBS Sports, kepergian Gundogan ini tak lebih dari sekadar isu pergantian kepelatihan. Coba dinalar saja secara sederhana, Gundogan dan Hansi Flick pernah bersama-sama di Timnas Jerman, kok bisa dianggap tak sejalan?

Bahkan, dari data Transfermarkt, Gundogan 19 kali tampil di bawah asuhan Flick di tim nasional. Isu Gundogan tak sesuai dengan skema Flick nampaknya sangat mencurigakan. Misal alasannya karena usia pun, kan masih bisa dijadikan pelapis. Publik menolak untuk dibodohi oleh Barcelona.

The Mirror mengabarkan kepergian Gundogan adalah cara yang dilakukan Barca untuk menghindari masalah keuangan. Gaji Gundogan dianggap terlalu tinggi untuk Barcelona. Pun Barca butuh untuk mengurangi pengeluaran gaji agar bisa mendaftarkan Dani Olmo sebagai pemainnya.

Alasan yang mereka keluarkan di awal ternyata cuma tipu muslihat belaka. Mereka berbohong untuk menutupi kebobrokannya. Gundogan dipersilakan keluar. Bahkan secara cuma-cuma. Padahal dia masih memiliki kontrak bersama Barca sehingga umumnya harus ditebus dengan beberapa jumlah uang. Namun, karena sudah kebelet membuang Gundogan, ya sudah, gratis juga tak apa-apa, asal dia tak di Camp Nou lagi.

Padahal di Camp Nou ada pemain yang gajinya tak kalah membebani keuangan Barca. Ia adalah Frankie de Jong. Pemain yang musim lalu hanya bermain selama 2.512 menit, jauh lebih sedikit dari Gundogan. Gaji Frankie ditaksir sekitar 231 ribu euro (Rp 4 miliar) per pekan. Sementara, Gundogan hanya 150 ribu euro (Rp 2,6 miliar) per pekan.

Pun sebenarnya Frankie merupakan incaran banyak klub dari musim-musim sebelumnya. Kenapa Gundogan diperlakukan berbeda? Kenapa tidak mencoba menghasut Frankie de Jong untuk pindah saja?

Namun, begitulah Barcelona. Tim yang perencanaan keuangannya sangat berantakan. Andai kata pamor mereka tak sebesar ini, bukan tak mungkin mereka sudah senasib dengan Girondins Bordeaux.

Untungnya, Manchester City masih mau menerima mantan pemainnya. Pep Guardiola dengan senang hati menerima kepulangan Gundogan, pemain yang sebenarnya sangat diinginkannya untuk bertahan pada musim panas 2023. Andai tak ada yang mau menampungnya, bukan tak mungkin Gundogan akan luntang-lantung hingga ke Timur Tengah demi bisa bermain bola.

 

Masalah di Ruang Ganti

Seperti yang sudah dikatakan di awal, kegagalan Barca di Champions League menjadi salah satu penyebab Gundogan memilih pergi. Sebab, kegagalan tersebut membuat Gundogan muak dengan seorang pemain Barca, sehingga dirinya memilih pergi daripada membuat ruang ganti makin keruh.

Ialah Ronald Araujo, pemain yang membuat Gundogan jengkel. Professional foul yang Araujo lakukan di leg kedua perempat final Champions League melawan Paris Saint-Germain membuatnya terkena kartu merah. Ini jelas sangat merugikan bagi Barcelona.

Barcelona yang sempat unggul satu gol sehingga menang agregat 4-2 atas PSG harus kalah memalukan di Camp Nou. Di akhir babak pertama PSG mencetak gol dan membuat pertandingan berubah menjadi 1-1. Karena bermain dengan 10 pemain bukanlah hal yang mudah, pada 45 menit kedua, Barca babak belur oleh 3 gol PSG.

Pertandingan berakhir 4-1 untuk kemenangan PSG dan Les Parisiens pun menang secara agregat menjadi 6-4. PSG lolos ke semifinal, sementara Barca nangis di pojokan. Sialnya lagi, Real Madrid malah keluar sebagai juara di akhir kompetisi.

“Pada momen krusial, kamu harus yakin jika ingin mengambil bola. Saya tak tahu apakah dia menyentuh bola atau tidak, saya lebih memilih kebobolan sebuah gol atau memberi kesempatan lawan satu lawan satu dengan kiper,” keluh Gundogan atas kartu merah Araujo, via Forbes.

Deco selaku direktur olahraga Blaugrana sampai turun tangan untuk menyelesaikan masalah atas kartu merah tersebut. Sebab, Deco tak mau membuat Xavi Hernandez, yang kala itu masih menjadi pelatih, semakin pusing. Sudah babak belur di atas lapangan, masa iya babak belur lagi di luar lapangan?

https://youtu.be/Dy3MWDSPAXQ

Sumber: The Guardian, CBS Sports, Transfermarkt, The Mirror, dan Forbes

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru