Teka-teki masa depan Marselino Ferdinan akhirnya terpecahkan. Setelah sempat banyak rumor berseliweran, bintang muda Timnas Indonesia itu akhirnya telah menemukan klub baru. Oxford United jadi petualangan selanjutnya bagi Marselino. Pindah dari kasta kedua Liga Belgia ke kasta kedua Liga Inggris adalah sebuah peningkatan bagi mantan punggawa Persebaya itu.
Namun, kepindahan ini justru menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi liar. Terlebih, soal kualitas dan kelayakannya untuk bermain di Inggris. Pasalnya, Liga Inggris dikenal memiliki peraturan yang ketat bagi pemain-pemain asing yang ingin berkarir di sana. Berstatus cadangan mati di KMSK Deinze apakah membuat Marselino memenuhi syarat untuk bermain di Divisi Championship?
Atau, Lino justru hanya menggunakan Oxford United sebagai tempat perlindungan dari amukan netizen Indonesia yang tak mau melihatnya menganggur?
Daftar Isi
Kenapa Marselino?
Ada satu pertanyaan yang mengganggu pikiran pecinta sepakbola. Dari banyaknya pemain berkualitas di Timnas Indonesia, mengapa Oxford United merekrut Marselino Ferdinan? Padahal masih ada pemain-pemain yang dirasa lebih masuk akal untuk didatangkan, seperti Elkan Baggot atau Thom Haye.
Ternyata ada campur tangan Erick Thohir dalam transfer Marselino ke Oxford United. Seperti yang kita tahu, selain menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Erick merupakan pemilik saham mayoritas di Oxford United. Bersama Anindya Bakrie, Erick menguasai 51% saham Oxford sejak September 2022.
Fyi aja nih, Anindya Bakrie merupakan Presiden Direktur dari Bakrie & Brothers. Perusahaan yang didirikan oleh Aburizal Bakrie, mantan orang terkaya di Indonesia. Nah, Anindya lah yang membeberkan kenapa Oxford berani merekrut Marselino.
Dilansir Skor.id, Anindya menyebut bahwa Erick Thohir berperan penting dalam transfer ini. Berkat ide dan pengaruhnya, Marselino bisa mendarat di Inggris. Meski kualitasnya tak begitu terlihat di Belgia, Erick meyakinkan Anindya dan pemegang saham lain untuk percaya bahwa Marselino memiliki potensi yang luar biasa.
Selain itu, Erick juga meminta pelatih dan tim analisa teknik Oxford untuk memantau kualitas Marselino. Mereka semua pun sepakat bahwa Marselino adalah salah satu pemain Indonesia yang memiliki bakat di atas rata-rata.
Usianya yang masih muda juga membuat pelatih Oxford, Des Buckingham yakin bahwa dirinya bisa membawa Marceng mencapai potensi maksimalnya. Maka dari itu, Oxford berani menyodorkan kontrak berdurasi dua musim kepada Marselino.
Apakah Lino Memenuhi Syarat?
Meski begitu, keberadaan Marselino Ferdinan di skuad Oxford United masih meninggalkan keraguan. Perlu diketahui, empat kasta teratas kompetisi sepakbola Inggris, yaitu Premier League, Divisi Championship, League One, dan League Two, memiliki aturan ketat dalam memberikan izin kerja atau work permit kepada pemain non-Inggris.
Kabar yang beredar, izin kerja tersebut akan lebih sulit keluar jika diperuntukan pemain yang berasal dari negara non-Eropa layaknya Marselino. Lantas, bagaimana cara Marselino memperoleh izin kerja di Inggris?
Sebelum memperoleh izin kerja di Inggris, Marselino harus mengumpulkan poin di sistem yang sudah diterapkan oleh Federasi Sepakbola Inggris. Syarat kelulusan langsung adalah 15 poin. Namun begitu, pemain yang hanya mengoleksi 10-14 poin masih bisa berpeluang untuk mendapat izin kerja sebagai pesepakbola profesional di Divisi Championship.
Poin itu bisa dikumpulkan dari enam penilaian kriteria. Dari jumlah penampilan bersama tim nasional, menit bermain di liga domestik bersama klub sebelumnya, menit bermain di kompetisi kontinental bersama klub sebelumnya, posisi final di liga sebelumnya, capaian klub sebelumnya di kompetisi kontinental, serta kualitas liga dari klub-klub Marselino sebelumnya.
Nah, apakah selama berkarir sebagai pesepakbola profesional Marselino telah memenuhi syarat minimal, yakni 10 poin? Ternyata tidak. Dari performa klub, KMSK Deinze yang berkompetisi di Liga 2 Belgia hanya berada di kategori terendah dalam sistem penilaian kompetisi domestik yang dibentuk FA. Dengan merujuk penilaian kualitas liga, Marselino hanya mendapatkan dua poin saja. Apalagi menit bermain Marselino sangat minim di Belgia. Paling hanya memberikan tambahan satu poin saja.
Status Marselino sebagai pemain inti di Timnas Indonesia pun tak bisa memberikan tambahan poin yang signifikan. Karena pemain dari negara yang peringkatnya di bawah 51 dunia hanya akan mendapatkan dua poin jika membela tim nasional sebanyak 90% hingga 100% dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Ada Peraturan Khusus
Dengan merujuk sistem poin itu, Marselino hanya mengoleksi lima poin saja. Sangat jauh dari standar minimum yang ditetapkan oleh Federasi Sepakbola Inggris. Eits jangan pesimis dulu, Marselino tidak sepenuhnya kehilangan harapan untuk menjadi pemain kelahiran Indonesia pertama yang tampil di kasta kedua Liga Inggris.
Karena FA dan EFL telah menyepakati adanya kebijakan baru yang bisa melonggarkan ketatnya peraturan untuk mendapatkan izin kerja. Kebijakan itu bernama Exceptional Panel dan Elite Significant Contribution. Nantinya, dua regulasi itu akan membantu Marselino dalam mendapatkan izin kerja meski tak memenuhi standar poin yang tadi.
Dengan aturan itu, tim-tim profesional Inggris memiliki pengecualian untuk mengabaikan sistem poin dalam persyaratan pengajuan visa kerja. Tim-tim Divisi Championship, termasuk Oxford United bisa mengontrak dan mengajukan izin kerja untuk empat pemain yang tidak bisa memenuhi sistem poin izin kerja.
Tujuan Lain
Soal kelayakannya untuk bermain di Divisi Championship kayaknya tak perlu dipermasalahkan lagi. Itu semua tergantung pada manajemen Oxford United mau memperjuangkan izin kerja Marselino atau tidak. Seumpama tidak diperjuangkan dengan alasan ribet atau apa pun itu, bisa saja klub berjuluk Si Kuning ini memiliki tujuan lain saat mendatangkan Marselino.
Kalian pasti sudah bisa menebak apa maksud lain dari transfer ini. Ya, apalagi kalau bukan soal pemasaran dan media promosi. Kita semua tahu, pemain Indonesia selalu datang sepaket dengan popularitas dan animo masyarakat Indonesia yang sangat tinggi. Tak sedikit klub yang mendatangkan pemain Indonesia langsung mendapat lonjakan pengikut di media sosial. Lechia Gdansk, Tokyo Verdy, hingga Suwon FC sudah membuktikannya.
Belakangan ini, setelah mendatangkan Lino, pengikut Oxford United di Instagram juga sudah mengalami peningkatan. Keberadaan Marceng juga bisa membuat Oxford melebarkan sayap bisnisnya ke Asia.
Permintaan jersey pun diprediksi akan mengalami peningkatan, terutama di pasar Indonesia. Selain itu, Oxford juga bisa menjual hak siar ke televisi-televisi yang ada di Indonesia. Ide yang sama bahkan sudah dilakukan oleh Suwon FC, timnya Pratama Arhan yang menjual hak siar ke TVRI.
Parasut Bagi Marselino?
Namun, ada kemungkinan buruk di balik transfer Marselino Ferdinan ke Oxford United. Hal ini didasari oleh statusnya sebagai “pemain titipan” di Oxford United. Bagaimana tidak? Wong Marceng bisa gabung Oxford gara-gara campur tangan Erick Thohir. Transfer ini bisa terjadi sedikit banyak berkat uluran tangan Erick agar sang pemain tetap bisa berkarir di Eropa.
Jika kualitas Marselino memang bagus, pasti sudah ada klub Eropa lain yang tidak beririsan dengan Indonesia antri untuk dapatkan jasanya. Oleh karena itu, tidak ada jaminan Marselino akan memperoleh menit bermain. Oxford juga sebetulnya tak punya kewajiban memainkan dan meningkatkan kualitas Marselino.
Sisi paling buruknya, Oxford bisa saja membuat Marselino bernasib seperti Teerasil Dangda. Kala itu, Manchester City yang dimiliki pengusaha asal Thailand mendatangkan tiga pemain Thailand, termasuk Teerasil Dangda pada awal musim 2007/08. Striker asal Thailand itu gagal memenuhi persyaratan untuk mendapat izin kerja sebagai pesepakbola di Inggris.
Karena tidak memenuhi syarat untuk berkarir di Inggris, Dangda pun dilempar ke kompetisi di luar Inggris. Pemain yang selama bertahun-tahun jadi mimpi buruk Timnas Indonesia itu tercatat sempat membela tim Swiss, Grasshoppers sebagai pemain pinjaman dari Manchester City.
Tentu, kita tidak ingin Marselino Ferdinan bernasib demikian. Mudah-mudahan saja, walaupun masuknya sedikit banyak dibantu orang dalam, ketika suatu saat diberi kesempatan bermain, Marceng bisa menunjukkan kemampuannya. Sehingga Oxford United akan mempertimbangkan serius Marselino Ferdinan.
Sumber: Kompas, CNN Indonesia, Suara Merdeka, Skor.id, Bola.com


