Como FC jadi salah satu representatif Indonesia di kasta tertinggi sepakbola Italia musim ini. Saking Indonesianya, Como FC layaknya mas-mas jawa yang paham unggah-ungguh atau sopan santun di tempat baru. Yang paling ketara adalah bagaimana gerak-gerik Como di bursa transfer musim panas kali ini.
Meski dimiliki oleh PT Djarum yang dananya melimpah, Como tetap low profile. Mereka sadar bahwa status mereka di Serie A hanya pendatang baru. Maka dari itu, Como nggak langsung jor-joran. Pergerakannya pun senyap, nggak ngoyo, dan hanya mengincar pemain-pemain murah.
Meski murah, kualitas pemain incaran Como nggak bisa dianggap sepele. Lantas, siapa saja pemain-pemain incaran Como? Sebelum kita ulas satu per satu, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.
Daftar Isi
Klub Terkaya di Italia?
Menyebut Como sebagai klub kaya agaknya tidak berlebihan. Media Italia, La Gazzetta dello Sport dalam laporannya menyebut, bukan AS Roma, bukan AC Milan, dan bukan juga sang juara bertahan, Inter Milan yang berstatus sebagai klub dengan pemilik terkaya di Italia, tapi justru FC Como.
🔵🇪🇸 Official, confirmed. Pepe Reina signs in as new Como goalkeeper.
He will return to Serie A and work under Cesc Fabregas. pic.twitter.com/k8qGin9uwi
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 18, 2024
Pemilik Como FC, Michael Bambang Hartono dan adiknya, Robert Budi Hartono lah yang menjadi pemuncak daftar pemilik klub terkaya di Italia. Jika dihitung-hitung, total kekayaan yang dimiliki oleh Hartono Bersaudara adalah 47,3 miliar US Dolar atau kira-kira Rp766 triliun.
Jumlah kekayaan itu bukan main. Saat ini, kekayaan Hartono bersaudara bisa dibilang tidak kalah jauh dari pemilik klub-klub top Eropa seperti Sir Jim Ratcliffe di Manchester United, dan pewaris tunggal dari pemilik RB Leipzig dan New York Red Bulls sebelumnya, Mark Mateschitz.
Strategi Transfer Como
Meski kaya, Hartono bersaudara tentu tak akan sebodoh itu menginvestasikan seluruh uangnya hanya pada FC Como. Sepakbola hanya satu dari sekian bisnis yang dijalankan oleh keluarga yang masuk dalam daftar 50 orang terkaya di dunia versi Forbes itu.
Meski bukan prioritas utama, Como tetap mendapat perhatian yang cukup dari Hartono bersaudara. Jika bukan dari uang, maka tim manajemennya yang diperkuat. Dengan dana yang nggak besar-besar banget, manajemen Como dituntut untuk bekerja efesien dalam membelanjakan uangnya. Apalagi dalam urusan jual-beli pemain.
Seperti yang sudah disampaikan di awal tadi, Como tetap low profile meski uangnya banyak. Sebenarnya, Como bisa saja langsung menggebrak dengan mendatangkan pemain-pemain top berbandrol mahal. Tapi, itu bukan gaya yang dipilih. Mereka tetap ingin memperhatikan keseimbangan neraca keuangan.
Oleh karena itu, pergerakan Como di bursa transfer musim panas kali ini terlihat menarik. Meski telah menunjuk Cesc Fabregas sebagai pelatih utama, hampir tidak ada pemain-pemain berbandrol tinggi yang dirumorkan akan merapat ke Giuseppe Sinigaglia. Sejauh ini Como hanya meminati pemain-pemain murah bahkan gratis. Ingat, murah bukan berarti murahan.
Sistem kerja seperti ini mengingatkan kita dengan raksasa-raksasa Serie A, Inter Milan dan Juventus yang demen mengorbitkan bintang dari pembelian-pembelian gratis. Jika beruntung, klub bisa menjual pemain gratis itu dengan harga yang tinggi di musim panas berikutnya.
Yang Sudah Didapatkan
Emang siapa pemain-pemain yang didatangkan Como? Sejauh ini, I Lariani sudah mengamankan Andrea Belotti dari AS Roma, Pepe Reina dan Alberto Moreno dari Villarreal, Alberto Dossena dari Cagliari. Nama-nama yang familiar bukan? Tapi nama-nama itu, tidak ada satu pun yang harganya mencapai 10 juta euro.
🔵🇪🇸 Official, confirmed. Pepe Reina signs in as new Como goalkeeper.
He will return to Serie A and work under Cesc Fabregas. pic.twitter.com/k8qGin9uwi
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 18, 2024
Bahkan, Pepe Reina dan Alberto Moreno didapat dengan status bebas transfer. Tapi apa yang mau dimanfaatkan dari Reina? Kan udah 41 tahun. Eits, jangan salah, Como memandang Reina dari sudut pandang lain. Ia punya segudang pengalaman di Eropa. Klub-klub Inggris, Spanyol, Jerman, hingga Italia semuanya pernah merasakan service-nya.
Selain itu, Reina adalah kawan karib Cesc Fabregas di tim nasional Spanyol. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Reina pasti akan sangat membantu Fabregas untuk meningkatkan kualitas Como. Di usianya yang sudah kepala empat, Reina kayaknya sih bakal semusim doang jadi pemain. Ia bakal langsung masuk staf kepelatihan Fabregas di musim berikutnya.
Selain nama-nama itu, ada Gabriel Strefezza dari Lecce, Lhassine Kone dari Torino, Marco Curto dari Sudtirol, dan Matthias Braunöder dari Austria Vienna. Satu lagi yang sedang on the way menuju Italia adalah mantan pemain Real Madrid, Raphael Varane. Kabarnya, tinggal tunggu perkenalan saja. Varane bergabung dengan status bebas transfer setelah memutuskan hengkang dari Manchester United.
Masih Diusahakan
Pencarian pemain baru tak berhenti di situ saja. Como juga sedang memantau beberapa pemain lain. Tak terkecuali di sektor penjaga gawang. Kabarnya, Reina tidak akan banyak mengambil peran di dalam lapangan. Ia bakal didapuk menjadi mentor bagi penjaga gawang yang lain.
Menurut Goal, ada dua nama yang dirumorkan bakal merapat. Mereka adalah Pau Lopez dari Olympique Marseille dan Loris Karius yang tak kunjung mendapat tempat di skuad utama Newcastle United. Meski performanya tak kunjung membaik, Como memandang Karius sebagai salah satu kiper potensial. Jika treatment latihannya cocok, masih ada kemungkinan Karius untuk menemukan sentuhan terbaiknya lagi.
Como gasspol di bursa transfer menjelang dimulainya musim 2024/25.
👔 Pelatih: Cesc Fabregas
Pemain baru 🆕
• Andrea Belotti (30/CF)
• Pepe Reina (41/GK)
• Alberto Moreno (32/LB)
• Alberto Dossena (25/CB)
• Lhassine Kone (24/CM)
• Matthias Braunoder (22/CM)
• Gabriel… pic.twitter.com/npkzO9yEtO— Berita Sepakbola Dunia (@gilabola_ina) July 22, 2024
Sementara Pau Lopez adalah penjaga gawang utama Marseille dalam tiga musim terakhir. Lopez merupakan penjaga gawang yang aktif keluar area untuk menghalau bola. Selain itu, dirinya juga piawai dalam urusan distribusi bola. Di luar itu, pengalaman Lopez di Serie A saat berseragam AS Roma sejak 2019 hingga 2021 jadi nilai plus.
Di sektor pertahanan, ada Mats Hummels. Setelah kontraknya habis bersama Borussia Dortmund, Hummels langsung masuk radar Como. Selain karena gratis, Hummels dirasa masih cukup prima untuk bersaing di Serie A. Namun, diskusi antara kedua belah pihak belum menemui titik temu.
Di lini depan nama-nama yang dikaitkan malah lebih menarik. Baru-baru ini, setelah mengamankan tanda tangan Andrea Belotti, Como dikaitkan dengan beberapa penyerang yang statusnya sedang tanpa klub. Menurut Fabrizio Romano, Como sedang melakukan pendekatan dengan Anthony Martial dan Alexis Sanchez.
Martial dikabarkan terbuka untuk tantangan baru di Italia. Sementara Sanchez sangat tidak keberatan untuk kembali bermain di Serie A. Sanchez punya riwayat baik di kasta tertinggi sepakbola Italia. Pemain berkebangsaan Chile itu bahkan jadi bagian dari dua gelar scudetto Inter Milan musim 2020/21 dan 2023/24. Jika keduanya fix gabung, maka aroma Manchester United di Como semakin kental.
Masa Depan FC Como
Nah, soal lini tengah, Fabregas belum ada pandangan. Sejauh ini dirinya baru memantau Stefano Sensi yang tanpa klub dan Arthur Melo dari Juventus. Btw, Como kan dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia. Apakah ada kemungkinan pemain Indonesia bisa bermain di Como? Sebetulnya ada. Tapi, tipis.
Como pernah dirumorkan meminati sejumlah punggawa Skuad Garuda. Dari Thom Haye hingga Jay Idzes, dikabarkan sempat masuk radar Dennis Wise. Tapi, sejauh ini belum ada pergerakan serius dari Como untuk menambah sentuhan Indonesia di skuad utama. Perwakilan Como, Mirwan Suwarso bahkan menyebut kalau Thom Haye bukan tipe pemain yang dibutuhkan oleh klub.
Tak kunjung dihubungi Como, Thom Haye malah diisukan akan stay di Liga Belanda, sementara Idzes justru sedang digoda oleh Torino. Bagaimana tentang pemain-pemain Indonesia yang lain? Tentu saja masih ada kemungkinan. Tapi ya itu tadi, mereka harus mencapai level yang diinginkan oleh Cesc Fabregas.
Dengan materi pemain yang terus ditambah dan pergerakan transfer yang mirip-mirip dengan Inter Milan, Como ingin membangun skuad yang kompetitif dengan perpaduan pemain veteran dan pemain muda. Selaku pelatih, Fabregas enggan timnya hanya numpang lewat di Serie A. Legenda Arsenal itu ingin merepotkan tim-tim raksasa macam duo Milan dan Juventus.
Sumber: Football Italia, GFNI, Goal, CNN


