Pochettino Sampai Mundur, Chelsea Emang Klub Lawak!

spot_img

London Gempar. Secara mengejutkan Mauricio Pochettino meninggalkan Chelsea setelah membawa The Blues nangkring di posisi 6 klasemen Liga Inggris. Kalau bagi fans Chelsea, kenyataan ini seperti ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Mereka pasti kaget. Memangnya kenapa sih Pochettino ini sampai dilepas?

Sebelum mengetahui alasannya, baiknya subscribe dan nyalakan loncengnya dulu agar tak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.

Janji Pada Pochettino

Musim ini Chelsea punya harapan baru bernama Mauricio Pochettino. Sebagai pelatih baru, ia punya segudang pengalaman yang dipercaya akan membuat The Blues kembali moncer. Namun, penunjukan Pochettino pada awalnya juga tak semulus yang dibayangkan.

Pochettino benar-benar selektif dalam memilih klub yang cocok dengannya setelah setahun absen dari dunia kepelatihan. Bahkan menurut sumber dari BBC, awalnya Pochettino juga sempat menolak tawaran Chelsea.

Usut punya usut, Pochettino ingin memiliki kontrol lebih soal pemilihan pemain di bursa transfer. Dan itu tak disetujui oleh pemilik. Pemilik Chelsea ingin memegang kendali penuh soal transfer musim ini.

Namun setelah ada negosiasi tahap kedua, keinginannya tersebut akan dipenuhi oleh pihak klub. Namun dengan catatan, yakni pasca Pochettino menjalani musim penuhnya. Pihak klub sudah berjanji sendiri pada Pochettino. Bahkan mereka berjanji apapun hasilnya dalam semusim, klub tak akan memecatnya di tengah jalan.

Terseok-Seok

Musim pun berjalan. Pochettino diberikan seabrek pemain dengan harga mewah. Namun secara hasil, awalnya justru mengecewakan. Chelsea dengan materi melimpah tersebut terseok-seok hingga sempat berada di peringkat ke 14 klasemen Liga Inggris.

Namun, Pochettino sadar diri atas kondisi Chelsea tersebut. Ia secara ksatria bertanggung jawab penuh sebagai pelatih. Tak soal ia dijadikan kambing hitam atas kegagalan ini. Pochettino hanya berusaha keras membangun Chelsea dengan pemain yang bahkan bukan pilihannya.

Anehnya, di saat Chelsea terseok, Todd Boehly, sang pemilik hilang entah ke mana. Saat ditanya Goal soal keberadaan bosnya itu, Pochettino menjawab sudah sejak Maret ia tak berkontak dengannya. Namun itu tak jadi soal bagi Pochettino. Ia hanya ingin berikan yang terbaik di sisa musim ini bagi The Blues.

Puja Puji Boehly

Secara perlahan, Pochettino mampu membuktikan kerja kerasnya berbuah hasil. Ia sudah mulai menemukan gaya permainan yang cocok bagi Chelsea. Komposisi pemain yang ia pilih juga sudah menemukan pakemnya.

Di liga, dari yang semula bolak-balik di peringkat 10, perlahan mampu dibawa Pochettino hingga akhirnya finish di posisi 6. Artinya, Chelsea musim depan akan kembali tampil di ajang Eropa setelah musim ini absen. Prestasi Pochettino tersebut layak untuk diapresiasi.

Jangan lupa, di ajang Carabao Cup, Chelsea juga mampu diantarkanya ke partai puncak. Di Piala FA, Chelsea juga bisa sampai semifinal. Dua hal yang tidak bisa dilakukan Chelsea pada musim lalu.

Dengan hasil tersebut, sebagai fans Chelsea harusnya bangga dong? Boehly yang tadinya menghilang saja, akhirnya bangga dan melontarkan pujian pada Pochettino. Menurut Boehly, Chelsea sudah berada di jalan yang benar bersama Pochettino. Pochettino pun merasa senang dengan pernyataan Boehly tersebut. Ia makin pede akan terus dipertahankan sebagai pelatih.

Pochettino Frustrasi

Pochettino makin merasa bahwa pencapaiannya musim ini harusnya diganjar lebih oleh klub. Ia ingin segera ditepati janjinya untuk memegang kuasa penuh dalam hal transfer musim depan. Namun ternyata, hal itu tak digubris oleh klub.

Pochettino merasa frustrasi. Ia bimbang soal nasibnya musim depan jika tak bisa memilih pemain yang ia inginkan. Selain itu, Pochettino juga tambah frustrasi ketika mendengar kabar pemain andalannya, yakni Chalobah dan Gallagher masuk daftar jual klub. Ya, beberapa sikap klub tersebut dianggap Pochettino sebagai sebuah pengkhianatan.

Sampai pada akhirnya, pemilik mengevaluasi Pochettino di akhir musim. Pochettino diajak untuk bertemu dalam acara makan malam dengan pihak klub yang diwakili oleh Behdad Eghbali, serta direktur olahraga mereka Paul Winstanley dan Laurent Stewart.

Kesepakatan Bersama

Pertemuan berjalan lancar. Tidak ada pertikaian dalam pertemuan tersebut. Namun hasilnya justru mengejutkan banyak pihak. Pochettino dan pihak klub sepakat untuk mengakhiri kerjasama dengan baik-baik.

Dari pihak klub mengatakan bahwa ia sangat berterimakasih kepada Pochettino selama semusim ini. Pochettino pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada pihak klub atas kepercayaannya.

Aneh, sungguh aneh. Kesepakatan mengejutkan tersebut terjadi hanya dalam semalam. Fans dan beberapa pemain Chelsea pun sontak terkejut. Mereka merasa Pochettino sukses membawa Chelsea bangkit musim ini. Selain itu kontraknya pun baru akan habis setahun lagi. Kabar ini pun melahirkan berbagai spekulasi. Apa sih yang salah dari Pochettino?

Otoritas Transfer dan Perbedaan Filosofi

Jacob Steinberg dari The Guardian setidaknya menemukan dua alasan utama mengapa Pochettino dilepas, meski ada peningkatan. Pertama, dalam bocoran internal kemari, Pochettino kelihatan semakin frustrasi dengan kurangnya suara mengenai otoritas pembangunan skuad.

Yang kedua, Pochettino ternyata menginginkan lebih banyak pemain yang berpengalaman untuk membawa Chelsea makin kuat musim depan. Namun, Winstanley dan Stewart menolak mentah-mentah hal itu. Mereka memprioritaskan proyek merekrut pemain muda dengan kontrak jangka panjang. Dua alasan tadi memperjelas bahwa keinginan Pochettino ternyata tak dipenuhi oleh klub.

Bukan Ulah Boehly?

Steinberg dan juga beberapa media ternama lainnya sempat menelusuri, apa benar keputusan sepihak Chelsea ini berasal dari Boehly? Ketika ditelusuri, ada fakta baru menarik yang mengatakan bahwa Boehly bukan aktor utama di balik berpisahnya Pochettino dengan Chelsea. Meskipun berstatus pemilik, Boehly tidak memegang kendali penuh terutama dalam mengganti pelatih.

ESPN menyebut bahwa Boehly sebenarnya ingin mempertahankan Pochettino. Akan tetapi, justru Eghbali yang ingin menggantikannya dengan pelatih baru. Senada dengan ESPN, Mirror juga membenarkan hal serupa. Mirror mengetahui bahwa di pertemuan makan malam perpisahan Pochettino, Boehly tidak hadir.

Ben Jacobs, jurnalis ternama di Inggris juga tanpa sungkan menyebut sosok Eghbali menjadi tokoh krusial yang membuat Pochettino dilepas. Melalui cuitan pribadinya, Ben mengatakan bahwa ada tinjauan analisis secara mendetail dengan data dari tim Eghbali untuk meninjau performa Pochettino selama semusim.

Beberapa data negatif yang menunjukan inkonsistensi dan kelemahan Chelsea musim ini, disajikan langsung kepada Pochettino. Menurut Ben, sosok Behdad Eghbali bisa sekuat itu membuat keputusan tanpa Boehly karena ia merupakan salah satu petinggi Chelsea yang memiliki saham dominan. Eghbali punya peran sentral yang tak kalah penting dengan Todd Boehly dalam mengelola Chelsea.

Apa Rencana Chelsea?

Terlepas dari ada tidaknya campur tangan Boehly, yang jelas kini Pochettino sudah pergi. Harapan Chelsea tambah lebih baik lagi musim depan, kini jadi tanda tanya. Dengan bergantinya pelatih, otomatis tim ini akan dibangun dari awal lagi oleh pelatih baru.

Pihak klub yang diwakili Eghbali, Stewart dan Winstanley sudah mengatakan rencana Chelsea setelah berpisah dengan Pochettino. Mereka ingin merekrut pelatih muda yang memiliki visi yang sama dalam membangun proyek Chelsea dengan pemain muda.

Banyak nama yang sudah beredar. Dari Kieran McKenna, De Zerbi, Sebastian Hoeness, hingga Ruben Amorim. Rencananya mereka akan menujuknya dalam waktu dekat. Menarik untuk dinanti. Namun pertanyaannya, apakah menunjuk pelatih muda tersebut jaminan Chelsea akan jadi lebih baik, setidaknya tidak lebih buruk dari era Mauricio Pochettino?

Sumber Referensi : chelseanews, footballondon, bbc, independent, chelseanews, x.com, onefootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru