Di balik murid yang hebat, pasti ada sosok guru yang hebat pula. Murid yang baik, juga tak akan melupakan begitu saja jasa yang tak ternilai dari sang guru. Contohnya Jurgen Klopp. Ia termasuk murid yang tau diri. Klopp punya sosok guru yang sangat dihormatinya.
Pasti banyak orang mengira guru itu adalah Ralf Rangnick, si bapak gegenpressing itu? Bukan, kurang tepat. Sosok guru Klopp itu adalah seorang pria bernama Wolfgang Frank. Pasti asing di telinga ketika mendengar nama yang satu ini. Siapa sih sebenarnya orang yang sangat berpengaruh besar bagi Klopp ini?
Daftar Isi
Siapa Wolfgang Frank?
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher suatu saat pernah bertanya pada Jurgen Klopp, “Apakah ada dalam hidup anda satu sosok yang membuat anda terinspirasi untuk menjadi pelatih?” Lalu Klopp menjawab, Wolfgang Frank. Carragher pun terkejut dan bertanya lagi siapa pria itu?
Klopp lalu menunjukan buku hasil karya Rafa Honigstein berjudul Klopp: Bring The Noise pada Carragher. Di buku itu Klopp menjelaskan detail siapa Frank sebenarnya. Klopp bahkan menggambarkan Frank di buku itu sebagai manusia yang luar biasa bagi hidupnya.
El único material que explica cómo consiguió el Liverpool lo que consiguió, un excelente administrador de recursos humanos Jurgen Klopp 👏🏼👏🏼 [@honigstein] pic.twitter.com/bR4uNITSgh
— Nelson M. (@nelson_mendo) June 26, 2020
Wolfgang Frank adalah pria kelahiran Jerman, tahun 1951 silam. Ia memulai karier sebagai pesepakbolanya pada 1971 di Stuttgart. Sampai akhirnya pensiun sebagai pemain pada 1984.
Wolfgang Frank, VfB Stuttgart. Couldn't be bothered to let the sunglasses go – not even on the official team photo. pic.twitter.com/IELqk1PqH2
— Runar Nordvik (@RunarNordvik) March 21, 2021
Sejak pensiun jadi pemain, Frank kemudian mencoba peruntungan menjadi pelatih. Frank sempat melatih beberapa klub kecil di Jerman. Sampai akhirnya ia ditunjuk menjadi nahkoda Mainz pada periode 1995 hingga 2000.
Ya, kalau ditelusuri tak ada yang spesial dari segi prestasi selama kariernya menjadi pelatih. Namun di balik itu, dasar-dasar ilmunya ketika melatih secara tidak langsung banyak diserap oleh anak didiknya. Salah satunya adalah Jurgen Klopp.
the funny thing is that this is not far from what actually happened, the difference is that Klopp was trained by Wolfgang Frank at Mainz
— Tércio Brilhante (@terciobrilhante) November 26, 2021
Frank, contemporary to Rangnick and Uwe Sole, was Klopp's main mentor during his final playing days.
Under his watch, he became assistant coach pic.twitter.com/i4AWEoyLPb
Guru Pertama Klopp
Klopp adalah anak didik Frank di Mainz. Ketika itu The Normal One adalah seorang bek tinggi besar yang posisinya tak tergantikan di lini belakang Mainz. Metode dan cara melatih Frank telah memicu ketertarikan Klopp pada dunia kepelatihan.
Selama kepemimpinannya di Mainz, Frank sudah banyak merevolusi soal taktik dan organisasi permainan. Di situlah untuk pertama kalinya Klopp sebagai bek, menyadari pentingnya pendekatan taktik.
O Mainz 05 passou anos nas divisões inferiores e amadoras da Alemanha. Um dos primeiros a dar protagonismo ao clube da Mogúncia foi o técnico Wolfgang Frank. Um de seus pupilos, um tal de Klopp, seguiu alguns de seus passos e deu o primeiro acesso à elite alemã. pic.twitter.com/LTd0DiV9J9
— Fernet Bola (@fernetbola) November 12, 2020
Klopp semakin terpesona dengan seni kepelatihan yang dipraktekkan Frank. Anak Wolfgang Frank, yakni Benjamin Frank sempat mengatakan bahwa ayahnya ketika melatih pernah sengaja menasihati Klopp secara khusus dalam masalah taktik, metode latihan, maupun visi bermain. Benjamin pun menduga Klopp hingga kini memanfaatkan pengetahuan dari ayahnya itu dengan baik.
Klopp sempat merasakan sendiri tuah Frank soal taktik. Ketika dilatih Frank, Klopp pernah jadi korban perubahan taktiknya. Saat itu Frank berani membuang posisi libero di Mainz. Kita tahu saat itu di sepakbola Jerman sedang populer adanya peran seorang libero yang berperan sebagai penyapu di belakang empat bek.
Klopp kemudian merasakan imbas perubahan taktik lini belakang Mainz dengan hanya menggunakan skema empat bek sejajar. Hal itulah yang kemudian menjadi trigger bagi Klopp untuk terus antusias belajar dan menyerap lebih banyak ilmu dari Frank.
Lange nicht mehr so viel schönes Feedback bekommen wie zu der Geschichte über Wolfgang Frank im aktuellen @ballesterer_fm. Schön zu sehen, was er den Leuten in Mainz und darüber hinaus bedeutet hat und wie sie es wertschätzen, so eine Geschichte über ihn zu lesen. pic.twitter.com/oJsOgrFdwO
— Mara Pfeiffer 🐱 (@wortpiratin@fruef.social) (@Wortpiratin) July 25, 2019
Penerus Frank di Mainz
Kerjasama Frank dan Klopp di Mainz hanya sampai tahun 2000. Karena setelah itu sang mentor hijrah ke beberapa klub di luar Jerman. Klopp pun kemudian memilih untuk pensiun sebagai pemain Mainz, setahun setelah Frank pergi.
Klopp merasa ilmu yang didapat dari Frank ketika menjadi pemain cukup untuk jadi modal dirinya suatu saat nanti jadi pelatih. Tak lama setelah ditinggal Frank dan Klopp, keadaan Mainz makin memburuk di Bundesliga 2. Mainz keteteran dan tak kunjung bisa promosi ke Bundesliga.
Lalu keluarlah ide dari direktur olahraga Mainz saat itu, Christian Heidel untuk segera menunjuk Jurgen Klopp yang dianggap sebagai anak filosofis Frank untuk menjadi pelatih Mainz berikutnya.
Tawaran itu pun diterima Klopp. Sejak itulah karier manajerial Klopp dimulai. Klopp di awal melatih Mainz sempat mengatakan bahwa hanya dengan cara sepakbola Frank-lah, Mainz bisa kembali bangkit.
#Mainz05 wäre ohne dich nicht da, wo Mainz 05 heute ist. Wir werden dich nie vergessen!
— 1. FSV Mainz 05 (@1FSVMainz05) February 21, 2020
In Gedenken an Wolfgang Frank. Unser ehemaliger Trainer wäre heute 69 Jahre alt geworden. pic.twitter.com/Sab5VtNbVb
Sesuai dengan filosofi mentornya, Klopp perlahan membangun Mainz. Hebatnya lagi, Klopp bahkan sukses membawa Mainz promosi ke Bundesliga pada tahun 2004.
Ilmu Frank
Selama tujuh tahun ilmu Frank diterapkan Klopp di Mainz. Frank termasuk pelatih dengan yang detail mengenai taktik. Detail-detail kecil seperti kapan melakukan serangan, kapan bertahan, serta tau memanfaatkan sisi kelemahan lawan, sangat diperhatikan oleh Frank. Maka tak heran jika Frank ketika itu pada tahun 90-an akhir, sudah memanfaatkan teknologi dalam menunjang prinsip detailnya itu.
The History and Evolution of Jurgen Klopp – by @RA_Sikdar
— The Tactical Times (@Tactical_Times) April 1, 2019
Exploring Jürgen Klopp’s history and how his mentor and predecessor at FSV Mainz, Wolfgang Frank influenced the exciting, at times breathtaking football philosophies of Klopp and the gegenpress.https://t.co/ayfQtL0DVH
Klopp persis seperti Frank yang memanfaatkan teknologi, yakni berupa rekaman video. Klopp berusaha menanamkan analisis video sebagai bagian integral dari persiapan taktis pra-pertandingan timnya.
Selain itu, Klopp juga meniru Frank dengan mengajak kerjasama dengan para mahasiswa ilmu olahraga Universitas Mainz untuk melengkapi persiapan taktis Mainz dengan alat bantu visual. Dengan itu, tim mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan lawan dari minggu ke minggu.
Ilmu dan cara tersebut bahkan masih diterapkan Klopp ketika melatih Dortmund hingga Liverpool. Peter Krawietz, salah satu mahasiswa ilmu olahraga yang pernah mendukung persiapan taktis Frank di Mainz, kini menjadi salah satu tangan kanan Jurgen Klopp yang paling dipercaya. Krawietz selalu dipercaya Klopp bertanggung jawab atas analisis video ketika di Dortmund dan Liverpool. Ia juga sekaligus berperan sebagai asisten Klopp.
Liverpool bu sezon Premier Ligte duran toplardan tam 14 gol buldu ve bu başarının en önemli mimarı Klopp'un yanında görmüş olduğunuz yardımcısı Peter Krawietz. Bu ikili Klopp'un Mainz döneminden beri yani 20 yılı aşkın süredir hep beraber çalıştı. Klopp onu hiç yanından ayırmadı. pic.twitter.com/I1TslmTn8m
— Analist Akademi (@analistakademii) February 17, 2022
Selain pemanfaatan teknologi, Klopp juga menerapkan ilmu “pemanfaatan ruang” dari Frank. Prinsip dominasi ruang adalah instruksi utama Frank ketika melatih Klopp di Mainz. Cara itu sangat menginspirasi Klopp. Bahkan terus Klopp terapkan hingga sekarang. Misal ketika ia menginstruksikan para pemain Liverpool untuk terus mendominasi bola di area lawan.
Selain dari segi analisis dan taktik, ilmu Frank yang diterapkan Klopp juga mengenai masalah mental pemain. Frank dulu termasuk pelatih yang sadar akan dimensi psikologis pada para pemain. Ia selalu ingin para pemainnya kuat secara mental.
Maka dari itu, Frank dulu kerap mendatangkan pelatih khusus mental. Hal itu sama dengan apa yang dilakukan Klopp ketika melatih. Maka tak heran ketika melatih Dortmund dan Liverpool, Klopp meminta khusus Dr. Andreas Schlumberger sebagai pelatih khusus mental, dan rehabilitasi psikologis bagi para pemainnya.
⚽ @LFC have filled their newly-created role of head of recovery and performance with Dr. Andreas Schlumberger, one of Jurgen Klopp's former colleagues, joining their backroom staff.https://t.co/FDeKqBRbOD#Football #ESPNCaribbean pic.twitter.com/0YW30vlcBI
— ESPN Caribbean (@ESPN_Caribbean) December 30, 2020
Frank Sudah Tiada
Banyak hal yang telah ditinggalkan Frank dan diteruskan dengan baik oleh Klopp. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Klopp sukses dengan ilmu dan gaya Frank. Meskipun Frank tidak mampu meraih prestasi mentereng selama kariernya, namun warisannya telah jauh melampaui.
Sebenarnya tidak hanya Klopp saja yang sukses menyerap beberapa ilmunya. Dikatakan This Is Anfield, ada banyak pemain lain yang juga bisa dianggap merupakan anak filosofisnya, termasuk diantaranya Joachim Low.
Keberhasilan anak didiknya sebagai manajer, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Frank. Harus diakui, Frank adalah salah satu tokoh sepak bola Jerman yang berpengaruh, namun namanya agak terpinggirkan. Sayangnya, namanya bahkan baru mencuat setelah meninggal. Frank telah berpulang tahun 2013 silam akibat penyakit kanker yang dideritanya.
Jürgen Klopp muito emocionado no enterro do ex treinador Wolfgang Frank em Mainz. pic.twitter.com/oSabSVFIMp [Via @MartaMoralesL]
— Brasil BVB (@BlogBrasilBVB) September 19, 2013
Sebagai murid teladan, Jurgen Klopp spesial hadir dengan mengumpulkan mantan rekan satu timnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang guru. Tak lama setelah wafatnya Frank, Jurgen Klopp mampu mencapai final Liga Champions di Wembley bersama Dortmund. Setahun setelahnya giliran Joachim Low mampu meraih gelar juara dunia bersama timnas Jerman.
Frank sepertinya sudah tenang di alam lain. Sangat besar jasa bapak mentor yang satu ini. Bisa jadi nih, tanpa adanya Frank tak akan muncul seorang Jurgen Klopp seperti sekarang ini. Jadi, terima kasih sekali lagi atas jasa-jasamu, Wolfgang Frank.
Mainz Bleibt. Nostalgisch. Heute Vormittag richtet sich unser Blick zurück auf‘s #Mainz05 der 90er Jahre. Wie Wolfgang Frank #Kloppo verblüffte & mehr… ⤵️https://t.co/285iSQkwuN pic.twitter.com/TBjxMB7Ukc
— 1. FSV Mainz 05 (@1FSVMainz05) April 5, 2020
Sumber Referensi : kicker, telegraph, thisisanfield, libero, zicoball


