Jadi Biang Kerok Kacaunya Nasib Man United di UCL! Onana Kena Sindiran Keras Bruno Fernandes?

spot_img

Meskipun sudah membaik di Liga, tapi performa Andre Onana di Champions League cukup gila. Ia selalu jadi pemain kunci dan sorotan di setiap pertandingan fase grup Manchester United di Liga Champions. Bikin beberapa blunder di pertandingan lawan Bayern Munchen, bikin Casemiro kena kartu merah saat melawan Galatasaray di Old Trafford, dan kembali lagi bikin ulah di laga lawan Galatasaray.

Ultras Galatasaray membentangkan tifo yang bertuliskan Welcome to Hell untuk menyambut setan merah. Tapi neraka sepertinya lebih cocok untuk Onana. Ia membuang keunggulan 2-0 dan 3-1 United secara percuma. Sehingga United Galatasaray bisa menyelesaikan laga dengan hasil imbang 3-3.

Bagaimana performa Onana bisa sangat jadi penentu nasib United di fase grup Liga Champions musim ini? Yuk simak ulasannya.

Bagaimana Kesalahan Onana Mengubah Nasib United?

Setelah kekalahan 4-3 dari Bayern Munchen di gameweek pertama, Andre Onana langsung memberikan pernyataan maaf kepada para penonton setelah pertandingan. Onana memilih untuk menyalahkan diri sendiri atas kekalahan timnya.

“Kami memulai dengan sangat baik dan karena kesalahan saya, kami kehilangan kendali permainan. Ini situasi yang sulit bagi saya. Saya mengecewakan tim. Karena saya, tim tidak bisa memenangkan pertandingan ini” Ucapnya dikutip dari the athletic.

Tapi setelah pernyataan maaf itu, sedikit yang berubah. Dan seolah kita sudah terbiasa kalau Onana bakal melakukan blunder di Liga Champions. Di pertandingan yang penting ini pun tiada beda. Ia mengubah keunggulan nyaman United jadi hasil imbang yang memberatkan.

Di gol pertama Galatasaray, Onana salah menebak arah tendangan bebas Hakim Ziyech. Lucu, mengingat Onana bisa menyelamatkan tendangan penalti melawan Copenhagen tapi malah mati langkah menghadapi freekick Ziyech.

Gol tendangan bebas kedua dari Ziyech, serupa dengan yang pertama malah lebih buruk. Bola sudah sempat ia tangkap tapi malah dipantulkan melewati garis gawang sendiri. Gol ketiga Galatasaray dari Akturkoglu terlalu kuat dan terlalu cepat untuk ditimpakan pada Onana.

Namun yang mengkhawatirkan adalah bahwa seorang kiper yang tampil impresif untuk Inter saat mereka mencapai final Champions musim lalu malah sekarang sangat rawan kesalahan. Ia cenderung menepis bola ke arah yang berbahaya ketika melakukan penyelamatan.

Empat kesalahan besar dalam lima pertandingan United telah secara dramatis mengubah corak Grup A. Ini membuat anak asuh Ten Hag hanya memiliki peluang kecil untuk lolos ke fase sistem gugur Liga Champions. Jika saja Onana bisa tidak blunder di pertandingan ini dan United bisa menang, mereka sudah duduk di peringkat kedua, bukannya dasar klasemen.

Bruno Fernandes Sampai Muak

Jika di pekan pertama Liga Champions Onana menyalahkan dirinya sendiri, sekarang itu tidak lagi diperlukan. Sudah ada banyak orang yang akan menyalahkan Onana atas blundernya di laga ini. Salah satunya adalah kapten United sendiri, Bruno Fernandes.
Bruno berkata kalau gol-gol yang Galatasaray dapatkan adalah gol-gol yang harusnya bisa diselamatkan. Menurutnya Onana bisa melakukan lebih baik di dua gol pertama Galatasaray.

“Ini sangat buruk. Kami kebobolan gol yang sangat buruk. Saya tidak bisa menjelaskan apa-apa. Kami kebobolan dua gol dan tidak ada yang bisa kami lakukan. Tentu saja kami seharusnya bisa lebih baik terhadap dua gol itu. Kami dua kali unggul dan punya banyak peluang untuk menutup laga. Sayangnya kami kurang klinis” Ucapnya dikutip dari Goal.com

Bruno tampil bagus di laga itu. Khususnya di babak pertama. Ia bisa mencetak satu assist untuk Garnacho dan melepaskan tendangan roket untuk gol kedua. Tentu saja ia jadi orang yang paling kecewa setelah keunggulan yang telah ia buat dibuang begitu saja.

Lebih jauh lagi, Brono mengkritik penampilan Onana di Liga Champions. Ia sadar kalau ini bukanlah kali pertama terjadi. Dan ia pun meminta Onana untuk mengambil pertanggungjawaban atas kesalahannya.

“Jujur ini terlalu berat. Saya tidak mau jadi negatif. Tapi apa yang telah kami lakukan di Liga Champions masih belum cukup baik. Ini bukan pertandingan pertama kami seperti ini. Semua orang harus berdiri dan bertanggung jawab atas setiap kesalahan mereka.” Lanjut Bruno.

Tentu saja Bruno tidak secara eksplisit menyebut nama Onana. Tapi sepertinya kebanyakan orang sudah tahu siapa yang Bruno maksud dalam komentarnya itu. Namun, kekecewaan Bruno sepertinya tidak sama dengan apa yang dirasakan sang pelatih. Erik Ten Hag malah memuji penampilan timnya di laga ini.

Ten Hag Malah Memuji Tim

Ten Hag punya cara yang berbeda dalam menanggapi hasil ini. Ia fokus pada hal-hal baik seperti bagaimana United bisa sangat baik dalam menyerang dan menciptakan peluang.

“Saya sangat senang pada bagaimana dinamisnya dan beraninya para pemain di laga ini. Kami menciptakan banyak peluang-peluang besar, terutama di menit-menit akhir. Kami memainkan sepak bola yang baik” Ungkap Ten Hag dikutip dari Goal.com.

Namun Ten Hag sadar kalau United harusnya mendapatkan poin penuh di pertandingan ini. Meskipun begitu, Ten Hag tidak mau menyalahkan salah satu pemain atas hasil ini. Ia hanya menyalahkan diri sendiri karena pertahanan United buruk.

“Kami seharusnya mengemas tiga poin, itu jelas. Saya memuji tim dan di saat yang sama, saya mengkritisi mereka, dan diri saya sendiri karena kami tidak bertahan dengan cukup baik. Kami unggul 3-1 dan anda tidak bisa melakukan kesalahan itu.” Lanjut Ten Hag.

Ten Hag benar. Urusan pertahanan memang masih jadi PR setan merah. Mereka telah kebobolan 33 kali di semua kompetisi musim ini. Itu rekor kebobolan terbanyak di 20 pertandingan pembuka sejak musim 1962/63. Lalu, apakah United benar bermain bagus di laga itu seperti kata Ten Hag?

Manchester United Selalu Kehilangan Ketenangan

Masalah utama United di Champions League musim ini sebenarnya masih sama. Yaitu mereka selalu kehilangan ketenangan saat bermain di panggung Champions League. Itu pernah kami bahas saat MU kena comeback lawan Copenhagen.

Awalnya semua berjalan sangat lancar ketika United memimpin dengan skor 2-0. Tapi mereka malah kehilangan ketenangan setelah itu. Trio gelandang yang diisi Scott McTominay, Sofyan Amrabat, dan Bruno Fernandes mendadak jadi terlalu rapuh untuk menahan gempuran serangan balik Galatasaray.

United sebenarnya bisa bangkit setelah mereka kebobolan gol pertama. McTominay bisa kembali merenggangkan jarak. Tapi semua jadi kacau setelah Onana blunder yang berujung gol kedua Galatasaray. Formasi United jadi runtuh berantakan dan akhirnya gol penyemibang pun tercipta.

Manchester United telah mencetak 12 gol di Champions League sejauh ini. Bayern Munchen dengan Harry Kane nya aja baru ngegolin 11. Bahkan, cuma Arsenal, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Manchester City yang punya catatan gol lebih banyak dari United. Dan mereka semua adalah pemuncak klasemen.

Sementara itu United duduk di dasar. Mereka harus bisa menang lawan Bayern nanti sambil berharap pertandingan Copenhagen vs Galatasaray berakhir imbang. Mungkin di Universe yang lain, dimana tim Erik Ten Hag punya ketenangan dan kipernya bukan Onana, Manchester United sudah memuncaki klasemen dan dipastikan lolos ke 16 besar sekarang.

Sumber referensi: MEN, Athletic, Goal, Goal 2, Mirror

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru