Mirisnya Union Berlin yang Katanya Kuda Hitam

spot_img

Roda kehidupan Union Berlin tampaknya sedang berputar. Setelah tampil apik di musim 2022/23, kini skuad asuhan Urs Fischer mengalami nasib buruk. Terakhir, tim asal Ibukota Jerman itu kalah telak dengan skor 3-0 dari Eintracht Frankfurt. Itu jadi kekalahan kedelapan secara beruntun di Bundesliga.

Apa yang mereka tampilkan musim ini begitu terbalik dengan apa yang sudah mereka perbuat musim sebelumnya. Musim lalu Union Berlin bahkan jadi salah satu tim yang menunjukan perkembangan paling pesat dibandingkan klub-klub lain di lima liga top Eropa. Namun, mengapa kini mereka tampil tak bergairah?

Tampil Mengejutkan di Awal Kemunculan

Sebagai pengingat, Union Berlin baru menembus kasta tertinggi sepakbola Jerman pada tahun 2019. Kala itu, Berlin memenangkan laga play-off degradasi menghadapi VfB Stuttgart. Praktis, sebelum itu The Iron Ones belum pernah bermain di Bundesliga.

Meski berstatus sebagai tim debutan, Union Berlin tampil PD. finis di urutan sebelas pada musim 2019/20, Berlin dianggap tampil lebih baik dari klub-klub bersejarah lain macam Schalke yang finis satu tingkat di bawah mereka, atau bahkan Werder Bremen.

Banyak yang mengira kalau The Irons Ones cuma beruntung dan bakal terpongkeng pada musim selanjutnya. Namun pada musim 2020/21, Union Berlin malah makin jadi. Meski tak berisikan pemain-pemain bintang, Berlin bisa menampilkan sepakbola yang menghibur. 

Skuad asuhan Urs Fischer mampu bersaing dan akhirnya mengamankan urutan ketujuh Bundesliga musim 2020/21, yang sekaligus meloloskan mereka ke UEFA Conference League musim berikutnya.

Menapaki Ketiga Kompetisi Eropa

Semua anggapan kalau Berlin akan hancur dalam semusim nyatanya patah. Berlin justru makin mantap setiap tahunnya. Setelah musim 2021/22, Berlin tak henti-hentinya membuat para penikmat sudut pandang lain dari sepakbola berdecak kagum. Tak lagi tampil di Conference League, Union Berlin justru tembus Liga Eropa musim 2022/23.

Pencapaian itu didapat setelah Union Berlin berhasil mengakhiri Bundesliga musim 2021/22 dengan finis di posisi lima. Yang mana membuat mereka otomatis lolos ke fase grup Europa League. Itu jadi salah satu pembuktian kalau klub telah memiliki rencana yang jelas. Mereka menunjukan peningkatan yang stabil setiap tahunnya.

Makin tak terduga lagi, setelah gagal lolos ke babak gugur di Conference League, Union Berlin justru mampu melenggang dengan gagah ke babak 16 besar Liga Eropa musim 2022/23. Sheraldo Becker cs bahkan menaklukan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam dengan agregat 3-1 dalam pertarungan dua leg untuk mencapai fase tersebut.

Sayang, laju Union Berlin dihentikan oleh wakil Belgia yang juga bernama Union, yakni Union Saint-Gilloise. Dua kali gagal tak membuat Union Berlin ciut nyali. Musim 2022/23, Berlin justru semakin solid dengan mengandalkan sistem Moneyball yang dijalankan oleh direktur olahraga mereka, Oliver Ruhnert. 

Mengandalkan pemain yang biasa-biasa aja, Berlin menjalani musim terbaik dalam sejarah. Skuad asuhan Urs Fischer itu bahkan mampu menang atas RB Leipzig dan menahan imbang Bayern Munchen. Tak cuma itu, Berlin juga sempat memuncaki klasemen Bundesliga dalam tujuh pekan beruntun. 

Meski akhirnya finish di peringkat empat, Die Eisernen berhasil menembus Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sayangnya, prestasi luar biasa itu jadi awal anjloknya performa The Iron Ones.

Padahal Udah Jor-joran

Tampil di Liga Champions membuat Union Berlin melakukan persiapan yang lebih dari biasanya. Jika selama ini mereka jarang mengeluarkan banyak uang demi mendatangkan pemain, musim panas 2023 jadi anomali bagi klub yang hidup dari keringat fansnya itu.

Target utama mereka adalah memiliki pemain yang berpengalaman di UCL dan mempermanenkan Diego Leite dari Porto jadi langkah awal musim ini. Selain memiliki pengalaman Liga Champions bersama Porto, Leite sudah menjalani masa peminjaman di Berlin. 

Pemain berikutnya yang didatangkan adalah Brenden Aaronson dan David Datro Fofana. Keduanya didatangkan dengan skema pinjaman dari Leeds United dan Chelsea. Tak berhenti di situ, Union Berlin kemudian memberikan kejutan dengan mendatangkan Robin Gosens, Kevin Volland, dan legenda Timnas Italia, Leonardo Bonucci.

Berlin bahkan sampai memecahkan rekor transfer klub saat menebus Gosens dengan mahar sekitar 13 juta euro (Rp217 miliar) dari Inter Milan. Semua itu dilakukan demi tampil tidak mengecewakan di Liga Champions. Tapi bertindak di luar kebiasaan justru membuat Union Berlin hilang arah.

Pemain-pemain yang baru didatangkan nyatanya tak bisa langsung memberikan kontribusi bagi klub. Banyaknya tambahan pemain baru membuat organisasi tim yang sudah terbentuk sejak musim lalu seperti di restart ulang. Pemain lama dan pemain baru kesulitan untuk menyatukan permainan dan membangun kemistri untuk mengerek performa tim.

Kekalahan Beruntun

Dengan skema tiga beknya, Union Berlin jadi salah satu tim paling jago dalam bertahan. Musim 2022/23, mereka hanya kebobolan 38 gol di Bundesliga, menyamai Bayern Munchen. Namun, musim ini pertahanan baja itu tak terlihat lagi.

Meski memiliki Bonucci yang sangat berpengalaman menghadapi segala macam bentuk serangan, pertahanan “Tembok Berlin” justru menjelma jadi susunan bata tanpa semen. Hingga narasi ini dibuat, Union Berlin sudah kebobolan 28 gol di semua kompetisi. Belum setengah musim saja, mereka sudah hampir menyamai jumlah kebobolan sepanjang musim lalu.

Begitu mudahnya pertahanan Berlin ditembus, hasil buruk pun selalu menyertai. Kekalahan 3-0 atas Eintracht Frankfurt kemarin jadi kekalahan kedelapan secara beruntun di Bundesliga. Lebih buruknya lagi, itu jadi kekalahan ke-12 secara beruntun yang dialami Die Eisernen musim ini.

Belum Layak Jadi Tim Papan Atas?

Persiapan matang yang diharapkan bakal memompa performa mereka baik di kompetisi domestik maupun Eropa jadi buyar. Kini Union Berlin berada di zona degradasi dengan hanya mengumpulkan enam poin. Belum lagi, skuad asuhan Urs Fischer sudah terlempar dari DFB-Pokal dan belum meraih satu poin pun di Liga Champions.

Dengan rangkaian hasil buruk yang begitu kontras dengan musim lalu, Union Berlin dianggap belum siap jadi klub papan atas. Mereka terlihat belum siap saat diberi kesempatan tampil di kompetisi sebesar Liga Champions. Pencapaian itu membuat konsentrasi mereka terpecah. 

Memikul beban, harapan, dan sorotan media yang makin besar membuat Berlin terlalu berambisi untuk menyenangkan semua pihak. Mereka terlalu ngoyo buat tampil mengejutkan di tahun pertamanya di Liga Champions, sampai-sampai klub yang berbasis di Berlin Timur itu melupakan tugas utama mereka yakni untuk tidak kalah di setiap laga.

Manajemen Ruang Ganti yang Buruk

Terjun bebas performa Union Berlin berimbas pada kondisi mental para pemain. Dilansir Goal, suasana ruang ganti klub makin hari makin panas. Salah satu konflik yang tertangkap kamera adalah saat David Datro Fofana menolak untuk berjabat tangan dengan sang pelatih ketika diganti pada pertandingan kontra Napoli.

Berkat ulahnya itu, sang pemain dikabarkan mendapat skors selama satu minggu. Tak cuma itu, Brenden Aaronson juga mengaku tak senang dengan waktu bermainnya. Pemain asal Amerika Serikat itu sudah mencatatkan 12 penampilan di semua kompetisi, tapi hampir 80 persennya ia mulai dari bangku cadangan.

Manajemen klub pun menyadari ada yang tak beres dengan komunikasi di ruang ganti. Mereka mengambil sikap dengan mengancam akan memecat sang pelatih. Namun, Fischer justru menolak. Ia yakin masih bisa memperbaiki semuanya. Union Berlin sedang dilema. Jika tak kunjung berbenah, semua usaha yang dibangun selama ini akan sirna karena harus memulai dari awal di kasta kedua.

Sumber: Union Berlin, Bundesliga, Goal, Vavel

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru