Kisah Unik dan Penuh Plot Twist Karir Bamba Dieng

spot_img

“Gone Girl”, “Now You See Me”, hingga “Who Am I” barangkali jadi contoh film yang menyajikan plot twist di dalamnya. Namun, ternyata plot twist bukan hanya terjadi di fim saja, melainkan bisa terjadi di dunia nyata, tak terkecuali di sektor sepakbola.

Jika harus disebutkan satu per satu, cukup banyak kisah pesepakbola yang memiliki perubahan alur cerita yang cukup ekstrim. Namun, kali ini yang akan kita bahas adalah kisah yang dialami talenta asal Senegal, Bamba Dieng. Di usianya yang masih muda ia sudah dihadapkan dengan kebingungan dan kejutan dalam karirnya. Lantas, bagaimana Dieng melewati itu semua?

Bamba Dieng

Sebelum berbicara panjang lebar soal perjalanan karirnya, alangkah baiknya kita mengenal lebih dalam siapa pemain yang namanya sama dengan salah satu daerah di Jawa Tengah ini. Lahir di Pikine, suatu daerah di sebelah timur Ibu Kota Senegal, Dakar, Bamba Dieng memulai karir sepakbolanya bersama tim muda ASC Sonacos di usia sepuluh tahun.

Bamba dengan cepat membangun reputasinya sebagai salah satu talenta muda berbakat di Senegal. Ia bahkan sudah mendapat kontrak profesional pertamanya di usia 14 tahun. Bamba memulai karir profesionalnya bersama klub lokal Senegal, Diambars FC. Konon katanya, klub tersebut adalah klub yang didirikan oleh legenda Prancis, Patrick Vieira.

Bamba pun berhasil menembus seluruh kelompok umur di Dambers dan masuk ke skuad utama di usia 17 tahun. Sempat cedera, tapi ia tak menjadikan itu sebagai halangan. Setelah pulih ia bangkit dan membantu Les Guerriers meraih promosi ke divisi utama pada tahun 2019. Bamba bahkan sempat mencetak 12 gol dari 14 pertandingan sebelum akhirnya liga dihentikan karena adanya badai Covid-19. 

Nah, karena Diambars FC merupakan klub yang didirikan oleh Patrick Vieira, klub tersebut berafiliasi dengan Marseille. Dari situlah bakat Bamba Dieng terpantau. Manajemen Marseille tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Namun, menunggu kompetisi kembali berjalan lebih dulu.

Marseille pun memutuskan untuk memberikan kontrak awal kepada Bamba. Namun, ia lebih dulu harus menjalani masa peminjaman di Diambars FC selama satu tahun sebelum akhirnya menjadi pemain inti klub asal Prancis itu pada tahun 2021. 

Andalan Marseille

Tak butuh waktu lama bagi Bamba Dieng untuk beradaptasi di negara orang. Di usianya yang baru 21 tahun, Bamba Dieng cukup dipercaya oleh pelatih Marseille kala itu, Jorge Sampaoli. Pelatih asal Argentina itu begitu menggemari gaya bermain Bamba Dieng. Apalagi, ia datang dengan status salah satu talenta terbaik Senegal.

Tahun-tahun itu, Senegal memang jadi negara yang sangat dilirik karena berhasil membentuk generasi emas yang terdiri dari banyak pemain-pemain hebat yang bermain di klub Eropa. Dan Bamba Dieng diprediksi bakal jadi salah satu dari mereka.

Kembali lagi ke peran Bamba Dieng di skuad asuhan Sampaoli. Meski pelatih berkepala plontos itu masih memiliki nama-nama beken macam Arkadiusz Milik, Dario Benedetto dan Cedric Bakambu di lini depan, Bamba Dieng tetap sesekali diturunkan. Hasilnya? Cukup memuaskan untuk ukuran pemain yang masih muda.

Bamba Dieng memainkan 25 pertandingan dengan catatan keterlibatan sepuluh gol di Liga Prancis musim 2021/22. Selain cepat dan tajam, Bamba Dieng juga merupakan pemain depan yang kreatif. Menurut Get Football News France, gaya bermainnya sering disamakan dengan legenda Chelsea, Didier Drogba dan seniornya di Timnas Senegal, Sadio Mane.

Awal Permasalahan

Di saat Bamba Dieng mulai menemukan kepercayaan diri dengan tampil di level top Eropa, permasalahan justru bermunculan. Rangkaian masalah berawal dari dipecatnya Jorge Sampaoli pada akhir musim 2021/22. Padahal, penampilan Marseille tak buruk-buruk amat. Bamba Dieng cs mampu menempel PSG di peringkat kedua.

Menit bermain dan kepercayaan diri yang didapat Bamba Dieng di Prancis sedikit banyak didapat dari pelatih asal Argentina itu. Jadi, ketika sang pelatih hengkang, Bamba Dieng mulai hilang arah. Igor Tudor tak begitu memfavoritkannya seperti apa yang dilakukan oleh Sampaoli. Oleh karena itu, menit bermain Bamba Dieng pun menurun drastis.

Dalam delapan pertandingan awal musim 2022/23, Bamba Dieng bahkan tak masuk dalam skuad utama. Tudor sama sekali tak memberinya kesempatan. Bahkan, sebatas untuk duduk di bangku cadangan saja tidak. Situasi itu membuat Bamba Dieng berpikir keras. Ia mempertimbangkan untuk hengkang karena menit bermain sangat penting bagi pemain muda sepertinya.

Leeds United

Di tengah deadline transfer musim panas tahun 2022 yang kian mepet, Bamba Dieng menghubungi agennya untuk mengurus kepindahannya dari Marseille. Beberapa klub seperti Fulham, Leeds United, dan Nottingham Forest pun dilaporkan berminat. Namun, hanya Leeds United yang dianggap serius menginginkan jasanya.

Pada saat itu, Bamba Dieng sebetulnya bukan target utama Leeds. Klub asal Inggris itu lebih tertarik untuk mendatangkan Cody Gakpo dari PSV Eindhoven. Namun, Gakpo tampaknya tak berminat untuk pindah ke Leeds. Gakpo memang terbuka untuk bermain di Liga Inggris. Tapi bukan untuk Leeds, melainkan ada opsi lain yakni Manchester United dan Liverpool.

Oleh karena itu, Leeds akhirnya mengalihkan target kepada Bamba Dieng. Dengan sisa waktu yang tidak banyak, negosiasi segera dilangsungkan. Diskusi soal kesepakatan ternyata berjalan sangat lancar. Bahkan, hanya butuh kurang lebih 30 menit saja untuk menyegel kesepakatan ini.

The Peacock sepakat untuk menebus Bamba Dieng dari Marseille dengan bandrol 10 juta pound atau setara dengan Rp192 miliar. Kesepakatan personal dengan pemain juga tampaknya sudah tak ada masalah lagi. Bahkan, tiket penerbangan ke Inggris untuk pemain asal Senegal itu sudah dipesan.

Plot Twist

Namun, ketika Bamba Dieng sudah berada di bandara untuk bersiap naik penerbangan menuju Inggris, agen Bamba Dieng dihubungi oleh pihak Marseille kalau Bamba Dieng mendapat tawaran baru dari klub Ligue 1 lain, OGC Nice. 

Bamba Dieng seketika terdiam. Ia bingung harus pilih yang mana. Pada dasarnya, ia tergoda untuk bermain di kompetisi salah satu yang terbaik di dunia, yakni Liga Inggris. Tapi, tawaran dari Nice cukup menarik. 

Manajemen Nice berani menjamin menit bermain Bamba Dieng dan gaji yang lumayan besar untuk pemain seusianya. Itu sangat penting bagi Bamba Dieng mengingat dirinya sedang mengincar satu posisi di Timnas Senegal yang akan bertarung di Piala Dunia 2022.

Dengan kondisi yang masih di bandara, Bamba Dieng memutuskan untuk mengadakan diskusi singkat dengan sang agen. Akhirnya Bamba memutuskan untuk membatalkan transfernya ke Leeds United dengan alasan ingin memperjuangkan tempatnya di Marseille. Padahal, hatinya sudah berpaling ke Nice.

Bamba Dieng pun bergegas melaksanakan tes medis bersama Nice. Hari sudah cukup gelap, tapi belum terlambat untuk merampungkan transfer. Plot twist pun terjadi saat Dieng melakukan rangkaian tes medis di Nice. Sialnya, Dieng malah tak lolos tes medis karena ada gangguan pada lututnya. Karena sudah tak ada waktu lagi, Bamba Dieng memutuskan untuk kembali ke Marseille.

Piala Dunia 2022

Karena pada dasarnya Bamba Dieng sudah tak diinginkan oleh Igor Tudor, ia lebih banyak duduk di bangku cadangan ketimbang menunjukan aksinya di lapangan. Dieng hanya memainkan sepuluh pertandingan dan semuanya berasal dari bangku cadangan. Catatan menit bermainnya pun merosot. Dari yang tadinya 972 menit cuma jadi 186 menit.

Menariknya, meski jarang dimainkan, pelatih Timnas Senegal, Aliou Cisse tetap mengikutsertakan Bamba Dieng ke dalam skuad Senegal yang diberangkatkan ke Qatar pada November 2022. Bamba Dieng bahkan mencatatkan empat penampilan dan mencetak satu gol di laga kontra Qatar. Jalan hidup seseorang memang tak ada yang tahu ya guys.

Sumber: Daily Mail, Express, Talksport, Ligue 1, The Athletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru