Ernando Ari tertunduk lesu usai laga final Piala AFF U23 2023 lalu. Ia yang ditunjuk eksekutor penalti gagal menuntaskan tugasnya. Sementara ia gagal, para pemain Vietnam tidak ada satu pun yang gagal menjebol gawang Ernando. Timnas Indonesia pun tidak berhasil menyabet gelar Piala AFF U23.
Sebagaimana David De Gea di final Europa League, menjadi salah satu penendang penalti di laga penting, bagi seorang kiper merupakan tekanan tersendiri. Tapi Ernando sukses menghadapi tekanan itu. Terlepas dari apakah ia berhasil melakukannya atau tidak. Kegagalan Nando juga tidak menutup fakta bahwa sepanjang kompetisi ia tampil baik.
Ernando bahkan sampai hari ini menjadi salah satu pemain yang hampir tidak pernah absen di Timnas Indonesia. Tidak hanya di tim senior, melainkan juga di tim kelompok umur. Namun, di balik itu semua, Ernando pernah mengalami nasib buruk. Ia jadi korban dokter gadungan di tim nasional.
Daftar Isi
Melejit di Timnas U-16
Nama Ernando Ari Sutaryadi melejit sejak memperkuat Timnas Indonesia U-16. Nando bergabung ke sana sekitar tahun 2017. Bukan Piala AFF U-16 kompetisi pertama yang dilakoni Nando bersama Garuda Muda, melainkan Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament JENESYS tahun 2018.
JENESYS adalah program yang diprakarsai oleh Kementerian Luar Negeri Jepang untuk mendukung pertukaran pemuda dan sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap Asosiasi Sepak bola Jepang itu sendiri. Di turnamen ini, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam di final.
Di turnamen itu pula, Timnas Indonesia U-16 juga sukses menaklukkan Jepang di partai semifinal dengan skor 1-0. Gol semata wayang pemuda bernama Zico meloloskan Indonesia ke final. Baru setelah dari sana, Ernando bersama kawan-kawannya U-16 berangkat ke AFF U-16 yang kebetulan dimainkan di Sidoarjo, Jawa Timur.
Ernando bersama Timnas U-16 yang ditukangi Fachri Husaini akhirnya menjadi juara di kompetisi yang bergulir pada 2018 itu. Setelah dari sana, karier Ernando benar-benar melambung. Persebaya Surabaya yang tengah menyiapkan diri untuk Elite Pro Academy Liga 1 U-16 pun merekrutnya pada Oktober 2018.
Sebuah Ketidaksengajaan Gabung Persebaya
Namun, gabungnya Nando ke Persebaya itu sebuah ketidaksengajaan. Sebagai putra Semarang asli, Nando berkeinginan untuk bergabung ke PSIS U-16 waktu itu, yang juga bertarung di kompetisi yang sama. Akan tetapi, pada waktu itu kuota pemain PSIS U-16 telah penuh.
Ernando coba untuk menghubungi terus pihak PSIS. Tetapi dari pihak Laskar Mahesa Jenar sendiri menyatakan kuota 30 pemain telah terisi. Mereka tidak mau mengurangi kuota. Sementara itu Persebaya justru sebaliknya. Bajul Ijo masih tersedia jatah pemain pada waktu itu.
“Saya dengar Persebaya masih punya kuota pemain. Tanpa pikir panjang, saya mau gabung ke klub ini,” kata Ernando seperti dikutip Bola.
Akhirnya pemain kelahiran Semarang itu pun memperkuat Persebaya U-16 untuk kompetisi Elite Pro Academy. Nah, di sana performa Ernando makin moncer. Meski tidak juara di level U-16, tapi Ernando membawa Persebaya Surabaya U-20 juara di Elite Pro Academy U-20 tahun 2019.
Kejadian di Pemusatan Latihan Timnas U-19
Kesuksesan Ernando Ari di level U-16 membawanya ke Timnas Indonesia U-19. Nah, pada tahun 2020, ketika Shin Tae-yong mulai melatih Timnas Indonesia, di sanalah Ernando bertemu si dokter gadungan. Pada tahun 2020, Timnas Indonesia U-19 atau ada pula yang menyebutnya U-20 menggelar pemusatan latihan di Thailand.
Pada saat pemusatan latihan itu, Shin Tae-yong memanggil Ernando. Namun, sesampainya di Thailand, sang pemain mengalami cedera yang cukup serius. Dalam sebuah ngobrol santai di kanal YouTube VivaGoal, Ernando mengatakan bahwa cedera itu berupa sendi di pundak yang bergeser.
Cedera tersebut perlu ditangani medis secara serius. Namun, pada waktu itu dokter Timnas Indonesia, yang di kemudian hari terungkap bernama Elwizan Aminuddin sama sekali tidak menyarankan Ernando untuk operasi. Malahan Ernando dianggap mentalnya saja yang lemah pada saat itu.
Pelatih kiper Timnas Indonesia yang juga asisten Shin Tae-yong, Kim Hae-won pada waktu itu juga dikabarkan “ngamuk” kepada sang dokter. Kim Hae-won sudah merasa ada yang tidak beres dari Ernando sejak mendarat di bandara saat di Thailand. Namun dokter malah mengabaikannya.
Pelatih fisik PS Sleman, Danang Suryadi diisukan terkena Covid-19. Isu tersebut dibantah oleh dokter tim PS Sleman Elwizan Aminuddin.
— Info Suporter Indonesia (@InfosuporterID) March 24, 2021
"Soal itu tidak benar. Yang bersangkutan hanya merasakan gejala flu dan batuk ringan, tapi sengaja kita karantina sementara waktu
(BolaSports) pic.twitter.com/0sWdKy6kvt
Pelatih kiper Persebaya saat itu, Benny van Breukelen seperti dikutip Bolanas, juga menyayangkan tindakan sang dokter yang tidak segera mengambil tindakan terhadap cederanya Ernando. Untungnya Ernando segera pulang dari Thailand dan secepat mungkin mengambil tindakan operasi.
Terungkap Dokter Gadungan
Kejadian itu sebetulnya terungkap pada tahun 2021 lalu. Kedok Elwizan sebagai dokter gadungan baru terungkap setelah ia menjadi salah satu bagian dari tim dokter PSS Sleman. Kejadian ini mencuat ke publik usai seorang dokter, Muhammad Iqbal Amin melalui akun pribadinya yang menyebut bahwa Elwizan tidak terdaftar sebagai dokter.
Dilansir Bolasport, Elwizan Aminuddin disebut-sebut tidak terdaftar dalam Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maupun Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDikti).
PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga telah memastikan bahwa ijazah Elwizan palsu dan pihak Super Elang Jawa pun sudah memecat sang dokter. Saat kejadian ini menyeruak ke publik, Ernando sudah bermain untuk timnas senior yang dilatih Shin Tae-yong. Kim Hae-won yang disebutkan tadi juga sudah mengundurkan diri.
Saat terbukti bahwa dokter Timnas Indonesia yang ikut pemusatan latihan di Thailand pada 2020 adalah dokter gadungan, Ernando kemudian mengunggah story di Instagram-nya yang cukup menyayat hati. Intinya, Nando menyesalkan kejadian itu. Karena si dokter gadungan, Ernando nyaris tidak dioperasi dan nyaris pensiun di usia yang masih sangat muda.
“Semoga tidak terulang lagi,” tulis Ernando dalam story Instagram-nya.
😱😱 | Status instastory kiper Persebaya dan Timnas, Ernando Ari, tentang pengalamannya bersama Elwizan Aminudin, dokter tim-tim Liga 1 yang ternyata dokter gadungan. Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyebut Elwizan terbukti gadungan karena tak punya ijazah kedokteran. pic.twitter.com/8We1lPz3Xt
— Bola Abis (@bola_abis) December 2, 2021
Penampilan Apik di Timnas Indonesia
Untungnya, Ernando Ari tidak jadi pensiun dini. Ia makin sehat dan penampilannya di Timnas Indonesia makin baik. Sang kiper selalu diandalkan oleh Shin Tae-yong. Tidak hanya itu, Ernando bermain di hampir seluruh level tim nasional. Kemarin saja, Ernando mempersembahkan emas SEA Games.
Sebelumnya, pada tahun 2021, Ernando yang juga bermain untuk Timnas Indonesia U-23 memberi sumbangsih medali perunggu di ajang yang sama. Tahun 2020 Ernando juga tergabung dalam skuad runner-up Piala AFF. Ia selalu dipanggil oleh Shin Tae-yong. Bagi pelatih asal Korea Selatan itu, Ernando menjadi salah satu kiper yang dinilai cocok dengan skemanya.
Penampilan Nando juga sangat apik ketika Timnas Indonesia menguji sang juara dunia, Argentina. Meski kebobolan lewat gol menakjubkan dari Leandro Paredes, tapi di laga itu Ernando mengemas setidaknya empat penyelamatan. Salah satu yang cukup menggetarkan GBK saat itu adalah ketika Ernando mencegah bola sontekan Nicolas Gonzalez.
Ernando mungkin sampai hari ini masih mengingat kejadian dengan si dokter gadungan. Bagaimanapun itu adalah kejadian buruk yang mesti dilaluinya. Namun, Ernando bukanlah pemain yang menyerah begitu saja terhadap apa pun yang menimpanya. Dengan karakternya yang kalem, tidak seperti kebanyakan kiper lainnya, Ernando pun bangkit, menjelma ancaman serius bagi Nadeo Argawinata.
Sumber: VivaGoal, Viva, Okezone, Bolasport, Bolanas, CNN Indonesia


