Jerman kembali menelan hasi buruk saat melawan Jepang di pertandingan persahabatan. Pada laga yang berlangsung di Volkswagen Arena ini, der panzer dibuat menyerah oleh samurai biru dengan skor telak 4-1.
Jepang bisa unggul lebih dulu lewat gol dari Junya Ito di menit ke-11. Jerman sempat membalas lewat gol dari Sane di menit 19. Tapi setelah itu Jerman hancur berantakan. Ayase Ueda membuat Jepang unggul 2-1 di menit 22. Sebelum Takuma Asano dan Ao Tanaka mencetak gol penutup di akhir laga. Menjadikan skor akhir 4-1.
Ini kekalahan kedua berturut-turut Jerman atas Jepang. Yang sebelumnya adalah di Piala Dunia 2022. Atas hasil memalukan ini, Hansi Flick pun didepak dari kursi kepelatihan Jerman. Menjadikannya sebagai pelatih pertama Jerman yang dipecat.
Daftar Isi
Kekalahan Yang Jadi Aib Jerman
Kekalahan Jerman atas Jepang ini tentu jadi kekalahan yang sangat memalukan. Mereka takluk 4-1 di kandang sendiri dengan diperkuat para pemain terbaik. Tak ayal, label kambing hitam langsung ditujukan pada Hansi Flick.
Beberapa media Jerman menyebut kalau kekalahan ini adalah aib dari sepak bola der panzer. Surat kabar BILD bahkan melancarkan serangan ganas untuk Flick. Mereka menyebutnya sebagai “pelatih tim nasional terburuk sepanjang masa”
Media tersebut menyoroti kegagalan Flick sebagai pelatih. Bukan hanya dari hasil memalukan ini saja. Tapi dari performa Jerman sepanjang kepemimpinannya. Dari situ bisa terlihat kalau Flick memang telah mengemas rentetan hasil buruk.
“Hanya empat kemenangan dari 17 pertandingan terakhir dan tersingkir dari babak penyisihan grup yang memalukan di Qatar. Hansi Flick adalah pelatih tim nasional terburuk sepanjang masa. Itulah mengapa, sembilan bulan sebelum laga pembuka Euro, tidak ada alternatif selain pemecatan”
Tak lama setelah pertandingan lawan Jepang, presiden asosiasi sepak bola Jerman Bernd Neuendorf mengeluarkan sebuah pernyataan. Berisi perihal pemecatan Flick sebagai pelatih. Neuendorf juga mengatakan kalau memecat Flick bukanlah hal yang mudah.
“Timnas senior putra memerlukan dorongan baru setelah hasil mengecewakan akhir-akhir ini. Bagi saya pribadi, ini adalah keputusan tersulit yang pernah saya buat. Saya menghargai Hansi Flick sebagai pakar dalam sepak bola. Namun kesuksesan adalah prioritas utama DFB.”
Rekor Buruk Hansi Flick Buatnya Pantas Dipecat
Flick ditunjuk sebagai pelatih timnas Jerman untuk menggantikan Joachim Low di tahun 2021. Pelatih yang mengantarkan Jerman ke Piala Dunia 2014 mengundurkan diri setelah kalah kalah lawan Inggris dan tersingkir di babak 16 besar Euro 2020.
Flick sendiri datang ke timnas Jerman dengan reputasi yang tidak bisa dianggap remeh. Ia adalah pelatih berprestasi di Bayern Munchen. Juga telah mengantarkan Munchen jadi treble winner di musim 2019/20.
Awalnya, Jerman di bawah asuhan Hansi Flick tampak meyakinkan. Mereka tidak terkalahkan di kualifikasi Piala Dunia 2022. 7 pertandingan kualifikasi itu disapu bersih dengan hasil kemenangan yang memuaskan. Tapi semua berubah di Piala Dunia 2022.
Setelah kalah lawan Jepang, dan hanya bisa imbang lawan Spanyol, Jerman gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2022. Menjadikan Jerman gagal lolos fase grup di dua Piala Dunia terakhirnya. Meskipun begitu, federasi sepak bola Jerman masih memberikannya kesempatan.
sayangnya kesempatan tersebut tidak bisa dimaksimalkan oleh Flick. Ia hanya mampu meraih satu kemenangan dari 6 pertandingan yang mereka jalani sejak Piala Dunia. Kekalahan lawan Jepang ini menjadikan kekalahan ketiga beruntun. Sebelumnya mereka juga telah kalah 1-0 lawan Polandia, kemudian 2-0 lawan Kolombia.
Dosa Utama Hansi Flick: Hilangnya Identitas Klub
Kegagalan Jerman di Piala Dunia memang lebih terkesan seperti karma karena terlalu sibuk melakukan protes untuk hal-hal di luar lapangan. Dan itu adalah kesalahan tim. Tapi Hansi Flick punya dosanya sendiri. Yaitu membuat timnas Jerman kehilangan identitas bermainnya.
Di Jerman, Hansi Flick tidak mampu mengadopsi identitas apapun untuk timnya. Hampir di setiap permainan, Flick selalu melakukan eksperimen yang berbeda. Sialnya semua eksperimen itu selalu saja gagal.
Di pertandingan ini ia memang memainkan formasi 4-2-3-1 yang mirip saat ia melatih Bayern. Bedanya Kai Havertz bermain di depan sebagai false nine, menggantikan Fullkrug yang cedera. Tapi meski dengan formasi yang sama, Jerman bermain jauh lebih pasif daripada Bayern yang menjuarai Champions League di tahun 2020.
Joshua Kimmich dimainkan sebagai bek kanan inverted. Perannya itu mirip seperti peran Alexander-arnold di Liverpool belakangan ini. Ini membuat Kimmich jadi lebih banyak berlari dari biasanya. Membuat staminanya cepat habis dan meninggalkan lubang di daerah pertahanan.
Di pertandingan itu, Flick juga memasang Nico Schlotterbeck sebagai bek kiri. Padahal posisi naturalnya adalah bek tengah dan ia berkaki kanan. Jadi tidak cocok untuk melakukan tekanan kepada lawan di sisi kiri lapangan. Ini dibuktikan dengan sejumlah kesalahan yang ia lakukan. Dua gol pertama Jepang adalah hasil dari kesalahannya itu. Schlotterbeck terlihat sangat kewalahan oleh serangan yang dilancarkan Jepang.
Siapa Pengganti Flick?
Untuk sementara waktu, direktur olahraga Rudi Voller akan menggantikan posisi Flick di pertandingan persahabatan selanjutnya lawan Prancis. Tapi diharapkan Jerman akan merekrut pelatih tetap dengan segera. Jerman adalah tuan rumah Euro 2024, akan memalukan kalau mereka tampil buruk di tanah air sendiri.
Oleh karena itu, sejumlah nama sedang dipertimbangkan. Media kenamaan Jerman Bild memprediksi sejumlah nama yang mungkin jadi pelatih baru der panzer. Tota ada 10 nama. Mereka adalah: Oliver Glasner, Miroslav Klose, Rudi Voller, Matthias Sammer, Jurgen Klinsmann, Lothar Matthaus, Zinedine Zidane, Julian Nagelsmann, Louis Van Gaal, dan Jurgen Klopp.
Jurgen Klopp adalah kandidat yang paling cocok. Tapi juga paling tidak mungkin. Ia masih terikat kontrak dengan Liverpool. Juga, the reds tidak akan membiarkan Klopp pergi dari Anfield. Zidane juga tidak mungkin. Ia lebih masuk akal dikaitkan dengan timnas Prancis.
Miroslav Klose tidak cocok karena tidak memiliki cukup pengalaman. Begitu juga dengan Rudi Voller dan Matthias Sammer yang sudah lama tidak jadi pelatih. Mungkin bukan waktu yang tepat bagi mereka untuk memulai lagi. Sementara itu, Lothar Matthaus dan Jurgen Klinsmann bukan nama yang disukai para penggemar.
Jadi, pilihan masuk akalnya mungkin Louis Van Gaal, Oliver Glasner, dan Julian Nagelsmann. Van Gaal sekarang masih menganggur. Ia juga punya pengalaman melatih Bayern Munchen dan bisa berbahasa Jerman. Satu-satunya masalah adalah usianya yang sudah 72 tahun.
Oliver Glasner juga sedang menganggur. Ia hengkang dari Eintracht Frankfurt musim kemarin. Pengalaman Glasner membawa Frankfurt juara Europa League di tahun 2022 bisa jadi pengalaman yang berharga.
Tapi mungkin nama yang paling cocok dan masuk akal adalah Julian Nagelsmann. Ia juga menganggur setelah dipecat Bayern musim kemarin. Meskipun begitu ternyata Nagelsmann masih terikat kontrak di Bayern, jadi tim manapun yang menginginkan jasanya tetap harus membayar klausul pelepasan ke Bayern. Mengingat Jerman tidak ada anggaran untuk membeli pelatih, ini jadi situasi yang sulit.
Nasib Jerman Selanjutnya
Siapapun pelatihnya, timnas Jerman harus sada yang paling mereka butuhkan adalah keyakinan. Mereka harus menentukan identitas bermain dan menemukan cara yang efektif untuk menciptakan gol. Flick tidak punya solusi dari masalah itu dan akhirnya membuat para pemain tidak percaya diri.
Ditambah lagi, ada beberapa kekurangan teknis dari timnas Jerman. Seperti kurangnya pasokan penyerang nomor 9. Juga kekurangan bek tengan dan bek sayap. Tapi setidaknya dengan perubahan filosofi dan penetapan identitas dari pelatih baru, Jerman bisa kembali jadi tim yang ditakuti.


