Tanda bukti cinta kepada siapapun tak hanya cukup dalam kata-kata, melainkan butuh juga sebuah pengorbanan. Sergio Ramos telah membuktikan bahwa nilai pengorbanan amatlah penting dalam sebuah kandungan cinta yang tulus.
Cinta Ramos pada kampung halamannya, Sevilla kini ia buktikan. Di usia 37 tahun Ramos bernostalgia lagi dengan Sevilla. Lalu apa sih yang dicari Ramos ketika kembali lagi ke Sevilla?
🏠 🔙 pic.twitter.com/KbAGSPvBqM
— Sevilla Fútbol Club (@SevillaFC) September 4, 2023
Daftar Isi
Produk Asli Sevilla
Tak dipungkiri Ramos ini adalah putra terbaik daerah di pinggiran Kota Sevilla yakni Camas. Sejak kecil diceritakan oleh Juan Luis Angulo, mantan presiden klub Camas, Ramos sudah suka bermain bola di lapangan yang hanya beralaskan tanah. Angulo menyaksikan sendiri Ramos kecil begitu rajinnya berlatih sepakbola dengan teman sebayanya di Camas.
El #futbolista Sergio Ramos, nacido en #Camas #Sevilla, regresa al @SevillaFC. Recordamos al alevín @SergioRamos por 1ª vez en @canalsur https://t.co/bUGjBUd3Wn… #Futbol #3deSeptiembre @PilarRubio_ @SEFutbol @csurDeportes pic.twitter.com/5oKRPzhujG
— MemorANDA (@ArchivoCanalSur) September 4, 2023
Singkat cerita ketika beranjak dewasa, Ramos tumbuh berkembang di akademi Sevilla. Keseriusan Ramos menjadi pesepakbola profesional dijalani sejak di kelompok usia 19 tahun pada tahun 2002. Berkat ketekunannya, ia diganjar debut manis di skuad senior Sevilla pada tahun 2004 oleh pelatih saat itu Joaquin Caparros.
Pablo Blanco, direktur akademi Sevilla, ketika itu menceritakan saat Ramos debut. Ia melihat pemain dengan rambut pirang yang mempunyai tinggi badan tak terlalu tinggi mengomandoi lini belakang dari sebelah kanan pertahanan Sevilla.
Hoy se cumple 17 años del debut de Sergio Ramos en Primera División. Lo hizo en Riazor con la camiseta del Sevilla
— Retro + (@retro_plus) February 1, 2021
📅 1-2-2004 pic.twitter.com/4ox9mC8gbK
Ramos terlihat sudah punya mental dan jiwa pemimpin sejak muda. Padahal umurnya ketika itu masih 18 tahun. Di musim debutnya 2004/05, Ramos sudah diberi kesempatan bermain sebanyak 41 kali dan bahkan bisa mencipta 3 gol di La Liga.
16 Tahun Bersama Real Madrid
Maka dari itu, kemudian banyak klub besar yang kepincut talenta menjanjikan Ramos tersebut. Benar saja, Ramos di usia 19 tahun tepatnya di musim 2005/06 akhirnya diboyong Real Madrid. Kesulitan finansial Sevilla saat itu membuat mereka harus rela melepas putra terbaiknya dengan mahar 27 juta euro.
On deadline day, 2005:
— Madrid Zone (@theMadridZone) August 31, 2023
Real Madrid completed signing of Sergio Ramos (19) from Sevilla for a record transfer fee of €27m for a Spanish defender. He signed a 8 year contract. pic.twitter.com/uBJK6PZ1Km
Di Bernabeu, Ramos kita tahu menjelma menjadi bek terbaik di dunia. Pengabdiannya di Los Blancos sudah tiada tara. Ia bahkan sempat dicap sebagai salah satu legenda bagi El Real. Maklum, sebelum lama memberikan sumbangsih bagai Sevilla, ia sudah hengkang terlebih dahulu.
16 tahun lamanya Ramos di klub ibu kota Spanyol tersebut, beberapa gelar sudah lengkap diraihnya di sana. Namun menariknya, hubungan Ramos dengan klub masa kecilnya itu tak berjalan dengan baik. Ramos sering mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari sebagian fans Sevilla. Bahkan ia sempat dicap sebagai musuh bagi mereka.
Pernah Menjadi Musuh Sevilla
Ketika Ramos berseragam Real Madrid dan beberapa kali menciptakan gol kala menjamu Sevilla adalah salah satu penyebab renggangnya hubungan Ramos dengan fans Sevilla. Misal apa yang terjadi pada November 2015, kala Sevilla bertemu Real Madrid di La Liga. Ketika itu Ramos mencetak gol salto. Namun ketika di laga itu Ramos cedera dan ditarik keluar lapangan, ia diiringi cemoohan dari “Biris Norte” atau Ultras Sevilla.
🚨 El Ramón Sánchez-Pizjuán se acuerda de Sergio Ramos en el duelo frente al Celta de Vigo.
— Manuel Morales (@Mmorales22_) April 7, 2023
🗣️ “Sergio Ramos hijo de p***” sonó en la grada de Biris Norte. pic.twitter.com/uLqHiW4htw
Sejak itulah Ramos merasa hubungannya makin renggang dengan fans garis keras Sevilla. Dirinya usai laga bahkan sempat menyesali sikap tersebut. Ramos bahkan sempat berkata, “Jika mati pun, saya akan menancapkan dua bendera di makam saya. Satu Sevilla dan satu Real Madrid”.
Hubungan renggang itu pun berlanjut di 2017. Ramos sudah semakin muak dengan perlakuan tak mengenakkan dari Ultras Sevilla itu terus-menerus. Ia pun membalasnya ketika Sevilla bertemu Real Madrid di La Liga pada bulan Januari 2017.
Di laga itu Ramos mencetak gol panenka lewat titik putih. Ramos berselebrasi menghampiri ultras Biris Norte sambil menunjuk nama punggungnya dengan sinis. Biris Norte pun membalasnya dengan nyanyian “Ramos Hijo De Puta”. Yang artinya, Ramos adalah anak pelacur.
Sergio Ramos gelir gelmez, Sevilla tribün grubu Biris Norte’den özür diledi.
— Tribun Dergi (@tribundergi) September 4, 2023
— “Rakitic ve Alves her geldiğinde alkışlandı. Ben gittiğimden beri anneme küfür ettiler. Buna nasıl tepki vermeyebilirdim ki? Yine de bugün üzdüklerimden özür diliyorum. Dedem babam ve Puerta için… pic.twitter.com/0xZIG6NcWn
Pernah Tolak Tawaran Sevilla
Ada momen spesial ketika hubungan renggang itu sebenarnya bisa disudahi. Ya, ketika Ramos mengucapkan salam perpisahannya dengan Real Madrid. Tak dipungkiri ketika Ramos meninggalkan Bernabeu pada 2021 lalu, Sevilla pernah juga lho mengajukan tawaran.
Dilansir Dailymail, Sevilla menawar Ramos dengan durasi kontrak hingga lima tahun dengan nilai gajinya sebesar 6 juta pounds per musim. Namun apa yang terjadi? Ramos tak bisa menerima tawaran tersebut. Meski reuni itu indah, Ramos mengatakan bahwa hal tersebut tampaknya susah terwujud.
Caparrós, en 2021 y una posible vuelta de Sergio Ramos al Sevilla: "No será porque él no quiera…Él es sevillista, siempre habla del Sevilla" pic.twitter.com/xj9f5luuZJ
— Eterno Capitán, Reyes 10 (@SevillistasU) September 3, 2023
Ramos masih menginginkan berada di klub besar dengan gaji yang besar pula, yakni sekitar 12 juta pounds per musim. Dengan begitu pihak Sevilla pun mundur teratur. Maka dari itu PSG-lah yang mampu mendapatkan jasanya. Namun dalam penolakannya tersebut, Ramos sempat bilang bahwa Sevilla masih akan tetap ada di hatinya.
Pengabdian Ramos di PSG ternyata tak seindah yang dibayangkan. Ia tak betah di Paris setelah hanya banyak menderita cedera di sana. Setelah dua tahun mencicipi enaknya uang minyak dari Qatar, Ramos akhirnya memutuskan untuk menyudahi petualangannya di PSG pada musim 2022/23.
Sergio Ramos pouvait rester au PSG, mais… https://t.co/PYo5mtbQZH
— Foot Mercato (@footmercato) September 5, 2023
Tolak Uang Arab
Berstatus tak memiliki klub, menurut kabar Ramos diisukan akan bergabung ke Al-Ittihad untuk bereuni dengan Benzema. Di sana ia ditawari gaji yang melimpah yakni 20 juta pounds per musim.
Namun secara mengejutkan Ramos tak mau menerima tawaran menggiurkan tersebut. Ia mengatakan bahwa tiada gunanya menerima uang banyak lagi kalau tak merasa nyaman seperti ketika ia di PSG.
Ramos secara mengejutkan juga kemudian setuju untuk pulang kampung ke Sevilla. Ramos mengatakan bahwa kali ini ia sangat antusias dan bahagia untuk bernostalgia dengan klub masa kecilnya. Walaupun ia hanya ditawari kontrak semusim saja, dengan gaji yang hanya 2 juta pounds per musim.
Sergio Ramos, unveiled as new Sevilla player on salary bit higher than €1m net — almost 15 times less than he’d have earned in Saudi. 🔴⚪️🤝🏻 #SevillaFC pic.twitter.com/gc1dJoVc9j
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) September 4, 2023
Ini masalah penebusan dosa bagi Ramos. Ini juga sekaligus bukti tanda cintanya yang pada seluruh publik Sevilla yang sempat mencemoohnya. Kini Ramos menepati janjinya. Ia akan kembali memimpin barisan pertahanan Sevilla.
Bantu Sevilla
Kedatangan Ramos juga atas kehendak sang pelatih Mendilibar yang sangat butuh bek tengah. Sevilla kini terpuruk di dasar klasemen La Liga hingga jornada ke-4. Mereka belum pernah menang dan sudah kebobolan 8 gol. Ditambah mereka juga harus siap menyambut ketatnya babak grup Liga Champions. Maka dari itu, kedatangan Ramos sangat dibutuhkan Sevilla.
Sergio Ramos gets emotional while remembering his grandfather:
— LaLigaExtra (@LaLigaExtra) September 4, 2023
“The last memory I have of my grandfather is very ugly, leaving here watching his grandson get whistled. That was something very hard for me, when making a decision, I take it into account.”🥹 pic.twitter.com/3FSlE73VKB
Kini saatnya Ramos untuk kembali membantu timnya yang pernah ditinggalkannya sejak muda. Di sisi lain, kembalinya “Si Anak Hilang” ke Ramon Sanchez Pizjuan diharapkan juga mampu menebar rindu, sekaligus menghempas sekat-sekat kebencian yang dulu pernah tertanam. Sekali lagi, selamat datang kembali sang jenderal.
❤️🏟️ Bienvenido a tu Ramón Sánchez-Pizjuán, @SergioRamos. pic.twitter.com/VbJOLLLbSj
— Sevilla Fútbol Club (@SevillaFC) September 4, 2023
Sumber Referensi : marca, laligalowdown, dailymail, sevilla.abc, supersport


