Tugas Berat Mourinho Bawa Roma Berjaya Tanpa Belanja Besar-Besaran

spot_img

Musim baru di Serie A akan segera dimulai, tapi Mourinho dan AS Roma kini masih dalam mode prihatin. Pasalnya mereka sejak musim lalu sudah mengalami masalah dalam hal pembatasan transfer. Lho kok bisa begitu? Memangnya apa yang terjadi dengan AS Roma?

Financial Fair Play

Menurut Corriere Dello Sport pada tahun 2022 lalu Roma terkena Financial Fair Play warisan ulah pemilik Roma sebelumnya. Roma tak sendirian kena hukuman FFP, beberapa klub seperti Juventus, AC Milan, Inter, PSG, City, Chelsea, maupun Barcelona juga terkena hukuman UEFA. Namun hukuman yang menimpa AS Roma notabene agak terlalu berat dibanding lainnya yang hanya berupa denda.

Pengurangan jumlah pemain yang berlaga di kompetisi Eropa dan pembatasan biaya transfer adalah dua bentuk hukuman yang dijatuhkan pada Roma. Bayangkan ketika Roma berlaga di Europa League musim lalu, mereka terpaksa mengurangi jumlah pemainnya yang semula kuotanya 25 pemain menjadi 23 pemain.

Mourinho ketika diwawancarai Football Italia juga mengatakan bahwa hukuman UEFA itu sangat tidak adil. Menurut Mou, bagaimana bisa klub dengan pengeluaran lebih kecil namun hukumannya lebih berat?

Sementara itu Direktur Olahraga Roma, Tiago Pinto mengatakan pada La Gazzetta Dello Sport bahwa Roma sebenarnya telah berniat baik menyisihkan beban gaji dengan cara mendepak para pemain seperti Veretout, Zaniolo, Florenzi, Diawara, maupun Cengiz Under.

Menurut Pinto seperti dilansir Romapress, dengan menjual beberapa pilar musim lalu, Roma telah mengurangi beban gajinya total hingga 25 juta euro. Namun sayang, nilai tersebut ternyata belum cukup bagi pembukuan klub. Sebab menurut perhitungan FFP, Roma masih butuh lebih dari 30 juta euro untuk memenuhi batasan.

Pemain Gratisan dan Pinjaman

Selain hukuman pengurangan pemain, Roma juga dapat hukuman pembatasan biaya transfer. Hal itu berpengaruh besar dalam transfer Roma sejak musim lalu. Akibatnya Roma hanya bisa mendatangkan pemain murah, gratisan, dan pemain pinjaman.

Musim lalu Roma hanya membeli satu pemain yang berbayar, yakni bek kanan dari Lille, Zeki Celik. Itu pun harganya hanya 7 juta euro saja. Sisanya pemain seperti Paulo Dybala, Nemanja Matic, Mile Svilar, Andrea Belotti, Mark Solbaken, Diego Llorente, maupun Georginio Wijnaldum adalah kombinasi pemain gratisan dan pinjaman.

Mourinho yang Jor-Joran

Sebenarnya, Jose Mourinho tidak menginginkan pemain gratisan dan pinjaman saja. Lihat saja track record transfer Mourinho selama melatih. Sejak dulu Mourinho dikenal sebagai pelatih yang suka membeli bintang, meskipun itu mahal harganya. Contohnya ketika di Chelsea bersama Roman Abramovich, ia pernah membeli Shevchenko dari Milan dengan harga 30 juta pounds pada tahun 2006.

Di MU, Mou juga tak segan membayar kembali Pogba seharga 100 juta pounds. Yang lebih mengejutkan lagi, ia pernah lho menebus pemain sekelas Lo Celso ke Spurs, tapi dengan harga cukup mahal yakni 55 juta pounds.

Ketika ia datang pertama kali di AS Roma pun, tak dipungkiri Mou telah dijanjikan pengeluaran dana berlebih untuk membangun skuad Giallorossi oleh pemilik. Memang, di musim debutnya, Giallorossi sudah merogoh kocek hampir 150 juta euro untuk beberapa pemain keinginan The Special One seperti Tammy Abraham, Matias Vina, Rui Patrício, Roger Ibanez, Bryan Reynolds, Marash Kumbulla, maupun Eldor Shomurodov.

Namun, kini setelah satu musimnya yang sukses bersama Roma, Mou mulai merasakan betapa tidak enaknya terkena pembatasan biaya transfer. Ia tampak gerah dan tak leluasa lagi memilih pemain yang ingin ia datangkan.

Musim Ini Masih Sama

Lalu bagaimana dengan musim ini? Ya, Mourinho ternyata masih betah di ibukota Italia. Meskipun keadaannya ternyata hampir masih sama seperti musim lalu. Roma masih terikat FFP karena belum memenuhi kewajiban pembukuan lebih dari 30 juta euro.

Nah, oleh sebab itu kini Roma masih mencoba mengurangi beban gajinya lagi dengan cara mendepak beberapa pemain yang tak dibutuhkan. Pemain seperti Matias Vina, Gonzalo Villar, Bryan Reynolds, maupun Eldor Shomurodov yang pulang dari masa peminjaman akan dilepas.

Selain itu, Roma juga masih menjajaki kemungkinan melepas pemain utamanya yang masih punya nilai jual, seperti Rick Karsdorp, Ola Solbakken, Roger Ibanez, maupun Spinazzola selagi masih menguntungkan.

Namun itu semua masih menunggu, masalahnya sekarang Roma dan Mourinho masih dalam tahap memperbaiki skuad. Dan salah satu caranya adalah bergerak di bursa transfer.
Apa boleh buat, Mourinho kini dibuat pusing dengan kondisi yang berulang ini.

Roma kini tak leluasa lagi menari di lantai bursa transfer. Lihat saja buktinya, Giallorossi sampai kini hanya mendapatkan pemain yang statusnya gratisan maupun pinjaman. Seperti misalnya yang sudah resmi bergabung yakni Evan Ndicka dari Frankfurt, Houssem Aouar dari Lyon maupun Rasmus Kristensen dan Diego Llorente dari Leeds.

Selebihnya, apa yang dicari Roma berikutnya juga adalah para pemain yang bisa dipinjam. Seperti striker Alvaro Morata dari Atletico Madrid, Gianluca Scamacca dari West Ham, maupun Renato Sanches dari PSG.

Peluang Roma Bagaimana?

Melihat peluang Roma dengan skuad yang pas-pasan musim depan, apakah bisa dibawa Mourinho meraih kejayaan? Kalau menurut manajer umum Roma, Tiago Pinto selama ini ketika Roma berada dalam keterbatasan, harusnya publik berterima kasih pada sosok Jose Mourinho.

Mourinho menurut Pinto seperti magnet yang bisa menyihir para pemain sekalipun itu pinjaman atau gratisan untuk percaya datang ke Roma. Roma bagaimanapun diuntungkan dengan keberadaan The Special One.

Tak dibayangkan oleh Pinto kalau bukan Mou yang jadi pelatih, apakah para pemain yang pernah jadi bintang seperti Matic ataupun Dybala mau gabung bersama Roma yang tak punya uang berlebih ini?

Meski masih belum terlalu signifikan di Serie A, tapi paling tidak dua musim beruntun mencapai partai puncak di kompetisi Eropa, merupakan prestasi tertinggi Giallorossi di bawah Mou.

Di musim depan, Roma akan kembali berlaga di Europa League. Peluang untuk kembali berbicara banyak di kompetisi Eropa masih terbuka lebar. Di kancah Serie A, persaingan memang akan semakin ketat. Di mana semua tim berbenah termasuk AC Milan dan Inter yang banyak membeli pemain. Namun, memperebutkan satu tiket Eropa bagi Roma dan Mou dengan keadaan seperti ini tampaknya masih realistis.

Toh, kerangka pemain pilarnya seperti Patricio, Smalling, Matic, Pellegrini, maupun Abraham masih bertahan. Jadi, dengan penambahan sedikit pemain, meski itu hanya pinjaman atau gratisan, Roma akan tetap solid bersaing di musim depan. Asalkan masih bersama The Special One, percayakan saja semuanya padanya.

Sumber Referensi : footballitalia, goal, romapress, footballitalia, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru