Bargaining Power Tijjani Reijnders, Pemain Baru AC Milan Keturunan Indonesia

spot_img

Meski sudah tidak lagi dipimpin oleh Paolo Maldini, gerakan AC Milan di bursa transfer masih sangat lincah. Setelah melepas pemain seperti Sandro Tonali, Rossoneri mendatangkan pemain-pemain seperti Christian Pulisic, Ruben Loftus-Cheek, Luka Romero, sampai Tijjani Reijnders. Nah, nama terakhir itulah yang akan kita bahas.

Gelandang berpaspor Belanda itu menarik perhatian publik sepak bola, khususnya Indonesia. Perkaranya, pemain yang kini berusia 24 tahun itu memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu yang merupakan orang Maluku. Tijjani sendiri lahir di Zwolle, Belanda.

Meski tidak membela Timnas Indonesia, warga Indonesia patut berbangga karena ada keturunan Indonesia yang berseragam AC Milan. Salah satu tim raksasa bukan hanya di Italia, melainkan juga di Eropa dan bahkan dunia. Well, apa sih yang membuat Tijjani Reijnders bisa memikat il Diavolo Rosso? Dan mungkinkah ia akan berseragam Timnas Indonesia kelak?

Penandatangan Tijjani Reijnders di AC Milan

Pemain yang pernah bergabung ke tim muda FC Twente ini sebetulnya adalah salah satu komoditi gelandang yang menarik perhatian di bursa transfer musim ini. Penampilan gokilnya di AZ Alkmaar menjadi pemicunya. Pemain yang satu ini mencetak setidaknya sembilan gol dan 11 asis dalam 105 total penampilannya di Eredivisie.

Ihwal bagaimana gaya bermain dan hebatnya gelandang yang satu ini kita bahas nanti. Nah menariknya, AZ Alkmaar, si pemilik Tijjani berhasil mendapatkan uang yang lumayan besar dari penjualannya ke AC Milan. Rossoneri harus mengeluarkan duit senilai 19 juta euro atau sekitar Rp318 miliar untuk memboyong Tijjani Reijnders.

Padahal klub berjuluk Cheeseheads tidak mengeluarkan sepeser pun fulus saat mendatangkan Tijjani dari PEC Zwolle. Luar biasa bukan? Sebelum 100% resmi merapat ke San Siro, Tijjani sebenarnya juga menjadi incaran Barcelona. Menurut laporan surat kabar Spanyol, Fichajes seperti dikutip Football Espana, Blaugrana menginginkan Tijjani Reijnders sebagai opsi untuk memperkuat lini tengah.

Barcelona melihatnya sebagai pilihan yang menarik untuk menggantikan peran Frankie de Jong, kalau-kalau pemain itu hengkang musim depan. Kemampuan yang dimiliki Tijjani dinilai sepadan dengan De Jong. Akan tetapi, Barcelona pada akhirnya justru mendatangkan alumni sekolahnya sendiri, Oriol Romeu yang memang menjadi prioritas.

Tijjani pun memilih AC Milan. Ia diikat kontrak hingga 30 Juni 2028. Dilansir Sempre Milan, keputusannya memilih Milan adalah karena ia tahu persis bagaimana Stefano Pioli bermain. Di Milan, menurutnya, ia bisa bermain di posisi mana yang disukainya dan yang membuatnya nyaman. Sedangkan di Barcelona tidak demikian.

Mengapa Milan Datangkan Tijjani?

Pernyataannya soal bagaimana ia tahu persis permainan Stefano Pioli tidak hadir dari ruang hampa. Sebab pemain yang satu ini telah lama menjadi incaran Pioli. Bekas manajer Lazio itu telah lama menghubungi Tijjani Reijnders. Bahkan Pioli mendorongnya agar segera berseragam AC Milan sebelum menjalani tur ke Amerika Serikat.

Tijjani Reijnders dipandang sebagai gelandang yang serba bisa. Ia dapat memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan Sandro Tonali pada Stefano Pioli. Tijjani tidak hanya memikat Pioli, tapi juga Geoffrey Moncada. Moncada adalah nama baru di AC Milan. Ia menjabat sebagai head of scouting.

Sosok Moncada jarang terliput. Namun ia bersama Giorgio Furlani adalah orang yang menggantikan peran Paolo Maldini. Moncada lah yang ikut mencari, menemukan, dan membujuk pemain baru bergabung ke AC Milan. Kabarnya orang ini memang tidak suka menghindari sorotan kamera. Jadi ya, wajar saja kalau banyak yang belum tahu siapa Moncada ini.

Gaya Bermain Tijjani Reijnders

Baiklah kembali ke Tijjani Reijnders. AC Milan mengontrak pemain ini dengan gaji 1,6 juta euro (Rp26,7 miliar) per tahun. Tijjani akan mendapatkan sekitar 31 ribu euro (Rp518,6 juta) per pekan. Kepagian kalau kita langsung menilai gaji itu sepadan atau tidak. Namun, bukan tidak mungkin Tijjani bisa saja menjawab kepercayaan Milan.

Seperti yang dikatakan tadi, pemain ini punya atribut yang lebih lengkap dari Sandro Tonali. Mantan bintang AC Milan, Massimo Ambrosini dikutip Sempre Milan mengatakan, Tijjani bisa menjadi gelandang bertahan Pioli. Namun, menurutnya Tijjani bukan tipe gelandang deep-lying klasik seperti Jorginho.

Sebaliknya, Tijjani lebih dinamis dan agresif. Gaya bermain semacam itu cocok dengan Milan yang suka bermain menekan. “Saya seorang gelandang modern dan versatile. Saya suka menciptakan peluang gol,” kata Tijjani ketika diwawancarai Milan Reports.

Selain itu, saat menguasai bola Tijjani Reijnders juga bisa menghindari tekanan lawan di ruang sempit. Dengan gerakan dan dribel yang cerdas ditambah dengan kualitas intuisinya membuatnya bisa melindungi bola dengan baik. Ia juga pembawa bola yang produktif melalui lini tengah.

Statistik Mengesankan

Maksudnya, Tijjani bukan pembawa bola yang sia-sia. Ketika ia memegang bola, terlibat dalam penguasaan bola, sudah pasti ia juga akan terlibat dalam progresi serangan. Musim lalu, Tijjani menempati posisi lima ihwal shot-creating actions atau tindakan yang menghasilkan tembakan di Eredivisie, dengan 156 kali.

Shot-creating actions dinilai dari seluruh tindakan pemain, termasuk giringan dan umpan. Tijjani jarang mengambil resiko. Ia nyaris tidak pernah mendorong bola ke area pertahanan timnya sendiri. Kemampuan progresinya digunakan untuk mengeksploitasi lini tengah dan sepertiga akhir pertahanan lawan.

Menurut Fbref, Tijjani sudah melakukan 150 umpan ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Persentase umpan suksesnya juga sangat tinggi, yaitu 86,6%. Kemampuan mengesankan ini bisa mendukung skema 4-2-3-1 yang dipakai Pioli. Ia bisa saja ditempatkan sebagai double pivot.

Kecakapannya dalam umpan itu sangat mendukung para juru gedor AC Milan. Pemain seperti Pulisic, Olivier Giroud, sampai Lorenzo Colombo akan dimanjakan oleh umpan-umpan Tijjani Reijnders. Ia juga suka sesekali melakukan percobaan tendangan. Meski musim lalu hanya mencetak tiga gol, Tijjani telah melahirkan 70 tembakan dengan 21 di antaranya tepat sasaran. 

Well, kalau kemampuannya dalam ofensif sangat bagus, bagaimana dengan atribut bertahannya? Soal itu Tijjani Reijnders cukup unik. Dalam bertahan sebisa mungkin ia menghindari kontak fisik yang beresiko. Maka dari itu, angka tekelnya musim lalu hanya 1,22 per 90 menit.

Dengan kemampuan reading the game yang baik, Tijjani justru lebih sering melakukan intersep. Musim lalu rata-rata intersepnya mencapai 1,51 per 90 menit, dengan total mencapai 53 intersep. Angka keberhasilan intersepnya sangat tinggi, yakni 81%.

Akankah Membela Timnas Indonesia?

Tijjani Reijnders ini benar-benar seperti toserba hidup. Semuanya ada, semuanya bisa dilakukan. Benar saja kalau Milan sungguh-sungguh kepincut pada pemain yang satu ini. Pantas kalau Pioli bersikeras mendatangkannya dan Ambrosini mengatakan bahwa Tijjani Reijnders sangat penting untuk AC Milan.

Omong-omong, karena Tijjani Reijnders punya darah Indonesia, mungkinkah dia bakal memperkuat Timnas Indonesia? Kemungkinan itu masih terbuka, namun kecil. Ia memang belum pernah bermain untuk tim senior Belanda, hanya Timnas Belanda U-20 pada 2018 dan 2019.

Tapi saat diinginkan Shin Tae-yong dalam proyek naturalisasi, kabarnya Tijjani Reijnders menolak. Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani seperti dikutip CNN Indonesia mengatakan, untuk saat ini Tijjani Reijnders belum berminat membela Timnas Indonesia. Barangkali suatu saat nanti? Mungkin. Kita doakan saja.

Sumber: MilanReports1, MilanReports2, SempreMilan1, SempreMilan2, TargetScouting, Football-Espana, Fbref, CNNIndonesia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru