Transfer Neymar ke PSG Yang Merubah Sejarah Sepak Bola

spot_img

Pada bursa transfer musim panas 2017, sepak bola Eropa akan berubah selamanya. PSG menebus mahar 222 juta euro ke Barcelona demi memboyong Neymar. Jumlah yang sangat fenomenal bahkan untuk sekarang dan mungkin beberapa tahun kedepan. Bayangkan saja, dengan uang segitu kalian bisa membeli tiga pesawat Boeing 737!

Lalu mengapa transfer ini begitu penting? Bukan hanya nilai transfer yang gak masuk akal, tapi transfer Neymar ini sangat berpengaruh dalam dunia sepak bola. Begitu berpengaruhnya sampai merubah sejarah sepak bola. Pengaruhnya sampai pada kehancuran sebuah klub besar, dan kebangkitan klub besar Eropa lainnya.

Rising Star

Sebelum membahas lebih dalam lagi, perlu tahu bagaimana hebatnya Neymar di masa mudanya. Neymar dos Santos Junior atau Neymar adalah prospek dari akademi Santos. Mungkin ia adalah lulusan akademi santos paling populer di era modern.

Neymar sudah mendapatkan penghargaan pemain terbaik Amerika Selatan di tahun 2011 dan 2012. Ia mendapatkan penghargaan itu setelah mengantarkan Santos menjuarai Copa Libertadores musim 2010/11 dan Recopa Sudamericana 2011/12.

Tapi bukan hanya karena prestasinya saja. Neymar jadi begitu populer karena skill individunya yang menyihir mata. Salah satu contoh seberapa mematikannya skill Neymar adalah golnya saat melawan Flamengo. Golnya itu dianugerahi Puskas Award di tahun 2011.

Kepopuleran Neymar semakin menjadi tiap tahunnya. Ia pun dapat tawaran dari berbagai klub Eropa. Real Madrid adalah salah satu klub yang mengincarnya. Tapi pada akhirnya Neymar lebih memilih bergabung dengan Barcelona di tahun 2013.

Sempat jadi misteri berapa banyak uang yang dikeluarkan Barca saat itu. Barca pernah mengkonfirmasi membayar Santos 25,17 juta euro. Tapi rumornya, untuk mendatangkan Neymar Barca harus merogoh kocek hingga 86 juta euro. Ini baru terungkap beberapa tahun kemudian.

Era Barcelona

Mungkin salah satu alasan mengapa Barca merahasiakan nilai transfer Neymar adalah mereka tidak ingin itu jadi beban. Banyak pemain muda berbakat yang flop karena terbebani ekspektasi publik. Barca tak ingin itu terjadi pada Neymar. Apalagi Neymar sudah terbebani dengan hype semasa ia di Santos.

Tapi tidak seperti pemain kebanyakan, Neymar bisa mencapai ekspektasi publik. Neymar bisa menebus semua hingar bingar itu di Barca. Memang musim debut Neymar, yaitu musim 2013/14 bukanlah musim yang bisa dibanggakan. Tapi itu jadi satu-satunya musim mengecewakan Neymar di Barca.

Ia memenangkan treble winner musim 2014/15. Kemudian gelar Liga dan Cup Double di tahun 2016. Di era itu Neymar bersama Messi dan Suarez juga membentuk trio MSN. Di tahun 2016 pula Neymar sudah jadi pemain vital untuk blaugrana. Ia menjelma jadi pemain yang paling diandalkan setelah Lionel Messi. Pada bulan Juni 2016, Barca akhirnya menawarkan kontrak baru ke Neymar.

Kontrak itu menaikkan klausul pelepasan yang tadinya 190 juta jadi 222 juta euro. Dan jika Neymar bertahan di Barca sampai 2021, maka klausul pelepasannya naik jadi 250 juta euro. Tapi Neymar tidak memiliki rencana untuk menetap di Barcelona. Ia sudah merencanakan kepergiannya dari Camp Nou.

Selalu Jadi Nomor Dua

Kita semua tahu pada akhirnya Neymar hengkang ke PSG di tahun 2017. Tapi pertanyaannya adalah mengapa? Neymar sudah punya segala kesuksesan di Camp Nou. Ia juga dicintai publik Catalan.

Jika masalahnya adalah uang, Neymar sudah jadi pemain dengan bayaran tertinggi di Barcelona untuk musim 2016/17 setelah Messi. Jadi, mengapa Neymar ingin pindah?

Ada beberapa alasan yang mendasari keputusan Neymar. Tapi yang membuatnya benar-benar ingin pergi adalah setelah mengetahui Messi saat itu juga memperpanjang kontraknya sampai tahun 2021.

Jangan salah. Tidak ada konflik di antara Messi dan Neymar baik di dalam ataupun di luar lapangan. Malah sebaliknya, hubungan Messi dan Neymar sangat hangat di Camp Nou. Bagaimanapun, Neymar adalah pemain yang memiliki ambisi untuk jadi yang terbaik. Dan ia tahu kalau itu tidak bisa ia capai selama masih ada Messi.

Dalam sudut pandang Neymar, mungkin ia berpikir “Bagaimana saya bisa jadi yang terbaik di dunia, kalau saya bahkan bukan yang terbaik di Barcelona?”. Kesimpulannya, ia sadar jika dirinya akan terus jadi nomor dua selama masih ada Messi.

Salah satu contohnya adalah pertandingan Liga Champions lawan PSG di tahun 2017. Di leg pertama Barca kalah 4-0. Tapi di leg kedua secara heroik blaugrana bisa comeback. Itu jadi salah satu comeback ter-epic dalam sejarah Champions League. Dikenal dengan nama “La Remontada”.

Disitu, Neymar menciptakan penalti untuk gol ketiga. Lalu mencetak dua gol di menit 88 dan 90. Kemudian Neymar memberikan assist untuk gol kemenangan yang dicetak Sergi Roberto.

Barca pun bisa menang 6-1 untuk menciptakan keunggulan agregat 6-5. Barca lolos ke babak selanjutnya dan berkat performanya itu, Neymar pantas disebut pahlawan. Tapi, siapa yang mendapat pujian terbesar publik Camp Nou? Ya, Messi.

Pecahkan Rekor Transfer ke PSG

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi mengendus ketidakpuasan Neymar itu. Ia pun mengambil kesempatan ini untuk melancarkan proyek belanja besar-besaran PSG. Neymar adalah pilihan paling cocok untuk PSG. Belum lagi saat itu usia Neymar masih 25 tahun. Neymar akan jadi pemain sempurna untuk proyek besar jangka panjang Al-Khelaifi.

Barca sebenarnya tidak mau menjual Neymar. Itulah mengapa mereka memagari Neymar dengan klausul pelepasan sebesar 222 juta euro. Jumlah yang tidak mungkin dijangkau oleh klub manapun. Tapi bagi Nasser Al-Khelaifi yang punya bekingan negara Qatar, uang bukanlah masalah. Menebus klausul Neymar adalah hal sepele baginya.

Dengan koneksinya di Qatar, Nasser Al-Khelaifi langsung mendatangkan sejumlah sponsor. Seperti Bank Nasional Qatar, Otoritas Pariwisata Qatar, bahkan perusahaan Telkom Ooredoo ditarik jadi sponsor. Untuk menambah pemasukan, Neymar juga didapuk sebagai brand ambassador untuk Piala Dunia 2022.

Cara Nasser Al-Khelaifi memang tergolong licik. Atau lebih tepatnya cerdik. Ia bisa mengakali FFP. Sebab FFP hanya menghukum klub yang mengeluarkan dana belanja lebih banyak daripada pendapatan.

Dengan menghadirkan sponsor-sponsor baru, tidak hanya PSG mampu membayar 222 juta euro untuk Neymar. Tapi PSG juga mampu membayar 30 juta euro gaji dan 40 juta euro bonus tanpa buat kantong jebol. Semua itu tidak lebih dari 65% dari pendapatan mereka.

Transfer sebesar 222 juta euro itu pun sah. Sebagai catatan, rekor transfer saat itu adalah Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United senilai 105 juta euro. Transfer Neymar tidak hanya memecahkan rekor, tapi lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya.

Transfer yang Kontroversial

Banyak yang mengkritik transfer ini. Salah satunya presiden La Liga, Javier Tebas. Dikutip dari New York Times ia berkata: “Ada klub yang tidak peduli dengan pendapatan riil mereka. Ketika mereka mendatangkan pemain mereka akan menerima pendapatan dari negara”

Pelatih legendaris, Arsene Wenger juga mengecam UEFA karena membiarkan PSG lolos sanksi FFP. Baginya PSG adalah klub yang dimiliki sebuah negara dan nilai transfer Neymar sangat tidak rasional.

“Ketika sebuah negara memiliki klub, semuanya jadi mungkin. Jadi begitu sulit untuk menghormati peraturan FFP karena anda punya begitu banyak cara untuk mendatangkan pemain besar dan mewakili sebuah negara. Tahun kemarin kita melewati batas 100 juta euro. Kemudian tahun ini kita melewati batas 200 juta euro. Ini sudah diluar rasionalitas”

Terlalu panjang jika membahas soal kontroversi transfer Neymar ini. Terlepas dari banyaknya kritik yang menyebut PSG dimiliki Qatar, niat PSG sama seperti klub-klub lainnya. Yaitu meningkatkan performa klub dengan mendatangkan pemain top. Tapi nyatanya Neymar memberikan dampak yang jauh lebih luas dari itu.

Majalah Prancis, L’Equipe menyebutkan Neymar mendatangkan uang yang banyak ke Ligue 1, Ligue 2, dan French League Cup. Ini didapat dari kesepakatan dengan channel televisi. Kesepakatan tersebut berlangsung selama enam tahun dari musim 2018/19 sampai 2023/24 dengan nilai 33 juta euro per tahun. Jauh lebih banyak dari kontrak sebelumnya yang hanya 13 juta euro per tahun.

Federasi Liga Prancis atau LFP juga mendapat keuntungan lain. Mereka mendapatkan dana segar sebesar 80 juta euro per tahun dari kesepakatan hak siar internasional. kesepakatan itu berlangsung sampai tahun 2024. Secara garis besar, Neymar memiliki pengaruh lebih besar daripada David Beckham dan Zlatan Ibrahimovic di PSG dan Ligue 1.

Efek Berantai

Efek Neymar tidak sampai disitu. Pengaruh transfer ini merambat sampai Barcelona. Blaugrana yang kehilangan Neymar merasa harus mencari penggantinya secepat mungkin. Pilihan utama mereka adalah Ousmane Dembele yang dibeli dari Dortmund dengan harga 115 juta euro.

Barca juga membeli Nelson Semedo dari Benfica, Gerard Deulofeu dari Everton, dan Paulinho dari klub China Guangzhou FC. Tidak kurang dari 80 juta euro dikeluarkan untuk membeli tiga pemain itu.

Tapi performa Dembele dan lainnya tidak memuaskan. Barca yang baru saja dapat uang 222 juta euro langsung gelap mata. Membeli pemain mahal berubah jadi obsesi. Di pertengahan musim 2017/18 mereka membeli Philippe Coutinho dari Liverpool dengan harga 150 juta euro. Seperti yang bisa ditebak, Coutinho juga flop.

Di sisi lain, Liverpool kena efek berantai ini. The Reds yang dapat rejeki nomplok setelah menjual Coutinho ke Barca menggunakan uang dengan bijak. Jurgen Klopp langsung membeli Virgil Van Dijk. Kemudian di musim setelahnya dengan uang yang tersisa, Liverpool membeli Allison, Naby Keita, dan Fabinho.

Tidak seperti Barca, Liverpool menggunakan uang untuk memperkuat lini yang benar-benar lemah. Saat itu semua orang tahu betapa lemahnya pertahanan Liverpool. Contohnya di Final Champions League 2017/18 lawan Real Madrid yang diwarnai blunder memalukan Karius.

Selain itu, kepergian Coutinho juga memberikan ruang Sadio Mane untuk bermain. Jika Coutinho masih bermain di Liverpool, mungkin kita tidak tahu betapa hebatnya Sadio Mane. Liverpool juga menciptakan trio paling mematikan di Inggris saat itu bersama Mohamed Salah dan Firmino.

Kehancuran Barca, Kebangkitan Liverpool

Van Dijk, Allison, Fabinho, dan Mane terbukti jadi pembelian tersukses Liverpool. Mereka adalah kunci kesuksesan Liverpool di era modern. Dan ini semua berkat transfer Neymar ke PSG. Tanpa ada uang dari penjualan Coutinho ke Barcelona, mungkin Liverpool tidak akan mampu membeli tiga pemain tersebut. Dan tanpa mereka, apakah the reds mampu jadi juara Liga Champions, atau bahkan Liga Inggris? Mungkin tidak.

Transfer Neymar secara langsung berpengaruh terhadap kebangkitan Liverpool era Jurgen Klopp. Lalu bagaimana dengan Barcelona? Barca tidak bisa bangkit setelah kepergian Neymar. Pemain yang dibeli dengan maksud menggantikan Neymar tidak ada yang berhasil.

Uang 222 juta euro dibelanjakan dengan sia-sia. Barca seharusnya bisa menginvestasikan uang tersebut untuk mencari penerus Messi. Tapi karena kecerobohan presiden Barca saat itu, Bartolomeu Barca malah tercebur dalam kubangan utang.

Bartolomeu akhirnya mengundurkan diri di tahun 2020. Tapi itu tidak menuntaskan masalah keuangan Barca. Di tahun 2021 Messi pun terpaksa hengkang karena Barca tidak mampu membiayainya.

Transfer yang Mengubah Sejarah

Dalam jangkauan yang lebih luas dan lebih jauh lagi, transfer Neymar ke PSG telah merusak pasar. Semakin banyak klub yang berani memasang harga pemain diatas 70 juta euro atau 80 juta euro. Jose Mourinho pernah mengeluhkan hal ini.

“Saya pikir saat ini anda akan memiliki lebih banyak pemain dengan harga lebih dari 100 juta pounds. Anda akan punya lebih lebih banyak pemain seharga 80 juta pounds dan 60 juta pounds”

Jadi sebagai rangkuman, transfer Neymar ke PSG membantu Ligue 1 berkembang. Juga membantu PSG jadi tim yang serius jadi penantang juara Champions League. Mereka memang belum menang tapi setidaknya bisa sampai ke final di tahun 2020.

Transfer Neymar juga berpengaruh pada kehancuran finansial Barcelona, pengunduran diri Bartolomeu, dan hengkangnya Messi dari Barca. Di sisi lain, transfer Neymar membantu kebangkitan Liverpool di era Jurgen Klopp.

Liverpool jadi bisa juara liga Inggris untuk pertama kalinya sejak era Premier League. Juga Champions League untuk yang pertama kalinya sejak 2005. Dan yang terpenting, transfer Neymar merusak pasar transfer selamanya.

Sumber referensi: Transfers, Athletic, B/R, BU, Guardian, NYT, Sportskeeda, Reuters, 442

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru