Benarkah Liga Champions 2023/2024 Bakal Tidak Menarik?

spot_img

Musim 2022/2023 baru saja berakhir dan musim baru 2023/2024 belum resmi dimulai. Akan tetapi, sudah banyak pecinta sepak bola yang beranggapan kalau Liga Champions Eropa musim depan bakal tidak menarik.

Anggapan tersebut mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun, memang benar adanya kalau ada beberapa pihak yang ragu akan kualitas UCL musim depan. Dan berdasarkan analisis kami, penyebab utamanya adalah tidak lolosnya beberapa klub besar Eropa yang sudah jadi langganan UCL.

Beberapa Klub Langganan UCL Akan Absen Musim Depan

Dari Inggris saja, ada Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Liverpool gagal lolos ke UCL setelah hanya finish di peringkat kelima Premier League. Hasil tersebut jadi pencapain terburuk Jurgen Klopp dalam 7 musim terakhir sekaligus membuat Liverpool absen di UCL untuk pertama kalinya sejak musim 2016/2017.

Hasil lebih buruk ditorehkan oleh Chelsea. Pergantian kepemilikan ke Todd Boehly yang diikuti oleh pemecatan Thomas Tuchel dari kursi manajer terbukti menjadi awal sebuah bencana.

Dari juara UCL 2021, prestasi The Blues merosot tajam musim lalu. Dana lebih dari €611 juta yang mereka belanjakan untuk mendatangkan amunisi-amunisi mahal hanya berbuah peringkat 12 Premier League.

Musim 2023 bisa dibilang sebagai musim terburuk Chelsea sejak era Premier League. The Blues tak hanya gagal lolos ke UCL, tetapi juga akan absen di seluruh kompetisi antarklub Eropa.

Sama seperti Chelsea, Tottenham Hotspur juga bakal absen dari kompetisi antarklub Eropa musim depan. Setelah ditinggal Antonio Conte, Spurs yang sempat menghuni empat besar berangsur-angsur merosot dan finish di peringkat 8 Premier League.

Sementara itu, dari perwakilan Serie A, ada raksasa Juventus yang bakal absen dari UCL musim depan. Skandal Plusvalenza dan pengurangan poin membuat Si Nyonya Tua yang harusnya bisa duduk di posisi 3 besar harus rela menelan pil pahit dengan mengakhiri musim 2022/2023 di posisi ke-7.

Dari Eredivisie Belanda, Ajax Amsterdam juga bakal absen dari Liga Champions musim depan. Setelah ditinggal Erik ten Hag, performa Ajax menurun dan hanya sanggup finish di peringkat 3 Liga Belanda musim lalu. Prahara yang terjadi di internal klub membuat rekor de Godenzonen yang selalu lolos ke UCL dalam 13 musim terakhir berakhir menyesakkan.

Harus diakui kalau kegagalan Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, Juventus, dan Ajax berpotensi membuat Liga Champions musim depan menjadi lebih sepi. Selain karena mereka sudah langganan UCL, kelima tim tersebut, khususnya Juventus, Chelsea, Liverpool, dan Ajax memiliki basis penggemar yang besar. Dari sinilah mayoritas suara sumbang yang menyebut UCL musim depan tidak menarik berasal.

Harus diakui memang kalau salah satu yang ikut meramaikan Liga Champions adalah kehadiran fans fanatik dari beberapa klub besar Eropa. Namun, selain karena faktor ini, hasil Liga Champions 2023 juga memiliki pengaruh yang besar.

Seperti yang kita tahu, Liga Champions baru saja memiliki juara baru setelah Manchester City sukses mengalahkan Inter Milan 1-0 di partai final. Selain juaranya City, hasil beberapa laga khususnya di fase gugur, seperti lolosnya 3 wakil Italia juga membuat UCL musim lalu penuh dengan kejutan. Alhasil, muncullah ekspektasi yang tinggi akan UCL musim 2023/2024.

Namun, kembali lagi, apakah benar Liga Champions musim depan bakal tidak menarik?

Kehadiran Tim Underdog di UCL Musim Depan

Mungkin bagi para pendukung klub besar yang gagal lolos ke UCL tadi, jawabannya iya. Namun, tentu tidak bagi para pecinta sepak bola yang netral. Pasalnya, musim depan UCL bakal kedatangan beberapa tim kejutan, bahkan ada pula yang statusnya tim debutan.

Dari Inggris ada Newcastle United. Gelontoran uang tak berseri dari Arab Saudi sukses dimanfaatkan dengan cerdik oleh Newcastle. Lewat transfer yang jitu dan tangan dingin Eddie Howe memoles taktik, The Magpies bakal kembali mentas ke Liga Champions setelah absen 20 tahun lamanya.

Kisah tak kalah epik juga ditorehkan RC Lens. Di luar dugaan, klub berjuluk “Les Sang et Or” ini berhasil finish sebagai runner-up Ligue 1 Prancis musim lalu, menggusur klub berpengalaman, Olympique de Marseille.

Bertenggernya RC Lens di posisi kedua Liga Prancis jelas mengejutkan. Pasalnya, 3 tahun yang lalu, Lens hanyalah tim yang beruntung bisa promosi ke Ligue 1 setelah kompetisi Liga Prancis dihentikan akibat pandemi Covid-19.

Atas kesuksesan tersebut, sang pelatih Franck Haise layak mendapat sanjungan. Di tangan pelatih yang baru saja mendapat penghargaan pelatih terbaik Ligue 1 2023 itu, RC Lens berhasil menginjakkan kakinya lagi di Liga Champions untuk ketiga kalinya dalam sejarah setelah musim 1999 dan 2003.

Serupa dengan Lens, kisah epik juga ditorehkan Union Berlin musim lalu. Klub antah berantah ini baru promosi ke Bundesliga di tahun 2019. Namun semenjak promosi, mereka berhasil lolos secara beruntun ke 3 kompetisi Eropa yang berbeda dalam 3 musim terakhir.

Puncaknya ya di musim 2022/2023. Klub berjuluk “Die Eisernen” yang dilatih Urs Fischer itu untuk pertama kalinya dalam sejarah sukses menginjakkan kakinya di ajang sekelas Liga Champions Eropa.

Selain Union Berlin, RC Lens, dan Newcastle United, kita juga mesti menyambut kembalinya Real Sociedad ke Liga Champions Eropa. La Real berhasil mengakhiri musim 2022/2023 di peringkat 4 La Liga Spanyol dan sukses lolos lagi ke UCL setelah absen 1 dekade lamanya.

Kehadiran Union Berlin, RC Lens, Newcastle United, dan Real Sociedad adalah sebuah kejutan bagi Liga Champions. Mereka jelas bakal jadi kontestan underdog. Namun, meski begitu, kehadiran mereka di UCL musim depan justru bakal makin meramaikan persaingan di UCL.

Potensi Terciptanya Banyak Grup Neraka

Selain karena kehadiran tim-tim debutan, ada potensi terciptanya grup neraka yang bakal membuat persaingan di Liga Champions musim depan makin seru. Ini bisa dilihat dari peta pembagian pot sementara.

Gara-gara Manchester City juara Premier League dan Liga Champions, satu spot tersisa di pot 1 jadi milik juara Eredivisie Belanda, Feyenoord. Sebuah hal yang tidak lazim, sebab seharusnya pot 1 jadi milik juara Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis, dan Portugal.

Selain Feyenoord, kembalinya Manchester United dan Arsenal juga makin meramaikan Liga Champions. Basis fans yang besar dari 2 rival ini dijamin membuat Liga Champions tak kekurangan peminat. Kedua tim ini langsung masuk ke pot 2.

Sementara di pot 3 ada semifinalis UCL musim lalu, AC Milan. Selain Milan, Lazio yang juga kembali lolos ke UCL duduk di pot 3.

Dari pembagian pot ini saja, kita sudah bisa menerka-nerka kalau bakal ada grup neraka yang tercipta. Bahkan mungkin bisa lebih dari 1. Yang lebih penting lagi, dengan kehadiran tim-tim underdog dan debutan, serta kembalinya beberapa klub bersejarah, membuat peta persaingan di Liga Champions musim 2023/2024 bisa menjadi lebih berimbang dan siapa tahu juara baru bisa tercipta kembali.

Bagaimanapun, Liga Champions Eropa adalah turnamen tertinggi dan panggung bagi klub-klub terbaik di Benua Biru. Jadi, sinis dengan tim-tim semacam Newcastle, Union Berlin, atau RC Lens jelas sebuah penghinaan. Daripada menggerutu dan menuduh Liga Champions musim depan tidak menarik, ada baiknya bagi para pendukung tim yang tidak lolos ke UCL untuk sadar diri.

Oiya, siapa pun nantinya yang bakal juara Liga Champions 2023/2024 sepertinya akan dikenang dalam waktu yang lama. Sebab, musim depan bakal jadi edisi terakhir UCL dengan format 32 tim sebelum berganti format di musim berikutnya.

Jadi, masih ragu dengan kualitas persaingan Liga Champions musim depan?


https://youtu.be/ItuzEl9KeD0

Referensi: DailyMail, Talksport, BeinSport, FC Union, BBC.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru