Dongeng Heroik Royal Antwerp, Juara Liga Belgia Setelah 66 Tahun!

spot_img

Bak kisah dongeng. Perjuangan heroik tim medioker Liga Belgia, Royal Antwerp berbuah cerita manis yang penuh kenangan. Cerita itu kini akan dikenang seumur hidup oleh publik kota Antwerpen. Pasalnya, gelar yang sudah enam dekade lamanya mereka tunggu akhirnya sudah dalam genggaman.

Ya, Royal Antwerp kini telah dinobatkan secara dramatis sebagai juara Liga Belgia 2022/23. Pertanyaannya, dengan cara apa klub yang kurang terkenal itu bisa menjadi juara?

Klub Non Unggulan Di Liga Pro Belgia

Bila mengenal klub-klub di Liga Belgia, tak heran hanya muncul nama-nama seperti Genk, Anderlecht, Club Brugge, maupun Union Saint-Gilloise. Wajar saja, hanya tim-tim itulah yang beberapa musim ke belakang menguasai Liga Belgia

Lalu di mana keberadaan klub bernama Royal Antwerp selama ini? Asal tahu saja, klub ini termasuk klub tertua di Belgia. Lahirnya saja sejak 1880. Sudah 143 tahun usia mereka. Namun dari segi prestasi, mereka tergolong masih miskin.

Secara gelar, di kompetisi domestik mereka baru mengoleksi lima kali gelar juara Liga Belgia. Itupun terakhir kali diraih pada musim 1956/57. Sangat jauh bila dibanding Anderlecht yang sudah mengoleksi 34 trofi, maupun Club Brugge dengan 18 trofi.

Kedatangan Marc Overmars

Dengan minimnya prestasi, tak berarti mandek dan menyerah bagi Antwerp. Buktinya paling tidak dalam beberapa musim terakhir ini, mereka di bawah pemilik salah satu orang terkaya Belgia, Paul Gheysens sudah mengarah pada perencanaan klub yang matang. Tujuannya satu, yakni menjadi klub yang perlahan bisa mendobrak dominasi Liga Belgia.

Sejak promosi dari divisi dua Belgia 2018 lalu, Antwerp perlahan meningkat secara performa. Mereka selalu finish di empat besar liga dan sempat beberapa kali masuk babak final playoff.

Gheysens sejak musim lalu tak sendirian membangun tim ini. Ia butuh sosok orang yang berpengalaman untuk mendampinginya menjalankan klub ini. Maka dari itu, ia mengontrak Marc Overmars pada Maret 2022. Mantan bintang Belanda itu direkrut sebagai direktur teknik. Pengalamannya sukses sebagai direktur teknik di Ajax selama sepuluh tahun diharapkan Gheysens mampu tertular di Antwerp.

FYI aja, Overmars ini di Ajax diberhentikan karena pernah tersangkut kasus pelecehan seksual. “Yang terjadi di Ajax takkan terulang lagi. Ini babak baru dan saya melihat tim ini akan berkembang jauh lebih bagus,” kata Overmars kala baru diangkat jadi direktur teknik.

Tuah Mark Van Bommel

Nah, musim ini adalah musim baru sekaligus musim penuhnya Overmars untuk beroperasi mewujudkan tujuannya. Ia langsung berupaya membawa gerbong orang-orang terdekatnya di Belanda.

Overmars pada Mei 2022 langsung menunjuk rekannya Mark Van Bommel sebagai pelatih menggantikan pelatih sebelumnya, Brian Priske. Mantan gelandang Barca itu juga ditemani dua asisten dari Belanda, yakni Andries Ulderink dan John Stegeman.

Van Bommel dikontrak selama dua tahun untuk menangani Antwerp. Namun kalau melihat catatan kepelatihan Van Bommel, sebenarnya sih tidak terlalu spesial. Faktanya ia tak memiliki klub lagi setelah dipecat Wolfsburg 2021 lalu. Ketika ia di PSV juga tak mampu mendatangkan trofi.

Gaya Main Royal Antwerp Dan Pemain Kuncinya

Namun ia bersama Overmars adalah dua sejoli yang sudah saling kenal. Mereka tahu apa yang harus dikerjakan di Antwerp ini. Salah satunya tentu dengan membangun kerangka tim.

Mereka efektif dalam mendatangkan beberapa pemain baru. Musim ini Overmars dan Van Bommel banyak merekrut pemain dari Belanda. Mereka di antaranya adalah Gyrano Kerk, Calvin Stengs, Jurgen Ekkelenkamp, dan Vincent Janssen. Tak lupa juga mereka mendatangkan pemain kawakan Belgia, seperti Toby Aldelweireld.

Dari nama-nama pemain baru yang didatangkan itu, semuanya langsung nyetel dan menjadi pilihan utama Van Bommel musim ini. Chemistry pemain baru itu mampu berjalan sesuai rencana dari format andalan Van Bommel 4-3-3.

Gaya main ala Belanda dengan penguasaan bola dari kaki ke kaki, serta kecepatan dari para sayapnya, adalah gaya khas Antwerp musim ini. Kokohnya tembok pertahanan yang dikomandoi Aldelweireld, serta ujung tombak yang diisi oleh bomber senior seperti Vincent Janssen, juga menjadi kunci kekuatan Antwerp musim ini.

Asal tahu saja, Vincent Janssen adalah top skor mereka musim ini dengan 21 gol. Sementara Aldelweireld yang seorang bek, musim ini mampu mengoleksi 7 gol. Dua pemain baru dari Belanda lainnya seperti Gyrano Kerk dan Ekkelenkamp juga menyumbang masing-masing 6 gol.

Gelar Piala Belgia

Tak butuh waktu lama bagi Antwerp untuk sukses. Tepatnya di April 2023, mereka sudah bisa mengangkat trofi yakni Piala Belgia. Mereka mengalahkan klubnya pemain timnas Indonesia Sandy Walsh, KV Mechelen 2-0.

Perjalanan Antwerp bisa sampai final Piala Belgia pun tak mudah. Mereka harus berhadapan dengan tim-tim besar. Mereka mengandaskan Standard Liege, Genk, dan yang terakhir Union Saint-Gilloise di semifinal. Gelar Piala Belgia musim ini bagi Antwerp adalah gelar keempat mereka.

Playoff Ketat

Tak hanya Piala Belgia saja, mimpi merebut gelar juara liga pun terbuka lebar. Pasalnya di klasemen mereka berpeluang untuk bertarung di babak playoff juara. Ya, Antwerp akhirnya bisa finish di posisi ke-3 klasemen Liga Belgia.

Untuk yang belum tau, dalam menentukan juara Liga Belgia, harus dilalui dulu dengan babak playoff juara yang tergabung dalam satu grup. Satu grup itu berisi empat klub yang berhasil menduduki empat besar Liga Belgia. Empat tim itu akan diadu lagi dengan sistem dua leg home and away. Nantinya, siapa yang jadi pemuncak klasemen dengan poin tertinggi, itulah juaranya.

Nah, di musim ini yang berhak masuk dalam grup playoff juara itu adalah Genk, Union Saint-Gilloise, Antwerp, dan Club Brugge. Saking sengitnya pertempuran empat tim itu, perolehan poin ya pun sangat ketat.

Sampai akhirnya kedudukan poin jelang laga terakhir tipis antara Genk, Antwerp dan Union Saint-Gilloise. Tiga tim itu harus menang di laga terakhir agar bisa menjadi juara. Serunya, Genk dan Antwerp harus saling berhadapan.

Drama Toby Aldelweireld

Di laga Genk vs Antwerp itulah terjadi drama yang akan selalu dikenang publik Antwerpen. Awalnya Antwerp kalah dengan hasil sementara 2-1 sampai menit perpanjangan waktu babak kedua. Otomatis dengan hasil itu, Genk-lah yang akan keluar sebagai juara.

Namun seketika keajaiban itu datang pada menit 90+4. Tendangan keras menghujam gawang Genk oleh mantan pemain Spurs, Aldelweireld menjadi gol bersejarah yang menjadikan hasil imbang 2-2. Hasil itu sekaligus mengantarkan Antwerp unggul satu poin atas Genk di klasemen dan berhak menjadi juara.

Euforia pun seketika menyeruak di markas Genk. Mimpi pemilik, Overmars dan Van Bommel akhirnya terwujud. Kolaborasi mereka di musim pertamanya mampu mengukir sejarah bagi Kota Antwerpen. Gelar itu juga adalah hasil penantian selama 66 tahun lamanya bagi publik Antwerpen. Ya, dongeng heroik itu sudah tercipta di Belgia. Sekali lagi selamat Royal Antwerp. Sejarah akan selalu mengenangmu.

https://youtu.be/g2Oi0kG3PRo

Sumber Referensi : marca, getfootballnews, theathletic, kicker, getfootballnews, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru