Nomor 7 di Manchester United adalah nomor yang ikonik. Semua orang tahu itu. Tapi nomor ikonik juga dimiliki klub lain. Seperti Borussia Dortmund dan nomor 9 nya. Die Borussen selalu punya pemain tajam bernomor punggung 9. Berikut ini 9 pemain terbaik yang pernah bernomor punggung 9 di Dortmund.
Daftar Isi
Sebastien Haller
Pemain pertama adalah Sebastien Haller. Ia adalah pemilik nomor punggung 9 musim 2022/23. Ia datang dari Ajax Amsterdam di musim panas 2022 sebagai pengganti Erling Haaland yang pindah ke Manchester City.
Itu bukan tugas yang mudah memang. Apalagi, Heller sebelumnya punya reputasi sebagai bekas pemain flop West Ham. Tapi ia bisa memperbaiki reputasinya setelah pindah ke Amsterdam. Di Belanda, ia mencetak 34 gol dalam 42 pertandingan.
Performa impresif tersebut membuat Dortmund rela menggelontorkan 34,5 juta euro untuk memboyongnya. Tapi ia tidak bisa langsung menunjukan kehebatannya setelah divonis menderita kanker pada bulan Juli 2022.
Une nouvelle étape de valider 💪🏽 L'opération numéro 2 s'est bien passée ! Un grand merci à l'équipe médicale pour l'aide au quotidien. Hate de commencer la suite 😉 pic.twitter.com/K96WxJqIAT
— Sébastien Haller (@HallerSeb) November 24, 2022
Namun untungnya operasi dan pengobatan berhasil dilaksanakan. Ia pun bisa merumput lagi di bulan Januari 2023. Ia bisa mencetak 9 gol dan 5 assist dari 19 pertandingan Bundesliga. Ia nyaris bisa dapat trofi Bundesliga di musim pertamanya kalau saja tidak disalip Bayern Munchen di matchday terakhir 2022/23.
Ciro Immobile
Jika Haller dibeli untuk menggantikan Haaland, Ciro Immobile dibeli untuk gantikan peran Lewandowski. Ia dibeli dari tim Serie A, Torino di tahun 2014 dengan bandrol 20 juta euro. Karirnya di Jerman tidak baik. Malah bisa dibilang flop. Ia hanya mencetak 3 gol dan 1 assist dari 24 pertandingan Bundesliga.
Gaya bermainnya juga tidak disukai oleh Jurgen Klopp saat itu. Ia pun dipinjamkan ke beberapa klub. Tapi ia menemukan ketajamannya saat bergabung dengan Lazio. Pada musim 2017/18, ia mencetak 29 gol dan 8 assist dalam 33 pertandingan dan jadi top skorer Serie A musim itu.
Bersama Lazio ia juga mendapatkan beberapa trofi. Diantaranya adalah satu Coppa Italia dan dua Supercoppa Italia. Immobile bahkan sempat menjuarai Euro 2021 bersama timnas Italia. Entah kenapa, ketajamannya tidak bisa dibawa ke luar Italia.
Paco Alcacer
Paco Alcacer datang ke Dortmund dari Barcelona sebagai pemain pinjaman di musim 2018/19. Ia memang kesusahan mendapatkan tempat di Camp Nou saat itu. Di Dortmund pun sebenarnya ia hanya jadi pemain cadangan. Namun bukan hanya sekedar cadangan biasa, melainkan super-sub.
Paco Alcacer
— Bundesliga English (@Bundesliga_EN) November 12, 2018
59' ⏱➡️
73' ⏱⚽️
If he comes on from the bench, he scores. It's science. 7 out of his 8 goals this season have come as a substitute, his latest won #DerKlassiker 🐝 pic.twitter.com/31UJ04rUOW
Ia berhasil mencetak 18 gol hanya dari 11 kali jadi starter. Itu jadi rekor gol terbanyak yang dicetak oleh pemain cadangan di Bundesliga. Ditengah musim 2018/19, Dortmund mempermanenkan statusnya. Sayangnya ia benar-benar kehilangan tempat setelah Haaland datang di awal musim setelahnya.
Lars Ricken
Lars Ricken memang lebih dikenal dengan nomor punggung 18 di Dortmund. Tapi sebelumnya, ia pernah mengenakan nomor punggung 9. Diantaranya pada musim 1994/95 dan musim 1995/96.
Momen yang paling diingat dari Ricken adalah di final Liga Champions 1997. Saat itu ia mencetak gol ketiga, sekaligus menyegel kemenangan 3-1 lawan Juventus. Itu merupakan trofi Liga Champions terakhir yang diraih oleh Dortmund.
Setelah pensiun di tahun 2008, ia masih mengabdikan waktu dan tenaganya untuk Die Borussen. Ia bekerja sebagai koordinator di tim akademi Borussia Dortmund.
Stéphane Chapuisat
Selain Ricken, pemain legenda lainnya adalah Stephane Chapuisat. Ia jadi pemilik nomor keramat 9 di Dortmund sejak musim 1991/92 sampai dengan musim 1999/2000. Selama karirnya itu, ia telah mencetak 123 gol dari total 284 pertandingan. Itu menempatkannya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak die borussen.
Untuk pencapaian individu, ia terpilih sebagai pemain terbaik Swiss sebanyak empat kali. Di tahun 2003, Ia juga menerima penghargaan sebagai pemain paling luar biasa di Swiss dalam 50 tahun terakhir.
Jan Koller
Si Raksasa dari Ceko, itulah sebutan Jan Koller selama di Dortmund. Tak heran, dengan postur tubuhnya yang setinggi 2 meter, ia adalah penyerang yang berbahaya di udara. Ia membersamai the black yellow sejak 2001 sampai 2006. Memenangkan Bundesliga dan sampai ke final UEFA.
Can't forget Jan Koller! 🇨🇿
— Borussia Dortmund (@BlackYellow) October 1, 2019
A prolific and fearsome goal scorer, who wasn't too shabby as a keeper either 😉 pic.twitter.com/jVp0D4U5nb
Tapi itu bukan satu-satunya hal yang membuatnya diingat dan populer. Hal lainnya adalah, momen dimana ia sempat jadi kiper darurat Dortmund. Koller memang dilatih sebagai penjaga gawang di awal karirnya.
Saat itu Jens Lehmann diusir keluar lapangan. Dortmund tidak bisa melakukan pergantian kiper karena tiga jatah pergantian pemain sudah dipakai. Ia pun menjelma jadi penjaga gawang darurat. Hebatnya, Dortmund tidak kebobolan meskipun bermain dengan 9 pemain.
Karl-Heinz Riedle
Nama Karl-Heinz Riedle mungkin tidak sepopuler nama pemain lainnya. Tapi ia adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Jerman di dekade 90-an. Ia memang lebih identik dengan nomor 9 ketika bermain untuk Werder Bremen dan Lazio. meskipun begitu, ia sempat pakai nomor keramat ini di Dortmund.
Ia punya julukan “Air” karena kemampuannya menguasai bola di udara dan akurasi sundulannya. Ia juga memegang peran penting dalam kemenangan bersejarah di Liga Champions 1997.
Riedle juga bisa dibilang sebagai pemain yang membuka jalan pemain Jerman ke luar negeri. Terutama ke Inggris. Dimana ia pindah ke Liverpool di musim 1997/98. Ia menjalani tiga musim bersama the kop sebelum akhirnya pindah ke Fulham. Setelah pensiun, ia mengambil peran sebagai ambasador di Dortmund.
Erling Haaland
Tentu saja ada nama Erling Haaland dalam daftar ini. Pemain asal Norwegia itu tampil sangat fenomenal bersama Manchester City. Ia memecahkan berbagai rekor di musim pertamanya bersama the cityzen.
Tapi memecahkan rekor di musim pertama sudah jadi hobinya sejak bermain di Dortmund. Ia mencatatkan rata-rata satu gol tiap 74 menit pertandingan Bundesliga. Itu menjadikannya sebagai striker paling mematikan di liga.
Ia juga mencetak hattrick di laga debut Bundesliganya di tahun 2020. Dan tiga gol itu ia cetak hanya dalam waktu 29 menit melawan Augsburg. Saat di Dortmund, ia juga memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang punya 16 gol di Liga Champions. Serta banyak lagi rekor lainnya.
Robert Lewandowski
Selain Haaland, tentu Lewandowski tidak bisa ketinggalan. Mungkin ia salah satu pemain terbaik yang pernah menggunakan nomor punggung 9 di Dortmund. meskipun begitu, ia tidak terlalu disenangi para penggemar Die Borussen setelah pindah ke Bayern Munchen dengan status free transfer.
Tapi tidak bisa dipungkiri, masa-masanya di Dortmund adalah periode terbaik die borussen di era modern. Lewandowski adalah senjata utama Jurgen Klopp meraih domestic double di musim 2011/12. Belum lagi ketika ia dipasangkan dengan Aubameyang di lini depan. Dortmund benar-benar tajam saat itu.
Sayangnya kepindahan ke Bayern Munchen seperti sebuah keniscayaan untuknya. Sepanjang karir bersama Munich, ia telah mengoleksi satu Liga Champions dan delapan gelar Bundesliga. Dilengkapi dengan dua sepatu emas, yang salah satunya didapatkan dengan mengoleksi 41 gol dalam semusim.
Ia masih melanjutkan prestasinya ketika pindah ke Barcelona. Lewy bahkan membantu Barca merebut kembali trofi La Liga di musim 2022/23. Masih menjadi misteri mengapa ia belum berhasil meraih Ballon d’Or.
Sumber referensi: Borussia, FootballFaithfull, Goal, Goal 2, BvB, BvB 2


