8 Klub ini Sangat Sukses, Tapi Kok Malah Dibenci di Negaranya Sendiri?

spot_img

Kebencian akan suatu klub bola mamang hal yang biasa. Biasanya mereka membenci klub yang jadi rivalnya di liga. Tapi, hal yang lain adalah suatu klub yang dibenci oleh suporter di negara mereka sendiri. Entah karena kecemburuan atas kesuksesan, atau perilaku para petinggi klub yang memang pantas dibenci. 8 klub ini dibenci di negaranya sendiri.

Juventus

Tentu saja Juventus masuk dalam daftar ini. Si Nyonya Tua sudah jadi musuh bersama para suporter sepak bola Italia. Ada banyak alasan Juventus jadi tim yang paling dibenci. Tapi alasan paling besar adalah kasus calciopoli. Meskipun kasus pengaturan skor itu dianggap sudah berakhir, Juventus terlihat selalu jadi pihak yang diuntungkan dari keputusan wasit.

Alasan lainnya adalah permainan membosankan. Juventus, khususnya di era 2010-an selalu memainkan gaya permainan yang tidak menarik. Mereka bisa bermain secara pasif selama 89 menit penuh. Kemudian hanya membutuhkan waktu satu menit untuk bianconeri bisa membuat gol berkat taktik, pemain berbakat, atau bahkan keberuntungan.

Selain itu Juve terkenal suka membajak bakat bakat muda dari klub rival di Serie A. Seperti Vucinic, Pjanic, Paulo Dybala, Benatia, dan banyak lainnya. Dengan uang segudang mereka, tentu saja Juve bisa membeli pemain manapun yang mereka mau. Tapi merebut pemain yang sedang berkembang di klub rival adalah strategi yang dianggap licik.

RB Leipzig dan Bayern Munchen

RB Leipzig adalah klub sepak bola yang baru lahir di tahun 2009. Di antara klub sepak bola lainnya di Eropa, Leipzig tentu masih berumur jagung. Tapi mereka melalui perkembangan yang sangat pesat. Tapi bukan itu yang membuat Leipzig dibenci di Jerman.

Sudah bukan rahasia kalau RB Leipzig dimiliki oleh perusahaan minuman multinasional, Red Bull. Jadi Leipzig pada dasarnya merupakan franchise dari Red Bull. Sama seperti RB Salzburg, New York Red Bull, Red Bull Bargantino di Brasil, dan tim Formula 1, Red Bull Racing.

Namun budaya dan peraturan sepak bola di Jerman tidak membolehkan klub dimiliki oleh suatu perusahaan. Juga tidak boleh menggunakan nama perusahaan sebagai nama tim. Tapi Leipzig punya celah untuk tetap menggunakan singkatan “RB” di nama mereka. Yaitu dengan menggunakan kepanjangan “Rasenballsport” yang dalam bahasa Indonesia berarti “olahraga bola rumput”. Singkatan yang aneh dan sedikit maksa memang.

Jadi intinya RB Leipzig dinilai bukan klub yang dimiliki oleh para pendukungnya seperti klub Jerman lainnya. Melainkan sebuah korporasi yang hanya peduli soal uang. Tapi tidak bisa dipungkiri kehadiran Leipzig meningkatkan level kompetitif di Bundesliga.

Selain Leipzig, tentu saja klub yang paling dibenci di Bundesliga adalah Bayern Munchen. Alasan utamanya karena sikap arogan mereka. Fans Bundesliga bahkan memberikan julukan “FC Hollywood” kepada die roten. Sama seperti Juventus, mereka juga suka menggembosi tim lain dengan membeli bakat muda mereka.

Rangers

Rangers adalah tim tersukses di Skotlandia. Tapi bukan karena itu mereka dibenci oleh mayoritas orang Skotlandia. Well, mungkin kesuksesan mereka ada sedikit kaitannya dengan mengapa Rangers dibenci.

Namun alasan utamanya adalah perbedaan ideologi politik dan agama yang dianut antara Rangers dan penduduk Skotlandia lainnya. Mayoritas pendukung Rangers adalah orang Protestan. Sedangkan mayoritas orang Skotlandia menganut kepercayaan Katolik atau Gereja Skotlandia. Rangers juga dituding mendukung keluarga kerajaan Inggris.

Lebih jauh lagi Rangers dicap sebagai orang-orang fanatik yang anti-katolik. Selain itu para pendukung Rangers sering terlihat melakukan aksi rasis dan anarkis ketika bertanding. Ditambah, mereka adalah klub yang paling sukses di tanah Skotlandia selain Celtic. Itu yang membuat orang-orang Skotlandia membenci Rangers.

PSG dan Olympique Marseille

Menyebrang ke Paris, mudah untuk menebak klub mana yang paling dibenci di Ligue 1. Betul, Paris Saint-Germain lah jawabannya. Alasannya mudah, klub ini dimiliki oleh pengusaha Qatar yang punya dana tak terbatas. Dengan gelontoran uang unlimited itu, PSG dinilai “membeli” gelar dan kesuksesan yang mereka miliki.

Tidak hanya klub, para pemainnya pun dibenci. Seperti Neymar yang selalu dibenci karena sering melakukan diving. Atau Mbappe yang bahkan dibenci fansnya sendiri karena memiliki terlalu banyak power di Stade de Princes.

Tapi PSG tidak sendirian. Rival abadi mereka, Olympique Marseille juga jadi salah satu klub yang paling dibenci di Prancis. Tapi untuk alasan yang sedikit berbeda dari PSG. Marseille dikenal punya basis ultras yang kasar dan menakutkan.

Marseille dan para ultrasnya jadi hal kontras dari sepak bola Prancis yang biasanya tenang dan aman. Penduduk kota Marseille juga terkenal dengan sifat rebel mereka terhadap otoritas Paris.

Real Madrid

Banyak klub di daftar ini yang dibenci karena suka menghamburkan uang demi kesuksesan. Jadi tidak mengherankan kalau Real Madrid juga termasuk. Apalagi el real punya sejarah atau sekarang sudah jadi tradisi membangun tim galacticos.

Tapi kebencian juga tidak semata-mata datang karena itu. Melainkan bagaimana mereka memperlakukan para legendanya. Terutama sang presiden, Florentino Perez yang suka merendahkan legenda klub itu sendiri.

Dikutip dari ESPN, Perez pernah berkata “Casillas bukanlah kiper yang cukup baik untuk Madrid, mau bagaimana lagi? Raul juga penipu terbesar di Madrid. Dua orang penipu terbesar di Madrid adalah Raul dan Casillas.”

Raul dan Casillas adalah punggawa Madrid yang telah membela los blancos sepanjang karir mereka. Dua pemain itu juga sangat dicintai oleh para fans. Tapi perlakuan klub yang membuang begitu saja dua pemain itu membuat para fans marah dan kecewa.

Manchester United

Agak sulit untuk menentukan klub yang paling dibenci di Inggris. Iklim persaingan liga Inggris yang sulit ditebak membuat status klub yang paling dibenci jadi berubah-ubah. Chelsea dan Manchester City mungkin bisa jadi klub yang paling dibenci karena alasan yang sama kenapa orang Prancis membenci PSG. Atau Liverpool yang pernah sangat dibenci karena kelakuan Luis Suarez.

Tapi untuk waktu yang lama, Manchester United jadi klub yang paling dibenci di Premier League. Jika disadari juga, fans Manchester United lebih banyak berasal dari luar negeri daripada di Inggris. Banyak alasan untuk membenci United terlepas dari kesuksesan mereka di era Ferguson.

Tapi alasan lainnya, ya Sir Alex Ferguson itu sendiri. Fergie dikenal sebagai pelatih yang arogan dan suka merendahkan klub lain. Sir Alex juga suka memprotes keputusan wasit secara sepihak. Ia suka memaksa wasit untuk menuruti perkataannya.

Begitu berpengaruhnya Fergie di Old Trafford dan di Premier League. Sampai-sampai saat Fergie pensiun, United langsung terpuruk dan poros persaingan Liga langsung berubah. Dari survey yang dikutip dari sportbible, lebih dari 1.500 fans di Inggris yang menikmati keterpurukan United setelah ditinggal Fergie.

Tapi pun setelah MU terpuruk, mereka masih dibenci karena suka menyombongkan kemampuan finansialnya. Padahal untuk beberapa saat mereka tidak bisa menembus empat besar klasemen liga. Meskipun saat itu MU selalu mendatangkan pemain-pemain mahal.

Sumber referensi: CDT, Bitbol, Scotsman, PSG Talk, Guardian, Sport Bible, ESPN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru