Di tahun 2011, Manchester United punya misi balas dendam kepada Barcelona. Di tahun 2009, anak asuh Sir Alex dipermainkan begitu saja dengan tiki-takanya Pep Guardiola di final Liga Champions. Begitu mereka bertemu di final dua tahun setelahnya, Fergie masih punya kemarahan yang membara dalam diri. Tapi hasilnya sudah diketahui. Barcelona mengalahkan MU dengan skor 3-1. Sir Alex kemudian mengakui kalau Barcelona di tahun itu adalah tim terkuat yang pernah ia hadapi.
Dua Tim Kuat
Untuk tahu gambaran bagaimana kuatnya Barcelona, kita harus mengingat bagaimana kuatnya MU saat itu. United di tahun 2011 bukanlah tim yang bisa diremehkan. Musim itu setan merah baru saja merajai Inggris dengan Memberikan jarak sembilan poin dari peringkat kedua. Sekaligus sudah mengungguli 18 gelar Liverpool saat itu. Menjadikan United sebagai “King Of England” yang baru.
Di Liga Champions, MU juga tidak menjumpai kesulitan yang berarti. Mereka tidak pernah kalah di pertandingan fase grup. United memuncaki grup dengan perolehan 14 poin. Di fase gugur anak asuh Sir Alex juga melenggang dengan tenang. Mengalahkan Chelsea di perempat final dan FC Schalke, yang masih diperkuat Manuel Neuer sebelum menghadapi Barca di final.
Tapi Barcelona, mau bagaimanapun tetap Barcelona. Ditambah, ini adalah Barcelona era Guardiola. Mereka mendominasi liga Spanyol denagn baru menjuarai La Liga dengan torehan 96 poin. Namun, anak asuh Guardiola harus kalah di final Copa del Rey lawan Real Madrid.
Kedua tim ini diatas kertas sama kuatnya. MU sedikit mendapatkan keunggulan, karena laga final dimainkan di Stadion Wembley. Namun pertandingan baru berjalan 27 menit, Barca malah memimpin lebih dulu. Menerima umpan dari Xavi, Pedro Rodriguez menyarangkan bola ke gawang Van der Sar.
United membalas tak lama kemudian, tepatnya di menit ke-37. Lewat skema satu-dua degan Giggs, Rooney pun menyamakan kedudukan menjadi satu sama. Meskipun begitu United tidak bisa menambah peluang lagi. Sampai babak pertama usai, skor masih sama.
Masuk ke babak kedua, Barcelona makin menguasai pertandingan. Messi pun berhasil membuat blaugrana unggul di menit ke-54 lewat tendangan jarak jauhnya. Sebelum akhirnya David Villa menyegel kemenangan Barca di menit ke-69. Tidak ada gol tambahan sampai wasit meniupkan peluit panjang.
Tim Terkuat
Beberapa statistik dari pertandingan tersebut mungkin bisa menggambarkan betapa hebatnya Barca. Diantaranya adalah Messi dan kolega mampu melesakkan 12 tembakan ke gawang, sedangkan MU hanya satu. Barcelona bisa mencatatkan 68% ball possession dan hingga 89% akurasi umpan. Itu lebih banyak sepuluh persen dari yang dicatatkan United.
Dikutip dari planet football, Xavi berkata bahwa dirinya sempat berbicara dengan Rooney saat laga itu. Disitu bomber Inggris meminta untuk berhenti mengawal dirinya. “Sudah cukup. Kamu sudah mengawal saya selama 80 menit. Kamu sudah menang” ucap Rooney.
Sir Alex Ferguson juga berkata kalau Barcelona saat itu adalah tim yang sangat hebat. Menurutnya, Barca tahun 2011 hampir menyerupai Dream Team dan mereka adalah tim paling tangguh yang pernah dihadapi.
“Barcelona di final Wembley 2011 adalah tim yang sangat impresif. Mereka bermain dengan cara yang benar dan memukau kami dengan umpan-umpannya. Selama saya menjadi manajer, ini adalah tim yang pernah saya hadapi. Saya pikir semua orang tahu itu, dan saya bisa menerimanya”


