Kemana Mereka Sekarang? Skuad Dortmund Terakhir Kali Juara Bundesliga

spot_img

Shinji Kagawa mencetak gol di menit ke-60 kala Dortmund menghadapi tim Borussia lainnya, Monchengladbach. Gol itu memantapkan kemenangan Dortmund 2-0 setelah pada babak pertama Ivan Perisic sudah lebih dulu mencetak gol.

Tidak hanya itu, kemenangan tersebut memastikan Dortmund meraih gelar Bundesliga keduanya pada tahun 2012. Die Borussen berhasil juara back-to-back, mengalahkan rival terdekatnya, Bayern Munchen. Kini Dortmund sepertinya kesulitan untuk meraih gelar Bundesliga lagi.

Pemain-pemain yang dulu masih berseragam Dortmund juga hari ini tidak lagi di sana, termasuk Jurgen Klopp sang pelatih. By the way, ke mana para pemain itu sekarang, ya?

Roman Weidenfeller

Saat juara Bundesliga 2012, Klopp mempercayakan gawang Dortmund pada Roman Weidenfeller. Kiper nomor satu Dortmund yang tak tergantikan.

Ia menjadi bagian integral kemenangan Dortmund di Bundesliga. Dua tahun setelah meraih Bundesliga, kiper Jerman itu turut memperoleh medali Piala Dunia 2014 kendati bukan kiper utama Die Mannschaft. Setelah itu, Weidenfeller tetap menjadi kiper utama Dortmund.

Sampai musim 2015/16, mantan anak asuh pelatih Persija itu masih jadi kiper utama Dortmund. Baru ketika Thomas Tuchel datang, posisinya mulai tersisih oleh Roman Burki. Meski demikian ia tetap bertahan di Dortmund dan masih bermain di level profesional.

Tentu saja, Dortmund lebih sering memakai Burki daripada Weidenfeller. Namun ia bertahan sampai musim 2017/18 berakhir. Weidenfeller lantas memilih pensiun tahun 2018. Setelah gantung sepatu, sang kiper mengambil peran di belakang layar.

Ia menjadi pakar dan sering berbicara di acara televisi di Jerman. Pada Februari 2023, ia bahkan sempat datang lagi ke Indonesia. Sebagai perwakilan Deutsche Fussball Liga (DFL), ia meresmikan Bundesliga Common Ground di RPTRA Bhinneka, Pesanggrahan, Jakarta.

Lukasz Piszczek dan Marcel Schmelzer

Masih ingat dengan dua nama ini? Piszczek dan Schmelzer adalah dua bek sayap andalan Klopp di Dortmund. Tanpa dua pemain ini, mungkin Die Borussen kesulitan meraih trofi Bundesliga terakhirnya itu. Kedua pemain ini mengusung mentalitas yang luar biasa.

Dilansir Goal, kedua pemain ini bahkan disebut-sebut sebagai bagian dari dekade tersukses dalam sejarah Dortmund. Ciri khas keduanya gigih dan semangat yang tak pernah kering untuk terus mengejar bola.

Selepas meraih Bundesliga musim 2011/12, Piszczek tetap setia membela Dortmund. Akan tetapi pada musim 2018/19, ia menderita banyak cedera. Meskipun pelatih Dortmund kala itu, Lucien Favre masih menghargai keberadaan Piszczek. Bahkan ketika Achraf Hakimi muncul.

Favre menggeser posisi Hakimi ke bek kiri agar Piszczek tetap mendapat menit bermain. Pada musim itu ia tetap solid di lini belakang. Ia bertahan di Dortmund selama 11 tahun. Pada 2021, ia pulang ke klub masa kecilnya di Polandia, Goczalkowice. Piszczek juga mendirikan akademi sepak bola di Polandia yang bekerja sama dengan Dortmund. Sementara Schmelzer juga bertahan cukup lama di Dortmund.

Kekuatannya dalam tekel dan konsistensi secara keseluruhan diandalkan para pelatih Dortmund berturut-turut. Klopp, Tuchel, Peter Bosz, sampai Peter Stoger. Namun di musim 2018/19, ia juga kerap diterpa cedera dan hanya bermain di 7 laga Bundesliga.

Di bawah Favre ia tak lagi jadi starter. Kalah bersaing dengan Hakimi dan Zagadou. Tahun lalu ia memutuskan gantung sepatu. Total Schmelzer sudah mengemas 450 laga bersama Die Borussen, termasuk di kompetisi kelompok umur seperti U19 dan U23.

Neven Subotic dan Mats Hummels

Neven Subotic dan Mats Hummels adalah dua tembok kokoh di tengah pertahanan Dortmund. Kedua pemain inilah yang membantu Jurgen Klopp memoles citranya lebih baik. Subotic datang bersamaan dengan Klopp. Ia dibawa sang pelatih dari Mainz tahun 2008.

Selain mengangkat trofi Bundesliga, Subotic juga turun ketika Dortmund menghadapi Bayern Munchen di final Liga Champions 2013. Namun setelah itu namanya mulai meredup. Kehadiran Sokratis jadi penyebabnya. Subotic tak lagi jadi pilihan utama sejak musim 2015/16.

Saat usianya sudah 30 tahun, Subotic dipinjamkan ke klub Bundesliga lainnya, FC Koln pada awal 2017. Sebelum ia akhirnya pulang lagi ke Dortmund setelah 6 bulan dan mencatatkan 4 penampilan Bundesliga ketika kembali ke Signal Iduna Park. Namun, pada 2018 ia hengkang ke Prancis, bergabung dengan Saint-Etienne.

Sempat pulang lagi ke Bundesliga dengan membela Union Berlin. Tapi Subotic kembali merantau ke Turki bergabung ke Denizlispor pada 2020. Pemain Serbia itu lalu merapat ke klub Austria, SCR Altach sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada 2022 dengan status tanpa klub. Sementara Mats Hummels kini masih bermain.

Ia adalah pemain yang hanya bermain di dua klub saja sejauh ini. Uniknya dua klub itu terkenal rival, yaitu Munchen dan Dortmund. Ia sempat berseragam Bayern pada 2016, tapi kembali lagi ke Dortmund pada 2019. Sampai hari ini ia masih bermain untuk Dortmund.

Kehadiran pemain muda seperti Schlotterbeck membuat posisi Hummels pun tidak aman. Kendati begitu, musim ini ia bermain dalam 16 laga dari 20 laga Dortmund di Bundesliga.

Ilkay Gundogan dan Mario Gotze

Saat Sebastian Kehl sudah menjadi direktur olahraga Dortmund, rekannya, Ilkay Gundogan masih merumput. Gundogan adalah salah satu hasil polesan luar biasa Klopp di Dortmund. Ia merupakan sekrup penting Die Borussen di lini tengah dalam memenangkan gelar pada 2012.

Sebelum diangkut Pep Guardiola ke Etihad, Gundogan menambahkan dua trofi Piala Super Jerman buat Dortmund secara beruntun, yaitu pada musim 2013/14 dan 2014/15. Cedera membuat masanya di Dortmund rusak. Ia merapat ke Manchester City.

Bersama klub yang menuju kepunahan itu, Gundogan meraih banyak trofi. Selain treble lokal pada 2019, ia juga mengumpulkan 4 trofi Liga Inggris. Sementara itu, bekas rekannya di Dortmund, Mario Gotze juga masih merumput.

Sempat hilang kabarnya sejak mencetak gol penentu kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014, pada 2022 lalu Gotze pulang ke Bundesliga, merapat ke klub juara Europa League, Eintracht Frankfurt. Gelandang serang yang kini berusia 30 tahun itu menjadi andalan Glasner.

Jakub Blaszczykowski dan Shinji Kagawa

Setelah tak lagi membela Dortmund, Jakub Błaszczykowski alias ‘Kuba’ melanjutkan karier ke Fiorentina. Pemain yang pernah jadi pemain terbaik Polandia tahun 2008 dan 2010 itu satu musim berkarier di Serie A. Setelah itu ia kembali ke Bundesliga, tapi berseragam Wolfsburg tahun 2013.

Setelah tak lagi di Wolfsburg, ia pulang ke klub lamanya, Wisla Krakow tahun 2019. Ia pulang dengan membawa misi adiluhung. Jakub hampir tidak menghasilkan apa-apa di sana alias tidak dibayar. Lebih dari itu, Kuba justru berkontribusi pada kelangsungan keuangan klub, membayar gaji, dan menyumbangkan tiket ke kaum dhuafa.

Sama seperti Jakub, Shinji Kagawa yang mencetak gol kemenangan Bundesliga 2012 juga pulang ke klub lamanya, Cerezo Osaka. Tapi sebelum itu, setelah meraih gelar Bundesliga, Kagawa masih berkiprah di Eropa. Ia bahkan membawa Manchester United juara Liga Inggris untuk terakhir kalinya pada 2012/13.

Ivan Perisic dan Robert Lewandowski

Berbeda dari pemain lain, Ivan Perisic dan Robert Lewandowski masih menjadi komoditi. Perisic bergabung ke Tottenham Hotspur musim ini setelah bermain untuk Inter. Sedangkan Robert Lewandowski merapat ke klub tuas ekonomi.

Uniknya, kedua bekas pemain Dortmund ini juga pernah membela Bayern Munchen. Lewandowski bahkan menjadi bomber paling berbahaya selama berseragam Die Roten. Di satu sisi, setelah juara Bundesliga pada 2012, Perisic sendiri memilih gabung Wolfsburg.

Perisic bahkan membantu Wolfsburg sampai ke perempat final Liga Eropa musim 2014/15. Hal itulah yang bikin Inter kepincut mendatangkannya. Setelah sempat dipinjam Bayern Munchen, ia bisa meraih scudetto ketika berseragam La Beneamata.

Di sisi lain, Lewy dibajak Munchen pada tahun 2014. Mantan pemain Delta Warszawa itu menjelma salah satu striker produktif di Eropa. Tercatat selama berseragam FC Hollywood, Lewy mengemas 344 gol dari total 375 laga. Kini Lewy dalam misi mengangkat kembali marwah klub tuas ekonomi. Apakah berhasil? Tanda-tanda itu sudah kelihatan.

https://youtu.be/BuvKfbCn-Tg

Sumber: Bundesliga, TheGuardian, Goal, Foottheball, AA, ESPN, VIVA

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru