Tak Tertembus! 10 Duo Bek Ini Paling Ditakuti Lawan

spot_img

Sir Alex Ferguson pernah berkata “Menyerang jika ingin memenangkan laga, Bertahan jika ingin memenangkan Liga.” Menegaskan betapa pentingnya seorang defender dalam sebuah tim. Tapi banyak rekor dan penghargaan diciptakan untuk pencetak gol. Untuk itu mari kita merayakan permainan bertahan lewat daftar 10 duo bek tengah paling ditakuti lawan.

John Terry & Ricardo Carvalho

Duo pertama dalam daftar ini adalah bukti nyata quote dari Sir Alex. John Terry dan Ricardo Carvalho adalah senjata utama bagi Jose Mourinho ketika dirinya baru pertama kali datang ke Stamford Bridge.

Bayangkan saja, ketika Chelsea menjuarai Liga Inggris di musim 2004/05, the blues hanya kebobolan 15 kali. Itu adalah rekor yang belum terpecahkan sampai sekarang. Di musim itu Chelsea juga menjuarai FA Cup dan melaju sampai semifinal Champions League.

Kita semua tahu bagaimana hebatnya John Terry di Liga Inggris. Ia adalah legenda hidup Chelsea. Dikutip dari Planet Sport, Sergio Aguero mengaku selalu kesusahan jika berhadapan dengan Terry.

Tapi banyak orang yang melupakan jasa Ricardo Carvalho. Sinarnya sering tertutupi bayangan John Terry di Inggris. Itu persis seperti yang pernah dikatakan Jose Mourinho di tahun 2007. “Saya rasa para pemain dengan nama besar akan jadi berita utama dan pemain seperti Carvalho akan dilupakan. Padahal ia bek tengah terbaik di dunia.”

Selain kemampuan bertahannya, Carvalho juga punya kemampuan mencetak gol. Ia selalu unggul di udara dan selalu berada di posisi yang tepat. John Terry pernah berkata bahwa ia seakan bisa telepati dengan Carvalho di lapangan. Tanpa perlu memberikan perintah satu sama lain. Sementara itu salah satu pemain dari tim rivalnya, Gary Neville juga mengakui bahwa Carvalho adalah bek terbaik di Eropa pada masanya.

Vincent Kompany & Joleon Lescott

Duo kedua ini mungkin tidak sehebat duo sebelumnya, atau setelahnya di daftar ini. Tapi Kompany dan Lescott adalah duo bek tengah yang mengukir sejarah City. Mereka membantu Citizen menjuarai gelar Premier League pertama mereka.

Vincent Kompany adalah pemain asal Belgia yang datang di tahun 2008, beberapa saat setelah Sheikh Mansour datang. Dengan hanya 6 juta pounds, ia jadi salah satu pembelian tersukses City sepanjang masa. Sementara Lescott adalah bek inggris paling menjanjikan saat itu.

Selain gelar Premier League pertama di musim 2011/12, duo ini juga menjuarai FA Cup satu musim sebelumnya. Dikutip dari Sportsmole, Christian Benteke pernah mengatakan seberapa hebatnya Kompany. Menurutnya bek asal Belgia itu adalah salah satu bek terbaik di Eropa. Benteke juga salut dengan sikap dan kerja keras dari Kompany

Sergio Ramos & Pepe

Dari daratan Inggris, kita terbang ke Spanyol. Dan siapa lagi duo bek tengah paling ikonik di Spanyol kalau bukan Sergio Ramos dan Pepe. Ini adalah ketika dua bek paling bad boy dipasangkan jadi satu tim. Tiga gelar La Liga, dua trofi Copa Del Rey, serta Liga Champions adalah bukti dari kehebatan duo ini.

Tapi urusan kedisiplinan juga datang tidak kalah banyaknya. Kalau kita mengenal istilah good cop & bad cop, Sergio Ramos dan Pepe ini malah bad cop & worse cop. Ramos sendiri sudah kita kenal sebagai pemain yang suka mengoleksi kartu merah. Sedangkan Pepe justru lebih kasar. Masih teringat ketika Pepe menendang pemain Getafe yang tersungkur, membuatnya mendapatkan larangan bermain di 10 pertandingan.

Robert Lewandowski pernah mengakui Sergio Ramos sebagai bek tersulit yang pernah dihadapi di Champions League. Baginya Ramos tidak hanya jago bertahan tapi juga terampil mengolah bola. Mungkin itu alasan kenapa Lewy pindah ke Barca setelah Ramos pindah ke PSG.

Sergio Ramos & Raphael Varane

Ketika Pepe dibuang oleh Madrid, Sergio Ramos seperti berjalan pincang mengomando pertahanan el real. Mungkin itulah yang ada di pikiran banyak orang. Tapi, nyatanya penggantinya, Raphael Varane langsung nyetel dengan Ramos.

Varane dan Ramos saling melengkapi satu sama lain. Varane punya kecepatan di atas rata-rata bek lainnya. Itu memungkinkan dirinya mendorong garis lini belakang lebih maju. Juga menimbulkan rasa aman ketika Ramos berjudi meninggalkan posnya.

Varane bukan hanya pengganti Pepe. Ia adalah upgrade, yang tidak kita ketahui diperlukan, dari duet Ramos dan Pepe. Bahkan di musim 2014/15 catatan clean sheet Ramos-Varane lebih baik daripada Ramos-Pepe.

Marcus Rashford pernah berkata, Varane adalah salah satu bek paling tangguh yang ia hadapi. Ia memuji Varane yang bisa menonjol bahkan sebagai bek. Baginya tidak banyak bek yang bisa melakukannya seperti Varane.

“Beberapa bek bermain sebagai sebuah unit, mereka bertahan bersama-sama. Tapi ada beberapa bek yang bermain secara individu. Seperti Van Dijk dan Sergio Ramos. Saya ingat kami pernah menghadapi Real Madrid di pertandingan persahabatan, dan Varane bermain. Dia adalah bek yang sangat tangguh.”

Sol Campbell & Kolo Toure

Untuk duet selanjutnya, mari kita kembali ke tanah Inggris. Memutar kembali waktu ke era keemasan Arsenal bersama Arsene Wenger. Dimana Sol Campbell dan Kolo Toure jadi jendral pertahanan meriam London. Mereka adalah pondasi dari kemenangan invincible bersejarah Arsenal.

Kolo Toure pandai menyapu bola yang ada di darat. Sedangkan Campbell membereskan masalah di udara dengan postur tubuhnya yang tinggi. Jika salah satu dari mereka meninggalkan pos, satu yang lain akan mengisi kekosongan itu dengan baik.

Salah satu pemain bintang dari tim rivalnya, David Beckham berkata bahwa Sol adalah pemain yang punya keinginan kuat. Dia tidak tidak membiarkan siapapun menghalangi tujuannya. Bersama dengan Kolo Toure, mereka membentuk pasangan bek tengah yang hebat.

Ferdinand & Nemanja Vidic

Masih di Inggris, mari kita membahas duo bek paling terkenal sepanjang sejarah Premier League. Nemanja Vidic, bek tangguh asal Serbia yang bisa menghabisi semua lawannya. Dan Rio Ferdinand, defender paling komplit yang pernah dimiliki Inggris.

Selama bertahun-tahun dua bek tengah ini melahap striker top Eropa sebagai hobi mereka. Ferdinand berkata bahwa keserasiannya bersama Vidic adalah sebuah naluri alami. Ferdinand bisa tahu kapan Vidic akan pergi menjemput bola, dan ia harus meng-cover di belakang.

Didier Drogba berkata kalau dirinya kesulitan untuk mencetak gol saat melawan dua bek itu. Jadi ketika ia mencetak gol ke gawang United, ia akan sangat senang dan menganggap itu berarti ia sudah bermain dengan sangat sangat bagus.

Chiellini & Bonucci

Duo bek tak tertembus selanjutnya adalah Chiellini dan Bonucci. Sebenarnya kurang adil untuk menyebut duo, sebab masih ada satu orang lagi, Barzagli. Tapi sayangnya Barzagli harus pensiun lebih awal di tahun 2018.

Chiellini adalah tipe bek yang suka bermain kontak fisik dengan lawan. Dia menggunakan otak tapi juga menggunakan ototnya untuk menyingkirkan bola. Sedangkan Bonucci adalah bek yang lebih modern. Ia tenang dan pandai membaca permainan.

Masing-masing dari mereka telah mengemas 100 lebih penampilan untuk Gli Azzurri. Keduanya juga sudah 10 tahun lebih bersama di klub, merengkuh 9 gelar scudetto berturut-turut. Kecuali ketika Bonucci sempat pindah ke AC Milan selama semusim, sebelum kembali lagi ke Juventus karena menyadari betapa pentingnya punya rekan seperti Chiellini.

Selain erat di lapangan, mereka juga dekat di luar lapangan. Chiellini pernah bercanda “Sepertinya saya lebih mengenal Bonucci daripada saya mengenal istri saya sendiri.”

Ketika Italia mengalahkan Inggris di final euro 2020, Harry Kane mengatakan kalau Chiellini adalah lawan tersulitnya. Ia tidak sendirian, Edinson Cavani, Ibrahimovic, dan Bruno Fernandez juga mengatakan hal yang sama.

Lilian Thuram & Fabio Cannavaro

Masih di tanah Italia, duo selanjutnya adalah Lilian Thuram dan Fabio Cannavaro. Meskipun pernah jadi musuh di final Piala Dunia 2006, di level klub mereka adalah rekan tak terpisahkan. Thuram dan Cannavaro sudah dipasangkan sejak mereka berada di Parma. Lalu kembali berduet di Juventus.

Thuram adalah bek serba guna yang sudah berpengalaman. Sedangkan Cannavaro awalnya sempat diragukan karena postur tubuhnya. Tapi ia lambat laun bisa membuktikannya dan jadi bek paling tak tertembus di dunia. Apalagi setelah mendapatkan Piala Dunia dan Ballon d’Or tahun 2006.

Gerard Pique & Carles Puyol

Sama seperti Cannavaro, Gerard Pique dan Carles Puyol adalah pemenang Piala Dunia. Tapi sebenarnya Pique dan Puyol adalah dua orang yang sangat bertolak belakang. Pique adalah anak orang kaya dan berpengaruh di Barcelona. Kakeknya adalah mantan direktur di Barcelona. Sedangkan Puyol tumbuh di daerah pedesaan di Catalunya.

Di atas lapangan, keduanya pun punya citra yang berbeda. Puyol adalah kapten Barcelona dengan ketegasannya memimpin tim dari barisan pertahanan. Sedangkan Pique adalah bek elegan, lebih rileks, dan punya bakat teknis yang tidak perlu diragukan.

Tapi mereka bisa bekerja sama dengan baik ketika bermain. Duo bek ini membuat tim sekelas Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson jadi tim amatir di dua final Liga Champions.

Kehebatan Puyol sendiri sudah diakui oleh lawannya, Fernando Heirero. Penyerang legenda Real madrid itu mengatakan kalau Puyol adalah bek terbaik yang pernah dihadapi. Ia juga terkesan dengan Pique yang bisa konsisten sampai akhir karirnya.

Paolo Maldini & Alessandro Nesta

Terakhir adalah Maldini dan Nesta. Dua bek ini adalah perwujudan dari pertahanan tak tertembus khas Serie A. Tidak diragukan lagi Maldini dan Nesta adalah duo bek paling ikonik lintas generasi. Hanya ada sedikit nama yang lebih baik daripada mereka berdua.

Carlo Ancelotti mengaku tidak pernah menjelaskan bagaimana cara bertahan kepada Maldini dan Nesta. Ia percaya bahwa cara bertahan mereka berdua adalah yang terbaik. Dan mantan pelatih AC Milan itu tidak bisa memberikan tambahan ilmu bertahan kepada Nesta dan Maldini.

Mereka berdua sama-sama punya kemampuan duel udara yang baik. Juga mampu membaca pertandingan dan menghentikan serangan lawan bahkan sebelum itu dimulai. Mereka juga tidak ragu melakukan tekel yang bersih di tempat yang berbahaya. Lewat keduanya, permainan bertahan menjadi seni.

Sumber referensi: 90min, 90min 2, Min City, Mole, Faithfull, B/R, Arsenal, Give, FTB, FTB 2, 365, Guardian

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru