Paris, Oktober 2011. Jadi awal saksi manis Paris Saint-Germain berpindah tangan kepada Qatar Sports Investments (QSI). Melalui uang minyak yang mengalir dari Qatar itu, PSG akan disulap menjadi klub sultan yang kaya raya.
Semua mata tertuju pada langkah apa yang diambil untuk membangun PSG di awal kepemilikan Qatar. Ya, para pemain bintang pun mulai didatangkan. Namun apakah pemain saja cukup? Ternyata tidak. ada juga sosok pelatih yang ternyata membuat proyek ini berjalan lancar.
🔴🔵 Bon anniversaire au “Mister” @MrAncelotti qui fête ce mercredi ses 61 ans. Un passage marqué par le titre de Champion de France en 2013 après… 19 ans d’attentes. Merci Carlo ! Parisien un jour, Parisien toujours #PSG pic.twitter.com/2cJ91n5vIr
— ParisTeam (@Paristeamfr) June 10, 2020
Daftar Isi
Sebelum Qatar Datang
Bagi fans bola yang baru mengenal PSG, klub ini termasuk klub kemarin sore. Dari segi berdirinya saja baru di tahun 70-an. FYI juga, PSG pernah berjaya juga lho sebelum Qatar datang.
Tepatnya pada tahun 90-an. Ketika perusahaan ternama Prancis Canal+ membeli PSG. PSG saat itu pernah bersinar bersama pemain macan David Ginola, Nicolas Anelka, maupun George Weah. Prestasi PSG bersama Canal+ di era 90-an antara lain menyabet gelar kedua Ligue 1 mereka di musim 1993/94 serta Piala Winners 1995/96.
Dans les années 90, propriété de Canal+, diffuseur exclusif de la L1.
— ᑭᒪᗩᑎETOᕼEᗰE 🌐Ⓜ️ (@planetom13) October 17, 2022
Depuis 2011, propriété du Qatar, diffuseur domestique puis à l’étranger de la L1.
PSG / LFP, un conflit d’intérêt permanent toujours traduit par un arbitrage sur mesure et sur commande 💵💵💵#PSGOM pic.twitter.com/txWq2xriFT
Setelah Canal+ bermasalah dan melepas PSG, performa tim pun makin terpuruk. Sampai akhirnya datanglah sekelompok korporasi yang ambisius dari Qatar pada tahun 2011.
Qatar Sports Investments tak sembarang mengakuisisi PSG. Mereka meluncurkan proyek besar yang ambisius secara berkelanjutan. Perlu diketahui sebelum Qatar datang, PSG masih menghadapi situasi sulit.
PSG hanya berada di posisi keempat Ligue 1, bahkan sempat di posisi 13 pada musim sebelumnya. Stok para pemainya pun tak mentereng. Maka dari itu, Qatar langsung gerak cepat mulai melakukan aksinya pada bursa transfer musim dingin 2012.
Ancelotti Datang
Sebelum memutuskan membeli pemain, Nasser Al-khelaifi bersama direktur teknik Leonardo, merumuskan terlebih dahulu rencana proyek PSG selama beberapa musim ke depan.
Salah satunya yang difokuskan adalah secepat mungkin mencari nahkoda yang tepat bagi tim. Maklum, selama ini PSG hanya diisi oleh pelatih-pelatih medioker. Pelatih Antoine Kombouare yang sudah beberapa musim menangani PSG, dianggap kurang cocok memimpin proyek transformasi PSG di era Qatar.
Maka dari itu, bergegaslah Leonardo mengontak salah satu mentornya yang sama-sama pernah di AC Milan, Carlo Ancelotti. Kala itu Leonardo mengirimkan proposal menarik pada Ancelotti.
Tepatnya di akhir tahun pada 30 Desember 2011, Ancelotti akhirnya mau bergabung dengan proyek PSG di bawah Qatar. Perlu diketahui posisi Ancelotti ketika itu juga baru saja menganggur setelah lepas tugas dari jabatan pelatih Chelsea.
ANNIVERSAIRE
— 𝙻𝚒𝚗𝚘𝚞 ❀ (@Liinouuuuchee) June 10, 2019
Joyeux anniversaire à Carlo Ancelotti (60 ans) ! Il aura guidé le Paris Saint-Germain de 2011 à 2013. Il a notamment entraîné Thiago Silva, Zlatan, Verratti, Lavezzi ou encore David Beckham pendant la trève hivernale #psg pic.twitter.com/abO9hVzCW2
Memilih Ancelotti sudah pasti PSG berharap akan sentuhan magisnya sebagai pelatih bermental juara. Tak salah manajemen PSG menunjuk Ancelotti. Ancelotti diberi tanggung jawab lebih mengarahkan kapal besar PSG di era Qatar ini akan dibawa ke mana.
Namun tunggu dulu, kedatangan Ancelotti tentu tak bisa langsung juara. Maklum, dengan kondisi pemain yang seadanya Ancelotti juga hanya punya waktu yang sedikit, karena baru bergabung di paruh musim kedua.
Elenco do PSG na temporada 2011/12, o primeiro ano do dinheiro do Qatar no clube.
— Futebol Nostálgico! (@futnostalgico) December 25, 2022
📸 @OldSchoolPanini
Nostálgico! pic.twitter.com/AYBnoxw6Li
Pembangunan Tim Oleh Ancelotti
Janji bos Qatar pada Ancelotti pun mulai perlahan dibuktikan di bursa transfer Januari 2012 dengan menambah amunisi baru. Ancelotti memilih untuk menyeimbangkan tim terlebih dahulu dengan mendatangkan pemain bernaluri bertahan macam Alex, Maxwell, maupun Thiago Motta.
ON THIS TRANSFER DAY: In 2012, Paris Saint-Germain signed Chelsea’s Alex for a fee of £4.2m. #CFC #PSG pic.twitter.com/7T7su3YcOT
— Squawka (@Squawka) January 27, 2014
Hasilnya mentereng meskipun belum meraih gelar. Namun progress secara permainan sudah mulai nampak. PSG mampu diantarkannya finish sebagai runner up di musim 2011/12. PSG pun secara otomatis kembali lagi beredar di ajang Liga Champions. Maklum, PSG ini sudah lama absen dari kancah sepakbola tertinggi Eropa sejak musim 2004/05.
Puas dengan kinerja di paruh musim, PSG berjanji akan lebih jor-joran lagi di musim penuh Ancelotti 2012/13. Dukungan penuh itu pun tak disia-siakan Carletto.
Ancelotti dan Leonardo merumuskan tentang bagaimana memboyong pemain yang tepat bagi kebutuhan tim. Benar saja, dari berbagai analisis perekrutan, pemain yang diinginkan Ancelotti pun satu per satu mulai datang.
Ada Thiago Silva, Zlatan Ibrahimovic, Ezequiel Lavezzi, Marco Verratti, Gregory Van Der Wiel, maupun Lucas Moura. Oh tunggu dulu, ada juga mega bintang David Beckham yang juga diboyong PSG demi memperluas brand mereka kepada dunia.
Le PSG a pris 36 points après 18 journées de Ligue 1 cette saison.
— Actu Foot (@ActuFoot_) January 6, 2021
Son plus faible total depuis 2012/13 (35 pts).
Le XI de l’époque. 👀 pic.twitter.com/v4qTm4uvt4
Dengan formasi 4-3-3, Ancelotti membangun tim dengan solid. Semua pemain baru itu pun sama-sama berkontribusi nyata bagi kebangkitan awal PSG. Alex, Thiago Silva, Van Der Wiel, dan Maxwell jadi empat bek andalan.
Di tengah ada Verratti, Motta, maupun Pastore. Di lini depan, ada sayap seperti Jeremy Menez maupun Lucas Moura. Di sektor striker juga ada duo maut Lavezzi dan “Lord” Ibrahimovic. Kombinasi striker yang mampu menghasilkan 46 gol di musim itu.
De presentatie van Zlatan Ibrahimovic bij Paris Saint-Germain #transfers pic.twitter.com/glKB0FTu
— Voetbal Transfers (@Transfermarktje) July 18, 2012
Penantian Panjang 19 Tahun Gelar Ligue 1
Akhirnya, dengan tuah pelatih yang kini sering dianggap miskin taktik itu, PSG mampu meraih mahkota yang selama ini mereka idam-idamkan, yakni trofi Ligue 1. Finish sebagai pemuncak klasemen dengan 83 poin, PSG mengakhiri penantian panjang mereka sebagai juara Ligue 1 di musim 2012/13. Mereka menjadi juara dengan rekor tim yang paling sedikit kebobolan yakni 23 gol, dan memasukan gol paling banyak yakni 69 gol.
FYI juga, PSG ini ternyata sudah 19 tahun lamanya puasa gelar Ligue 1. Gelar ini adalah gelar Ligue 1 ketiga mereka setelah yang terakhir mereka dapatkan pada musim 1993/94. Fantastis, itulah kata yang cocok menggambarkan betapa magisnya tuah Ancelotti menyelamatkan muka baru PSG dibawah Qatar.
David Ginola and George Weah fired PSG to the Ligue 1 title in 1993/94 🔵🔴 pic.twitter.com/juHKvGZP4I
— Football Remind (@FootballRemind) December 7, 2021
PSG Tak Sabar, Ancelotti Cuma Semusim Di PSG
Penunjukan Ancelotti adalah buah kesuksesan yang tak terlupakan dalam sejarah PSG. Tak dipungkiri awal dari sebuah kejayaan diperoleh dari racikan allenatore kawakan asal Italia tersebut. Tapi apa yang terjadi di musim berikutnya?
Sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya, jika Ancelotti ternyata berumur pendek di Paris. Tawaran Madrid di 2013 pun tak membendung Ancelotti untuk keluar dari PSG. Tapi fakta membuktikan, bahwa ternyata Ancelotti keluar dari PSG karena tak betah karena ketidaksabaran dan tuntutan berat dari manajemen.
“Pada enam bulan pertama, semuanya berjalan dengan baik. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin kelihatan manajemen mengubah sudut pandang mereka. Mereka tak sabar dan hanya inginkan hasil yang sempurna secara instan,” kata Ancelotti.
🎙️ Carlo Ancelotti on his second year at PSG:
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) April 26, 2022
“For a Champions League match where we had already qualified, they told me that if I didn’t beat Porto, they would fire me… I told them it broke confidence. I decided to leave in February, even if they wanted to extend me.” #UCL pic.twitter.com/VcGb7Tpwdg
Memang yang Ancelotti hasilkan hanyalah gelar Ligue 1. Di Liga Champions dan Piala domestik, Ancelotti belum bisa persembahkan. Seharusnya sih Nasser lebih sabar lagi pada Ancelotti, buktinya di Madrid Ancelotti membuktikannya. Bayangkan, seandainya saja PSG tak buru buru melepas Ancelotti, boleh jadi kini PSG sudah pernah mencicipi gelar juara Liga Champions.
Sumber Referensi : reuters, transfermarkt, parisunited, bleacherreport, mirror


