Saatnya Juara! Pentingnya Carabao Cup Bagi Manchester United

spot_img

“Jelas, Carabao Cup berada di level yang berbeda tetapi bagi kami itu tetaplah sebuah trofi dan kami ingin memenangkannya,” kata Diogo Dalot ketika ditanya tentang pentingnya Carabao Cup bagi Manchester United. Mengingat, Carabao merupakan kompetisi yang notabene lebih sepele daripada Liga Inggris atau Liga Champions.

Dan kini, asa itu agaknya bakal terwujud setelah United mengamankan tempat terakhir di partai puncak. Setan Merah akan menantang pasukan Eddie Howe di Wembley Stadium tanggal 26 Februari mendatang.

Newcastle bakal jadi batu sandungan terakhir Manchester United di Carabao Cup musim ini. Dengan The Magpies yang juga sedang berada di performa terbaik, pertandingan ini diperkirakan bakal berjalan alot. Namun, United tetap harus membawa misi wajib menang di laga tersebut, karena gelar Carabao Cup sangat penting bagi pasukan Erik Ten Hag musim ini.

Menuju Puncak

Final Carabao jadi laga yang penting mengingat perlu menanti empat musim penuh untuk melihat Manchester United kembali mencapai partai puncak di sebuah kompetisi domestik. Terakhir kali United tampil di partai puncak kompetisi domestik adalah di era Jose Mourinho. Kala itu, manajer berkebangsaan Portugal tersebut mengantarkan The Red Devils mencapai final Piala FA musim 2017/18.

Musim ini, Manchester United berhasil menyapu bersih lima laga Carabao Cup yang telah dimainkan. Anak asuh Erik Ten Hag hanya kesulitan kala mengalahkan Aston Villa asuhan Unai Emery di ronde ketiga November lalu. Marcus Rashford cs sempat tertinggal 1-2 lebih dahulu sebelum akhirnya membalikan keadaan menjadi 4-2.

Sedangkan di laga semifinal, United berhasil menghajar Nottingham Forest dengan agregat lima gol tanpa balas. United versi Ten Hag dirasa terlalu kuat untuk menghadapi anak asuh Steve Cooper. Alhasil, MU akan bersua Newcastle di partai final. Ini bakal jadi final kompetitif pertama MU sejak ditukangi Ten Hag. Final Bangkok Century Cup kontra Liverpool tentu saja tak dihitung.

Duel MU kontra Newcastle akan berlangsung di Stadion Wembley, akhir bulan nanti. Jelang final, Setan Merah menghadapi periode krusial. Selain jadwal yang padat, tiga hari sebelum laga kontra Newcastle, David De Gea dan rekan-rekan harus menghadapi Barcelona terlebih dahulu dalam agenda leg kedua play-off babak 16 besar Europa League.

Bagus Untuk Motivasi Tim

Gelar Carabao Cup akan menjadi pelecut semangat tim di sisa musim yang ada. Karena sudah pasti, paruh kedua bakal makin sulit mengingat tim-tim lain sudah memperkuat diri dengan mendatangkan beberapa pemain anyar pada bursa transfer Januari kemarin.

Tak ada salahnya bagi United untuk memprioritaskan Piala Liga seperti Arsenal yang memprioritaskan trofi Liga Inggris. Terdengar ironis memang, tapi ini bukan suatu bentuk keputusasaan. Melainkan realitas situasi tim saat ini. 

United sangat membutuhkan trofi untuk memulai beberapa kesuksesan lain. Mereka butuh sebuah trofi “kecil” untuk menjaga tren positif yang sudah mereka bangun sejak peluit kick off pekan pertama Liga Inggris dibunyikan. Satu-satunya kekhawatiran dari laga final ini adalah apabila mereka gagal.

Sama halnya dengan yang Manchester United alami pada tahun 2018 di Final Piala FA dan  tahun 2021 di final Europa League. Kegagalan tersebut menciptakan semacam keraguan psikologis yang tidak dapat mereka lewati. Dan apabila itu terjadi musim ini akan jadi pekerjaan tambahan bagi Ten Hag.

Pembuktian Ten Hag

Memenangkan sebuah trofi di musim pertamanya memang bukan jadi target utama Ten Hag ketika diminta melatih Manchester United pada Mei lalu. Namun, bukan berarti ia tak serius menghadapi kompetisi sekelas Carabao Cup atau Piala FA. 

Dengan melihat pengeluaran klub yang mencapai 220 juta pound atau setara dengan Rp4 triliun untuk mendatangkan beberapa amunisi baru kemauan Ten Hag, meraih satu trofi rasanya akan memperkokoh kepercayaan fans dan manajemen klub yang sudah mulai terbangun. Dan itu hanya berjarak satu pertandingan lagi.

Ten Hag juga tampaknya telah membangun semangat yang berbeda. Ia ingin melampaui target yang diberikan manajemen padanya. Musim ini keinginan untuk memenangkan sebuah kompetisi sudah jelas. Erik ten Hag ingin mengangkat trofi di musim pertamanya dan mengakhiri penantian lima setengah tahun Manchester United untuk kembali mendapatkan trofi.

Apabila itu terealisasi, Ten Hag akan memulai eranya dengan manis. Trofi dapat membungkam semua orang yang ragu padanya. Apalagi kita ketahui Ten Hag memulai musim 2022/23 dengan dua kekalahan memalukan kontra Brighton dan Brentford. Tanpa disadari, trofi Carabao Cup sangat penting bagi karir Ten Hag bersama Manchester United.

Penantian Panjang

Manchester United telah dikritik oleh para penggemar mereka karena kekeringan trofi sejak era Jose Mourinho. Bersama Mou, United mengakhiri musim 2016/17 dengan memenangkan trofi Community Shield, Europa League dan Piala Liga. Namun, United telah meningkat di bawah arahan Ten Hag. Kini mereka jadi satu-satunya tim Inggris yang tetap bersaing di empat kompetisi musim ini.

Sisi positifnya lagi, manajer asal Belanda itu tengah berada di jalur yang benar untuk mengakhiri paceklik trofi yang menyakitkan tersebut. Kedua tim sebetulnya sama-sama memiliki motivasi yang besar untuk menjadi juara. Apalagi bersama konsorsium barunya, Newcastle ingin memulai dinasti baru dari gelar Carabao Cup. Namun, kembalinya kejayaan MU barangkali jadi yang paling dinanti. 

United ingin kembali ke fitrahnya sebagai rajanya sepakbola Inggris. Mereka ingin menghilangkan stigma buruk sebagai klub kaya tanpa arah yang melekat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Erik ten Hag pada musim ini secara langsung juga mengubah mentalitas klub. Trofi Carabao Cup jadi harga mati untuk MU musim ini.

Meningkatkan Harga Jual Klub

Selain penting bagi klub dan pemain, gelar juara juga bakal berimbas pada nilai pasar klub di bursa penjualan nanti. Di awal tahun 2023, keluarga Glazer dikabarkan tengah berupaya menjual Manchester United dan itu mengundang beberapa pengusaha kaya dari berbagai belahan dunia ngantri untuk menebusnya.

Setelah bertahun-tahun akhirnya desakan dari fans United didengar oleh keluarga Glazer. Beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum Piala Dunia 2022, perwakilan keluarga Glazer secara terbuka mengumumkan niat untuk membuka peluang investasi baru atau bahkan menjual klub sepenuhnya.

Nah, apabila United meraih trofi akhir Februari nanti, itu akan menciptakan efek domino yang positif bagi harga jual dan value tim di bursa jual. Keluarga Glazer bisa saja mendapat angka yang lebih menarik dari 6 miliar pounds (Rp110 triliun). Itu jika dan hanya jika, Manchester United menggondol Piala Carabao.

https://youtu.be/vdlFQ8Ltzcc

Sumber: Goal, The Athletic, The Sportsman, Football 365, Manutd

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru