West Ham Terpuruk, Kangen Championship?

spot_img

West Ham United, klub favorit mendiang Ratu Elizabeth II ini sedang berada di urutan ke-18 klasemen Liga Inggris menyusul kekalahan 1-0 saat bertandang ke markas Wolverhampton. Cukup aneh memang ketika melihat klub besar dan sarat akan sejarah macam West Ham lupa caranya menang. Mereka bahkan susah payah untuk terhindar dari jeratan zona degradasi.

The Hammers hanya memenangkan satu pertandingan dalam sepuluh pertandingan terakhir di Liga Inggris. Kemenangan terakhir West Ham terjadi Oktober tahun lalu saat mengalahkan Bournemouth dengan skor 2-0. 

Apabila dibandingkan dengan musim lalu yang mampu finis di urutan ketujuh, performa West Ham musim ini menunjukan penurunan yang drastis. Lantas, sebenarnya apa yang salah dari West Ham?

Musim Lalu Masih Baik-baik Saja

Melihat keadaan West Ham saat ini begitu berkebalikan dengan musim lalu. Performa West Ham bersama David Moyes musim 2021/22 memang sangat impresif. The Hammers begitu digdaya dengan meraih rentetan hasil positif, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

West Ham finis di urutan ketujuh Liga Inggris. Mereka bahkan sudah mengawali musim 2021/22 dengan meyakinkan. Anak asuh David Moyes hanya menelan dua kekalahan dari 10 pertandingan perdana musim tersebut. 

West Ham juga mencapai semifinal Liga Eropa. Mereka menaklukan tim-tim yang notabene langganan kompetisi Eropa macam Dinamo Zagreb dan Olympique Lyon. Declan Rice cs bahkan mengalahkan tim langganan juara Europa League, Sevilla di babak 16 besar. 

Performa West Ham yang kian meroket bahkan berimbas pada pemain mereka. Salah satu bintangnya, yakni Jarrod Bowen yang juga menampilkan performa menawan akhirnya menerima panggilan Timnas Inggris untuk pertama kalinya. Dengan hasil tersebut, The Hammers memastikan tampil di kompetisi Eropa dalam dua musim berturut-turut untuk pertama kalinya.

Semuanya tampak baik-baik saja, sang juru taktik, David Moyes pun optimis kalau mereka berada di jalur yang benar untuk menjadi klub yang mampu bersaing di papan atas. West Ham bahkan digadang-gadang bakal menjadi tim yang mendobrak dominasi big six di musim berikutnya.

Berbalik 180 Derajat

Sayangnya, kegembiraan West Ham tak bertahan lama dan keyakinan David Moyes tak benar-benar terjadi. The Hammers memulai musim 2022/23 dengan sangat buruk. West Ham bahkan menelan tiga kekalahan beruntun saat menghadapi Manchester City, Brighton, dan bahkan tim yang baru promosi, Nottingham Forest. 

West Ham baru meraih kemenangan di pekan keempat saat menaklukan Aston Villa dengan skor tipis 1-0. Mereka hanya meraih tiga kemenangan dari sepuluh pertandingan pertama di Liga Inggris. Lantas apa yang menyebabkan performa West Ham merosot tajam apabila dibandingkan dengan musim lalu?

Dilansir The Athletic, permasalahan utama West Ham berasal dari sang juru taktik, David Moyes. Cukup judgemental memang, karena David Moyes jugalah yang menyelamatkan West Ham dari jurang degradasi musim 2017/18. Jadi, ketika mantan pelatih Manchester United itu kembali ditunjuk untuk menggantikan Manuel Pellegrini pada awal musim 2019/20, momen itu serasa dejavu.

Roda kehidupan David Moyes tampaknya sedang berputar. Terlepas dari performa yang meyakinkan di Conference League musim ini, Moyes tetap dicap sebagai sumber masalah klub ketika melihat posisi West Ham sekarang yang tak lebih baik dari Nottingham Forest. West Ham bahkan baru memenangkan empat pertandingan musim ini.

Mungkin kita tak bisa menyalahkan Moyes atas menurunnya performa beberapa pemain West Ham. Namun, perubahan skema yang terus terjadi disinyalir jadi salah satu yang menyulitkan Michail Antonio CS. Terhitung ada enam kali lebih, David Moyes mengubah formasi di seluruh kompetisi.

Performa yang kian merosot juga membuat fans West Ham yang dikenal militan pun geram. Para suporter mengolok-olok David Moyes, bahkan menekan manajemen klub untuk segera memecatnya.

Transfer yang Gagal

Satu lagi masalah yang David Moyes juga berperan penting di dalamnya adalah pemilihan pemain dalam bursa transfer. Padahal sejak 2021 kemarin, West Ham kedatangan pemilik baru yang tak sungkan untuk jor-joran dari Republik Ceko, Daniel Kretinsky. Kabarnya ia telah membeli sebagian saham West Ham dari pemilik lamanya, David Gold, David Sullivan, dan Karren Brady.

Musim lalu, transfer yang dilakukan West Ham cukup krusial. Sebut saja macam Said Benrahma, atau Jesse Lingard yang didatangkan di paruh musim kedua telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi klub. Khusus Lingard, ia bahkan berkontribusi dalam 13 gol West Ham hanya dalam 16 pertandingan.

Namun, ketika Moyes diberikan keleluasaan di bursa transfer musim panas kemarin, pemain-pemain pilihannya justru tampil jauh di bawah harapan. West Ham sudah mengeluarkan uang hampir 180 juta pounds atau setara Rp3,3 triliun untuk 9 pemain baru, dan semuanya dirasa tak mampu untuk mengerek performa West Ham musim ini.

Contohnya saja Lucas Paqueta yang didatangkan dengan mahar 42 juta euro atau setara Rp685 miliar dari Lyon. Paqueta dirasa belum bisa berbicara banyak di Liga Inggris. Punggawa Timnas Brazil itu sudah memainkan 12 pertandingan liga namun baru mencatatkan 1 gol bagi West Ham. Kabarnya, gaya bermainnya kurang cocok dengan skema Moyes yang terus berubah-ubah.

Tak hanya Paqueta, Gianluca Scamacca yang digadang-gadang bakal jadi the next Zlatan Ibrahimovic pun tampil loyo. Alih-alih jadi lumbung gol The Hammers, Scamacca justru kesulitan beradaptasi dengan intensitas sepakbola Inggris yang cenderung cepat. 

Didatangkan dari Sassuolo dengan mahar setengah triliun lebih, pemain berkebangsaan Italia itu baru mencetak tiga gol dari 16 pertandingan liga. Itu angka yang minim bagi penyerang yang biasanya mencetak dua digit gol di Serie A.

Buruknya West Ham di Mulut Gawang

Terjerembabnya West Ham ke zona degradasi juga disebabkan buruknya tim dalam menciptakan gol. Sudah menjadi rahasia umum kalau mencetak gol merupakan tugas pokok dari seorang striker, tapi dalam permainan sepakbola kolektif mencetak gol merupakan tugas seluruh tim.

Meskipun tampil apik di Conference League, West Ham dianggap buruk dalam mengubah peluang menjadi gol di sepanjang musim 2022/23. The Hammers jadi salah satu tim paling seret dalam urusan mencetak gol musim ini. Mereka baru mencetak 15 gol saja, itu hanya lebih baik dari Wolves yang baru mencetak 12 gol.

Menurut Breaking The Lines, West Ham sebetulnya memiliki expected goals di angka 22,3. Namun, karena buruknya pemain West Ham dalam mengkonversi peluang menjadi gol mereka hanya mencetak 15 gol saja dalam 19 pertandingan. Statistik ini juga didukung oleh penurunan performa dari para penyerang mereka.

Misalnya Jarrod Bowen. Musim lalu, Bowen merampungkan musim sebagai pemain paling berpengaruh di klub dengan berkontribusi 18 gol dan 13 assist bagi West Ham di semua kompetisi. Sementara musim ini, catatan golnya menyusut. Meski sudah memainkan 24 pertandingan, Bowen baru mencetak empat gol saja di semua kompetisi.

Dengan melihat materi pemain yang dimiliki West Ham, tidak sepantasnya mereka berada di zona degradasi. Apabila David Moyes masih ingin mempertahankan posisinya sebagai pelatih The Hammers, ia harus cepat mencari solusi dari permasalahan lini depannya. Jika tidak, tamatlah sudah.

https://youtu.be/JaYFfayyk5Q

Sumber: The Athletic, Breaking The Lines, Hammers, Daily Mail

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru