Gusur Ajax di Puncak Klasemen! Feyenoord Kuasai Liga Belanda

spot_img

Orang menyebut Eredivisie sebagai salah satu liga petani. Sebab yang juara sudah pasti tertebak. Ya, pasti Ajax. Mantan tim Ezra Walian adalah tim tersukses di Liga Belanda, dengan torehan 6 kali juara dalam 10 tahun terakhir. Bahkan sejak musim 2018/19 sampai 2021/22, Ajax selalu berada di puncak klasemen. Kendati pada musim 2019/20 phak Eredivisie memutuskan tidak ada yang juara karena Covid-19.

Namun, musim ini Eredivisie muncul tim kejutan. Feyenoord, yang merupakan rival Ajax bisa merangsek ke punya klasemen per 17 Januari 2023. Sementara Ajax justru terpelanting ke posisi tiga. Mengapa Feyenoord begitu perkasa di musim ini? Bisakah mereka menghancurkan dominasi Ajax di Eredivisie?

Performa Sedang Oke Sejak Musim Lalu

Tak bisa dipungkiri, Eredivisie sangat erat kaitannya dengan Ajax sebagai klub paling sukses di Liga Belanda. Torehan trofinya bahkan sangat fantastis. Sejauh ini, Ajax sudah mengumpulkan 36 gelar, itu sangat jauh apabila dibandingkan dengan urutan kedua, PSV Eindhoven yang baru mengumpulkan 24 gelar.

Namun, kali ini yang akan kita bahas adalah urutan ketiga, yakni Feyenoord. Klub yang tak kalah legendaris dari Ajax Amsterdam maupun PSV Eindhoven. Lama tak terdengar, Feyenoord mulai kembali menarik perhatian dunia kala tampil memukau musim 2021/22. Anak asuh Arne Slot kembali masuk ke zona Europa League setelah finis di urutan kelima musim sebelumnya.

Performa apik Feyenoord musim lalu tak terjadi di kompetisi domestik saja. Orkun Kokcu cs juga tampil mempesona di Conference League. Mereka lolos ke kompetisi tersebut melalui babak Play off dengan mengalahkan wakil Kosovo, FC Drita, wakil Swiss FC Luzern dan klub Swedia, Elfsborg untuk mengamankan satu tiket ke fase grup Conference League.

Feyenoord yang kala itu dicap sebagai tim yang tak diunggulkan justru menemui jalan mulus untuk mencapai final. Bahkan,penyerang Feyenoord, Cyriel Dessers jadi top skor dengan torehan 10 gol. Dessers unggul satu gol dari bomber AS Roma, Tammy Abraham.

Meski sempat kerepotan saat menghadapi Marseille di semifinal, tim asal Belanda ini tetap tak terkalahkan hingga melenggang ke final. Mereka tercatat meraih 8 kemenangan dan 4 hasil imbang tanpa sekalipun mencicipi rasanya kalah. Kekalahan pertama dan satu-satunya yang mereka dapat adalah di partai pamungkas saat menghadapi AS Roma asuhan Jose Mourinho.

Perubahan Gaya Bermain

Performa apiknya pun berlanjut ke musim ini. Skuad asuhan Arne Slot dengan mengejutkan jadi pemuncak klasemen Liga Belanda. Hingga pekan ke-16, Feyenoord sudah memenangkan 11 pertandingan, empat kali imbang dan baru menelan satu kekalahan. Itu menjadikan mereka tim yang paling sulit dikalahkan musim ini.

Peningkatan performa Feyenoord dalam dua musim terakhir bukan tanpa sebab. Ada peran besar Arne Slot yang ditunjuk menggantikan peran Dick Advocaat awal musim 2021/22. Ia berperan penting dalam merombak klub Liga Belanda tersebut. Slot datang dan mengatur ulang Feyenoord sedemikian rupa agar move on dari rezim Dick Advocaat yang dianggap gagal.

Sewaktu masih ditangani Dick Advocaat, Feyenoord bermain full bertahan. Feyenoord memainkan sepakbola klasik yang mengandalkan serangan balik dan man to man marking saat bertahan. Pola permainan seperti itu dianggap kuno dan membuat para pemain Feyenoord mudah lelah.

Arne Slot pun datang untuk memperbaiki itu. Ia memutuskan untuk membuat Feyenoord bermain dengan mengandalkan high press. Slot lantas membangun tim yang memiliki inisiatif untuk menguasai jalannya pertandingan. Ia gemar menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain simpel dari kaki ke kaki dan membangun serangan dari bawah.

Selama build-up, Feyenoord yang menggunakan skema 4-3-3 akan berubah menjadi 2-4-4 meninggalkan dua bek tengah dan membiarkan bek sayap naik sejajar dengan dua gelandang: Orkun Kokcu dan Quentin Timber. Sedangkan gelandang serang akan maju ke depan untuk memberi opsi tambahan di lini serang.

Arne Slot mengharuskan para pemainnya untuk tidak terpaku pada satu posisi saja. Mereka harus terus bergerak secara dinamis dan memberikan opsi umpan bagi rekan satu tim. Kabarnya, Slot sedikit mengadopsi gaya melatih Pep Guardiola untuk membangun kembali Feyenoord. 

Pemain Kunci

Pola yang sudah dibangun Arne Slot tak bisa berjalan dengan baik tanpa pemain-pemain yang juga memiliki kapasitas untuk itu. Dalam dua musimnya menukangi Feyenoord, Slot selalu memiliki beberapa pemain kunci untuk menunjang skema yang diusung. Contohnya saja Malacia dan Cyriel Dessers yang musim lalu begitu ia andalkan.

Musim ini, ada David Hancko. Ia merupakan bek modern yang memiliki kualitas umpan sangat baik. Karena Slot menginginkan tim membangun serangan dari bawah, Hancko jadi orang pertama yang mengarahkan bola mau ke mana. Menurut statistik, ia berhasil melakukan 4,5 umpan progresif per laga, dengan tingkat kesuksesan mencapai 97%. Itu angka yang luar biasa bagi seorang bek.

Sedangkan di lini tengah, Feyenoord memiliki trio yang hampir tak tergantikan, yakni Quentin Timber, Orkun Kokcu dan pemain pinjaman dari Dynamo Moscow, Sebastian Szymanski. Timber bermain lebih bertahan, sedangkan Kokcu dan Szymanski lebih menyerang. Mereka berdua jadi dalang di balik piawainya Feyenoord membongkar pertahanan lawan melalui akselerasi maupun umpan-umpan terobosannya.

Keduanya juga kerap menjadi pemecah kebuntuan Feyenoord. Kokcu sudah mengemas tujuh gol dalam 15 pertandingan. Sedangkan Szymanski baru enam gol. Sementara itu Feyenoord juga masih memiliki Danilo. Penyerang berusia 23 tahun itu jadi penyumbang gol terbanyak Feyenoord dengan 11 gol di semua kompetisi. Namun, jumlah gol yang merata juga menandakan kalau Feyenoord tak bergantung pada satu pemain untuk urusan mencetak gol.

Ajax yang Belum Stabil

Selain peningkatan performa, ada faktor eksternal yang membuat Feyenoord kokoh di puncak klasemen Eredivisie. Penurunan performa dari pesaing utama mereka, yakni Ajax Amsterdam juga mempengaruhi persaingan Liga Belanda. Semenjak di tinggal Erik Ten Hag, performa Ajax terbilang belum stabil.

Awalnya berjalan dengan baik, tapi dalam lima pertandingan terakhir Ajax belum meraih satu kemenangan pun di liga. Mereka hanya mengantongi empat poin dari 15 poin maksimal yang bisa mereka peroleh. Tampaknya, kepergian beberapa pilar utama, sampai masa adaptasi dari pelatih anyar jadi masalah Ajax musim ini.

Di sisi lain, Feyenoord memanfaatkan situasi ini untuk menyalip Ajax. Feyenoord yang belum terkalahkan di lima pertandingan terakhir pun kini mengumpulkan 37 poin, selisih lima poin dari Ajax yang masih bercokol di urutan ketiga. Yang jadi pertanyaan adalah, mampukah anak asuh Arne Slot mendominasi liga hingga akhir musim nanti?

https://youtu.be/aG5OZU43DIo

Sumber: Football Oranje, Tactic Of, UEFA, Total Football Analysis, Spielverlagerung 

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru