Kesetiaan adalah barang langka di dunia sepak bola. Tidak ada kata “setia” jika uang sudah berbicara. Begitulah yang terjadi hari ini. Diakui atau tidak, tak banyak pemain yang mau bertahan lama di sebuah klub. Meski tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga masih ada.
Era kiwari beberapa pemain sepak bola sering hanya bisa mengatakan setia. Tapi pada kenyataannya, ia berganti klub dalam waktu singkat. Nah, berikut ini beberapa pemain yang ngakunya setia, tapi justru berganti klub. Kebanyakan dari mereka berganti klub dalam waktu singkat. Siapa saja pemain-pemain tersebut?
Daftar Isi
Cesc Fabregas
Saat usianya masih muda, Cesc Fabregas dibeli Arsenal dari Barcelona pada tahun 2003. Kala itu, pemain yang kini berseragam Como masuk ke skuad Arsenal U-18. Ia naik ke tim utama Arsene Wenger pada tahun 2004. Fabregas menemukan tempat terbaiknya di Emirates.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media CNN, sebagaimana pula dikutip The Guardian, Cesc Fabregas pada tahun 2008 mengatakan ingin bertahan di Arsenal selama mungkin. Bahkan Fabregas berdalih akan menghabiskan sisa kariernya di Arsenal. Saat itu, kontrak Fabregas akan kadaluarsa pada tahun 2014.
On this day in 2008: Cesc Fabregas was appointed Arsenal captain at the age of 21, replacing William Gallas. He was the club’s second youngest ever captain. #afc
©️ @cesc4official pic.twitter.com/XSfSWS5qmt
— afcstuff (@afcstuff) November 24, 2022
“Saya senang di sini (Arsenal). Semuanya berjalan dengan baik. Saya punya teman di klub (Arsenal),” kata Fabregas.
Fabregas menegaskan dirinya sangat nyaman tinggal di Emirates. Apalagi para penggemar sudah sangat menyukainya. Fabregas pun menegaskan, ia akan kembali ke Spanyol jika tak lagi diinginkan di Arsenal.
Namun, tiga musim setelah Fabregas mengatakan itu, ia memilih hengkang dari Arsenal. Ia yang menyatakan sendiri nyaman di Arsenal, ternyata kenyamanan itu tidak sepenuhnya ia dapatkan. Tahun 2011 Fabregas memilih kembali ke Spanyol merapat ke Barcelona.
Ada sejumlah alasan mengapa ia akhirnya pergi meski mengaku akan setia pada Arsenal. Selain lantaran hubungan rumit dengan rekan-rekannya, Fabregas mendapat tekanan dari publik Arsenal. Tekanan agar memenangkan trofi bahkan membuatnya seperti lagunya Rhoma Irama: tak dapat tidur.
#OTD in 2011: Arsenal announce club captain Cesc Fabregas has left the club to join Barcelona. Fabregas joined Arsenal as a teenager and played 306 games for Arsenal in total contributing 59 goals and 92 assists. pic.twitter.com/JS5qACk6MY
— Throwback Arsenal (@ThrowbackAFC) August 15, 2019
Luis Figo
Salah satu perpindahan pemain yang mengaku setia paling mencengangkan adalah Luis Figo yang membelot ke Real Madrid. Ketika berseragam Barcelona, Figo mengatakan bahwa dirinya akan bertahan di Camp Nou untuk musim panas tahun 2000.
Figo bahkan menolak beberapa tawaran dari klub-klub yang meminatinya. Salah satunya dari Lazio yang berniat menggajinya dua kali lipat. Selain itu, Manchester United yang meminatinya juga gagal mendatangkan Figo karena harga yang terlampau mahal.
Would you pay €19m in year 1999 for Luis Figo to stay at Barcelona. pic.twitter.com/PHrnLDfuYp
— Premtards Exposed (@premtards) October 12, 2020
“Saya tidak memikirkan berapa uang yang saya hasilkan. Saya merasa berhutang kepada Barcelona atas semua yang mereka berikan kepada saya,” kata Figo dikutip RTE.
Figo tampak meyakinkan bakal bertahan di Barcelona. Namun, pada musim panas 2000, ia justru merapat ke Real Madrid. Tentu saja, berita transfernya menggegerkan banyak orang. Bukan hanya karena ia pindah ke klub rival, tapi diduga ada kejanggalan pada transfer Figo.
Rumornya Figo telah menjalin kerja sama pra-kontrak dengan Florentino Perez. Apabila Perez terpilih sebagai presiden Real Madrid, Figo akan merapat ke sana. Hal itu dibantah oleh pihak Figo yang mencapnya sebagai berita bohong.
Figo tetap pindah ke Real Madrid pada 24 Juli 2000. Ketika kembali lagi ke Camp Nou dengan berseragam Real Madrid, sebuah kejadian tak terlupakan terjadi. Makian untuk Figo terlontar dari penggemar Barcelona. Tidak hanya itu, kepala babi juga dilempar ke pinggir lapangan.
On this day in 2002, Barcelona fans threw a pig’s head at Luis Figo before he took his corner at the Camp Nou 😳
Figo left Barca for Real Madrid two years earlier. pic.twitter.com/j3ZgOQ85dW
— B/R Football (@brfootball) November 23, 2021
Ricardo Kaka
Pemain Brasil peraih Ballon d’Or 2007, Ricardo Kaka juga pernah mengaku setia pada sebuah klub. Tahun 2009, ia meyakinkan penggemar AC Milan bahwa dia akan bertahan. Walaupun muncul ketertarikan dari Real Madrid.
Klub kaya baru, Manchester City juga berminat memboyong Ricardo Kaka. Tak sepele, klub yang baru dibeli Sheikh Mansour itu menawar Kaka seharga 100 juta euro (Rp1,6 triliun). Akan tetapi, semua tawaran itu ditolak oleh Kaka.
An Appreciation Thread for my Favourite Brazilian Footballer — Ricardo Kaká.
The Brazil playmaker was recognised as such at the 2007 Ballon d’Or ceremony, beating Cristiano Ronaldo & Lionel Messi — two players who would dominate the awards for the next decade — by a huge margin. pic.twitter.com/LFd22HYKfK
— Y. (@BlancoYash) May 14, 2020
“Saya katakan sekali lagi, saya tidak akan meninggalkan Milan. Kepada seluruh penggemar Rossoneri, saya mengatakan keputusan yang saya buat, bahwa saya ingin bertahan,” kata Ricardo Kaka.
Namun, pernyataan Kaka itu sepertinya sekadar lip service. Sebab, kurang dari sebulan ia justru pindah ke Real Madrid. Pemain Brasil itu dibeli Los Galacticos seharga 67 juta euro (Rp1,1 triliun). Tapi ternyata penjualan Kaka ke Real Madrid berlangsung diam-diam. Bahkan tidak sepengetahuan Kaka.
Ia mendadak dijual AC Milan ke Real Madrid saat dirinya menjalani tugas di tim nasional. Klub berjuluk il Diavolo Rosso itu terpaksa menjual Kaka karena tengah mengalami krisis finansial. Sang agen, Gaetano Paolillo meyakinkan semua orang bahwa Kaka memang ingin bertahan, kepindahannya ke El Real bukan karena uang.
On this day in 2009, Real Madrid signed Ricardo Kaka from AC Milan for €67 million.
👤 Apps : 120
⚽️ Goals : 29
🎯 Assists : 39
🏆 Trophies : 2 pic.twitter.com/YP93rZjfIz— Real Madrid Xtra (@RealMadridXtra) June 8, 2020
Luis Suarez
Luis Suarez pernah mengisi hati para penggemar Liverpool. Ia seketika menjadi idola di Anfield berkat penampilannya yang memukau. Oleh sebab itu, Liverpool memperpanjang kontraknya. Pada Bulan Desember 2013, Suarez menandatangani kontrak baru.
Ia merasa keputusannya tepat. Suarez tidak peduli apakah Liverpool akan lolos ke Liga Champions atau tidak. Pemain Uruguay itu telanjur nyaman di Liverpool. Kenyamanan itulah yang membuatnya bisa menikmati kehidupan dan tentu saja sepak bola.
On this day in 2014, Luis Suarez officially joined Barcelona for £75m.
Liverpool spent the money on Balotelli, Lallana, Lovren, Markovic, Moreno, Can, Lambert, Origi and Manquillo, going on to finish 6th.
If you could go back, how would you have spent it? Or made Suarez stay? pic.twitter.com/mKppXmZEZG
— Anfield Edition (@AnfieldEdition) July 11, 2022
Padahal ketika itu, Suarez mendapat tawaran fantastis dari Arsenal. Namun, ia menolaknya. Suarez memilih tetap berseragam Liverpool dan turut andil dalam pasukan Brendan Rodgers meraih tiket ke Liga Champions. Suarez menyenangkan penggemar pada Maret 2014 dengan bilang, ia akan bertahan di Liverpool apa pun yang terjadi.
Namun, selepas Piala Dunia 2014, Suarez justru pindah ke Barcelona. Ia pindah pada Juli 2014 dengan mahar 75 juta euro (Rp1,2 triliun). Tapi, kala itu Suarez sedang diskors tak boleh bermain selama empat bulan karena menggigit Chiellini di Piala Dunia 2014. Ia baru bisa bermain untuk Barcelona pada Oktober tahun itu.
Kepindahan Suarez disinyalir karena tak betah dengan media Inggris. Menurutnya, media Inggris terlalu berlebihan menanggapi kasus gigitannya di Piala Dunia. Hal itu sempat membuat Suarez menangis. “Alasan saya pergi karena keluarga dan citra saya. Saya tidak merasa nyaman lagi di sini (Liverpool),” kata Suarez.
Emmanuel Adebayor
Pada Mei 2009, Emmanuel Adebayor menegaskan akan bertahan di Arsenal. Meski AC Milan dan Chelsea tertarik untuk merekrutnya. Adebayor mengatakan ke penggemar bahwa Arsenal telah mengubah hidupnya. Berkat The Gunners pemain Togo itu bisa menjadi striker yang hebat.
Emmanuel Adebayor: “Arsene Wenger played a big part in my career. He took me and made me a better player.” pic.twitter.com/gNk64qEXsp
— Squawka Live (@Squawka_Live) April 18, 2016
Ia pun dengan tegas mengatakan bakal membantu Arsenal sepenuh hati. Membayar segala yang diberikan klub dengan sebuah trofi. “Jika dia (Arsene Wenger) mengatakan kepada saya bahwa dia tidak mengandalkan saya, saya akan pergi. Namun, jika sebaliknya, saya akan bertahan,” kata Adebayor.
Namun, hanya dua bulan setelah ia bilang akan bertahan, Adebayor justru pindah ke Manchester City. The Citizens memboyongnya seharga 29 juta euro (Rp484 miliar) pada Juli 2009. Sebuah spekulasi pun muncul. Disinyalir kepindahan Adebayor ke City hanya karena uang.
“@HotspurRelated: On this day in 2009 Emmanuel Adebayor joined Manchester City from Arsenal for 25 Million. #THFC pic.twitter.com/dhZMf6k8vu”
— Oluwashina Okeleji (@oluwashina) July 19, 2013
Sang pemain membantah hal itu. Dilansir Reuters, pemain Togo itu menyegel kesepakatan dengan City bukan karena uang. Baginya, alasan kepindahan ke City karena uang adalah berita yang tidak benar. “Jika karena uang saya akan memilih Barcelona dan AC Milan,” kata Adebayor.
Dimitar Berbatov
Barangkali dari pemain-pemain tadi, Dimitar Berbatov adalah yang paling lucu. Ia pernah berselisih dengan agennya sendiri, Emil Dantchev. Sang agen mengatakan pemain Bulgaria itu bisa pindah ke klub yang lebih besar dari Tottenham Hotspur, misalkan ke Chelsea atau Manchester United, atau bahkan Manchester City yang meminatinya.
Namun, pada Januari 2008, Berbatov mengkritik agennya. Bahwa ia bersikeras tidak akan meninggalkan Tottenham Hotspur. Kendati manajer Spurs kala itu, Juande Ramos bisa saja menjualnya dengan harga 31 juta poundsterling (Rp586 miliar) kepada para peminat.
Dimitar Berbatov says Tottenham Hotspur was the perfect football club for him. #COYS pic.twitter.com/1U5yz1YKsW
— Talking THFC (@TalkingTHFC) November 22, 2016
“Saya adalah pemain Tottenham dan saya berusaha memberikan yang terbaik untuk klub. Saya senang ketika bermain dengan baik dan sedih ketika kalah,” kata Berbatov dikutip Standard.
Akan tetapi, pada bursa transfer musim itu, Berbatov justru pindah ke Manchester United. Ia dibeli MU dengan harga 38 juta euro (Rp635 miliar). Diketahui Berbatov memang hanya menginginkan pindah ke Manchester United. Bahkan saat sang agen menawari untuk pindah saja ke Manchester City, Berbatov justru memaki agennya.
Sumber: TheGuardian, SkySports, BR, 90Min, France24, TIA, Goal, Reuters, DailyMail, Mirror, Standard, RTE


