Kunci Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022

spot_img

Argentina champions of the world again… at last.” Suara Peter Drury memekik setelah tendangan Gonzalo Montiel tak bisa dibendung Hugo Lloris. Stadion Lusail pun bergemuruh. Argentina meraih trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya.

Sementara itu, Prancis gagal meraih trofi Piala Dunia ketiganya. Pasukan Deschamps takluk melalui adu penalti dengan skor 4-2. Dua penendang Les Bleus tidak tuntas melaksanakan tugasnya. Bagi Argentina, tentu saja ini adalah kemenangan yang sangat istimewa.

Setelah 36 tahun menanti, akhirnya trofi Piala Dunia mampir lagi ke Buenos Aires. Piala Dunia kali ini juga menjadi sangat istimewa bagi Lionel Messi. Ini bisa jadi penutup sempurna karier La Pulga, karena mungkin saja ia tak akan mengikuti Piala Dunia edisi berikutnya.

Kekalahan Prancis sebetulnya bukan karena mereka main jelek, melainkan karena Argentina bermain lebih baik saja. Terlepas dari itu berikut ini adalah kunci kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022.

Lebih Siap untuk Menang

Sebelum Argentina memenangkan Piala Dunia 2022, Starting Eleven sebetulnya sudah cukup sering membahas tim ini. Dari mulai perkembangannya di tangan Scaloni, sampai yang teranyar ketika semerbak aroma juara Piala Dunia itu mulai tercium. Kamu bisa menonton video itu sebelumnya.

Tanpa mengerdilkan Timnas Prancis, Argentina sendiri memang jauh lebih siap untuk menang. Albiceleste sudah lebih dulu melakukan gladi resik di Lusail Stadium dengan emosi dan ketegangan yang nyaris sama. Sebelum bersua Tim Ayam Jantan, Tim Tango sudah lebih dulu menghadapi Belanda.

Situasinya hampir sama persis dengan pertandingan di final. Argentina unggul lebih dulu untuk kemudian dibalas oleh dua gol Wout Weghorst jelang menit-menit akhir. Nah, di laga final, Argentina unggul lebih dulu dua gol, lantas disamakan oleh Kylian Mbappe.

Argentina melakukan hal yang sama seperti ketika menghadapi Belanda. Armada Albiceleste bangkit di babak adu penalti. Pengalaman pasukan Scaloni melakoni babak adu penalti akhirnya terbukti. Sementara itu, mohon maaf, Prancis sebelumnya tak punya pengalaman di babak adu penalti.

Jalan pasukan Les Bleus ke final sangatlah mulus. Jangankan sampai ke adu penalti, pasukan Didier Deschamps bahkan bisa mengalahkan lawannya cukup dengan waktu 90 menit di setiap laga di fase gugur. Dengan kata lain, Argentina memang jauh lebih siap untuk menang. Mereka sudah merasakan pahit getirnya setiap laga di Piala Dunia.

Mentalitas

Tak dimungkiri, final Piala Dunia 2022 menyuguhkan pertandingan yang sangat seru dan fantastis. Meski kedua tim memasuki laga dengan cara dan sikap yang berbeda. Argentina bermain dengan mental, keberanian, serta nyali. Sedangkan Prancis bermodal kepercayaan diri.

Namun, dalam hal ini, kita perlu memuji bagaimana mentalitas skuad Argentina. Pasukan Lionel Scaloni, diakui atau tidak, mempunyai mentalitas yang sudah teruji di laga-laga sebelumnya.

Armada Albiceleste mengawali Piala Dunia 2022 dengan cara yang buruk. Tim Tango bertekuk lutut di hadapan Arab Saudi. Di laga itu, setelah sempat unggul lebih dulu, Argentina justru kena comeback dan berakhir kekalahan. Namun, setelah itu Argentina bisa bangkit.

Ini membuktikan bahwa meski memiliki awal yang buruk, Argentina bisa mengatasi situasi itu. Yang begini, kalau tak punya mentalitas, Argentina bisa angkat koper lebih dulu. Pun ketika menghadapi Belanda. Mentalitas mereka tetap terjaga sampai babak adu penalti.

Hal yang sama juga ditunjukkan Argentina di final. Bahwa mentalitas mereka tetap terjaga. Legenda sepakbola Newcastle United, Alan Shearer juga mengamini hal itu.

“Argentina terus berjalan dan mereka menunjukkan mentalitas, keyakinan, dan keberanian dalam pertandingan terbesar dalam hidup mereka,” kata Alan Shearer dikutip The Telegraph.

Bekerja Keras

Bagi yang menonton pertandingan final Piala Dunia 2022, mereka akan percaya hal ini. Ya, Argentina tampil sangat ngotot. Determinasi setiap pemainnya hampir tak terbendung. Kerja keras setiap pemain terlihat sekali di laga ini.

Para pemain Argentina bermain seolah-seolah kalau tidak juara adalah dosa besar. Mereka mengejar bola, merebut bola, dan terus bergerak. Para punggawa Argentina memperlihatkan dinamisme permainan di lapangan. Hal yang juga diamini oleh pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

“Dalam 70 menit kami menghadapi lawan yang bermain sangat agresif dan dinamis. Sedangkan kami tidak berada di level yang sama,” kata Didier Deschamps dikutip The Telegraph.

Seseorang yang pernah menghadapi Messi di dua final Liga Champions, Wayne Rooney menggambarkan bahwa skuad Argentina adalah kelas pekerja. Rooney bilang begitu lantaran para pemain Argentina adalah orang-orang yang keras kepala, sulit dikalahkan, dan berjuang mati-matian.

“Mereka berjuang untuk Messi. Berjuang untuk tetap dalam permainan, karena mereka tahu jika mereka melakukannya, kapten mereka akan memenangkannya. Mereka adalah tim penjilat yang tidak tahu bagaimana mengalah,” kata Wayne Rooney.

Lionel Scaloni

Rakyat Argentina dan seluruh penggemar Tim Tango di seluruh dunia mestilah berterima kasih pada Lionel Scaloni. Duetnya dengan idolanya Lionel Messi, Pablo Aimar di kursi pelatih telah banyak memberikan perubahan. Terlebih lagi, memang selama ini Argentina tidak memiliki pelatih yang istimewa.

Lionel Scaloni pun awalnya demikian. Pada Piala Dunia 2018, ia hanyalah asisten Jorge Sampaoli. Kariernya sebagai pelatih juga tidak mentereng. Sebagai pemain juga gitu-gitu saja. Tapi ia berhasil mereparasi skuad Albiceleste.

Scaloni merombak total armada Albiceleste. Para pemain uzur ia singkirkan. Pemain muda ia panggil. Enzo Fernandez jadi salah satu bukti bagaimana Scaloni menaruh kepercayaan pada pemain muda. Sebab itulah yang mesti dilakukan pelatih-pelatih Argentina sebelumnya.

Kualitas manajerial dan taktiknya tak diragukan lagi. Sebelum Piala Dunia 2022, ia telah mengantarkan trofi Copa America dan Finalissima untuk Argentina. Tidak hanya sekadar melatih. Scaloni juga mengambil peran sebagai sosok penenang di skuad Argentina.

Ketika pemain kehilangan kesabaran dan rasa frustrasi menguasai mereka, Scaloni akan turun tangan. Ia akan tetap memastikan timnya kompak dan para pemain fokus pada pertandingan. Hal yang sama juga terjadi di laga final Piala Dunia 2022.

Nicolas Tagliafico mengatakan, timnya bermain dengan sangat tenang, meski gol-gol Mbappe tampak bisa merobohkan mental. Ketenangan itulah yang pada akhirnya membuat para pemain Argentina lolos dari jeratan penderitaan yang selama ini mereka alami di Piala Dunia 2022, termasuk di partai final.

Efektivitas Permainan

Prancis sekali lagi, tidak jelek dalam segi permainan. Hanya saja Argentina bermain lebih baik. Permainan Argentina jauh lebih efektif. Hebatnya lagi, mereka tidak bermain menunggu, membiarkan Prancis menguasai bola untuk kemudian lakukan serangan balik.

Yang dilakukan Argentina adalah bermain penguasaan bola tapi lugas. Permainan Scaloni, terutama di babak pertama tidak bertele-tele. Angel Di Maria salah satu aktor di pertandingan ini. Di babak pertama doi membuat sisi kanan pertahanan Prancis seperti ayam jantan yang terkena flu burung.

Peluang pun lebih sering tercipta dari sisi Argentina. Babak pertama, Argentina melepaskan 6 tembakan dan 3 di antaranya on target. Sebaliknya, Prancis kepayahan di babak pertama. Prancis bahkan menciptakan rekor sebagai tim pertama yang tidak melepaskan tembakan di babak pertama di final Piala Dunia sepanjang sejarah.

Efektivitas permainan Argentina juga ditunjukkan dengan serangan balik yang mematikan. Tercatat di Sofa Score, Argentina melakukan 2 kali tembakan dari serangan balik dan satu di antaranya berbuah gol. Selain Di Maria, Alexis Mac Allister juga jadi pemain kunci di laga ini.

Pemain Brighton itu tampil spartan. Selain melepas dua tembakan, Allister juga memenangi duel. Dari 9 kali duel darat, ia memenanginya 6 kali. Akhirul kalam, melihat faktor-faktor tadi, bagaimanapun Argentina memang layak untuk menang dan menjadi juara di Piala Dunia 2022. Good job, Albiceleste!

https://youtu.be/nFDi-5rMHRU

Sumber: DhakaTribune, Reuters, NPR, TheDailyStar, HindustanTimes, AlJazeera, TheAthletic, MSCFootball, TheAnalyst, SofaScore

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru