Piala Dunia 2022 sudah mendekati akhir. Cerita dan semua drama yang tersaji di Qatar sebentar lagi akan usai. Dua tim yang akan bertarung di final sudah ditentukan. Argentina dan Prancis akan saling sikut untuk dapat gelar raja sepak bola dunia. Duel final ini juga bisa dilihat sebagai generasi lama melawan generasi baru.
Daftar Isi
Era Baru Muncul?
Ya, Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Yang satu sudah kita kenal bertahun tahun lamanya sebagai pemain terbaik yang pernah ada. Yang satunya lagi pemain muda yang berusaha merebut mahkota GOAT dari Messi dan Ronaldo. Duel Argentina vs Prancis ini akan menentukan apakah sang raja masih berkuasa, ataukah pewaris tahta akan merebutnya.
Mbappe sendiri menyadari hal ini. Ia terang-terangan mengatakan bahwa generasi Messi sudah habis. Mbappe mengatakan bahwa generasi baru yang ia wakili akan muncul.
“Saya selalu berkata, bahwa saya bermimpi akan segalanya. Tidak ada batasan. Jadi tentu saja, ini adalah generasi baru. Dan untuk Ronaldo dan Messi, kalian sudah tamat. Kita harus mencari sosok legenda yang baru.” Ungkapnya dikutip dari New York Times.
Itu adalah pernyataan yang berani bahkan bagi seorang superstar seperti Mbappe. Legenda Inggris, Wayne Rooney bahkan sampai kaget mendengarnya. Ia berkata bahwa itu adalah “ego terbesar yang pernah ada”. Rooney juga mengingatkan kepada pemain berusia 23 tahun itu bahwa “Messi di usia 26 tahun sudah memenangkan empat Ballon d’Or”
“Sepak bola Amerika Latin Buruk”
Selain komentar itu, Mbappe pernah berkomentar buruk soal sepak bola di benua Amerika Selatan. Beberapa bulan yang lalu, ketika masih menjalani fase kualifikasi Piala Dunia 2022, Mbappe pernah berkata bahwa level sepak bola Amerika Selatan berbeda dengan di Eropa.
“Di Amerika Selatan, sepak bola tidak semaju seperti di Eropa. Kami berada di level yang berbeda. Itulah kenapa kalau dilihat kebelakang, yang menjuarai Piala Dunia akhir-akhir ini adalah negara Eropa.”
Dari pernyataan itu, Mbappe menyinggung bagaimana negara Amerika latin akhir-akhir ini tidak bisa bersaing di Piala Dunia. Terakhir kali negara dari Amerika Selatan juara Piala Dunia adalah di tahun 2002. Waktu itu Brasil yang berisikan Ronaldo, Ronaldinho, dan pemain legenda lainnya mengalahkan Jerman di final.
Mbappe juga berbicara soal ketatnya persaingan kompetisi di antara benua Eropa dan Amerika Selatan. Ia berpikiran bahwa Eropa punya kompetisi yang lebih ketat. Itu yang membuat tim di Eropa seperti Prancis selalu siap. Sedangkan tim dari Amerika Selatan, bahkan seperti Brasil dan Argentina tidak berada di level yang sama.
“Keuntungan yang kami punya disini adalah, di Eropa kami selalu bermain di kompetisi dan pertandingan-pertandingan dengan level tertinggi. Kami datang dengan kesiapan dan Brasil dan argentina tidak memiliki itu.”
Messi Balas Omongan Mbappe
Mendengar komentar itu, Messi tentu tidak terima. Ia berkata perkataan Mbappe itu tidak masuk akal. Messi menganggap bahwa pertandingan yang dijalani di Amerika Selatan justru lebih punya tantangan.
“Saya sering membicarakan hal itu ketika masih bermain di Spanyol. Kamu tidak tahu betapa sulitnya menjalani pertandingan di Amerika Selatan. Untuk bisa lolos kualifikasi Piala Dunia di zona Amerika Selatan adalah hal yang sulit. Dimana kita harus bermain di cuaca yang panas dan jarak antar negara yang berjauhan.”
Penjaga gawang nomor satu Argentina, Emiliano Martinez juga ikut membalas komentar Mbappe. Baginya, bermain di kualifikasi zona Eropa lebih mudah karena jarak antar negara sangat dekat. Sedangkan di Amerika Selatan, harus menempuh berjam-jam perjalanan menggunakan pesawat yang melelahkan.
“Ketika kami bermain untuk tim nasional, kami tidak punya banyak waktu untuk latihan. kami sering kali kelelahan di perjalanan. Sedangkan misalkan di Inggris, kalian hanya perlu menempuh perjalanan tidak lebih dari setengah jam. Coba anda pergi ke Bolivia, Kolombia, dan Ekuador apa masih bisa bilang mudah?”
Sementara itu, Argentina telah membuktikan omongan Mbappe salah. Messi CS telah berhasil melangkah sampai final Piala Dunia 2022. Untuk sampai di final ini, Argentina juga sudah mengalahkan tim Eropa. Seperti Kroasia di semifinal dan Belanda di perempat final.
Ramalan Guardiola Akan Terbukti?
Selain itu, perjalanan Argentina yang baik di turnamen ini ternyata sudah diprediksi oleh Pep Guardiola. Argentina memang merupakan negara unggulan di Piala Dunia 2022 ini. Tapi manajer berkepala plontos itu yakin bahwa Messi akan mengangkat piala itu pada akhirnya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Julian Alvarez, yang merupakan pemain Manchester City sekaligus bomber Albiceleste.
“Suatu hari, Pep dan para pemain pernah berdiskusi tentang siapa yang akan menjuarai Piala Dunia tahun ini. Saya tidak berbicara apa-apa, tapi banyak yang memprediksi bahwa Portugal, Prancis, dan negara eropa lainnya yang berpeluang memenangkan Piala Dunia. Lalu Pep berkata ‘kalian tahu siapa yang paling punya peluang?’ Lalu dia tidak berkata apa apa dan hanya menunjuk ke arah saya” Ungkap Alvarez dikutip dari Marca.
Guardiola tentu tidak asing lagi dengan para pemain Argentina. Selain melatih Alvarez di Manchester City, ia pernah menempa kapten Argentina saat ini, Lionel Messi. Bersama Messi, Guardiola menjalani masa-masa terbaiknya sebagai pelatih. Begitu juga sebaliknya untuk Messi.
Messi memang menampilkan performa luar biasa di Piala Dunia kali ini. Meskipun usianya sudah tidak muda, dan ini adalah Piala Dunia terakhirnya. Tapi ironisnya, bisa dibilang Piala Dunia 2022 ini adalah performa terbaiknya selama 5 kali ia ikut turnamen ini.
Meskipun begitu, laga di final nanti tetap tidak akan mudah. Olivier Giroud, yang baru saja menjadi top scorer sepanjang masa Prancis, memberikan peringatan kepada Messi. Ia berkata bahwa Prancis siap melakukan segala cara untuk menghentikan Messi nanti.
“Messi adalah pemain yang luar biasa, tapi kami tidak akan membiarkan ia menikmati malam nanti. Kami akan lakukan segala cara untuk menghentikannya. Tapi masalahnya, tim Argentina tidak hanya berisi Messi. Dan itu yang membuat mereka kuat.”
Messi atau Mbappe
Aurelien Tchuomeni, gelandang berbakat yang curi perhatian di musim ini juga berkata bahwa mereka siap karena mereka punya Mbappe. Ia menambahkan bahwa baginya, Mbappe adalah yang terbaik dan ia akan membuktikannya di final nanti.
“Bagi saya, Kylian adalah yang terbaik. Dan dia akan membuktikannya di final nanti. Kami akan membuat rencana karena kami tahu Messi akan ada disana.”
Berbeda dengan Tchouameni yang terkesan seolah meremehkan Messi, Griezmann tidak mau melakukan hal yang sama. Ia yang pernah satu tim dengan Messi tahu seberapa hebat pemain itu.
“tim manapun yang punya Messi di dalamnya berada di level yang berbeda. Kami telah melihat bagaimana Argentina bermain. Mereka seperti tim yang susah untuk dilawan dan saat ini performa mereka sedang baik.”
Akan tetapi, Prancis juga bukannya bisa diremehkan. Mereka punya susunan tim yang baik. Seperti Griezmann dan Giroud yang akhir-akhir ini tampil sangat gacor di atas lapangan. Belum lagi Mbappe dengan kelincahan dan kecepatannya yang mematikan.
Tapi Argentina dan Messi punya motivasinya sendiri yang tidak kalah kuat. Empat tahun lalu, mereka pernah dikalahkan oleh Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Di tahun itu, Messi dibuat tak berkutik oleh N’Golo Kante.
Tapi kali ini meskipun Kante tidak hadir, Prancis masih punya Giroud. Ia bisa melakukan hal yang sama seperti ia lakukan terhadap Sofyan Amrabat di laga melawan Maroko. Amrabat mengaku sampai memohon Giroud untuk berhenti mengikutinya sepanjang pertandingan.
Sumber referensi: Times, Marca, Express, Goal, Mirror, Daily


