Dibela Messi, Mac Allister Contoh Sukses Perantau Irlandia di Argentina

spot_img

Tentu masih dalam ingatan, ketika Argentina kalah melawan Arab Saudi di babak Grup Piala Dunia 2022. Argentina kemudian bergegas mengubah komposisi pemainnya kala melawan Meksiko. Di situ muncul nama Alexis Mac Allister. Mendengar nama-nama berbau Britania Raya seperti Mac Allister, membuat rasa penasaran seketika bergejolak. Dari mana sih sebenarnya dia? Apakah ia adalah putra asli Argentina?

Eksodus Orang Irlandia ke Argentina

Setelah dilacak, ternyata ia adalah orang keturunan Irlandia di Argentina. Kalau ditarik ke belakang, asal-usul bagaimana orang Irlandia sampai ke Argentina, disebabkan adanya eksodus besar-besaran antara tahun 1830 sampai 1890. Ketika itu, orang-orang “pirang” Irlandia maupun Skotlandia sekitar kurang lebih 20 ribu sampai 30 ribu orang merantau ke berbagai negara di Amerika Selatan, termasuk Argentina.

Tentu bukan tanpa sebab mereka ujuk-ujuk merantau jauh sampai Amerika Latin. Banyak di antara mereka hijrah karena mencari kehidupan yang lebih baik. Lebih tepatnya, mereka pada zaman itu ingin menghindari keadaan yang tak menentu di negaranya, termasuk konflik maupun kehidupan ekonomi.

Penyebab lain juga ditemukan bahwa eksodus mereka dilandasi oleh kepentingan agama. Mereka menganggap bahwa Argentina lebih terbuka untuk orang Katolik mengekspresikan diri daripada di Irlandia pada waktu itu.

Kemudian lambat laun mereka ini mulai membentuk komunitas dan berbaur dengan masyarakat asli Argentina dengan baik. Banyak pula di antara mereka yang menggantungkan perekonomian dari warga asli Argentina. Hingga kini, menurut The Sun, sudah ada sekitar 1 juta orang Argentina yang memiliki garis keturunan Irlandia.

Banyak Perantau Irlandia Punya Sumbangsih Besar Bagi Argentina

Eksodus tersebut selain dilatarbelakangi banyak faktor, tentu tak lepas dari hubungan baik yang dijalin antar kedua negara. Bahkan hubungan tersebut dalam perjalanannya banyak memberikan manfaat, terutama bagi Argentina.

Peran warga perantau Irlandia tersebut tak jarang menjadi tokoh penting bagi kemajuan Argentina. Di antaranya adalah William Brown, yang merupakan panglima pertama angkatan laut Argentina.

Bahkan Brown juga menjadi pendiri beberapa klub sepakbola di Argentina. Salah satunya Club Almirante Brown, klub divisi dua Argentina. Selain itu, masih banyak klub sepakbola yang didirikan oleh orang keturunan Irlandia di Argentina, salah satunya yang terkenal Velez Sarsfield.

Selain itu, menurut The Sun, orang pertama yang berjasa pada klub bersejarah Argentina seperti Boca Juniors juga merupakan keturunan Irlandia. Ia bernama Paddy McCarthy. McCarthy konon merupakan pelatih pertama Boca Juniors.

Keluarga Mac Allister Punya Rekam Jejak di Sepakbola Argentina

Banyak pula keturunan Irlandia yang menjadi politikus maupun olahragawan. Nah, salah satu contohnya yakni keluarga Mac Allister. Carlos Mac Allister atau bapak dari Alexis Mac Allister, dulunya adalah seorang politikus yang sekaligus merangkap sebagai pesepakbola.

Carlos Mac Allister ini juga diketahui pernah membela Boca Juniors dan merupakan mantan rekan setim Diego Maradona. Bahkan setelah pensiun sebagai pesepakbola, ia sempat diangkat sebagai sekretaris olahraga, di bawah mantan Presiden Argentina waktu itu, Mauricio Macri.

Sering Menjadi Korban Rasial Sampai Dibela Oleh Messi

Ketika banyak orang keturunan Irlandia yang berprestasi, anehnya justru banyak juga hal negatif yang disematkan kepada mereka, termasuk perlakuan rasial. Salah satunya yakni seringkali mereka disebut dengan “Colo” atau Jahe. Hal ini merujuk pada warna rambut orang keturunan Irlandia.

Perlakuan rasial tersebut bahkan masih terjadi hingga sekarang. Generasi terbaru Mac Allister yakni Alexis Mac Allister juga sering mendapat perlakuan tidak mengenakan tersebut. Bahkan ia sempat dibela mati-matian oleh Messi terkait hal itu.

Alexis Mac Allister bercerita bahwa Messi membelanya ketika ia mulai masuk skuad tim senior Argentina. “Ia membela saya dengan mengatakan kepada rekan-rekan setim saya agar tak lagi memanggil saya “Colo”. Karena memang saya risih dipanggil dengan nama itu,” kata Alexis.

Diendus Graham Potter dan Mencapai Final Piala Dunia

Di luar perlakuan rasial tersebut, tak berarti bagi Alexis untuk tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam hal mengolah si kulit bundar. Karirnya sebagai pesepakbola pun tak terganggu akibat tindakan rasial tersebut.

Karir Alexis Mac Allister diawali dengan bergabung di tim Argentinos Junior. Ia memainkan peran kunci dalam mengantarkan klubnya itu promosi dari divisi dua Argentina ke divisi Primera Argentina pada musim 2016/17.

Bakat Mac Allister lantas terendus oleh sampai ke negeri Ratu Elizabeth. Pelatih Brighton waktu itu Graham Potter kesengsem dengan bakatnya. Potter akhirnya benar-benar merekrutnya pada Januari 2017. Kala itu, Brighton hanya perlu merogoh kocek sebesar 8 juta euro untuk mendatangkannya.

Sampai musim ini, meskipun ditinggal sang penemunya Graham Potter, ia tetap menunjukkan performa apiknya dengan total sementara mencetak 5 gol dari 14 penampilannya di Liga Inggris. Penampilan impresif itulah yang membuat Lionel Scaloni menyediakan satu tempat di timnas untuknya berlaga di Piala Dunia 2022.

Bagian dari Perubahan Besar Scaloni

Ia menjadi bagian penting di skuad racikan Scaloni. La Albiceleste tak dipungkiri bersama Scaloni selama Piala Dunia 2022 banyak melakukan perubahan besar. Baik dari segi taktik maupun pemilihan pemain.

Pemain tengah yang bertipe “stylish” seperti Di Maria atau Papu Gomez perlahan mulai ditinggalkan sebagai starter. Scaloni lebih memilih komposisi pemain tengahnya yang bertipe petarung. Kita lihat saja di situ ada Paredes, De Paul, Enzo, maupun Mac Allister.

Siapa menyangka dalam perjalanannya, perubahan besar yang dilakukan Scaloni tersebut ampuh mengantarkan La Albiceleste sampai partai puncak. Bahkan Alexis juga sukses menciptakan gol debutnya ketika membantu Argentina lolos ke fase knockout setelah menang 2-0 atas Polandia.

Masa Depan Mac Allister

Dengan moncernya peran Alexis di timnas, ia otomatis akan menjadi bahan perbincangan para klub besar. Namun menurut Besoccer, Brighton sedang meningkatkan spekulasi masa depannya.

Kini ia masih terikat di Amex stadium hingga 2025. Diperkirakan The Seagulls akan segera memagari Alexis dari buruan tim besar dengan kontrak baru. Sebab pelatih baru Brighton, De Zerbi pun terkesan dan akan mempertahankannya dalam rencana masa depan tim.

Namun di sisi lain, jika dilihat dari prediksi harga valuasinya yang akan naik setelah piala dunia, mungkin saja Brighton akan menjualnya dengan harga tinggi. Menurut Transfermarkt, nilai valuasinya setelah Piala Dunia ini akan meningkat. Dari sekitar 30 juta pounds menjadi 50 juta pounds lebih.

Kisah heroik Alexis dan orang keturunan di suatu negara patut untuk dijadikan contoh. Sebagai kaum minoritas yang terkadang diperlakukan tak adil, namun tetap menjawabnya dengan prestasi. Dan Alexis Mac Allister menjadi contoh sukses orang keturunan yang akan dicatat di buku sejarah Argentina.

Sumber Referensi : thesun, sportingnews, irishmirror, thesun, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru