Theo Hernandez dengan mudahnya menyepak bola ke gawang Yassine Bounou persis ketika laga baru berjalan lima menit. Stadion Al Bayt pun bergemuruh. Sang petahana menunjukkan kualitasnya.
Di babak kedua, lewat proses yang kurang lebih sama. Pemain yang baru masuk, Randal Kolo Muani menggandakan keunggulan Prancis 2-0. Maroko di menit 79 makin tertinggal. Selesai sudah keajaiban Dima Maghrib. Pasukan Walid Regragui terhenti di babak semifinal.
Sementara itu, Didier Deschamps untuk ketiga kalinya membawa Prancis ke final Piala Dunia. Les Bleus akan menantang Argentina yang sudah lebih dulu memesan tiket ke final. Siapa yang akan juara? Kedua tim ini punya tanda-tandanya sendiri.
Daftar Isi
Head to Head
Kedua tim juga sering bertemu. Total, Argentina dan Prancis sudah 12 kali berjumpa. Dari statistik, Argentina mengungguli Prancis dengan 6 kali menang. Sedangkan Les Bleus hanya bisa meraih 3 kali kemenangan. Tiga pertandingan sisanya berakhir sama kuat.
Tentu saja statistik semacam itu bukan patokan. Namun, kekalahan terakhir di Piala Dunia 2018 menjadi kisah pilu tersendiri buat Argentina. Ketika itu, Prancis sudah dilatih Deschamps. Kylian Mbappe yang jadi bintang di laga itu dengan sepasang golnya mampu bikin Messi frustrasi.
Meski ya, La Pulga juga sebetulnya frustrasi dengan pelatihnya sendiri saat itu. Kekalahannya memang tidak telak, hanya 4-3. Namun, pada waktu itu, dinamisme taktik Deschamps yang mengubah ke mode bertahan setelah unggul 4-2, membuat Argentina tak berkutik.
argentina vs france was the best match in 2018’s world cup in russia, now they get a rematch. pic.twitter.com/pyAIKZ8FA6
— — Da⁹⁰ 🇵🇸 (@DigitalAbdullah) December 14, 2022
Namun, sekali lagi, itu adalah kenangan yang sudah lewat. Didier Deschamps pun sudah mewanti-wanti dirinya sendiri dan timnya. Bahwa Argentina yang bakal dihadapi nanti tidak sama dengan Argentina empat tahun lalu.
Perjalanan ke Final
Perjalanan kedua tim ke final juga sebenarnya mulus-mulus saja. Meski kedua tim sama-sama menelan satu kekalahan di fase grup. Prancis setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, memasang para pemain lapisnya di laga terakhir fase grup. Alhasil, pasukan Deschamps pun takluk atas Tunisia 1-0 di pertandingan akhir grup D.
Sebelum itu, Prancis sudah melibas Australia 4-1 dan menaklukkan Denmark 2-1. Lain ceritanya dengan Argentina. Albiceleste justru memberi kesan mereka bakal angkat koper lebih dulu. Sebab di laga awal saja, menghadapi tim gurem Arab Saudi, Argentina takluk 2-1.
Betul bahwa Arab Saudi dilatih Herve Renard, dan kita tidak bisa meremehkan pasukan Pedang Rasulullah itu. Namun, secara kualitas Argentina sejatinya tak pantas untuk kalah. Jika tak bisa menang, minimal imbang.
#FOTO Lionel Messi berjalan keluar lapangan dengan rasa kecewa. Di sisi lain, para pemain Arab Saudi sujud syukur bisa kalahkan Argentina di Piala Dunia 2022.
Foto: AP/Natacha Pisarenko#juaraboladunia #Qatar2022 #Argentina #SaudiArabia #Messi pic.twitter.com/VxffbiLXqO
— detikcom (@detikcom) November 23, 2022
Akan tetapi, mental Argentina tidak hancur begitu saja. Toh, pasukan Scaloni bisa menaklukkan dua lawan sisa di Grup C. Argentina menaklukkan Polandia dan Meksiko, masing-masing dengan skor 2-0. Walau begitu, Argentina kembali kepayahan ketika melakoni fase gugur.
Di babak 16 besar, meski lawannya “hanya” Australia, Argentina cuma menang 2-1. Lalu di babak perempat final, Argentina kembali empot-empotan ketika menghadapi Belanda. Sudah unggul, De Oranje justru bisa menyamakan kedudukan. Untung saja di babak penalti, Argentina bisa menang. Itu pun dengan skor tipis 4-3.
Barulah di semifinal topeng Argentina terbuka. Albiceleste berhasil revans dari Kroasia dengan menaklukkannya 3-0. Di sisi lain, selama fase gugur Prancis tidak pernah merasakan adu penalti bahkan extra time.
Mereka menang mudah 3-1 atas Polandia di babak 16 besar, menang agak sulit 2-1 atas Inggris di perempat final, dan yang terakhir Maroko ditaklukkannya 2-0 di semifinal.
Messi vs Mbappe
Pertandingan final Piala Dunia nanti tak ubahnya pertandingan yang sangat seru. Apalagi akan mempertemukan Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Dua pemain yang sekarang tengah berebut menjadi top skor di Piala Dunia Qatar.
Mbappe sudah mencetak 5 gol dan Messi pun sama. Hanya saja Messi lebih sering terlibat dalam gol, karena La Pulga lebih banyak mengemas asis yakni 3 asis, sedangkan Mbappe baru 2 asis. Jika Messi berhasil mengangkat trofi, perdebatan di dunia sepakbola juga akan berakhir.
Perdebatan soal siapa GOAT yang sesungguhnya. Tapi Mbappe juga tak mau kalah. Ia punya kesempatan untuk meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya. Persis dua hari sebelum Mbappe menginjak usia 24 tahun. Mbappe dan Lionel Messi akan menjadi sorotan di laga ini.
GOLDEN BOOT RACE IS ON‼️
Lionel Messi dan Kylian Mbappe memimpin perolehan gol sementara dengan 5 gol. Disusul oleh Giroud dan Alvarez dengan torehan 4 gol.
Menurut kalian, siapakah yang akan membawa pulang sepatu emas Piala Dunia? 🤔#WorldCup2022 pic.twitter.com/3JEUzSsRof
— Sport77 Official (@Sport77Official) December 14, 2022
Soal Messi, Deschamps memberi catatan khusus. Kata Deschamps seperti dilansir The Athletic, Messi yang akan dihadapi pada final kelak adalah Messi yang berbeda dengan empat tahun yang lalu. Deschamps mengatakan, Messi sudah tampil bagus sejak awal.
Ada perbedaan yang mencolok antara Messi sekarang dengan empat tahun yang lalu. Bagi Deschamps, La Pulga yang empat tahun lalu menghadapi Prancis adalah penyerang tengah murni. Sekarang Messi lebih sering bermain tandem atau di belakang striker.
“Dia (Messi) mengambil bola, berlari dengannya dan terlihat bagus. Kami akan coba melawan ancamannya dan menghentikan pengaruhnya pada permainan,” kata Didier Deschamps.
Pemain Kunci
Sebetulnya, duel final Piala Dunia 2022 bukanlah perihal Mbappe dan Messi saja. Namun, kedua tim memiliki komposisi pemain yang mumpuni. Jika Mbappe dibikin tak bisa bergerak oleh pemain Argentina, Prancis punya alternatif lain. Masih ada Olivier Giroud.
Setelah gagal mencetak sebiji pun gol pada Piala Dunia 2018, Giroud tampil gahar di Piala Dunia 2022. Ia mencetak dua gol saat Prancis menghabisi Australia. Giroud menambah dua gol di babak gugur. Jangan lupakan pula peran Antoine Griezmann.
Griezmann yang seharusnya bisa bersaing meraih Sepatu Emas, tapi justru ia belum mencetak gol. Meski begitu, Griezmann berkontribusi dalam serangan-serangan Prancis.
Tidak hanya memberi makan para striker Prancis, posisinya yang berubah ke lini tengah, juga bisa menjadi palang pintu Les Bleus. Selain itu, tidak ada satu pun pemain yang lebih banyak menciptakan peluang di Piala Dunia 2022 selain Griezmann.
No player has created more chances than Antoine Griezmann at the 2022 World Cup 👏
Magician ✨ pic.twitter.com/ToxmHt51ju
— ESPN FC (@ESPNFC) December 14, 2022
Di satu sisi, Argentina selain punya Messi juga masih memiliki Emiliano Martinez. Sosok kiper yang sangat bisa diandalkan jika laga sampai ke adu penalti. Di lini depan masih terdapat nama Julian Alvarez.
Walaupun tidak dimainkan di dua laga pertama Argentina, namun pemain anyar Manchester City tersebut menjadi starter di empat pertandingan terakhir Argentina. Bahkan tiga di antaranya bisa mencetak gol. Satu golnya memenangkan Argentina saat menghadapi Australia. Sementara brace-nya memberi asuransi tiket final.
4 – Julián Álvarez has scored four goals at World Cup 2022, becoming only the second Argentina player to score four goals at a single edition of the World Cup while aged 22 or under after Gonzalo Higuaín in 2010 (4 goals). Shining. pic.twitter.com/sgCSHSqM8A
— OptaJoe (@OptaJoe) December 13, 2022
Kesempatan dan Pertanda
Pertandingan final nanti menjadi kesempatan bagi kedua tim. Ini adalah kesempatan Prancis untuk back to back juara. Sementara bagi Argentina, ini adalah kesempatan kedua setelah gagal di final tahun 2014. Baik Argentina maupun Prancis sama-sama sedang mengejar gelar Piala Dunia ketiganya.
Maka, kedua tim akan bermain totalitas. Permainan atraktif dan efektif akan ditampilkan. Baik Deschamps maupun Scaloni adalah dua pelatih yang adaptif dalam taktik. Dinamisme taktik keduanya akan diuji ketika dua tim yang cenderung bermain efektif bertemu.
Selain itu, ada tanda-tanda bahwa Prancis akan menyabet juara Piala Dunia 2022. Sepanjang sejarah, Les Bleus tidak pernah gagal meraih trofi Piala Dunia jika satu grup dengan Denmark. Tahun 1998 dan 2018, Prancis satu grup dengan Denmark dan juara. Apakah tahun ini juga begitu?
World Cup preview for Grup D 🇫🇷🇦🇺🇩🇰🇹🇳
Ada Prancis, sang juara bertahan. Denmark yang masih solid, Kuda hitam Tunisia dan Australia.
Gimana prediksi lo? Siapa yang bakalan lolos dari Grup D? pic.twitter.com/2aTNwbtYLH
— Regista (@registaco) November 10, 2022
Namun, Argentina punya pertandanya sendiri. Tahun 2001, Ronaldinho merapat ke PSG, tahun 2002 Brasil juara Piala Dunia. Lalu, pada tahun 2017, Kylian Mbappe merapat ke PSG dan Prancis raih Piala Dunia 2018. Apakah Messi yang merapat ke PSG tahun 2021, akan meraih trofi Piala Dunia 2022?
Halo, Lionel Messi 😏
Ronaldinho: 2001 gabung PSG, 2002 juara Piala Dunia
Mbappe: 2017 gabung PSG, 2018 juara Piala Dunia
Messi: 2021 gabung PSG, 2022 juara Piala Dunia? pic.twitter.com/X5UpsuY4VC— PanditFootball.com (@panditfootball) December 13, 2022
Tidak hanya itu, kegagalan penalti Messi di laga ketiga fase grup menghadapi Polandia juga jadi pertanda lain. Karena di dua edisi Argentina meraih trofi Piala Dunia, pemain andalan mereka tidak bisa mencetak gol di pertandingan ketiga fase grup.
Tahun 1978, ketika Tim Tango juara di rumahnya sendiri, Mario Kempes gagal mencetak gol di pertandingan ketiga fase grup melawan Italia. Lalu, tahun 1986, Diego Maradona gagal penalti dan tidak mencetak gol di pertandingan ketiga penyisihan grup. Jadi, tanda siapakah yang akan berbuah kenyataan?
https://youtu.be/sfXx8jWjMtU
Sumber: CrowdWisdom, NBCSports, NBCLosAngeles, SportingNews, TheAthletic, SI, Reuters, Mirror, Sky


