Argentina, yang sudah menjuarai Piala Dunia sebanyak dua kali. Yaitu di tahun 1978 dan 1986, berhak melaju ke partai final setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 3-0. Sementara Kroasia yang pada edisi sebelumnya mengejutkan publik sampai melaju ke final, kali ini harus puas untuk bertanding di perebutan tempat ketiga.
Perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2022 ini juga tidak kalah mengejutkannya dengan saat Piala Dunia 2018. Kemenangan atas Kroasia ini sekaligus menuntaskan dendam yang harus dibayar sejak Piala Dunia 2018. Saat itu Messi CS dipermalukan dengan skor 3-0 di babak penyisihan Grup D
Bermain di Stadion Lusail, Kroasia sebenarnya menjalankan strategi yang sama saat mereka mengalahkan Brasil, yaitu menguasai bola sejak menit awal. Tapi pertahanan tim tango yang rapat membuat Modric CS kesulitan masuk ke kotak penalti Argentina.
Anak asuh Lionel Scaloni yang justru mendapatkan kesempatan emas lebih awal. Argentina dihadiahi penalti di menit ke-34. Lionel Messi yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Argentina bisa unggul sementara. Mereka kembali beraksi, kali ini Julian Alvarez yang menunjukan kebolehannya dengan membawa bola dari tengah lapangan sebelum mencetak gol di menit ke-39. Membuat Argentina unggul 2-0 di babak pertama.
Masuk ke babak kedua, Argentina tampil lebih percaya diri. Messi yang masih prima memberikan umpan matang ke Alvarez di menit ke-69. Dengan itu Argentina unggul 3-0. Skor tidak berubah sampai peluit panjang dibunyikan.
Daftar Isi
Messi Ternyata Menderita Hamstring
Hasil itu membuat Messi membawa Argentina ke final Piala Dunia kedua mereka. Setelah yang pertama adalah di tahun 2014, Albiceleste kalah melawan Jerman saat itu. Meskipun di pertandingan ini Argentina bisa menang 3-0, tapi bukan berarti tanpa catatan. Kroasia sebetulnya bisa menguasai jalannya pertandingan untuk setengah jam pertama.
Messi bahkan tidak terlihat di menit-menit awal pertandingan. Ia hanya berjalan menunggu rekan setimnya membuka peluang. Belakangan diketahui, cedera hamstring Messi sempat kumat di pertandingan itu. Sekitar menit ke-20, Messi terlihat berjalan sembari sesekali memegangi bagian paha belakangnya.
Ini sempat menjadi momen yang mengkhawatirkan bagi pendukung Argentina, sebab Messi memang punya sejarah cedera Hamstring. Selain itu, Cedera hamstring biasanya membawa petaka bagi para pemain yang menderitanya.
Tapi tidak lama kemudian, semuanya menjadi aman. Messi bisa melanjutkan pertandingan selama 90 menit penuh. Ia bahkan mencetak gol penalti dan memberikan assist, lalu membawa Argentina ke final. Ini jadi pertandingan terbaiknya selama gelaran Piala Dunia 2022.
Misi Balas Dendam yang Tuntas
Seperti yang disebutkan di awal, kemenangan ini tidak hanya membuat Argentina melaju ke final. Tapi juga sekaligus membayar dendam di tahun 2018 dengan tuntas. Ya, Messi CS berada dalam mimpi buruk setelah kekalahan 3-0 melawan Kroasia di fase grup Piala Dunia 2018.
Lionel Scaloni jadi saksi langsung pembantaian itu. Saat itu dirinya masih menjadi asisten pelatih Jorge Sampaoli. Dan kekalahan itu adalah titik terendah tim nasional yang berujung pada kekacauan perjalanan mereka di turnamen tersebut. Argentina nyaris tidak lolos fase grup. Mereka akhirnya kalah di babak 16 besar melawan Prancis.
Turnamen itu juga merupakan comeback Messi di timnas. Pada tahun 2016 ia sempat memutuskan untuk pensiun setelah gagal di tiga final berturut-turut. Setelah mendapatkan dukungan dari warga Argentina, ia kembali memperkuat Argentina untuk Piala Dunia 2018.
Tapi comeback Messi itu bukan cerita yang membanggakan. Bisa dibilang itu adalah comeback gagalnya. Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2018 sangat mengecewakan. Itu seperti momen kehancuran timnas Argentina.
Namun empat setengah tahun kemudian, di pertandingan melawan Kroasia ini, pecinta bola telah menyaksikan Argentina baru yang lahir. Di tahun 2018 dimana perjalanan amburadul Argentina di Piala Dunia yang dihasilkan dari kekalahan atas Kroasia itu. Argentina bisa bangkit dan membayar tuntas skor 3-0 mereka.
Messi Panen Rekor
Selain itu juga, Messi panen segudang rekor di kemenangan Argentina ini. Gol penalti pemecah kebuntuan yang dicetaknya itu adalah gol ke-11 nya di Piala Dunia. Itu artinya Messi sudah resmi menjadi pencetak gol terbanyak Argentina dalam sejarah Piala Dunia. Ia sudah mengungguli Maradona yang mencetak delapan gol di turnamen empat tahunan ini. Messi juga melewati rekor Batistuta yang mencetak 10 gol untuk Argentina di Piala Dunia.
Assist Messi di gol ketiga Argentina juga menjadi rekor bagi La Pulga. Itu adalah assist ke sembilannya dalam ajang Piala Dunia. Menjadikannya sebagai pemain Argentina dengan assist terbanyak di Piala Dunia. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Maradona dengan delapan assist.
Messi juga telah mencetak gol serta assist di empat gelaran Piala Dunia yang ia jalani. Itu artinya, ia adalah pemain pertama yang bisa mencetak gol serta assist di empat edisi Piala Dunia berbeda. Dengan begitu, ia tidak lagi berkecil hati setelah Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi turnamen.
Ada satu lagi rekor yang akan dicetak Messi di Piala Dunia terakhirnya ini. Yaitu jumlah penampilan terbanyak di Piala Dunia. Saat ini, ia sejajar dengan legenda Jerman, Lothar Matthaus dengan 25 penampilan. Dengan Argentina sudah memastikan laga final, Messi akan menjalani laga ke 26 di Piala Dunia. Mengungguli Matthaus sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia.
“Sudah Tertulis Dalam Takdir”
Hanya ada satu hal yang masih kurang dari Messi untuk menjadi GOAT sesunggungnya. Ya, gelar juara Piala Dunia. Sebagaimana Maradona dan Pele telah mendapatkan trofi bergengsi itu. Tinggal satu pertandingan lagi untuk Messi memastikan dirinya pemain terbaik yang pernah ada.
Pemain senior, Zlatan Ibrahimovic yakin bahwa Messi akan menjuarai Piala Dunia tahun ini. Ia bahkan menyatakan bahwa ini sudah tertulis. Ia begitu yakin bahwa Argentina akan keluar sebagai Juara Piala Dunia 2022.
“Saya pikir ini sudah tertulis siapa yang akan menang, dan anda tahu siapa yang saya maksud. Messi akan mengangkat trofi itu pada akhirnya, ini sudah tertulis”
Ibra memang terkesan sangat yakin dengan prediksinya itu. Meskipun begitu, ia tidak menyangkal bahwa apapun bisa terjadi di Piala Dunia. Hal gila dan kejutan bisa saja muncul tiba-tiba di waktu yang tidak bisa diperkirakan.
“Menurut saya ini bukan kejutan. Argentina adalah tim yang bagus bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Namun, jelas ini Piala Dunia dan semuanya bisa terjadi”
Selanjutnya, Argentina akan menghadapi pemenang antara laga Prancis melawan Maroko. Tim singa atlas, Maroko tidak bisa diremehkan. Mereka bisa sampai ke babak semifinal setelah mengalahkan para raksasa Piala Dunia. Untuk itu, mereka mendapatkan julukan “si pembunuh raksasa”.
Sementara Prancis juga tim yang tak kalah kuat. Bahkan di atas kertas, Prancis adalah tim yang jauh lebih kuat dibanding Maroko. Mereka punya misi untuk membuat sejarah dengan back-to-back juara. Tapi sebagaimana kata Zlatan, ini Piala Dunia dan semuanya bisa terjadi.


