Sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung, Messi telah mengumumkan untuk pensiun dari tim nasional. Ini jadi berita yang menggemparkan semua orang, karena Argentina jelas masih butuh Messi di Piala Dunia 2018. Tapi kegagalan-kegagalan Messi selama berseragam putih biru Albiceleste membuatnya putus asa.
Dan rentetan kekecewaan yang diderita sebelumnya bersama Argentina memaksa Messi untuk pensiun. Meskipun ia memutuskan comeback tak lama setelahnya untuk memperkuat Argentina di Piala Dunia 2018.
On this day in 2016, Lionel Messi retired from international football after Argentina lost the #CopaAmerica final 💔
Five years later, he’s back and trying to win his first major tournament with his country 🇦🇷 pic.twitter.com/MOvVM4tZXM
— GOAL (@goal) June 26, 2021
Daftar Isi
Piala Dunia 2014
Rentetan kekecewaan Messi berawal dari Piala Dunia 2014. Di Piala edisi ini, Argentina sangat diunggulkan untuk menang. Tentu saja selain tim tuan rumah, Brasil. Tapi juga Argentina punya semua kualitas untuk bisa memenangkan pertandingan. Dari Piala Dunia yang digelar di dekat kampung halaman, sampai susunan tim yang berisikan pemain bintang.
Ditambah, Messi kini berada di puncak performa terbaiknya. Barcelona memang sedang paceklik trofi di musim itu. Namun, dari segi permainan dan kedewasaan, Messi jelas lebih siap dibanding Piala Dunia edisi sebelumnya di tahun 2010. Di Piala Dunia 2014 ini, ia bahkan didapuk sebagai kapten Albiceleste. Menggantikan Javier Mascherano memimpin rekan-rekannya di atas lapangan.
Argentina ditempatkan pada grup yang cukup mudah. Yaitu pada grup F yang berisikan Nigeria, Bosnia, dan Iran. Tentu saja argentina bisa melewati fase grup dengan mudah. Tapi bukan tanpa aksi heroik Messi. Ia mencetak brace di pertandingan melawan Nigeria dan masing masing satu gol ketika melawan Bosnia dan Iran.
Ia membawa performa baiknya itu ke fase berikutnya di babak gugur. Ia memberikan assist penting untuk kemenangan Argentina atas Swiss di babak 16 besar. Dan menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor babak adu penalti melawan Belanda di semifinal. Messi pun sukses untuk pertama kalinya membawa Argentina sampai ke final Piala Dunia.
Kecewa di Final
Dan di partai final inilah, dirinya harus menghadapi Jerman. Partai final ini dilabeli dengan pertandingan bertajuk pemain terbaik melawan tim terbaik. Ya, tidak mungkin hilang dari ingatan bagaimana Jerman bisa melumat habis Brasil di depan pendukungnya sendiri dengan skor 7-1. itu lah kenapa Jerman disebut sebagai tim terbaik saat itu.
Sebenarnya Argentina lebih banyak menciptakan peluang di pertandingan tersebut. Tapi tidak ada satupun yang bersarang ke gawang Neuer. Jerman akhirnya bisa memukul balik Argentina, setelah supersubs Mario Gotze mencetak gol kemenangan di menit ke-113. Jerman keluar sebagai Juara Piala Dunia 2014.
Lionel Messi wins the Golden Ball as best player of the tournament. He certainly wishes he had another trophy. pic.twitter.com/UtYjtjTe33
— ESPN FC (@ESPNFC) July 13, 2014
Meskipun tidak menang, Messi menerima penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen. Penghargaan tersebut ia terima tanpa senyum di wajahnya. Tentu saja, yang terpenting baginya adalah membawa pulang Piala Dunia. Trofi yang sudah dibebankan di pundaknya sejak lama. Ditambah, kegagalan Messi di final Piala Dunia ini mendatangkan kritik dari media lokal Argentina.
Kegagalan Copa America 2015 & 2016
Kekecewaan Messi berlanjut di ajang Copa America. Messi masih menjadi andalan di timnas. Ia juga menjalani musim penuh kesuksesan bersama Barcelona di tahun 2015. Tapi sayangnya jersey Argentina masih membuatnya kesulitan untuk mendapatkan gelar bergengsi.
Di Copa America 2015, Argentina sebenarnya bisa lolos fase grup dengan mudah. Dari empat kali bermain, Albiceleste meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang, tanpa sekalipun kalah. Membuat Argentina lolos grup sebagai pemuncak klasemen. Messi bahkan mencetak gol ketika melawan Paraguay di fase grup itu.
Messi juga sukses menjadi eksekutor babak adu penalti ketika melawan Kolombia di perempat final. Lalu menunjukan penampilan memukau dengan mencatatkan tiga assist di babak semifinal. Namun mimpi buruknya kembali datang di partai final.
Lionel Messi’s Copa America 2015 campaign with Argentina is criminally underrated. Let down💔🐐pic.twitter.com/OKDCLfjh1L
— Messi Worldwide (@Messi_Worldwide) June 3, 2021
Argentina kalah secara menyakitkan lewat babak adu penalti melawan Chile. Parahnya Messi jadi satu-satunya eksekutor yang berhasil menuntaskan tugasnya. Sementara empat penendang Chile sukses memasukan bola ke gawang. Sama seperti Piala Dunia 2014, Messi juga menjadi pemain terbaik turnamen. Tapi kali ini ia menolak untuk menerima penghargaan itu.
Berlanjut ke Copa America 2016, menjadi Dejavu bagi Messi. Ia lagi-lagi menggendong Argentina sampai ke partai final dengan mencetak 5 gol dan 4 assist, hanya untuk dikalahkan Chile di babak adu penalti. Parahnya, kali ini Messi yang gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Heartbreak for Messi 💔
Copa America glory for Chile 🏆The two penalties that defined the 2016 final… pic.twitter.com/eln8yw29A0
— FOX Soccer (@FOXSoccer) April 13, 2020
Kali ini tidak ada penghargaan pemain terbaik untuk Messi. Yang ada hanya air mata dan patah hati setelah gagal mengeksekusi penalti. Ditambah kegagalan di tiga final berturut turut terlalu berat untuknya. Ia merasa sangat putus asa hingga akhirnya memutuskan untuk pensiun.
Umumkan Pensiun
Ya, Messi yang saat itu baru berusia 29 tahun memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional. Itu tentu jadi kabar yang menggemparkan bagi semua orang. Apalagi Argentina sedang bersiap untuk kualifikasi Piala Dunia 2018.
Sergio Aguero, mengatakan bagaimana kegagalan di final itu sangat berpengaruh terhadap Messi. Ia mengungkapkan Messi mengeluarkan kesedihannya di ruang ganti setelah pertandingan final.
“Kami semua merasa hancur. Kami berusaha memikirkan hal lain dan terus maju, tapi itu sulit. Sekali lagi keberuntungan telah melawan kami. Sayangnya, yang paling hancur adalah Messi karena penaltinya yang gagal. Saya tidak pernah melihatnya sesedih itu di ruang ganti”
Setelah pertandingan itu berakhir, Messi mengumumkan ia pensiun dengan kata-kata yang penuh keputusasaan. Ia berkata bahwa ia sudah berusaha sebaik mungkin dan masanya di tim nasional sudah habis.
Here’s what Lionel Messi has had to say on his decision to retire from international football #SSNHQ pic.twitter.com/7ik9Fd2aSM
— Sky Sports News (@SkySportsNews) June 27, 2016
“Bagi saya tim nasional sudah berakhir. Menyakitkan untuk tidak bisa juara. Saya memikirkan ini di ruang ganti, saya sudah selesai bermain dengan tim nasional.”
Dukungan Para Fans
Di masa itu, ada ketakutan di antara warga Argentina bahwa bintang lainnya juga memutuskan untuk pensiun. Karena memang yang memikirkan untuk pensiun setelah kekalahan menyakitkan itu tidak hanya Messi, tapi beberapa pemain lainnya juga.
Karenanya, warga Argentina dan dengan dukungan tokoh seperti Presiden Argentina, Mauricio Macri dan Diego Maradona menjalankan demonstrasi di Buenos Aires. Tepatnya di monumen Obelisco, dimana biasanya para penggemar merayakan kemenangan di situ.
Tapi kali ini mereka berkumpul untuk mencegah Messi pensiun. Sebanyak 50 ribu orang berkumpul sambil membentangkan spanduk bertuliskan No te vayas Leo, atau berarti “jangan pergi, Leo”. Mereka berkata bahwa bakat seperti Messi datang setiap 500 juta tahun sekali. Maka dari itu warga Argentina ingin menikmatinya lebih lama lagi.
Dukungan dari para fans di negaranya ternyata berhasil. Messi tidak jadi pensiun, dan bersedia kembali bermain untuk Argentina. Juga karena Argentina mulai terlihat terseok-seok di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Dikutip dari BBC, Messi berkata bahwa ia sedang tidak berpikir jernih ketika memutuskan untuk pensiun.
“Banyak hal yang saya pikirkan di kepala saya waktu itu. Saya memang serius memikirkan untuk pensiun, tapi kecintaan saya terhadap negara dan Jersey ini terlalu besar”
Comeback Messi Bersama Argentina
Comeback Messi bersama Argentina di Piala Dunia malah bisa dibilang sebagai anti-klimaks. Di pertandingan perdana, Argentina ditahan imbang 1-1 oleh Islandia. Di pertandingan tersebut Messi juga gagal melakukan penalti yang bisa saja membuat Argentina menang.
Lalu di pertandingan selanjutnya, Messi tidak juga menunjukan kelasnya. Argentina kalah 3-0 dari Kroasia yang jadi kuda hitam di tahun itu. Messi baru cetak gol di pertandingan lawan Nigeria. Namun, jika bukan karena gol telat dari Marcos Rojo, ini bisa jadi pertama kalinya Messi tidak lolos grup Piala Dunia.
🌟🇦🇷🚫
🌟🇵🇹⛔️Two of football’s biggest ever stars depart the #WorldCup on the same day as #ARG & #POR are eliminated.
But how will Leo #Messi & @Cristiano‘s time at Russia 2018 be remembered?
Having shown sparks of brilliance, we take a look 👇https://t.co/Rx804Qik21 pic.twitter.com/PncxoCHhTl
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) June 30, 2018
Perjalanannya di Piala Dunia 2018 berakhir tak lama setelah mereka bisa lolos fase grup sebagai runner up. Messi tak mampu memimpin timnya menang lawan Prancis yang diperkuat Mbappe. Mereka kalah dengan skor 4-3, dengan Mbappe mencetak dua gol.
Ini menyakitkan untuk dilihat oleh para fans. Apalagi, dengan tersingkirnya Argentina pupus sudah melihat duel Ronaldo vs Messi di perempat final. Karena Portugal juga kalah dari Uruguay di babak 16 besar.


