Berakhir sudah kisah heroik dari samurai biru di kancah Piala Dunia. Meski bermain bagus, anak asuh Hajime Moriyasu harus menerima kekalahan dari Kroasia lewat adu penalti. Dengan kekalahan ini, dan Korea Selatan yang tidak berdaya melawan Brasil, habis sudah wakil Asia di Piala Dunia 2022. Sang pelatih Jepang, Hajime Moriyasu pun tidak kuasa menahan rasa bersalah sambil membungkuk di tengah lapangan. Ia meminta maaf kepada pendukung yang menyaksikan di stadion.
Daftar Isi
Jepang vs Kroasia
Bermain di AL Janoub Stadium, Jepang sebenarnya tampil meyakinkan. Menit-menit awal pertandingan Ritsu Doan dan kolega sudah mampu memberikan ancaman untuk Kroasia. Akhirnya di menit ke-43 Daizen Maeda mampu memberikan Jepang keunggulan sementara. Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0.
Di babak kedua, Jepang masih bermain rapi tapi malah kecolongan di menit ke-55. Ivan Perisic mencetak gol setelah menyambut umpan cantik dari Dejan Lovren. Kedudukan pun imbang 1 sama sampai pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Jepang yang minim pengalaman di babak adu penalti hanya mampu menuntaskan satu tendangan saja. Kroasia pun keluar sebagai pemenang setelah berhasil mengeksekusi tiga tendangannya.
Ini jadi tentu jadi kekecewaan pendukung Jepang. Mereka bisa nyaris saja untuk membuat sejarah dengan memasuki babak perempat final. Dan sudah empat kali Jepang harus merasakan kekecewaan di babak 16 besar. Yang pertama adalah ketika mereka menjadi tuan rumah di tahun 2002. Jepang harus tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dengan Turki.
Lalu loncat ke tahun 2010 mereka juga tersingkir lewat babak adu penalti dari tim kuda hitam Paraguay. Dan siapa yang bisa melupakan kekecewaan Jepang di Piala Dunia 2018? Dimana Jepang harus kalah melawan generasi emas Belgia meskipun mereka sempat unggul 2-0.
Permohonan Maaf Hajime Moriyasu
Dan Jepang harus kembali merasakan kekecewaan ini lagi meskipun mereka sudah tampil meyakinkan di fase grup dengan finis sebagai juara. Padahal sebelumnya tidak banyak orang yang bisa menyangka Jepang bisa lolos fase grup yang berisikan Jerman dan Spanyol.
Setelah pertandingan itu, Hajime Moriyasu berjalan ke tengah lapangan dan membungkuk ke arah penonton. Ini adalah kebiasaan warga Jepang yang biasa dikenal sebagai Ojigi. Budaya membungkuk atau Ojigi ini dilakukan oleh semua kalangan di Jepang. Dan biasanya dilakukan untuk mengucapkan salam, terima kasih, atau permintaan maaf secara formal.
Moriyasu menunjukan gestur tersebut untuk secara jantan menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung tim samurai biru. Dengan gestur itu ia juga mengatakan terima kasih sebesar-besarnya kepada para fans yang rela mendukung Jepang langsung di Stadion.
Era Baru Jepang
Meskipun kalah, Moriyasu mengatakan bahwa ini adalah era baru untuk sepak bola jepang. Sembari ia memuji para pemainnya yang telah menunjukan kehebatan mereka di pentas tertinggi Piala Dunia. Moriyasu kemudian menegaskan bahwa kekalahan ini akan dijadikan sebagai motivasi untuk turnamen selanjutnya.
“Para pemain menunjukan betapa bagusnya mereka bisa bermain di pentas seperti Piala Dunia ini. Mereka menunjukan era baru sepak bola Jepang dan mereka juga harus menjadikan kekecewaan ini sebagai sebuah motivasi.”
Moriyasu kemudian melanjutkan bahwa ia tetap optimis dengan tim nasional Jepang saat ini. Ia menegaskan hal itu setelah timnya mampu membuktikan bisa lolos babak penyisihan grup dengan banyak rintangan.
“Meskipun hasilnya tidak seperti yang kami harapkan, saya berkata kepada para pemain bahwa ini tidak meniadakan hasil yang telah dicapai sebelum-sebelumnya. Kami tidak dapat membuat sejarah dengan menembus 16 besar. Namun tim Jepang telah mengalahkan Spanyol dan Jerman yang pernah jadi juara Piala Dunia”
Perjalanan Jepang di Piala Dunia 2022
Perjalanan Jepang di Qatar memang patut untuk diapresiasi. Mereka dengan perkasa mampu memberikan kejutan kepada para penonton yang menyaksikan Jepang di Piala Dunia 2022. Dimulai dengan comeback saat melawan Jerman di laga pembuka mereka. Padahal sebelum pertandingan tentu Jerman jauh lebih diunggulkan. Tapi Jepang mampu mengejutkan publik setelah mengakhiri laga dengan skor 2-1.
Di pertandingan kedua, Jepang sempat kalah dari Kosta Rika. Kosta Rika yang di laga sebelumnya sudah dibantai Spanyol mampu bangkit di pertandingan melawan jepang. Hasilnya meskipun samurai biru mampu mendominasi pertandingan dan mendapatkan lebih banyak peluang, mereka takluk dengan skor 1-0.
Di laga terakhir fase grup, Jepang harus menghadapi tim Spanyol yang belum pernah kalah sebelumnya. Tapi samurai biru dengan perkasa mampu memberikan perlawanan ketat terhadap tim matador. Meskipun sempat tertinggal di menit ke-11, Jepang berhasil comeback secara dramatis dan diwarnai sedikit kontroversi. Anak asuh Hajime Moriyasu itu pun berhasil finis sebagai juara grup. Sebuah pencapaian yang tidak disangka sama sekali.
Sayang sungguh sayang, Jepang harus mengakhiri kisah heroiknya itu di tangan Kroasia pada babak 16 besar. Kroasia juga memang bukan tim yang kaleng-kaleng. Sisa-sisa kejayaan mereka di edisi sebelumnya terbawa sampai ke Piala Dunia 2022 ini. Mereka juga memang punya banyak pemain berbakat.
Fakta Jepang vs Kroasia
Yang menjadi man of the match di pertandingan itu tentu saja sang penjaga gawang, Dominik Livakovic. Dua tendangan penalti dari Jepang mampu diselamatkan dengan baik oleh Livakovic. Hebatnya lagi adalah ini merupakan pertandingan babak gugur pertamanya di Piala Dunia. Ia secara sempurna melanjutkan tongkat estafet kiper ikonik Kroasia sebelumnya, Danijel Subasic.
Fakta lainnya dari pertandingan ini adalah Kroasia sudah memenangi 3 babak adu penalti di Piala Dunia. Dua babak adu penalti yang dijalani Kroasia adalah di Piala Dunia 2018. Saat itu mereka menang melawan Denmark di babak 16 besar dan Rusia di babak perempat final 2018. Sementara terakhir kali jepang menghadapi babak adu penalti adalah ketika mereka kalah melawan Uni Emirate Arab di ajang Asian Cup 2015.
Selain itu, Ivan Perisic yang mencetak gol penyeimbang di laga ini mensejajarkan namanya dengan Mario Mandzukic sebagai pencetak gol terbanyak kedua Kroasia di semua kompetisi. Perisic dan Mandzukic sama sama telah mencetak 33 gol untuk Kroasia. Pencetak gol terbanyak Kroasia masih dipegang oleh Davor Suker dengan total 45 gol.
Di pertandingan selanjutnya, Kroasia akan menghadapi Brasil di partai perempat final. Brasil di pertandingan lain telah mengalahkan wakil Asia lainnya, Korea Selatan dengan skor meyakinkan 4-1. Brasil dinilai akan menjadi lawan yang berat dan penantang utama Kroasia di Piala Dunia 2022 ini.


