Cerita Unik di Balik Julukan Tim Afrika di Piala Dunia 2022

spot_img

Tim-tim dari Benua Afrika selalu menarik di setiap ajang Piala Dunia. Sebab mereka acap kali melahirkan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Misalnya, Tunisia yang bisa mengalahkan sang juara bertahan, Prancis di Piala Dunia 2022. Meski tetap tidak bisa lolos ke fase 16 besar.

Well, khusus Piala Dunia 2022 di Qatar, Afrika mengirimkan lima wakilnya. Mulai dari Maroko, Senegal, Tunisia, Kamerun, dan Timnas Ghana. Selain punya kualitas yang bahkan bisa menandingi tim-tim dari Eropa, tim dari Afrika juga memiliki julukan-julukan yang keren.

Misal Timnas Maroko yang punya julukan The Atlas Lions atau Timnas Senegal yang punya julukan The Lions of Teranga. Nah, kamu penasaran nggak sih, kenapa tim-tim Afrika punya julukan yang keren-keren itu? Dari mana julukan tersebut muncul? Berikut ini cerita unik di balik julukan tim Afrika di Piala Dunia 2022.

Kamerun (The Lions Indomptables)

Kita mulai dari negaranya baginda Eric Maxim Choupo-Moting, yaitu Kamerun. Timnas Kamerun memiliki julukan The Lions Indomptables. The Lions Indomptables sendiri bermakna “Singa yang Tak Terkalahkan”. Atau bisa juga berarti “Singa yang Gigih”. Entah mengapa yang diambil adalah singa, alih-alih macan atau cucakrowo.

Namun, perlu diketahui Presiden Kamerun yang tak tergantikan sejak 1982, Paul Biya juga disebut sebagai “manusia singa”. Paul Biya telah ditahbiskan dengan memiliki gelar “Nnom Ngui” oleh pemuka suku sejak 2011. “Nnom Ngui” dalam bahasa Bulu atau bahasa penduduk Kamerun memang berarti manusia singa.

Nah, Timnas Kamerun sendiri sudah pernah diajukan dengan julukan “Untamed Lions” atau “Singa Liar”. Julukan itu atas saran Menteri Olahraga Kamerun tahun 1972, Felix Tonye Mbog. Persis ketika Timnas Kamerun gagal lolos ke AFCON di tahun yang sama.

Akan tetapi, nama itu kemudian ditolak. Presiden negara saat itu mulai melakukan perubahan drastis pada sektor sepakbola. Mulai dengan mengadakan pertemuan tokoh masyarakat dan memilih panggilan untuk tim nasional mereka. Nama “Lions Indomptables” pun dipilih. “Singa yang Gigih” dianggap lebih lengkap merepresentasikan singa.

Terlebih singa bagi warga Kamerun merupakan lambang keberanian, kuat, dan cepat. Oh ya soal singa ini juga pernah menjadi bahan kampanye Paul Biya pada tahun 1992.

Ghana (Black Stars)

Tim nasional Ghana menjadi salah satu tim yang paling ikonik dari Benua Afrika. Timnas yang diperkuat Mohammed Kudus itu mendapat julukan The Black Stars yang kalau diartikan secara kebahasaan berarti “Bintang Hitam”. Namun, siapa sangka julukan Timnas Ghana ini sebenarnya muncul demi tujuan yang adiluhung.

Black Stars” terinspirasi dari nama semacam perusahaan pelayaran Marcus Garvey, “Black Star Line”. Garvey merancang perusahaan pelayaran itu untuk membawa pulang warga kulit hitam Amerika ke Afrika. Nah, branding “Black Stars” yang dipakai Timnas Ghana juga sebetulnya untuk mendukung gerakan Pan-Afrika.

Tidak hanya itu julukan “Bintang Hitam” juga bertujuan memberikan identitas bersama sekaligus menumbuhkan perasaan patriotik antarwarga Ghana. Ini tercermin baik dari lambang di mana bintang hitam dan warna Pan-Afrika berada di seragam tim sepakbolanya.

Senegal (The Lions of Teranga)

Setelah dari Ghana kita ke Senegal. Negaranya Sadio Mane dan Edouard Mendy. Semua orang tahu, Timnas Senegal mempunyai julukan The Lions of Teranga. Atau kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti “Singa dari Teranga”.

Namun, setelah ditelusuri Teranga ternyata bukan sebuah nama kota atau daerah di Senegal. Sebetulnya “Teranga” termasuk bahasa negara Lingua Franca atau bahasa penghubung, yang kemudian oleh masyarakat Senegal dikenal dengan sebutan bahasa “Wolof”.

Lalu apa arti sesungguhnya “Teranga”? Seorang juru masak dari Senegal yang tinggal di New York, Pierre Thiam pada tahun 2020 pernah mengatakan bahwa terjemahan resmi “teranga” adalah “keramahan”. Hal itu konon mencerminkan sifat warga Senegal yang ramah tamah.

Dengan kata lain penduduk di daerah kelahiran Sadio Mane selalu terbuka pada pendatang baru atau tamu. Mereka membiarkan tamu masuk ke rumah mereka, berbincang mengenai kehidupan, bertemu dengan keluarga, dan masih banyak lagi.

Sementara soal singa kurang lebih sama dengan Kamerun. Singa menjadi perlambang negara di Afrika. Meskipun sebagaimana juga di Kamerun, populasi singa di Senegal jumlahnya juga sudah mulai mengalami penyusutan.

Tunisia (The Eagles of Carthage)

Jika Timnas Senegal dan Kamerun mengambil julukannya dari singa, Tunisia tidak. Negara yang juga mayoritas Muslim itu mengambil elang untuk julukan tim nasionalnya. Timnas Tunisia yang mengalahkan Prancis itu, memiliki julukan The Eagles of Carthage. Artinya secara bahasa adalah Elang dari Kartago.

Lalu, apa itu Kartago? Kartago sendiri merupakan ibu kota pesisir peradaban Kartago. Wikipedia menyebutnya Qart Hadast. Peradaban Kartago termasuk peradaban kuno, namun berkembang pesat yang tinggal di Tunisia di era modern.

Qart Hadast atau Kartago sebelumnya merupakan kota jajahan. Kekaisaran Romawi pernah menjarah kota ini. Reruntuhan bekas jajahan Romawi masih bisa kita lihat ketika berkunjung ke Qart Hadast. Sementara itu, hewan elang dipakai sebagai representasi untuk membangkitkan kota ini.

Elang di depan nama Kartago memang bertujuan untuk membangkitkan keagungan, kekuatan, dan keunggulan dari Qart Hadast itu sendiri. Beberapa negara memang juga memakai elang untuk julukannya, seperti Mali maupun Nigeria. Akan tetapi, yang berkaitan langsung dengan sejarah masa lalu sebuah negara hanya Tunisia.

Timnas Maroko (The Atlas Lions)

Timnas Maroko juga memakai hewan singa di dalam julukannya. Tim yang diperkuat Sofyan Amrabat mendapat julukan The Atlas Lions. Atau jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Singa Atlas. Tentu ini tidak ada kaitannya dengan buku yang berisi peta dunia itu.

Singa Atlas sendiri merupakan spesies singa dari Afrika Utara. Singa yang juga dikenal dengan Singa Barbary atau Singa Mesir itu memiliki perawakan tubuh berotot, bulu atau surai yang lebat, dan besar sampai menutupi bagian perutnya.

Pada tahun 2017, Singa Atlas dianggap merupakan spesies singa yang lain. Namun, melalui hasil analisis morfologi, ternyata Singa Atlas sama dengan spesies singa yang lain. Singa ini adalah penjelajah padang pasir dari pegunungan Atlas yang melewati Maroko.

Tidak hanya itu, karena ketangguhannya, Singa Atlas juga muncul di arena romawi kuno. Ia sering diikutkan dalam acara semacam gladiator untuk memuaskan kesenangan penonton. Namun, ratusan sampai ribuan Singa Atlas terbunuh karena cara ini.

Takut Singa Atlas mengalami pemusnahan, raja Maroko, Raja Mohammed V melakukan penangkaran Singa Atlas. Barangkali karena kecintaan Raja Mohammed V terhadap Singa Atlas, ada dua Singa Atlas di lambang Maroko. Tepat di titik itu pula, akhirnya penggemar olahraga menyebut tim olahraga dari Maroko sebagai “Singa Atlas” atau “The Atlas Lions”.

https://youtu.be/FK5wO434nyI

Sumber: DailyNewsEgypt, TheSmartset, SportingNews, GOAL, Osidimbea, ProfilBaru, News84Media, Postsen, Stopblablacam, Wikipedia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru