Kekalahan Argentina atas Arab Saudi masih banyak menjadi perbincangan. Bagaimanapun, kemenangan Saudi itu akan terus dikenang oleh publik dunia. Dan jelas, kekalahan itu murni dari segi permainan. Kedisiplinan Arab Saudi dan buruknya penyerangan Argentina lah penyebabnya.
Namun terlepas dari hal teknis pertandingan tersebut, ada sisi lain yang menarik untuk disorot. Yakni hubungan spesial antara sang mega bintang Argentina Lionel Messi, dengan pemerintah Arab Saudi. Lantas, apa sih hubungan mereka?
Lionel Messi has a lucrative deal to promote Saudi Arabia.
The Saudis want the 2030 World Cup, as do Messi’s Argentina.
So why has the arguably the best player of all time ended up in this strange position?@AdamCrafton_ investigates a very uncomfortable deal.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) November 22, 2022
Daftar Isi
Kampanye Messi Untuk Pencalonan Tuan Rumah Piala Dunia 2030 Argentina
Messi awalnya mengunjungi Arab Saudi pertama kali pada 2012 silam. Kedatangannya ketika itu hanya untuk berlibur. Sejak itu hubungan Messi dengan Arab Saudi pun menjadi kian dekat.
Berlanjut pada cerita kampanye pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030. Di mana FIFA masih melelang siapa yang bersedia menjadi tuan rumah hajatan akbar empat tahunan itu. Mengingat Piala Dunia 2026 sudah dipastikan dihelat di AS, Meksiko, dan Kanada.
Sampai kini sudah bertebaran proposal dari berbagai negara untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2030. Ada gabungan negara seperti Spanyol dan Portugal. Ada juga gabungan Arab Saudi, Mesir, dan Yunani.
Gabungan negara Amerika Selatan seperti Argentina, Uruguay, dan Paraguay pun tak ketinggalan. Kabarnya FIFA akan mengumumkan pemenang tuan rumah ini pada kongres FIFA ke-74 pada tahun 2024 mendatang.
Argentina 🇦🇷, Chile 🇨🇱, Uruguay 🇺🇾 and Paraguay 🇵🇾 will announce their joint bid to host the 2030 World Cup on Tuesday. pic.twitter.com/VICjo3ArLN
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) July 28, 2022
Khusus untuk pencalonan Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi menarik untuk disorot. Pengajuan proposal itu dinilai akan sangat pas. Mengingat ini adalah momentum yang tepat bagi Uruguay khususnya, untuk merefleksikan peringatan 100 tahun Piala Dunia Uruguay 1930.
Tawaran bersama tersebut bahkan pertama kali dipublikasikan oleh Luis Suárez dan Lionel Messi. Hal itu terlihat ketika keduanya di lapangan mengenakan kostum yang menunjukan angka 2030. Suarez dengan nomor 20, dan Messi dengan nomor 30.
‘Lionel Messi’s business dealings with Saudi Arabia and possible conflict of interest with the country that wants to host the 2030 World Cup’ https://t.co/E0FIr6M46S
— A Fenton (@anthonyfenton) November 24, 2022
Messi sebagai putra Argentina, tentu sangat berambisi menggolkan proposal tuan rumah Piala Dunia 2030 di negaranya. Messi juga tentu akan dijadikan sebagai amunisi bagi kampanye masifnya.
Tiba-Tiba Messi Jadi Duta Pariwisata Arab Saudi
Namun tiba-tiba pada Mei 2022, Messi menandatangani perjanjian untuk mempromosikan negara Arab Saudi. Perlu diingat, Arab Saudi ini adalah saingan terberat Argentina untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.
Ketika ditanya akan sikapnya itu, Messi berdalih hanya mempromosikan pariwisata Arab Saudi saja, bukan untuk promosi tuan rumah Piala Dunia. Menteri Pariwisata Arab Saudi, Ahmed Al-Khateeb pun sangat terhormat dan bangga setelah Messi bersedia datang dan mempromosikan keindahan wisata Arab Saudi.
I am pleased to welcome Lionel Messi to Saudi Arabia We are excited for you to explore the treasures of the Red Sea, the Jeddah Season and our ancient history.
This is not his first visit to the Kingdom and it will not be the last! @VisitSaudiNow pic.twitter.com/RDfxFIRjrt— Ahmed Al Khateeb أحمد الخطيب (@AhmedAlKhateeb) May 9, 2022
Messi memposting foto dirinya di kapal pesiar sambil menonton matahari terbenam di Saudi. Postingan tersebut diberi label sebagai kemitraan berbayar dengan hastag Visit Saudi. Bahkan situs Website Visit Saudi pun pernah memuat halaman tersendiri yang ada Messi-nya. Kabarnya, nilai kesepakatan Messi itu menurut The Athletic, bernilai sekitar kurang lebih Rp 468,7 miliar per tahun.
Já deu tempo do Messi se arrepender de gravar essa propaganda “Visite a Arábia Saudita” ou tá esperando mais um gol da Arábia?
#VisitSaudi #ARGKSA pic.twitter.com/A1GK70liCw— sassaricando (@sabsdenada) November 22, 2022
Messi Dikaitkan Dengan Isu HAM
Dengan keputusan yang diambil Messi tersebut, banyak publik yang menyorotinya, terutama publik Argentina sendiri. Apakah messi menyadari, bahwa Arab Saudi adalah pesaing berat negaranya sebagai calon tuan rumah Piala Dunia?
Sikap Messi tersebut juga sampai dikait-kaitkan dengan kasus pelanggaran HAM. Kita tahu banyak aktivis peduli HAM mengecam apa yang dilakukan pemerintah Arab Saudi pada kasus kematian Jamal Khashoggi. Namun ketika Messi dan beberapa penggemarnya ditanya soal ini, mereka kompak untuk tidak menanggapi hal tersebut.
“Because people see Messi going to Saudi Arabia, they don’t think of the murder of Jamal Khashoggi…”
Lionel Messi faces Saudi Arabia at the World, months after controversially becoming the face of the country’s tourist industry. | @SmnLlyd5 https://t.co/gSRGBz5rZb
— FootballJOE (@FootballJOE) November 22, 2022
Sebelum menjalin hubungan dengan Arab Saudi, Messi kita tahu sudah lebih dulu menerima pinangan PSG. Messi juga menerima upah dari klub yang dimiliki oleh Qatar tersebut. Sementara itu, Qatar sebagaimana Arab Saudi sama-sama pelanggar HAM berat.
Kampanye Visi 2030 Arab Saudi
Terlepas dari isu Messi yang dikait-kaitkan dengan HAM, Messi kini jelas sudah menjadi bagian dari alat propaganda Arab Saudi lewat jalur pariwisata. Kita tahu Arab Saudi sedang merancang sebuah Grand Design. Saudi berharap negaranya tak hanya dikenal hanya sebagai tempat suci umat Islam maupun kekayaan minyaknya.
Kini Arab Saudi sedang meniru cara Qatar mengepakan sayapnya di dunia olahraga dan hiburan. Tentu saja ini demi pendapatan negara yang lebih bervariasi. “Riyadh Season 2022” dan “Visit Arab Saudi 2030” adalah beberapa Grand Design tersebut.
We’ve missed that amazing advertisement of Leonel Messi from Riyadh Season 21 #SaudiArabia. 😃 pic.twitter.com/JCClLn3frK
— Sohairarif سُهير عارف (@sohairarif97) March 16, 2022
Kini pemerintah Arab Saudi sudah bergerak untuk itu. Dan Messi adalah salah satu pionnya. Messi mengiklankan festival hiburan “Riyadh Season 2022” di papan-papan reklame yang terpampang di London, Dubai, maupun Newcastle.
Sedangkan Visit Arab Saudi 2030 adalah program tujuan nasional sebagai cetak biru reformasi ekonomi Arab Saudi. Langkah-langkahnya pun sudah perlahan terlihat. Seperti mengakuisisi klub Newcastle United, mendukung Tour LIV Golf, kesepakatan 10 tahun untuk menjadi tuan rumah Formula One, dan bahkan sampai menggelar pertandingan tinju dunia.
Lalu yang tak kalah penting dari semua itu adalah siap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Sungguh program yang sangat terarah dan sudah disiapkan dengan rapi. Dan itu sangat berhubungan dengan sikap Messi. Mungkin banyak publik sudah menganggap Messi sebagai pengkhianat negaranya sendiri yang kebetulan juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Dilansir The Athletic, mantan pejabat Arab Saudi, Khalid Al-Jabri yang kini jadi lawan politik Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) pun berani menyebut Messi telah menjual dirinya ke iblis. “Messi telah menjadikan dirinya sebagai alat pencucian uang Arab Saudi di bidang olahraga,” kata Khalid Al-Jabri.
Cara Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Memang cara Arab Saudi mensukseskan Visit Arab Saudi 2030 termasuk menyelenggarakan Piala Dunia pun tak sembarangan. Berbagai daya dan upaya serta logistik yang kuat mereka jalankan, tak terkecuali dengan memanfaatkan Lionel Messi.
Saudi Arabia wants to host the World Cup says its Sports Minister, a joint bid could see the FIFA tournament back in the Middle East as soon as 2030https://t.co/HImlhdYWUD
— ArabianBusiness.com (@ArabianBusiness) November 24, 2022
Kedekatan Muhammad Bin Salman dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino pun terus dijalin. Beberapa gelagat keakraban keduanya pun muncul ketika keduanya sering bersua. Baik ketika di beberapa Event di Arab Saudi, KTT G20 di Bali, maupun pada acara pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar.
🇸🇦 “Gianni Infantino was sat next to Mohammed bin Salman, Crown Prince of Saudi Arabia. Saudi Arabia are leading a bid to host the 2030 World Cup.”@MelissaReddy_ on the FIFA president sitting next to the Crown Prince of Saudi Arabia during Qatar vs Ecuador 📸 pic.twitter.com/mEPsT8JS12
— Football Daily (@footballdaily) November 20, 2022
Hubungan yang intens ini membuat kans negara mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 mungkin akan semakin besar. Ditambah secara tidak langsung mereka sudah membungkam Messi untuk berkampanye untuk tanah kelahirannya sendiri sebagai calon kuat tuan rumah Piala Dunia 2030.
From @TheAthleticFC: Lionel Messi’s Argentina lost 2-1 to Saudi Arabia in their World Cup opener.
Messi has a lucrative deal to promote Saudi Arabia who wants to host the 2030 World Cup, as does Argentina.
It’s a strange position to be in. https://t.co/cDGEfK2gqN pic.twitter.com/iul2xz8NlU— The New York Times (@nytimes) November 22, 2022
Sumber Referensi : theathletic, allfootballapp, dailystar


