Ronaldo sudah dikabarkan tidak ikut latihan bersama MU pada Sabtu kemarin. Diberitakan bahwa dirinya sedang sakit sehingga tidak bisa mengikuti pertandingan dimana MU meraih kemenangan pada Senin dini hari tadi. Anak asuh Ten Hag berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 2-1 berkat gol di menit akhir dari Garnacho.
Namun, di waktu yang sama muncul berita bahwa Ronaldo telah melakukan sesi wawancara dengan presenter TV dan jurnalis asal Inggris, Piers Morgan. Hal tersebut diumumkan oleh Morgan sendiri lewat akun twitternya. Pada Minggu malam waktu Inggris, Morgan memberikan pengumuman kepada para pengikutnya di twitter dan mengungkapkan bahwa dirinya sudah mewawancarai bintang Portugal itu. Ia lalu melabeli wawancaranya sebagai “wawancara paling eksplosif”.
BREAKING: I’ve interviewed Cristiano Ronaldo at length for my show @PiersUncensored ….
It’s the most explosive interview he’s ever given. Stand by for news at 10pm. pic.twitter.com/oK7gSXF0Dg— Piers Morgan (@piersmorgan) November 13, 2022
Kekecewaan Ronaldo
Dalam wawancara tersebut, Ronaldo mengungkapkan bahwa dirinya selalu menjadi kambing hitam di Manchester United. Ia juga mengungkapkan bahwa banyak orang di klub yang berusaha untuk menyingkirkannya selama ini. Ronaldo mengatakan bahwa yang ingin menyingkirkannya dari klub bukan hanya pelatih, tapi juga para staff. Dan karena itu, Ronaldo merasa dikhianati
“Tidak hanya pelatih, tapi juga dua tiga orang dalam klub yang di sekitarnya juga. Sejujurnya, saya seharusnya tidak mengatakan itu. Tapi saya tidak peduli, orang harus mendengarkan faktanya. Ya, saya merasa dikhianati dan saya merasa beberapa orang tidak menginginkan saya di sini. Tidak hanya musim ini, tapi juga musim sebelumnya.” Ungkapnya dikutip dari laman metro.uk.
Selain itu, Ronaldo juga kecewa dengan mantan rekan setimnya dulu, Wayne Rooney yang menurutnya sudah memberikan kritik yang terlalu keras terhadapnya. Rooney memang sebelumnya mengkritik Ronaldo yang selalu merepotkan Ten Hag. Rooney bahkan mengungkapkan sikap Ronaldo yang tidak mau nurut dengan Ten Hag adalah beban bagi klub.
Di wawancara ini Ronaldo membalas komentar dari Rooney itu dengan kritikan yang pedas. Ronaldo mengungkapkan alasan mengapa Rooney mengkritik dirinya adalah karena Rooney iri dengan Ronaldo yang masih bermain padahal usianya sudah tidak muda lagi.
“Saya tidak tahu kenapa dia mengkritik saya begitu buruknya. Bisa jadi karena karirnya sebagai pemain sepakbola sudah selesai sedangkan saya masih bermain di level tertinggi. Saya tidak mengatakan bahwa saya terlihat lebih baik darinya. Yang mana itu benar.”
Tidak Hormati Ten Hag
Ronaldo juga tidak lupa mengungkapkan keresahannya terkait hubungan dirinya dengan sang manajer, Erik Ten Hag. Sang pemain peraih lima Ballon d’Or itu mengatakan bahwa ia tidak punya rasa hormat dengan Ten Hag.
“Saya tidak bisa menghormatinya karena dia tidak menghormati saya. Jika anda tidak bisa hormati saya, maka saya juga tidak bisa hormati anda. Jika anda tidak punya rasa hormat kepada saya, saya juga tidak punya rasa hormat ke anda.”
Ronaldo telah merasakan tiga manajer berbeda di periode keduanya bersama Manchester United ini. Dari ketiga manajer tersebut, Ronaldo mengaku hanya menghormati Ole Gunnar Solskjaer yang juga merupakan legenda setan merah. Ronaldo bahkan tidak mengakui Rangnick sebagai seorang pelatih.
“Ralf Rangnick bukan seorang pelatih. Bagaimana anda bisa menjadi boss di Manchester United? Saya bahkan tidak tahu dia siapa”
Ronaldo lalu mengkritik Manchester United yang sama sekali tidak berkembang sejak Sir Alex Ferguson mengumumkan untuk pensiun dan selama dirinya tidak di MU. Ronaldo menganggap seharusnya ada perubahan yang dialami MU selama kepergiannya itu, namun ia mengaku tidak ada perubahan sama sekali.
The Ronaldo interview in just a minute 😭 pic.twitter.com/5AZOVBD4vt
— ℓƖ₰ꬴꭆꬴꬴꬼ✪™ (@elsereen) November 14, 2022
“Kemajuannya nol. Sejak Sir Alex Ferguson pergi saya tidak melihat evolusi di klub. Tidak ada yang berubah. Kolam renang, gym, bahkan beberapa teknologi. Saya kira saya akan melihat teknologi baru dan infrastruktur baru. Saya melihat hal-hal yang sama ketika saya masih berusia 20-an tahun.”
Ronaldo menambahkan, bahwa dirinya hanya ingin yang terbaik untuk klub. Tapi MU tidak punya banyak fasilitas yang bisa membantu para pemainnya untuk berkembang. Ronaldo juga membandingkan MU dengan perubahan dan perkembangan yang sudah dilakukan oleh para rivalnya di Premier League.
“Saya pikir para penggemar harus tahu yang sebenarnya. Saya hanya ingin yang terbaik untuk klub. Tetapi klub tidak memiliki beberapa hal yang bisa membantu kami mencapai level teratas seperti Manchester City, Liverpool, bahkan sekarang Arsenal. Klub sebesar ini seharusnya berada di tingkat tertinggi, tapi sayangnya tidak.”
Sumber referensi: Menchester, As, Mirror


