Qatar 2022 tinggal menghitung hari. Para kontestan dari seluruh dunia sudah mulai bersolek dan siap untuk bertarung. Tak terkecuali wakil-wakil dari benua tuan rumah, Asia. Benua yang dipandang sebelah mata dari segi prestasi sepakbolanya.
Namun, tak dipungkiri kejutan juga sering disajikan oleh wakil-wakil dari Asia ini. Lalu sejauh mana melihat persiapan wakil-wakil Asia ini? Sejauh mana pula mereka akan melaju?
2️⃣ WEEKS TO GO!⌛️
It’s getting closer! 😍#FIFAWorldCup #Qatar2022 pic.twitter.com/3abQMYIHV5
— #AsianCup2023 (@afcasiancup) November 6, 2022
Daftar Isi
Rekor Wakil Asia
Piala Dunia kali ini adalah Piala dunia kedua yang dihelat di Benua Kuning. Tepat setelah 20 tahun yang lalu, Korea dan Jepang menjadi tuan rumah bersama. Kini, Qatar akan berstatus sebagai negara teluk atau negara Asia Barat pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Kini, bahkan sebelum kick off dimulai, benua Asia pun sudah terlebih dahulu mencatatkan rekor. Rekor meloloskan enam wakilnya sekaligus ke Piala Dunia. Sebab, sebelumnya Asia mentok hanya mengirimkan lima wakilnya di Piala Dunia.
Enam yang lolos tersebut termasuk Qatar sebagai tuan rumah. Kelima lainnya yakni Iran, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Australia.
Korea Selatan Masih Terhebat
Bicara soal kiprah wakil-wakil Asia di Piala Dunia, sampai saat ini yang terhebat masih dipegang oleh Negeri Gingseng, tentu berkat prestasinya di 2002 silam. Namun tak hanya itu saja yang mereka banggakan.
A first @FIFAWorldCup in Asia, and a first Asian side in the semi-final ✨@theKFA shocked the footballing world in 2002 in one of the most remarkable runs in history 🇰🇷
Read more🔗 https://t.co/tUZ64Ls8MJ pic.twitter.com/D4QMEXK3op
— #AsianCup2023 (@afcasiancup) November 8, 2022
Sepakbola Korea cenderung berkembang ke arah yang makin maju. Tak heran mereka selalu lolos ke Piala Dunia tiap edisinya. Kemudian lahirnya beberapa pemain top yang merumput di Liga top dunia juga menjadi bukti.
Korea kini sudah menjadi salah satu kiblat sepakbola Asia. Kekuatannya bahkan sering mengejutkan di ajang Piala Dunia. Seperti contoh di Piala Dunia 2018 ketika mengandaskan juara bertahan Jerman.
Di Qatar nanti, Korea akan berada satu grup dengan Portugal, Ghana, dan Uruguay. Dari pengamatan, langkah pasukan Paulo Bento ini kecil kemungkinannya untuk lolos. Namun semua masih bisa terjadi.
A difficult group awaits the Taegeuk Warriors 🇰🇷
Can these players help lead Korea Republic to the knockout stage?
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 6, 2022
Son Heung Min dan bek Napoli, Kim Min Jae akan menjadi komando rekan-rekanya untuk bertarung habis-habisan. Apalagi kini saingan terberatnya, seperti Portugal akhir-akhir ini performanya juga tak terlalu superior.
Kolektivitas tim dan semangat juang menjadi kunci bagi Korea untuk bisa mengejutkan di grup ini. Raihan poin melawan Ghana dan Uruguay akan jadi poin krusial untuk mereka melangkah.
Arab Saudi Bangkit
Wakil Asia lainnya yakni Arab Saudi. Kemajuan sepakbola Arab Saudi kini banyak disorot dunia. Namun, kehadiran Arab Saudi di Piala Dunia selalu dianggap sepele di tiap edisinya. Bahkan dicap selalu akan menjadi bulan-bulanan tim lain.
Namun Elang Hijau Timur Tengah ini telah berubah. Arab Saudi lolos sebagai pemuncak grup di atas Jepang dan Australia di babak kualifikasi. Artinya tim besutan mantan pelatih Pantai Gading, Herve Renard ini tak bisa dipandang sebelah mata.
Berada satu grup dengan Argentina, Polandia, dan Meksiko mungkin secara di atas kertas kecil kemungkinannya mereka untuk lolos. Namun, dengan kekompakan serta daya juang Salem Al-Dawsari dan kawan-kawan, Arab Saudi harusnya mampu membuat sedikit perlawanan di grup ini.
🇸🇦 @SaudiNT_EN have undergone a major transformation since appearing at the 2018 #FIFAWorldCup.
Will the Green Falcons be able to match the heroics of the 1994 generation?
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 5, 2022
Paling tidak menghindari terbantai dengan skor mencolok. Kelolosan mereka ke 16 besar pada Piala Dunia 1994 silam juga bisa dijadikan motivasi tersendiri bagi tim.
Australia Tak Semewah Dulu
Berikutnya ada Australia. Negeri Kanguru ini juga jadi langganan masuk Piala Dunia. Namun langkah mereka juga selalu terhenti di babak grup. Langkah terbaik mereka adalah di Piala Dunia 2006. Di mana mereka mampu mencapai babak 16 besar.
Looking for a way out of Group D 🇦🇺
Can the @Socceroos advance to the knockout stages for only the second time?
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 7, 2022
Dulu memang Australia ini dihuni banyak bintang yang bersinar di Liga Inggris. Sebut saja ada Harry Kewell, Tim Cahill, Mark Viduka, dan masih banyak lagi. Namun generasi itu telah usai.
Di 26 skuad yang dipanggil ke Qatar, praktis tak ada nama-nama yang mentereng. Mungkin yang tak asing di telinga hanya Mathew Ryan bekas kiper Brighton dan Arsenal, maupun Aaron Mooy bekas pemain Brighton.
Satu grup dengan Prancis, Denmark dan Tunisia juga perkara sulit bagi Socceros untuk melaju dari grup ini. Kecuali Prancis benar-benar terkena kutukan dan tampil buruk. Di situlah Australia mungkin bisa memanfaatkan dengan mencuri poin dari Denmark maupun Tunisia.
Iran Masih Kuat
Berikutnya ada Iran. Iran ini adalah wakil Asia pertama yang mengamankan tiket ke Piala Dunia 2022. Kelolosan Iran tahun ini menjadi rekor tersendiri yakni tiga kali beruntun tampil di Piala Dunia.
Iran tergabung di Grup B bersama Inggris, Amerika Serikat, dan Wales. Walau termasuk tim kuat Asia, langkah Iran diprediksi akan sulit. Maklum, di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya, Iran selalu terhenti di fase grup.
Namun, kini melihat materi pemainnya yang malang melintang di Liga-Liga Eropa macam Mehdi Taremi, Sardar Azmoun, atau Alireza Jahanbakhsh, Iran harusnya tak perlu gentar bersaing di Grup ini. Iran bisa saja mengejutkan di grup ini. Materi pemainnya tak kalah saing. Paling tidak di atas kertas, posisi runner up mendampingi Inggris bisa saja terwujud.
Ready for their third consecutive #FIFAWorldCup campaign 🇮🇷
Here are five IR Iran players to keep eye on at #Qatar2022 ⤵️
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) October 25, 2022
Qatar Harusnya Bisa Jadi Debutan Yang Beri Kejutan
Kemudian ada Qatar sang tuan rumah. Selain tuan rumah, mereka juga debutan di Piala Dunia kali ini. Berkaca pada Piala Dunia 2002, seharusnya Qatar diharapkan bisa meniru kisah sukses Korea Selatan. Semangat bermain di rumah sendiri sekaligus dukungan penonton yang membludak bisa jadi senjata rahasia mereka.
أسعد الله صباحكم بكل خير جماهيرنا الغالية😎🇶🇦
اشتقنا لكم .. الوعد تاريخ 20 نوفمبر 2022 في استاد البيت ننتظركم🔥💪#كلنا_العنابي#العنابي_أقوى_بتشجيعكم pic.twitter.com/U3Nc5bmTTK
— الاتحاد القطري لكرة القدم 🇶🇦 (@QFA) November 8, 2022
Meskipun secara kualitas, mereka cenderung berada paling bawah dibanding kontestan lainnya di grup. Belanda, Senegal, dan Ekuador menjadi lawan yang sulit bagi mereka.
Namun berkaca pada kekuatan sekarang, Senegal yang kemungkinan ditinggal Mane, sementara Ekuador yang juga biasa-biasa saja, harusnya Qatar mampu memanfaatkan kondisi tersebut. Kemenangan di partai pembuka melawan Ekuador bisa jadi pelecut semangat Qatar untuk bisa dampingi Belanda lolos dari grup ini.
The stars of #AlAnnabi 🇶🇦⭐️#AllForAlAnnabi#ForTheLoveOfQatarpic.twitter.com/9pQIN0yco6
— Qatar Football Association (@QFA_EN) October 29, 2022
Jepang Kini Lebih Matang
Kemudian ada Samurai Biru, Jepang. Tim yang dinilai kualitas pemainnya jadi yang terkuat di Asia saat ini bersama Korea. Banyaknya pemain yang menjadi pilar di klub Liga top Eropa menjadi modal bagi pasukan Negeri Sakura.
🇯🇵 Japan’s seventh consecutive #FIFAWorldCup!
But the Samurai Blue face a massive task in Group E 🇪🇸🇩🇪🇨🇷
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 9, 2022
Bersama pelatih lokal Hajime Moriyasu, Negeri Matahari Terbit optimis dengan skuad matangnya ini mampu melaju lebih tinggi di Qatar nanti. Maklum, pencapaian tertinggi mereka hanya lolos dari babak grup.
Namun celakanya, mereka kali ini tidak berada di grup yang baik-baik saja. Mereka tergabung bersama dua raksasa Eropa, Spanyol dan Jerman. Sulit bagi Samurai Biru mencapai targetnya untuk lolos. Mereka sekarang hanya bisa berharap mampu memberikan perlawanan sengit terhadap kedua raksasa tersebut. Sambil tentunya berharap menantikan kedua raksasa itu bermasalah dan terjegal.
Sumber Referensi : goal.com, outlookindia, kompasiana


