Fantastis! Sederet Tim Underdog yang Pernah Kejutkan Piala Dunia

spot_img

Ahlan Wa Sahlan Piala Dunia 2022. Kick off Piala Dunia Qatar tinggal menghitung hari. Pesta akbar empat tahunan itu kini di depan mata. Banyak hal yang dinanti, termasuk cerita indah tentang para tim kejutan yang akan muncul.

Di setiap penyelenggaraanya, efek kejutan dari tiap kontestan pastilah ada. Para tim yang tak diunggulkan biasanya memberi warna tersendiri. Berikut beberapa cerita indah para tim kejutan yang mewarnai gelaran Piala Dunia dari masa ke masa.

Senegal, Turki, dan Korea Selatan (2002)

Mulai dari gelaran Piala Dunia pertama di Asia, yaitu 2002. Senegal yang bermaterikan pemain macam El Hadji Diouf maupun Papa Bouba Diop tak disangka mampu melaju hingga perempat final.

Padahal di grup saja Senegal harus menghadapi lawan berat macam juara bertahan Prancis, Uruguay, dan Denmark. Namun nyatanya, Prancis sang juara bertahan keok. Publik pun terkejut. Sementara Senegal menahan imbang Uruguay dan Denmark. Alhasil mereka lolos ke fase knockout untuk yang pertama kalinya.

Di fase knockout, kejutan masih berlanjut. Mereka mengandaskan Swedia 2-1. Sebelum akhirnya kejutan itu berakhir di tangan tim kejutan lainnya, Turki di perempat final dengan skor 1-0.

Sementara itu, Turki juga menjadi bagian dari dongeng kejutan di Korea dan Jepang. Bagaimana tidak, tim yang dikomandoi Hakan Sukur ini mampu mengejutkan dunia dengan menjadi juara 3 ketika itu.

Dibantai Brasil, imbang melawan Kosta Rika dan hanya menang atas China, membuat Turki awalnya tertatih dan hanya lolos sebagai runner up grup. Namun, di fase knockout beda cerita. Semangat pasukan Senol Gunes bertambah. Tuan rumah Jepang dan Senegal mereka hempaskan. Namun, langkah mereka harus terhenti di semifinal oleh Brazil 1-0 lewat gol Ronaldo.

Di sisi lain tuan rumah Korea Selatan juga jadi kejutan di 2002. Pasukan Guus Hiddink juga mampu melaju hingga semifinal. Awalnya pun mereka sempat diremehkan di fase grup. Maklum mereka berada satu grup dengan Portugal, Amerika Serikat, dan Polandia. Tapi tak disangka Korea justru bisa menjadi juara grup. Mengejutkannya lagi di fase gugur, Ahn Jung Hwan dan kolega berhasil menumbangkan Italia maupun Spanyol.

Di luar hal kontroversi yang terjadi, sejarah tetaplah mencatat bahwa Korea Selatan jadi satu satunya negara di benua Asia yang bisa mencapai semifinal Piala Dunia. Meskipun akhirnya mereka harus kalah atas Jerman dan tak mampu merebut tempat ketiga.

Ukraina (2006)

Berlanjut ke edisi Piala Dunia 2006 Jerman. Tak banyak muncul underdog yang menjadi kejutan di edisi kali ini. Praktis hanya ada satu tim yang paling tidak berhasil memberi kejutan. Negara itu adalah Ukraina.

Negara yang sedang berkonflik ini, dulu pada era Shevchenko dan kawan-kawan untuk bisa ke Piala Dunia untuk pertama kalinya menapaki jalan terjal. Sejarah pun tercipta di 2006, negara pecahan Soviet itu akhirnya mampu berkiprah di Piala Dunia.

Awalnya dikira sudah cukup, karena target tampil di Piala Dunia terpenuhi. Namun justru mereka memanfaatkan momen langka ini untuk tampil All Out. Bergabung bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Tunisia di Grup H, awalnya mereka tertatih. Dibantai Spanyol 4-0, justru menjadi titik balik semangat bagi Shevchenko dan kawan-kawan.

The Blue Yellow akhirnya mampu bangkit dan lolos sebagai runner up grup. Di babak knockout mereka kembali menunjukkan tajinya sebagai underdog. Swiss mereka kandaskan lewat drama adu penalti. Namun di tangan Italia, langkah mereka akhirnya terhenti di perempat final setelah dibantai 3-0.

Ghana, Paraguay, dan Uruguay (2010)

Lanjut ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ghana mampu mengejutkan dunia ketika itu dengan melaju hingga perempat final. Satu grup dengan Jerman, Australia dan Serbia, mereka lolos sebagai runner up grup.

Di bawah asuhan Milovan Rajevac dan pilar macam Essien, Asamoah Gyan maupun Muntari, Ghana berhasil mengalahkan Amerika Serikat di fase knockout. Namun sayang, kejutan heroik Ghana itu terhenti oleh Uruguay lewat drama adu penalti. “Tangan Tuhan” Luis Suarez pasti akan dikenang sebagai luka bagi publik Ghana ketika itu.

Uruguay sendiri akhirnya lolos ke semifinal berkat kemenangan dramatis atas Ghana tersebut. Luis Suarez dan kawan-kawan melaju hingga semifinal berkat penampilan yang mengejutkan dari fase grup. Di mana La Celeste muncul sebagai juara Grup A setelah menyingkirkan Prancis dan tuan rumah Afrika Selatan.

Namun akhirnya langkah mereka terhenti oleh De Oranje di semifinal dengan skor 3-2. Mereka pun tak mampu membawa pulang juara ketiga setelah kalah atas Jerman 3-2.

Sementara itu tetangga Uruguay, yakni Paraguay juga mampu mewarnai kejutan di Afrika Selatan karena bisa melaju hingga perempat final. Anak asuh Gerardo Martino itu secara mengejutkan lolos menjadi juara Grup F sekaligus memulangkan juara bertahan Italia lebih awal.

Dikomandoi Roque Santa Cruz, Los Guaranies di babak knockout mampu mengandaskan Jepang lewat adu penalti dan menyulitkan Spanyol. Namun akhirnya, mereka harus menyerah atas superioritas tiki-taka Spanyol di perempat final.

Kosta Rika dan Kolombia (2014)

Dongeng kejutan kembali mewarnai Piala Dunia 2014 Brazil. Kali ini muncul Kosta Rika dan Kolombia yang mampu menyita perhatian dunia. Mereka berdua mampu melaju hingga perempat final.

Fenomena moncernya Kolombia dengan James Rodriguez membuat negara ini mampu mengejutkan dunia. Menjadi juara Grup C di atas Yunani, Pantai Gading dan Jepang di fase knockout juga mampu mengandaskan sesama Amerika Latin, Uruguay 2-0.

Pencapaian perempat final Kolombia itu pun akhirnya terhenti oleh tuan rumah Brasil dengan skor tipis 2-1. Kejutan Tri Colour menjadi warna tersendiri di Brazil. Mereka dihadiahi predikat tim Fair Play di ajang itu. Bintang mereka, James Rodriguez pun menjadi peraih sepatu emas dengan menjadi top skor.

Sementara itu tim kejutan lain, Kosta Rika lebih heroik lagi. Tak banyak bermaterikan bintang, mereka juga mampu melaju hingga perempat final. Yang lebih spesialnya, mereka mampu lolos sebagai juara grup sekaligus mengirimkan tim besar macam Inggris maupun Italia pulang kampung lebih awal.

Tak sampai di situ, performa heroik Keylor Navas dan kawan-kawan berlanjut di babak knockout ketika mengandaskan Yunani lewat adu penalti. Namun sayang, kisah heroik Los Ticos tak mampu berlanjut di perempat final. Mereka harus menyerah lewat adu penalti atas Belanda.

Kroasia, Rusia, dan Swedia (2018)

Di edisi Piala Dunia 2018 Rusia, tentu yang paling diingat sebagai tim kejutan yakni Kroasia. Modric dan kawan-kawan mampu lolos hingga partai puncak setelah mengawalinya dengan sempurna di fase grup.

Lolos di atas tim besar Argentina, Nigeria dan Islandia, Kroasia menatap knockout dengan penuh percaya diri. Sayang, setelah berhasil mengandaskan Denmark, Rusia dan Inggris, The Blazers terpaksa harus menunda mimpinya menjadi juara dunia setelah kandas atas Prancis di final.

Nyatanya, tidak hanya Kroasia underdog yang mewarnai Piala Dunia 2018. Ada juga tuan rumah Rusia. Rusia berhasil lolos sebagai runner up Grup A dan mampu mengandaskan raksasa Spanyol di fase knockout lewat adu penalti.

Ada juga Swedia yang bahkan mampu menjuarai Grup F dengan mengangkangi Meksiko, Korea Selatan dan juara bertahan Jerman. Sayang, baik Rusia maupun Swedia langkahnya terhenti di perempat final. Rusia takluk oleh Kroasia lewat adu penalti, sedangkan Swedia takluk oleh Inggris.

Sumber Referensi : bitbol, hitc, sportskeeda, theguardian, sportingnews, fifa

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru