Ahlan Wa Sahlan Piala Dunia 2022. Kick off Piala Dunia Qatar tinggal menghitung hari. Pesta akbar empat tahunan itu kini di depan mata. Banyak hal yang dinanti, termasuk cerita indah tentang para tim kejutan yang akan muncul.
Di setiap penyelenggaraanya, efek kejutan dari tiap kontestan pastilah ada. Para tim yang tak diunggulkan biasanya memberi warna tersendiri. Berikut beberapa cerita indah para tim kejutan yang mewarnai gelaran Piala Dunia dari masa ke masa.
Daftar Isi
Senegal, Turki, dan Korea Selatan (2002)
Mulai dari gelaran Piala Dunia pertama di Asia, yaitu 2002. Senegal yang bermaterikan pemain macam El Hadji Diouf maupun Papa Bouba Diop tak disangka mampu melaju hingga perempat final.
In 2002, Senegal became only the second ever African team to reach a World Cup quarter-final 🇸🇳
Which of these goals from their incredible run is the best? 👀 #KoreaJapan02 | @FootballSenegal
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) June 18, 2022
Padahal di grup saja Senegal harus menghadapi lawan berat macam juara bertahan Prancis, Uruguay, dan Denmark. Namun nyatanya, Prancis sang juara bertahan keok. Publik pun terkejut. Sementara Senegal menahan imbang Uruguay dan Denmark. Alhasil mereka lolos ke fase knockout untuk yang pertama kalinya.
Di fase knockout, kejutan masih berlanjut. Mereka mengandaskan Swedia 2-1. Sebelum akhirnya kejutan itu berakhir di tangan tim kejutan lainnya, Turki di perempat final dengan skor 1-0.
Sementara itu, Turki juga menjadi bagian dari dongeng kejutan di Korea dan Jepang. Bagaimana tidak, tim yang dikomandoi Hakan Sukur ini mampu mengejutkan dunia dengan menjadi juara 3 ketika itu.
🇹🇷On this series,we took a look back at Turkey’s return to the FIFA World Cup for the 1st time in 48 years.
It was in Korea/Japan 2002 that the Crescent Stars produced one of the great underdog stories at the global finals. #WorldCup|#Turkiye|#Turkey https://t.co/PSGjhaEWro pic.twitter.com/ASELklDrFF
— Champions League Stats (@alimo_philip) April 24, 2022
Dibantai Brasil, imbang melawan Kosta Rika dan hanya menang atas China, membuat Turki awalnya tertatih dan hanya lolos sebagai runner up grup. Namun, di fase knockout beda cerita. Semangat pasukan Senol Gunes bertambah. Tuan rumah Jepang dan Senegal mereka hempaskan. Namun, langkah mereka harus terhenti di semifinal oleh Brazil 1-0 lewat gol Ronaldo.
Di sisi lain tuan rumah Korea Selatan juga jadi kejutan di 2002. Pasukan Guus Hiddink juga mampu melaju hingga semifinal. Awalnya pun mereka sempat diremehkan di fase grup. Maklum mereka berada satu grup dengan Portugal, Amerika Serikat, dan Polandia. Tapi tak disangka Korea justru bisa menjadi juara grup. Mengejutkannya lagi di fase gugur, Ahn Jung Hwan dan kolega berhasil menumbangkan Italia maupun Spanyol.
1 – The 2002 edition of the World Cup was the first to be held in Asia, with Japan and South Korea combining to host the games in a record 20 different cities. Tour. #OptaWCYears pic.twitter.com/Wan2uxXYxO
— OptaJoe (@OptaJoe) May 12, 2020
Di luar hal kontroversi yang terjadi, sejarah tetaplah mencatat bahwa Korea Selatan jadi satu satunya negara di benua Asia yang bisa mencapai semifinal Piala Dunia. Meskipun akhirnya mereka harus kalah atas Jerman dan tak mampu merebut tempat ketiga.
Ukraina (2006)
Berlanjut ke edisi Piala Dunia 2006 Jerman. Tak banyak muncul underdog yang menjadi kejutan di edisi kali ini. Praktis hanya ada satu tim yang paling tidak berhasil memberi kejutan. Negara itu adalah Ukraina.
2 – Ukraine have reached the quarter-finals of a major tournament for only the second time, the previous instance being the 2006 World Cup (eliminated by Italy). Andriy. #SWEUKR #EURO2020 pic.twitter.com/6yXcQxtsQL
— OptaJean (@OptaJean) June 29, 2021
Negara yang sedang berkonflik ini, dulu pada era Shevchenko dan kawan-kawan untuk bisa ke Piala Dunia untuk pertama kalinya menapaki jalan terjal. Sejarah pun tercipta di 2006, negara pecahan Soviet itu akhirnya mampu berkiprah di Piala Dunia.
Awalnya dikira sudah cukup, karena target tampil di Piala Dunia terpenuhi. Namun justru mereka memanfaatkan momen langka ini untuk tampil All Out. Bergabung bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Tunisia di Grup H, awalnya mereka tertatih. Dibantai Spanyol 4-0, justru menjadi titik balik semangat bagi Shevchenko dan kawan-kawan.
The Blue Yellow akhirnya mampu bangkit dan lolos sebagai runner up grup. Di babak knockout mereka kembali menunjukkan tajinya sebagai underdog. Swiss mereka kandaskan lewat drama adu penalti. Namun di tangan Italia, langkah mereka akhirnya terhenti di perempat final setelah dibantai 3-0.
Ghana, Paraguay, dan Uruguay (2010)
Lanjut ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Ghana mampu mengejutkan dunia ketika itu dengan melaju hingga perempat final. Satu grup dengan Jerman, Australia dan Serbia, mereka lolos sebagai runner up grup.
Di bawah asuhan Milovan Rajevac dan pilar macam Essien, Asamoah Gyan maupun Muntari, Ghana berhasil mengalahkan Amerika Serikat di fase knockout. Namun sayang, kejutan heroik Ghana itu terhenti oleh Uruguay lewat drama adu penalti. “Tangan Tuhan” Luis Suarez pasti akan dikenang sebagai luka bagi publik Ghana ketika itu.
ON THIS DAY: In 2010, Luis Suárez was sent off in for handball in ET as Uruguay beat Ghana on penalties in the World Cup quarter-final. pic.twitter.com/OOZrqaUNh3
— Squawka (@Squawka) July 2, 2017
Uruguay sendiri akhirnya lolos ke semifinal berkat kemenangan dramatis atas Ghana tersebut. Luis Suarez dan kawan-kawan melaju hingga semifinal berkat penampilan yang mengejutkan dari fase grup. Di mana La Celeste muncul sebagai juara Grup A setelah menyingkirkan Prancis dan tuan rumah Afrika Selatan.
Namun akhirnya langkah mereka terhenti oleh De Oranje di semifinal dengan skor 3-2. Mereka pun tak mampu membawa pulang juara ketiga setelah kalah atas Jerman 3-2.
#OTD in 2010- Uruguay 🇺🇾 lost 3-2 to the Netherlands 🇳🇱 for the #FIFA World Cup semi-final.
⚽️ Van Bronckhorst [Net 18], Forlan [Uru 41], Sneijder [Net 70], Robben [Net 73], M. Pereira [Uru 91] pic.twitter.com/J6ht2N6BEG
— Uruguay Football ENG (@UruguayFootENG) July 6, 2020
Sementara itu tetangga Uruguay, yakni Paraguay juga mampu mewarnai kejutan di Afrika Selatan karena bisa melaju hingga perempat final. Anak asuh Gerardo Martino itu secara mengejutkan lolos menjadi juara Grup F sekaligus memulangkan juara bertahan Italia lebih awal.
Tata Martino’s stint with Paraguay national team was truly remarkable.
-Quarter finals in the 2010 World Cup. Their best ever finish at the tournament and barely lost to eventual champions Spain.
-Second place in 2011 Copa América. Best ever finish since 1979. pic.twitter.com/xtvMX8LcvP
— Anthony (@anthony_jack_k) May 30, 2022
Dikomandoi Roque Santa Cruz, Los Guaranies di babak knockout mampu mengandaskan Jepang lewat adu penalti dan menyulitkan Spanyol. Namun akhirnya, mereka harus menyerah atas superioritas tiki-taka Spanyol di perempat final.
Kosta Rika dan Kolombia (2014)
Dongeng kejutan kembali mewarnai Piala Dunia 2014 Brazil. Kali ini muncul Kosta Rika dan Kolombia yang mampu menyita perhatian dunia. Mereka berdua mampu melaju hingga perempat final.
Fenomena moncernya Kolombia dengan James Rodriguez membuat negara ini mampu mengejutkan dunia. Menjadi juara Grup C di atas Yunani, Pantai Gading dan Jepang di fase knockout juga mampu mengandaskan sesama Amerika Latin, Uruguay 2-0.
Pencapaian perempat final Kolombia itu pun akhirnya terhenti oleh tuan rumah Brasil dengan skor tipis 2-1. Kejutan Tri Colour menjadi warna tersendiri di Brazil. Mereka dihadiahi predikat tim Fair Play di ajang itu. Bintang mereka, James Rodriguez pun menjadi peraih sepatu emas dengan menjadi top skor.
Colombia forward James Rodriguez wins the Golden Boot as top scorer at the 2014 #WorldCup http://t.co/qcl0H6BrPP pic.twitter.com/Uc9s61b9sm
— BBC Sport (@BBCSport) July 13, 2014
Sementara itu tim kejutan lain, Kosta Rika lebih heroik lagi. Tak banyak bermaterikan bintang, mereka juga mampu melaju hingga perempat final. Yang lebih spesialnya, mereka mampu lolos sebagai juara grup sekaligus mengirimkan tim besar macam Inggris maupun Italia pulang kampung lebih awal.
💀 Drawn alongside England, Italy & Uruguay, Costa Rica were written off at Brazil 2014 before a ball was kicked 🚫
🇨🇷 Los Ticos went on to top that group and beat Greece in the last 16, reaching the quarter-finals for the first time 💪
📸 #WorldCup Moments | #MondayMotivation pic.twitter.com/2jDT1cfpqZ
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) April 26, 2021
Tak sampai di situ, performa heroik Keylor Navas dan kawan-kawan berlanjut di babak knockout ketika mengandaskan Yunani lewat adu penalti. Namun sayang, kisah heroik Los Ticos tak mampu berlanjut di perempat final. Mereka harus menyerah lewat adu penalti atas Belanda.
Kroasia, Rusia, dan Swedia (2018)
Di edisi Piala Dunia 2018 Rusia, tentu yang paling diingat sebagai tim kejutan yakni Kroasia. Modric dan kawan-kawan mampu lolos hingga partai puncak setelah mengawalinya dengan sempurna di fase grup.
At the 2018 @FIFAWorldCup Croatia became the smallest nation since Uruguay in 1950 to reach the final 🇭🇷🥈
The team around midfield maestros @lukamodric10 and @ivanrakitic won all their group stage matches and eliminated England in the semis to set up a final against France. pic.twitter.com/1RHP4dDwJr
— FIFA Museum (@FIFAMuseum) October 29, 2022
Lolos di atas tim besar Argentina, Nigeria dan Islandia, Kroasia menatap knockout dengan penuh percaya diri. Sayang, setelah berhasil mengandaskan Denmark, Rusia dan Inggris, The Blazers terpaksa harus menunda mimpinya menjadi juara dunia setelah kandas atas Prancis di final.
Nyatanya, tidak hanya Kroasia underdog yang mewarnai Piala Dunia 2018. Ada juga tuan rumah Rusia. Rusia berhasil lolos sebagai runner up Grup A dan mampu mengandaskan raksasa Spanyol di fase knockout lewat adu penalti.
FIFA World Cup 2018: #Russia seizes its seat in the quarterfinals as #Spain crashes out for 4-3 in the penalty shoot out after a 1-1 draw. #WorldCup #ESPRUS #ESP #RUS
Photo: FIFA World Cup (Twitter) pic.twitter.com/N7XMXOWnwo
— Doordarshan Sports (@ddsportschannel) July 1, 2018
Ada juga Swedia yang bahkan mampu menjuarai Grup F dengan mengangkangi Meksiko, Korea Selatan dan juara bertahan Jerman. Sayang, baik Rusia maupun Swedia langkahnya terhenti di perempat final. Rusia takluk oleh Kroasia lewat adu penalti, sedangkan Swedia takluk oleh Inggris.
FIFA World Cup 2018: Sweden beat Switzerland 1-0 to enter quarter-finals
Highlights: https://t.co/DQvgtHwRJ3#WorldCup #SWESUI #SWE #SUI #FIFA18WorldCup @FIFAWorldCup#FifaWorldCup2018 #Fifaworldcup #WorldCup18 pic.twitter.com/4J0KQ6Sq7L
— NDTV Sports (@Sports_NDTV) July 3, 2018
Sumber Referensi : bitbol, hitc, sportskeeda, theguardian, sportingnews, fifa


