Ketegasan Ten Hag di Manchester United

spot_img

Kedatangan Erik ten Hag ke Manchester United ternyata membawa pengaruh. Meski belum terlalu signifikan, setidaknya kehadiran Ten Hag membuat Manchester United pelan-pelan bangkit dari keterpurukan.

Sejak menginjakkan kaki ke Manchester United, Ten Hag sepertinya memang memiliki visi yang berbeda dari pelatih sebelumnya. Salah satunya barangkali karena ia tegas. Di tepi lapangan, Ten Hag menjadi sosok pelatih yang selalu berteriak.

Ten Hag terlihat sangat tegas ketika melatih Manchester United. Nah, berikut ini adalah bukti-bukti ketegasan Ten Hag di Manchester United yang membuat tim ini menjadi garang lagi. Apa saja ketegasan tersebut?

Masalah MU Sikap Bukan Taktik

Ketika memulai musim 2022/23, Erik ten Hag mencoba memahami apa yang sebetulnya terjadi di Manchester United. Apa masalah mereka? Dan pada pertandingan awal di Liga Primer Inggris, ketika Manchester United dihajar Brentford dan Brighton, Ten Hag tahu bahwa masalah tim bukan soal taktik.

Pelatih berpaspor Belanda itu meyakini bahwa bobroknya Setan Merah adalah persoalan sikap. Pemain, kata Ten Hag, tidak memiliki sikap 100 persen untuk tim. Jadi mereka seperti tidak punya semangat untuk memenangkan pertandingan.

“Anda tak perlu bicara soal filosofi atau skema permainan apa pun. Yang penting adalah tim semangat dan komitmen 100 persen,” kata Erik ten Hag dikutip Goal.

Dari situlah Ten Hag menggembleng pemain Manchester United. Ia ingin tidak ada pemain yang kurang semangat ketika bermain untuk tim. Ten Hag menghendaki setiap pemain punya komitmen. Komitmen untuk serius membela Setan Merah dan mengantarkan tim ke bentuk terbaiknya.

Membuat Seperangkat Aturan yang Ketat

Ketika datang ke markas latihan Setan Merah di Carrington, Ten Hag betul-betul membawa caranya sendiri untuk melatih Manchester United. Pria 52 tahun itu bahkan tidak hanya membawa dirinya ke Carrington, tapi juga seperangkat aturan yang akan mengikat para pemain Manchester United.

Mengutip laporan dari Sport Joe, ada lima aturan dari mantan bos Ajax di Manchester United. Lima aturan tersebut antara lain melarang alkohol, pemain tidak boleh menggunakan koki pribadi, memperingatkan pemain apabila terlambat akan dikeluarkan, pemeriksaan indeks masa tubuh secara teratur, dan jika ada masalah pemain harus ke Ten Hag terlebih dahulu bukan ke agen.

Khusus yang terakhir, Ten Hag melakukannya agar kebocoran ruang ganti tidak terjadi lagi. Meski begitu, ada juga pihak yang merasa aturan-aturan itu terlalu berlebihan. Mantan pemain Liga Inggris, Gabriel Agbonlahor mengatakan Ten Hag seharusnya tidak perlu bikin aturan segala.

Menurut mantan pemain Aston Villa itu, tanpa diatur pun pemain sudah tahu apa yang harus ia lakukan. Seperti misalnya, pemain tidak perlu dilarang menggunakan koki pribadi. Cukup beri saja batasan makanan apa yang mesti dimakan dan yang tidak boleh dimakan.

“Saya pikir ini sedikit berlebihan. Mereka (pemain) bisa memasak makanan sehat. Mereka tahu makanan apa yang harus dimakan. Jadi mengapa mereka perlu mengambil makanan dari tempat latihan?” Kata Agbonlahor dikutip talkSport.

Menyingkirkan Pemain yang Tidak Perlu

Erik ten Hag datang dan langsung mencoret beberapa nama dari skuad utama Manchester United. Dilaporkan media Joe, Erik ten Hag mengeluarkan lima pemain dari ruang ganti. Hal itu karena ruang ganti klub hanya bisa menampung 24 pemain.

Adapun pemain yang disingkirkan Erik ten Hag di awal dari ruang ganti adalah Phil Jones, Brandon Williams, Axel Tuanzebe, Shola Shoretire, dan Teden Mengi. Ten Hag juga melepas pemain yang sekiranya tidak bakal terpakai. Salah satunya Eric Bailly yang dipinjamkan ke Marseille.

Keputusan menyingkirkan beberapa pemain terbilang berani. Apalagi pemain senior seperti Phil Jones yang sudah lama tidak turun di skuad Setan Merah. Tercatat sejak musim 2019/20, Jones hanya bermain 13 kali. Ia juga sering dibekap cedera dan kerap mengalami masalah kebugaran.

Latihan Intens

Ten Hag menerapkan latihan intens di Manchester United. Pelatih yang kenyang trofi Liga Belanda itu membuat para pemain The Red Devil bekerja lebih keras. Hal itu bahkan diakui oleh pemain Manchester United itu sendiri.

Kiper MU, David De Gea mengatakan Ten Hag selalu totalitas ketika berlatih. Ia mengatakan, pelatihnya itu akan memberikan porsi latihan sedetail mungkin kepada para pemain. De Gea paham bahwa Ten Hag tahu 100% apa yang ia inginkan.

“Saya pikir seluruh tim bekerja keras. Ia (Ten Hag) tahu hal-hal yang mesti kami lakukan dan selalu memberi informasinya lengkap di awal. Saya merasa telah melihat hal-hal hebat,” kata De Gea dikutip Planet Football.

Menghukum Pemainnya

Setelah dua kali menelan kekalahan di dua pertandingan awal Liga Inggris, atas Brighton dan Brentford, Ten Hag bereaksi dengan menghukum para pemainnya. Meski di hari libur, Ten Hag menyuruh pemainnya untuk tetap berangkat latihan.

Ia meminta para pemain untuk berlari 13,8 kilometer. Itu karena di laga kontra Brentford, anak asuh Thomas Frank berlari 13,8 kilometer lebih banyak dari pemain Manchester United. Hukuman itu jelas sebagai bentuk ketegasan Erik ten Hag.

Hebatnya, diketahui ternyata Ten Hag tidak sekadar menyuruh pemainnya berlari lebih banyak. Tapi dirinya juga ikut berlari. Melalui itu, bisa jadi Ten Hag ingin menunjukkan bagaimana harus bertanggung jawab.

Mencadangkan Maguire

Bentuk ketegasan Ten Hag lainnya adalah keberaniannya dalam mencadangkan sang kapten kebanggaan kita semua, Harry Maguire. Erik ten Hag mengatakan, posisi kapten tidak akan menjamin seorang pemain selalu menjadi starter.

Ten Hag mengatakan bahwa Maguire memang kapten Manchester United. Namun, itu tidak menjamin sang lord selalu tampil reguler. Apalagi kalau Manchester United masih ada Varane dan Lisandro Martinez. Soal figur kapten lainnya, MU toh tidak kehabisan stok karena masih ada Bruno Fernandes.

“Bruno melakukannya dengan cukup baik sebagai kapten. Ia memimpin dan memberi contoh. Bruno juga membawa begitu banyak energi ke dalam tim,” kata Ten Hag dikutip ESPN.

Mengeluarkan Cristiano Ronaldo

Ten Hag juga sangat berani ketika memutuskan untuk mencoret Cristiano Ronaldo dari skuad Manchester United. Hal itu terjadi setelah MU menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0. Cristiano Ronaldo yang melengos begitu saja sebelum laga benar-benar selesai, menunjukkan sikap yang tidak baik.

Dan Erik ten Hag mengetahui hal itu. Ini sudah dua kali CR7 melakukan tindakan serupa, setelah sebelumnya ketika menghadapi Rayo Vallecano di pramusim. Ten Hag pun memberi hukuman pada Ronaldo.

Bintang Portugal itu dicoret dari skuad MU untuk laga kontra Chelsea. Ia tidak boleh latihan di Carrington jelang laga tersebut. Itu adalah konsekuensi yang harus ditanggung Ronaldo atas tindakannya. Karena Ten Hag dari awal ingin memberi kesempatan yang adil kepada semua pemain.

“Saya manajernya. Saya yang bertanggung jawab atas budaya, standar, dan nilai di dalam tim. Sepakbola adalah olahraga tim, dan Anda harus menerapkan standar tertentu,” kata Erik ten Hag ketika diwawancara BBC Sport.

Sumber: DailyMail, GOAL, Mirror, Sportskeeda, PlanetFootball, SportsJoe, talkSPORT, JOE, ESPN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru