Perkenalkan, salah satu senjata rahasia Arteta musim ini. Dia adalah seorang pemuda belia asal Negeri Samba, Gabriel Martinelli. Amunisi serang Arteta yang satu ini bak gas air mata yang sewaktu-waktu ketika dilepaskan dapat mengancam dan membunuh gawang lawan.
Gol cepatnya melawan Liverpool seakan membuat publik terkejut akan daya ledak itu. Pasalnya dia sering tak terlihat perannya. Namun jika dilihat secara kontribusinya bagi tim, cukuplah tinggi.
⚡️ 58 seconds ⚡️ pic.twitter.com/5sF0yBqqcF
— Arsenal (@Arsenal) October 9, 2022
Daftar Isi
Gelombang Brazil Di Arsenal
Awalnya pemuda Brazil yang mantan pemain futsal ini, didatangkan dari klub kasta keempat Brazil, Ituano pada musim 2019/20 dengan mahar hanya 6 juta pounds saja. Kedatangannya ketika itu tentu dipengaruhi oleh dimulainya proyek seorang direktur teknik baru Arsenal asal Brazil, Edu.
Reminder: Gabriel Martinelli cost Arsenal just £6 million 💰 pic.twitter.com/eXCqg45dA8
— ESPN UK (@ESPNUK) October 9, 2022
Martinelli termasuk darah Brazil yang mengawali proyek eksodus para pemain Brazil di bawah Edu. Ia didatangkan bersama David Luiz dan Pablo Mari pada musim 2019/20. Sebelumnya, bakat Martinelli ini ternyata pernah juga disia-siakan oleh MU dan Barca. Lho kok bisa?
Ya, sebelum hijrah ke Arsenal ia ternyata sempat trial selama beberapa pekan di MU dan di akademi La Masia Barca. Namun selama dalam trial-nya itu, ia mengaku tak kunjung diberikan kontrak resmi oleh dua tim besar tersebut. Akhirnya Martinelli pun terima dan kembali lagi ke Brazil sebelum menerima pinangan The Gunners.
Gabriel Martinelli had four trials at Manchester United between 2015 and 2017 before the club decided against signing him. 🔴👀
Another massive L for Manchester United. pic.twitter.com/YBhsfve7FK
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) January 22, 2020
Kepercayaan Arteta
Setelah tiba di Arsenal, sebenarnya ia hanyalah didatangkan sebagai prospek wonderkid semata. Jam terbang ketika dilatih Unai Emery maupun Freddie Ljungberg pun tak banyak. Sampai seorang Mikel Arteta datang ke Emirates pada Desember 2019.
En 2019, Arsenal compró a un desconocido Gabriel Martinelli, que jugaba en Ituano, en la cuarta división de Brasil. Lo pagó €6M. Una apuesta difícil de creer.
Hoy es clave en el mejor equipo de los Gunners que vimos en mucho tiempo. Visionarios nivel imposible 🤯🇧🇷 pic.twitter.com/M2gT0J4zPb
— Bolavip (@bolavipcom) October 9, 2022
Martinelli diam-diam mulai dipercaya ketika Arteta datang. Ia sering dicoba oleh Arteta di beberapa kompetisi. Di umurnya yang masih 18 tahun, debut Martinelli di musim pertamanya termasuk kategori mengesankan.
Martinelli kerap dipercaya mengisi sisi kiri penyerangan racikan Arteta. Hasilnya ia dipercaya melakoni 26 pertandingan di semua kompetisi Arsenal musim 2019/20. Dari 26 laga itu, ia bahkan bisa mencetak 10 gol dan 4 assist.
Berada Di Bawah Bayang-Bayang Pengganti Aubameyang
Kesempatan yang diberikan oleh Arteta kepada Martinelli untuk unjuk bakat juga bukan alasan. Selain murni kemampuan dan etos kerja Martinelli, kesempatan mengisi lini serang sebelah kiri Arsenal itu tentu berkat permasalahan Arteta dengan para stok para pemain senior yang dinilai tampil inkonsisten. Seperti contohnya sang kapten, Aubameyang.
Arteta diam-diam mulai muak dan perlahan menyingkirkan bagian-bagian toxic dari Arsenal.
Meskipun Martinelli terlihat mengesankan di musim pertamanya, tapi ia juga tak kunjung mendapat tempat di tim inti pada musim keduanya. Sebab Martinelli sempat diganggu beberapa cedera panjang yang dialaminya.
Hasilnya kentara, ketika melihat jumlah laganya berkurang menjadi 22 laga. Jumlah kontribusinya pun berkurang. Hanya 2 gol dan 2 assist pada musim 2020/21 di semua kompetisi. Nah, barulah di musim lalu, Martinelli diam-diam masuk dalam radar Arteta sebagai seorang starter di lini penyerangan Arsenal.
Para pemain senior di lini penyerangan Arsenal pun mulai terkikis. Termasuk minggatnya Aubameyang ke Barca. Nampaknya Arteta tahu, dan sudah punya rencana jangka panjang siapa yang akan menjadi pemain andalannya di sektor depan. Seketika itu juga Martinelli diubahnya menjadi starting eleven Arsenal.
Who needs Aubameyang when you’ve got Martinelli! pic.twitter.com/VZvShi9GCP
— ARSENAL (@tomgunner14) December 18, 2021
Hasilnya mengesankan. Martinelli mulai tumbuh dan berkembang. Ia mencapai 36 laga di semua kompetisi di musim lalu. Dari 36 laga itu, ia mencetak 6 gol dan 7 assist. Kontribusinya pun semakin memperlihatkan bahwa pemuda Brasil ini adalah calon bintang Arsenal masa depan.
Keunggulan Martinelli
Kepercayaan Arteta memilih Martinelli sebagai pengganti posisi yang ditinggalkan Aubameyang juga bukan tanpa sebab. Arteta yang diam-diam membangun Arsenal dengan para pemain muda yang dipilihnya sendiri, perlahan mulai membuahkan hasil.
Kerangka permainan Arsenal di bawah Arteta dibuat dengan sebuah sistem teamwork yang jelas. Tak ada satupun pemain yang menonjol dan jadi sok bintang. Materinya pun ia cenderung suka daun muda yang tak neko-neko dalam menjalankan strateginya di lapangan.
Martinelli adalah salah satu yang sangat cocok. Kecepatan, determinasi, dribbling, serta etos kerja yang tak kenal lelah, menjadi beberapa keunggulan dari Martinelli. Ia awalnya sempat disepelekan disebut sebagai pemain yang hanya punya naluri semangat saja. Namun bakat talenta asal Brazil memang tak bohong. Akselerasi dan skill individunya kerap merepotkan dan merusak pertahanan lawan.
Selain itu, Martinelli juga rajin track back membantu lini pertahanan ketika diserang. Artinya pemain ini tak malas-malasan di lapangan. Belakangan ini juga rekannya, Granit Xhaka memuji etos kerjanya dalam tim. Xhaka mengatakan bahwa Martinelli bak seorang pemain yang selalu bermain dengan kecepatan 100 mil per jam.
As Granit Xhaka says, Gabriel Martinelli plays at ‘100 miles per hour’.
The Brazilian’s electrifying display against #LFC was a reminder of how #AFC should surely push to tie one of their brightest talents down to a new contract sooner rather than later.
— The Athletic UK (@TheAthleticUK) October 10, 2022
Selain jago di posisinya, yakni sisi kiri penyerangan Arsenal. Ia juga ternyata versatile alias jago di beberapa posisi. Menurut Transfermarkt, selama di Arsenal, pernah 13 kali ia ditempatkan di penyerang tengah dan 6 kali di penyerang kanan. Hasilnya juga tak buruk-buruk amat. Sebagai penyerang tengah ia mampu mencetak 7 gol dan 1 assist. Sedangkan di sisi kanan ia bisa mencetak 1 gol dan 3 assist.
Artinya, Martinelli ini tipe pemain yang serba bisa. Jika dibutuhkan di posisi tertentu, sewaktu-waktu ia bisa mengisinya. Kedua kakinya pun sangat kuat dan mendukungnya untuk bermain di segala posisi penyerangan. Ditambah etos kerjanya yang sangat tinggi, membuat Arsenal bersyukur bisa mempunyai permata yang satu ini.
Arsenal bahkan baru-baru ini berniat akan memagari Martinelli dari pinangan klub lain dengan kontrak baru. Meskipun ia baru menandatangani kontraknya 2020 lalu dengan durasi sampai 2024. Kabarnya ia kini akan segera diperpanjang sampai 2026.
Gabriel Martinelli confirms he will sign new long-term contract extension at Arsenal https://t.co/77NQuGi8wo
— The Sun Football ⚽ (@TheSunFootball) October 10, 2022
Prospek Untuk Dipanggil Ke Piala Dunia
Berkat penampilan yang moncer bersama Arsenal sampai musim ini, Martinelli pun juga digadang-gadang menjadi salah satu pilar senjata rahasia Timnas Brazil di Piala Dunia Qatar nanti.
Safu ya ushambuliaji ya Brazil 🇧🇷 tishio..🙌
Martinelli magoli 3, Richardson magoli 2 na Asisti 2, Rodrigo Magoli 3 na Asisti 2 , Neymar magoli 11 na Asisti 8 , Vinicius Magoli 5 na Asisti 4 mwisho Coutinho hana kitu..
Jumla magoli 24 na Asisti 16 kwa msimu huu tu.. pic.twitter.com/MHcVkojahJ
— Olais_ole (@OfficialdoubleO) September 22, 2022
Tite, sang pelatih Brasil pun tentu memantau perkembangan performa penyerang Arsenal ini. Namun Martinelli tampaknya diuji dengan keberadaan melimpahnya stok para penyerang muda Brazil. Di posisi sayap penyerangan, ia mungkin akan bersaing memperebutkan satu tempat dengan Vinicius, Rodrigo, Anthony, maupun Raphinha.
Martinelli harus terus berjuang untuk stabil performanya di Arsenal, jika ingin memesan satu tempat di timnas Brazil. Arteta pun juga harus mengatur performa Martinelli supaya bisa terus konsisten. Bagaimanapun keberadaan talenta seperti Martinelli ini merupakan berkah tersendiri bagi Arsenal. Bukan tidak mungkin senjata rahasia Arteta ini di masa depan akan benar-benar menjelma menjadi superstar di usia matangnya.
🏆 Our Player of the Match last night…
GABRIEL MARTINELLI 🔥 pic.twitter.com/mGMkC4v1Sf
— Arsenal (@Arsenal) October 10, 2022
https://youtu.be/gvLrYxEW9P0
Sumber Referensi : transfermarkt, theathletic, dailymail


