Nasib 10 Pemain Terakhir yang Direkrut Pep Guardiola untuk Barcelona

spot_img

Momen paling istimewa Guardiola mungkin ketika dirinya berada di Spanyol bersama klub yang dulu pernah ia bela, Barcelona. Bersama klub asal Catalan itu, Pep sudah mempersembahkan banyak gelar bagi Cules. Bahkan meraih enam piala dalam satu tahun, atau lebih dikenal dengan istilah sixtuple di tahun 2009.

Namun, kali ini bukan membahas prestasi Pep sebagai pelatih di Barcelona. Tapi melihat bagaimana nasib pemain yang dibeli Guardiola untuk Barcelona di akhir masanya bersama Blaugrana. Berikut daftar nasib 10 pemain terakhir yang direkrut Pep Guardiola untuk Barcelona.

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas dibeli oleh Pep dari Arsenal pada musim panas tahun 2011. Barcelona adalah klub yang pernah Fabregas bela ketika masih muda sebelum dirinya dibeli oleh Arsene Wenger saat usianya masih 16 tahun. Umur Fabregas tidak terlalu lama di Barca. Ia hanya bertahan selama tiga musim karena tidak terlalu cocok dengan gaya permainan Barcelona. Meskipun begitu, Fabregas masih menjadi bagian penting kesuksesan Barca saat itu.

Kangen dengan Premier League, Fabregas pun kembali pindah ke Inggris untuk bermain di London. Namun bukan Arsenal, melainkan Chelsea yang menjadi klub nya saat itu. Dan di Chelsea, gelandang asal Spanyol tetap sukses dan membawakan banyak trofi. Diantaranya dua kali gelar liga Inggris, Piala liga, Europa League, dan FA Cup.

Fabregas sempat terdampar di Prancis dan bermain bersama Monaco hingga akhirnya ia bermain untuk klub Serie B Italia, FC Como. Bergabungnya Fabregas ke klub divisi kedua liga Italia menandakan akhir karirnya sudah dekat.

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez di datangkan pada bursa transfer yang sama dengan Fabregas. Saat itu, Sanchez adalah pemain yang sangat dielukan di Italia, ketika dirinya masih bermain untuk Udinese. Ia juga, secara kebetulan, hengkang dari Barcelona di musim yang sama dengan Fabregas.

Dan uniknya lagi, Sanchez dan Fabregas sama-sama hijrah ke Premier League. Jika Fabregas ke Chelsea, Sanchez malah gabung tim lama Fabregas, Arsenal. Empat musim ia jalani bersama The Gunners dengan baik. Ia menjadi sayap yang mematikan di Premier League. Ia pun mempersembahkan dua Piala FA untuk Arsenal.

Sukses di Arsenal membuatnya ingin pindah ke tantangan yang lebih baru. Sanchez pun pindah ke Manchester United melalui barter dengan Henrikh Mkhitaryan dan malah menjadi bahan lawakan di MU. Ia dianggap sebagai transfer paling gagal setan merah.

Sanchez pun pindah ke Inter Milan setelah sebelumnya pernah dipinjamkan oleh MU. Meskipun tidak sehebat ketika di Arsenal, tapi Sanchez mulai bisa bermain bola kembali. Bersama Inter, ia mampu meraih Scudetto. Juga Italian Cup dan Italian Super Cup di musim setelahnya. Saat ini bermain untuk Olympique Marseille

Ibrahim Afellay

Ibrahim Afellay sebenarnya pemain yang cukup berbakat. Sebelum di Barcelona, ia pernah memperkuat PSV Eindhoven dan meraih empat kali gelar Eredivisie dengan klub itu. Sampai akhirnya, ia pun dibeli Guardiola pada tahun 2010.

Karir Ibrahim Afellay di Barca cukup bisa terlupakan. Ia hanya terpakai di musim pertamanya saja bersama Barcelona. Itu pun hanya bermain 28 pertandingan dan mencetak dua gol saja. Namun setelah itu, ia mengalami cedera dan ketika ia pulih, Guardiola tidak lagi membutuhkannya. Di musim-musim setelahnya, gelandang itu sama sekali tidak terpakai. Ia pun pindah ke Stoke City, setelah sebelumnya pernah dipinjamkan ke Olympiacos dan Schalke. Ia pun pensiun pada tahun 2021 di klub lamanya, PSV Eindhoven.

Javier Mascherano

Berbeda dengan Afellay, Javier Mascherano adalah pemain bertahan andalan Pep Guardiola. Dibeli dari Liverpool pada tahun 2010, ia sudah mencatatkan lebih dari 300 penampilan bersama Barcelona. Mascherano juga sudah mempersembahkan lima piala La Liga untuk Barca beserta dua Liga Champions dan segudang trofi lainnya. Menjadikannya pemain Argentina, selain Messi, yang paling berpengaruh di klub pada saat itu.

Di tahun 2018, ia hengkang dari Barcelona dan bergabung dengan klub asal China, Hebei China Fortune. Setelah itu, Mascherano pindah ke tanah kelahirannya, Argentina sebelum akhirnya pensiun di tahun 2020.

Adriano

Penampilan Adriano di Barcelona bisa dibilang cukup baik. Bersama dengan Jordi Alba, ia menjadi pilihan bek kiri mematikan di Barcelona. Apalagi Adriano dibeli dari Sevilla dengan harga cukup murah. Ia sudah mencatatkan 212 penampilan di semua kompetisi bersama Barcelona.

Di tahun 2016 bek asal Brasil itu dilepas Barcelona ke klub turki, Besiktas. Ia pun cukup sukses di Besiktas dan bertahan hingga musim 2018/19. Setelah mencatatkan lebih dari 100 penampilan dan meraih satu gelar Turkish Super Lig, Ia pindah ke Brasil sebelum akhirnya pindah lagi ke klub KAS Eupen di Belgia.

David Villa

David Villa adalah striker yang seharusnya Barcelona beli dari dulu, ketimbang membeli Ibrahimovic di tahun 2009. Barca membeli Villa dari Valencia di tahun 2010 dengan harga 40 juta euro. Harga yang murah mengingat kontribusinya kepada klub yang sangat besar. Villa sudah mengisi kekosongan penyerang Barcelona yang ditinggalkan Ibrahimovic. Ia juga meraih banyak trofi bersama Barca. Salah satunya Liga Champions di musim 2010/11 yang mana ia mencetak gol di laga final.

Namun sayangnya di tahun 2013, ia dibuang ke Atletico Madrid. Tapi David Villa malah berhasil membawa Atletico Madrid sebagai juara La Liga di musim 2013/14. Setelah itu, Villa berkelana di Negeri Paman Sam untuk bergabung dengan New York City FC dan pindah ke Australia bersama Melbourne City FC. Ia sempat bermain bersama Andres Iniesta di Vissel Kobe sebelum akhirnya mengumumkan gantung sepatu.

Dmytro Chygrynskiy

Nama Dmytro Chygrynskiy mungkin membuat para fans Barca menurunkan alisnya. Ada yang mengingat siapa pemain itu, atau ada yang teringat betapa flop-nya Dmytro ketika di Barca. Pep Guardiola mendatangkan Dmytro dari Shakhtar Donetsk dengan harga 25 juta euro. Banyak harapan yang tertumpu di pundak pemain asal Ukraina saat itu.

Dmytro diharapkan bisa mendatangkan persaingan bagi Puyol dan Gerard Pique untuk memperebutkan posisi bek utama Pep Guardiola. Tapi malah hanya bertahan semusim di Barca. Ia pun kembali ke Shakhtar Donetsk, namun performanya tidak sama lagi. Ia tidak bisa lagi bermain reguler sebelum akhirnya memutuskan untuk hengkang. Sekarang ia terdampar di liga Yunani bersama Ionikos Nikeas, setelah sebelumnya ia juga pernah memperkuat AEK Athens

Zlatan Ibrahimovic

Selain Dmytro Chygrynskiy, Zlatan Ibrahimovic juga menjadi nama yang membuat para fans Barca menurunkan alisnya. Alasannya? ia masuk dalam daftar pemain yang malah moncer ketika hengkang dari Barcelona. Sebenarnya Ibra bukan pembelian yang buruk. Ibra tetap menjadi penyerang mematikan di La Liga. Ibra mencetak 16 gol dan 9 assist dari 29 pertandingan di La Liga.

Mungkin sudah menjadi rahasia umum mengapa Ibra tidak betah di Camp Nou. Alasan utamanya adalah perselisihan dengan Pep Guardiola. Kekalahan Barca atas Inter di Champions League musim 2009/10 juga memperparah hubungan Zlatan dengan Pep. Selain itu, Ibra juga tidak suka pamornya terhalangi oleh Messi, yang merupakan anak emas dari Pep Guardiola. Ibra pun hengkang dari Barca di musim setelahnya. Nasibnya setelah di Barca tidak usah dijelaskan lagi. Ia mengembara ke banyak klub dan membawa kesuksesan di setiap klub yang ia bela.

Keirrison

Wajar bila nama Keirrison tidak bisa diingat oleh para fans Barca. Pasalnya ia memang tidak pernah tampil di pertandingan resmi Barcelona. Padahal ia bukanlah pemain akademi, dan datang ke barca sebagai pemain yang dibeli dari Palmeiras dengan harga 12 juta euro. Ia tercatat sebagai pemain Barcelona selama lima musim lamanya, tapi empat musim dihabiskan sebagai pemain pinjaman di sana-sini. Ia dipinjamkan dari ke Benfica sampai ke Fiorentina namun Keirrison tidak juga mampu menunjukan potensinya.

Keirrison pun kembali ke Brasil untuk bermain bersama klub masa kecilnya, Coritiba. Dan di tahun 2019, kontraknya diputus dan membuat dirinya kini bermain di Palm Beach, Amerika Serikat.

Maxwell

Maxwell adalah sahabat karib dari Ibrahimovic. Kabarnya itu yang jadi alasan Maxwell juga ngikut Ibra ke Barca pada tahun 2009. Terlepas dari itu, Maxwell adalah fullback yang sangat berbakat. Tidak seperti Ibra, Ia bertahan di Barca selama tiga musim. Lalu ia ikut Ibrahimovic pindah ke PSG di tahun 2012.

Setelah lima tahun merumput di Parsi, ia pun gantung sepatu. Namun, talenta Maxwell masih digunakan di PSG. Bukan sebagai pelatih, melainkan asisten Direktur Olahraga PSG sejak tahun 2017.

 

Sumber: Premier League, Libero, Planet, Barcelona, Goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru