Paling galak di Eropa. Bukan judul yang melebih lebihkan bagi Napoli. Nyatanya anak asuh Luciano Spalletti memang jadi klub yang paling galak di eropa saat ini.
Napoli menjadi tim Eropa yang paling menarik untuk ditonton musim ini. Kebangkitan Napoli di Musim ini tidak diantisipasi oleh siapapun. Pasalnya, Napoli sebelumnya sudah melepas banyak pemain bintang mereka. Seperti Kalidou Koulibaly yang diboyong tim raksasa London, Chelsea di awal musim. Selain itu, mereka juga ditinggal pemain bintang lain. Sebut saja Ospina, Dires Mertens, dan Lorenzo Insigne juga dilepas begitu saja oleh Napoli.
Banyaknya pemain bintang yang dilepas itu membuat para fans sempat ragu akan performa Napoli yang akan ditampilkan musim ini. Namun, ternyata kekhawatiran fans napoli tidak terwujud. Mereka malah patut terkejut dengan prestasi Napoli awal musim ini. Jangankan para fans, Napoli berhasil memukau seluruh penikmat bola. Mereka menjelma menjadi tim paling atraktif dan tim yang paling menarik untuk ditonton musim ini.
Galak di Eropa, Sangar di Italia
Pada lanjutan penyisihan grup Champions League, Napoli berhasil mengalahkan Ajax di Amsterdam dengan skor telak 6-1. Itu merupakan kekalahan kandang terbesar Ajax di tingkat Eropa. Napoli juga menjadi tim pertama yang berhasil mencetak lebih dari empat gol di johan Cruyff Stadium setelah Borussia Dortmund pada tahun 2012.
Hasil ini pun membuat Napoli nyaman bertengger di pucuk klasemen sementara Grup A. Mereka bahkan belum pernah mengalami kekalahan dan selalu meraih kemenangan di tiga pertandingan Champions League yang pernah mereka jalani. Sebelumnya, Napoli juga sudah membantai Liverpool dengan skor 4-1 dan mengalahkan Rangers dengan skor 3-0.
Napoli menjadi klub Italia dengan produktivitas gol tertinggi di Champions League musim ini. Mereka sudah mencetak 13 gol Liga Champions hanya dari tiga pertandingan pembuka. menjadikan Napoli sebagai tim Italia pertama dalam sejarah yang mampu mencetak lebih dari 10 gol dari tiga pertandingan awal penyisihan grup Liga Champions.
Sihir Napoli juga tidak berhenti di Eropa. Mereka juga berjaya di tanah airnya. Napoli saat ini bersaing di papan atas klasemen Serie A. Secara serius memperebutkan Scudetto bersaing dengan Atalanta dan Udinese. Galak di tingkat Eropa, sangar di Serie A, kalimat yang cocok untuk Napoli musim ini. Hanya diperkuat susunan pemain dengan harga tidak sampai seperdelapannya Manchester City, Napoli tentu tim terbaik benua biru saat ini. Tapi, mungkinkah Napoli akan mengulangi era keemasan ketika diperkuat oleh Maradona?
Ulangi Era Maradona?
Era Maradona memang menjadi masa paling sukses Napoli dalam sejarah mereka. Napoli bisa meraih gelar Scudetto pertama mereka adalah ketika diperkuat oleh Maradona di tahun 1987. Dan terakhir kali mereka mendapatkan Scudetto juga adalah di era Maradona pada tahun 1990. Setelah itu, Napoli tidak bisa lagi menjuarai Serie A.
Napoli juga meraih gelar Eropa satu-satunya mereka ketika masih di era Maradona. Yaitu Piala UEFA Cup tahun 1989. Mungkin memang sulit bagi Napoli untuk mengulangi era keemasan itu. Dan pengaruh Maradona sangat kuat sampai sampai ia diagungkan bak manusia setengah dewa oleh pendukung Napoli. Tapi, bukan berarti tidak boleh berharap. Patut diamati bagaimana Napoli menjalani musim ini. Jika Luciano Spalletti dan anak asuhnya bisa mempertahankan performa mereka, Bukan tidak mungkin Napoli bisa menorehkan era keemasan baru.


