Masih berduka atas tragedi di Kanjuruhan, Indonesia harus ditambah khawatir akan sanksi FIFA yang mungkin dijatuhkan akibat tidak becusnya PSSI membiarkan tragedi Kanjuruhan terjadi. Dan apabila sanksi FIFA sudah ditetapkan, akan sulit bagi sepakbola Indonesia untuk bangkit lagi. Tentu kita masih ingat dengan sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Indonesia pada tahun 2015 lalu.
Saat itu FIFA menjatuhkan hukuman ke PSSI akibat dari campur tangan pemerintah Indonesia kepada PSSI. FIFA pun memberikan hukuman dengan mencabut keanggotaan PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia. Saat itu FIFA juga melarang Indonesia untuk mengikuti pertandingan Internasional di bawah naungan FIFA dan AFC. Anggota PSSI juga tidak dibolehkan untuk mengikuti program kursus, latihan, atau pengembangan yang diadakan FIFA dan AFC.
Ancaman Sanksi FIFA
Sanksi FIFA pun kembali menghantui sepakbola Indonesia menyusul kejadian tragedi Kanjuruhan. Pasalnya tragedi itu telah menewaskan lebih dari 100 orang dan membuat ratusan orang lainnya luka-luka. Sanksi FIFA yang mengancam sepak bola Indonesia adalah keanggotaan Indonesia bisa dicabut. Selain itu Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia juga terancam akan dibatalkan. Juga dilarang untuk mengikuti kompetisi AFC.
Sanksi FIFA lainnya yang bisa saja diterima adalah peringkat timnas Indonesia yang diturunkan dan pengurangan poin untuk timnas Indonesia. Selain itu juga, Liga Indonesia akan dipaksa untuk digelar tanpa penonton. Jika sanksi ini benar-benar dijatuhkan ke Indonesia, akan sangat merugikan bagi sepakbola tanah air. Padahal prestasi timnas saat ini sedang berada di puncak performanya bersama coach STY.
Jadi seberapa besar peluang Indonesia mendapatkan sanksi FIFA? Tragedi kanjuruhan ini menjadi tragedi paling kedua parah dalam sejarah. Lebih parah dari tragedi Hillsborough, Sheffield. Sementara tragedi paling parah dalam sejarah adalah tragedi di Lima, Peru pada tahun 1964 yang menewaskan lebih dari 300 orang. Dan berdasarkan sejarah sebelumnya, FIFA tidak pernah menjatuhkan hukuman kepada negara-negara itu.
PSSI yakin FIFA dan AFC tak akan buru-buru menjatuhkan sanksi yang bakal merugikan Indonesia#PrayforKanjuruhan #PSSI pic.twitter.com/X4cPVGv00S
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) October 2, 2022
FIFA Memberikan Sanksi untuk Alasan Politik
Sanksi FIFA akan lebih berpotensi dijatuhkan apabila ada isu politik atau keterlibatan pemerintah dalam ranah sepak bola. Hal itu yang terjadi ketika Indonesia terkena sanksi FIFA pada tahun 2015 lalu. Saat itu, ada intervensi atau campur tangan dari Kemenpora di PSSI. FIFA pun langsung memberikan sanksi kepada Indonesia karena PSSI dan pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut.
Memperkirakan sanksi FIFA juga bisa dilihat dari kejadian di Mesir pada 2012. Saat itu terjadi kerusuhan di stadion Port Said yang menewaskan 74 orang. Meskipun menjadi hari berkabung bagi sepakbola Mesir, namun FIFA tidak menjatuhkan sanksi apapun ke Mesir. FIFA malah bertindak ketika pemerintah Mesir ikut campur dengan memberhentikan sejumlah pejabat federasi sepakbola Mesir.
Masih belum jelas untuk sanksi yang akan diterima Indonesia dari FIFA. Namun melihat dari kejadian-kejadian sebelumnya itu, kecil kemungkinan untuk Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA. Tragedi di kanjuruhan bukan kerusuhan antar suporter, melainkan kelalaian pihak penyelenggara dan kepolisian. Dikutip dari The Conversation, ada tiga penyebab utama tragedi Kanjuruhan bisa terjadi. Diantaranya pengaturan operasional stadion yang tidak baik, komunikasi yang buruk, dan kelalaian polisi menggunakan senjata gas air mata.
Sumber referensi: Goal, Liputan6, Detik, CNN, Libero, Conversation


