Ada INDONESIA, Berikut Klub Inggris yang Dimiliki Pengusaha Asia Tenggara

spot_img

Football lovers masih ingat ketika legenda sepakbola Thailand, yakni Teerasil Dangda pernah berseragam Manchester City? Ah mungkin kalian sudah lupa, toh Teerasil juga nggak pernah sekalipun melakoni laga debut bersama sang juara bertahan Liga Inggris tersebut. Yang jadi pertanyaan adalah kok bisa Teerasil sampai direkrut oleh Manchester City?

Ceritanya bermula ketika mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra membeli Manchester City pada tahun 2007 silam. Singkat cerita, Thaksin ini bisa disebut sebagai pembuka jalan bagi pengusaha-pengusaha Asia Tenggara untuk mengakuisisi klub-klub sepakbola Inggris.

Pengaruh Thaksin di Manchester City lah yang membuat Teerasil Dangda bisa berseragam Manchester City. Nah, meski tak lama menguasai City, langkah Thaksin telah membuka sejumlah pengusaha Asia Tenggara termasuk para pengusaha Indonesia, berlomba-lomba membeli klub-klub Inggris. Dan berikut adalah klub-klub Inggris yang dimiliki oleh pengusaha asal Asia Tenggara.

Leicester City

Yang pertama dan mungkin paling terkenal adalah Leicester City. Pada Agustus 2010, pemilik lama Leicester City, Milan Mandaric menjual klub yang masih berkutat di Divisi Championship kepada konsorsium Thailand bernama Asian Football Investments (AFI) yang digawangi King Power Group milik Vichai Raksriaksorn. Selepas itu, Vichai pun mulai membangun Leicester agar bisa tampil di kasta tertinggi sepakbola Inggris.

Penantian panjang Vichai membuahkan hasil pada musim 2014/15. Leicester berhasil promosi ke Premier League. Namun di musim perdana, layaknya tim-tim promosi pada umumnya, The Foxes tak mampu berbicara banyak. Mereka hanya mampu finis di urutan 14 klasemen Liga Inggris.

Di musim kedua, bak kisah dongeng, Leicester justru mampu mendominasi Liga Inggris bersama juru taktik Claudio Ranieri. Pencapaian itu terbilang sangat luar biasa karena tim-tim kuat, seperti Manchester City, Manchester United dan Arsenal, sejatinya lebih diunggulkan.

Namun, kejadian nahas menimpa Vichai pada 27 Oktober 2018. Helikopter yang ditumpanginya, jatuh di pelataran parkir Stadion King Power usai pertandingan Leicester kontra West Ham United. Kini, putra Vichai, Aiyawatt Raksriaksorn meneruskan sebagai pemilik klub Inggris tersebut.

Cardiff City

Pengusaha asal Malaysia, Vincent Tan, resmi menjadi pemilik Cardiff City pada tahun 2010 lalu melalui perusahaannya, Berjaya Group. Di bawah arahan Tan, The Bluebirds sukses meraih tiket promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris pada musim 2013/14. Namun performa mantan klub dari kiper Timnas Filipina, Neil Etheridge ini tak sebagus Leicester.

Bahkan, pengambilalihan klub diwarnai oleh kontroversi dari pengusaha asal Negeri Jiran tersebut yang justru mengubah warna jersey kebesaran Cardiff menjadi merah. Tak hanya itu, pergantian warna jersey ini juga gagal membawa dampak positif bagi klub. Karena Cardiff harus kembali menelan pil pahit berlaga di Championship semusim kemudian.

Usut punya usut, Cardiff City bukanlah satu-satunya klub yang dimiliki Vincent Tan. Pria 68 tahun itu juga memiliki saham di Los Angeles FC yang berlaga di MLS, FK Sarajevo di Liga Bosnia & Herzegovina, serta KV Kortrijk yang bermain di Divisi Utama Liga Belgia.

Queens Park Rangers

Vincent Tan tak sendirian, pengusaha asal Malaysia lainnya yakni, Tony Fernandes juga berstatus sebagai pemilik saham mayoritas salah satu klub Inggris, Queens Park Rangers. Fernandes mengeluarkan dana sebesar 35 juta pound  atau setara Rp625 miliar untuk membeli 66% saham QPR pada tahun 2011 lalu.

Awalnya, sebagai pemilik anyar Fernandes memiliki ambisi yang besar terhadap klubnya itu. Ia bahkan mengucurkan dana yang cukup besar pada tahun 2012 untuk mendatangkan pemain-pemain kelas atas macam Julio Cesar, Esteban Granero, Loic Remy, hingga Park Ji Sung yang ditebus langsung dari Manchester United.

Namun, prestasi QPR tetap gitu-gitu aja. Mereka menjadi tim papan bawah Premier League, dan bahkan kini QPR bermain di divisi Championship. Empat tahun berselang, Fernandes melepas 20% saham yang ia miliki kepada pengusaha Malaysia lainnya, Ruben Gnanalingam.

Sheffield Wednesday

Pengusaha makanan laut asal Thailand, Thai Union Frozen Group menguasai 100% saham kepemilikan Sheffield Wednesday, pada Januari 2015. Dejphon Chansiri, selaku pemilik Thai Union Frozen Group, mengakuisisi saham Sheffield dengan biaya pembelian sekitar 30 juta pounds atau setara Rp512 miliar. Cukup murah apabila dibandingkan dengan harga Harry Maguire.

Berbeda dengan Vichai yang berhasil membawa Leicester City ke panggung kejayaan Liga Inggris, Dejphon justru apes bersama Sheffield. Niat hati ingin membawa The Owls ke kasta tertinggi sepakbola Inggris, Sheffield justru terdegradasi ke League One, gara-gara hukuman pengurangan poin di musim 2020/2021.

Oxford United

Kali ini, konglomerat Asia Tenggara yang mengakuisisi klub Inggris berasal dari tanah air tercinta, Indonesia. Melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Oxford United, yang berlangsung pada 27 September kemarin, dua pengusaha kaya, Anindya Bakrie dan Erick Thohir resmi jadi pemilik saham mayoritas Oxford United. 

Sebetulnya mereka sudah memegang saham The U sejak tahun 2018. Nah, baru tahun ini lah duet Anindya dan Erick menguasai saham mayoritas Oxford United sebesar 51%.

Di samping itu, meski Anindya dan Erick jadi pemilik saham mayoritas, komposisi pemegang saham Oxford United masih tetap sama. Pengusaha asal Thailand, Sumrit Thanakarnjanasuth dan pengusaha Vietnam, Horst Geicke, masih menjadi bagian dari pemegang saham Oxford. Bedanya, kini Anindya dan Erick lah yang memimpin klub yang berlaga di kasta ketiga Liga Inggris tersebut.

Salford City

Salford City mungkin lebih dikenal sebagai klub yang dimiliki oleh beberapa mantan punggawa Manchester United seperti Gary Neville, Ryan Giggs, Nicky Butt, hingga David Beckham yang tergabung dalam kelompok Class of 92. Namun, faktanya mereka hanya memegang masing-masing 10% saham Salford City.

Pemegang saham mayoritas klub yang berlaga di League Two ini justru pengusaha kaya-raya asal Singapura, Peter Lim. Sejak 2014, ia berstatus sebagai pemilik mayoritas Salford dengan jumlah saham mencapai 50%. Lim sendiri memang terkenal dekat dengan Manchester United karena ia adalah pemilik Hotel Football, sebuah penginapan yang berada di Old Trafford.

Kabarnya, Lim juga berstatus sebagai pemilik salah satu klub Spanyol, Valencia sejak 2014. Tak hanya itu, ia juga pemilik Mint Media, sebuah perusahaan yang memegang hak komersial beberapa bintang sepak bola dunia, salah satunya Cristiano Ronaldo.

Tranmere Rovers

Konglomerat Indonesia lainnya yang memiliki klub Inggris adalah Wandi Wanandi dan Lukito Wanandi melalui perusahaan Santini Group. Mereka memiliki saham di klub kasta keempat Liga Inggris bernama Tranmere Rovers. Mereka sudah memiliki saham di Tranmere sejak 2019, namun tak disebutkan secara pasti berapa persen saham yang dimiliki oleh Santini Group.

Keberadaan Santini Group dirasa mampu membantu klub menjelajah ketatnya pasar Asia dengan membawa slogan, “Lebih dari Klub Sepak Bola.” Lukito Wanandi, perwakilan dari Santini Group akan menduduki jabatan sebagai Board of the Company.

Setelah diakuisisi oleh dua bersaudara ini, prestasi klub memang belum begitu terlihat. Namun, mereka sukses memboyong apparel lokal, yakni Mills untuk menjadi pemasok utama jersey bagi klub yang berjuluk Super White Army tersebut.

https://youtu.be/y8V_BTCCQHg

Sumber: The Guardian, Bola England, Football5star, Redbull

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru