Diobral Di Awal Musim, Neymar Kini Jadi Striker Terbaik Eropa

spot_img

Sempat diobral layaknya barang dagangan di supermarket, Neymar kini justru kembali menjelma menjadi superstar seperti yang seharusnya bersama PSG di awal musim. Berstatus sebagai seorang mega bintang, memang keberadaannya selalu disorot, terlebih setiap performanya di lapangan.

Dari segi performa, bahkan ia kini dikategorikan menjadi striker yang terbaik di Eropa. Lantas, apa yang membuat Neymar menjadi yang terbaik di eropa saat ini?

Sempat Diobral

Mendengar ia tampil mengesankan awal musim ini seakan teringat peristiwa di bursa transfer musim panas. Bagaimana PSG memperlakukan superstar seperti Neymar layaknya barang yang sudah tak diperlukan lagi. Bahkan ketika dirinya dipersilakan pergi berkat perkataan Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

Kita tahu PSG menurut yang dipertuan agung, Nasser Al-Khelaifi musim ini tak mau belanja para bintang yang “bling-bling” lagi. PSG bagaimanapun akan menempuh era baru bersama Luis Campos sang penasehat olahraga PSG yang baru.

Alasan lain yang mengaitkan dengan diobralnya Neymar adalah mengacu pada performanya yang dianggap menurun dari musim ke musim. Ya benar, dari statistik gol per musimnya sejak berseragam PSG, memang selalu menurun. Musim lalu ia hanya mencetak 13 gol, sebuah penurunan dari musim 2020/21 yang mencetak 14 gol. Apalagi sejak debut di musim pertamanya 2017/18, ia bahkan sempat mencetak 28 gol.

Selain itu, alasan isu diberinya kewenangan lebih pada rekannya Mbappe juga menjadi faktor diobralnya Neymar. Bagaimanapun juga sempat beredar kabar bahwa Mbappe ingin menyingkirkan temannya itu karena alasan indisipliner, performa, maupun riwayat cederanya.

Cedera menjadi penghambat bagi Neymar. Musim lalu ia terbukti sering berkutat dengan cedera. Ia tercatat absen selama 22 kali di musim lalu. Hal itulah yang mungkin makin menambah muak pihak PSG terhadap Neymar. Sudah gajinya mahal, sering cedera, usia makin tua, plus performanya juga terus menurun.

Dimanfaatkan Luis Campos

Setelah rumor demi rumor tentang ketertarikan klub besar lain untuk mengontraknya, Neymar pun tak kunjung laku. Hal itu akhirnya membuat PSG berpikir ulang tentang keberadaannya. Gaji mahal-lah yang ternyata membuat Neymar susah pindah dari PSG.

Selain itu, dari segi agen yakni ayahnya sendiri meminta kepada pihak PSG jika Neymar dilepas harus membayar sisa gaji anaknya itu. Maklum kontraknya masih berlangsung hingga tahun 2026.

Bagi PSG dan Luis Campos sangat sulit melakukan hal itu. Lagi pula hanya akan merugikan klub. Apa boleh buat, akhirnya pihak manajemen mau tak mau harus mempertahankannya. Baru-baru ini pun Campos mengungkapkan tentang keputusannya dalam mempertahankan Neymar.

“Neymar tidak pernah ingin meninggalkan PSG. Rumor tentang Neymar musim panas ini benar-benar palsu. Rumor yang mengatakan bahwa Mbappe ingin Neymar dijual juga palsu. Neymar adalah 100% bagian dari proyek kami,” kata Luis Campos yang dikutip dari tweet Fabrizio Romano.

Peristiwa dipertahankannya Neymar juga ternyata mampu berdampak positif. Kepercayaan lebih yang diberikan dari manajemen PSG kepada Neymar akhirnya mampu dijawab oleh sang pemain dengan performa yang gacor di awal musim ini.

Cocoknya Racikan Galtier

Namun tunggu dulu, kok bisa ujuk-ujuk performa dia langsung kembali gacor? Pasti ada penyebabnya. Ya, bisa dibilang salah satu yang membuatnya gacor adalah racikan strategi pelatih baru mereka, Christophe Galtier.

Tak dipungkiri pelatih yang disepelekan di awal musim karena namanya kurang populer ini, mampu membawa aura positif di skuad PSG. Paling tidak di awal musim. Mantan pelatih Lille itu datang dengan merevolusi PSG secara gaya permainan. Beban menangani para bintang di PSG semula tampaknya diprediksi akan menemui kesulitan.

Namun sejauh ini semuanya berjalan lancar. Galtier sementara terbukti mampu mengemban beban berat itu. Salah satu cara Galtier mengoptimalkan kapasitas skuad PSG musim ini adalah pola pakem yang diubah dari sebelumnya milik Pochettino yang sering memaksakan format 4-3-3. Kini Galtier mengubahnya menjadi 3-4-3 atau 3-4-1-2.

Agaknya format baru itu menawarkan keseimbangan bagi materi skuad yang ada. Berawal dari format itulah, peran seorang Neymar di lini depan menjadi menggila. Ia bertugas sebagai penyeimbang trio maut bersama Messi dan Mbappe atau yang sering dikenal trio MNM.

Trio MNM dimanfaatkan Galtier sesuai kapasitas individu masing-masing. Mereka bertiga lebih nyaman dan fokus untuk berkonsentrasi membentuk segitiga emas penyerangan. Mereka jadi tak terlalu gusar memikirkan lini pertahanan dengan format strategi 3 bek Galtier.

Trio tersebut, khususnya Neymar dan Messi yang usianya sudah tak muda lagi, bisa mampu tepat diposisikan oleh Galtier. Mereka sudah tidak terlalu dituntut banyak berlari seperti di era Pochettino.

Secara posisi yang dibentuk Galtier, Neymar dan Mbappe lebih berada di depan dengan ditunjang Messi yang bermain agak ke dalam, atau berada di belakang dua striker itu. Neymar sendiri lebih banyak beroperasi dari sisi kiri penyerangan. Tak jarang juga ketiga trio tersebut saling bertukar dan mengisi posisi satu sama lain. Hal itulah yang membuat ketiganya susah ditebak pergerakannya oleh lawan.

Seperti dilansir Marca, Galtier mengatakan tentang kesuksesannya dalam meracik trionya itu. “Neymar mampu menarik garis pertahanan lawan, itu jadi momen penting untuk Mbappe. Sedangkan Messi berbeda, dia sangat baik untuk menjemput dan mengolah bola karena ia memiliki visi yang baik,” kata Galtier.

Nah, dari segi hasil pun tak bohong. Trio MNM mampu menjadi tulang punggung PSG dengan mencatatkan rekor tak terkalahkan sejak dipegang Galtier musim ini. Bahkan di bulan September ini saja, trio MNM mampu menghasilkan 41 keterlibatan gol untuk PSG dalam 10 Pertandingan.

Menjadi Yang Terbaik Di Eropa

Namun dengan keperkasaan trio tersebut ada satu pemain yang paling terbaik. Ya, Neymar lah yang justru menjadi yang terbaik. Pemain yang sempat diobral ini seakan membuktikan dan membungkam semua keraguan akan dirinya.

Neymar dengan total 11 gol dan 8 assist yang telah ia berikan bagi PSG di semua kompetisi, membuatnya kini sementara dinobatkan sebagai striker terbaik di Eropa. Ia bahkan mengalahkan Erling Haaland, Lewandowski, maupun Lionel Messi. Erling Haaland mencipta 14 gol dan hanya 1 assist. Lewandowski dengan 11 gol dan 2 assist. Sementara Messi hanya 6 gol dan 8 assist.

Meski dalam jumlah gol masih kalah dari Haaland, Neymar terhitung sebagai striker yang paling banyak dalam jumlah kontribusinya dalam gol di Eropa. Sebagai seorang superstar, memang sudah sewajarnya Neymar berada di level yang seperti ini.

Bagaimanapun, Neymar tetaplah Neymar. Salah satu superstar sepakbola dunia di abad ini. Apakah ini benar-benar musimnya Neymar? Lantas, berapa lagi kontribusi gol yang akan ia torehkan musim ini?

Sumber Referensi : en.as, bbc, thesun, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru