Galacticos. Sebuah istilah yang pasti sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta sepak bola. Sebutan Galacticos itu sendiri sudah melekat pada Real Madrid sejak tahun 2000-an. Pada era tersebut, Real Madrid memang dikenal sangat agresif mendatangkan pemain-pemain bintang.
Dari jajaran nama-nama pemain bintang galacticos, ada dua nama yang mungkin paling diingat. Yaitu David Beckham dan Michael Owen, yang satu diingat karena bersinar bersama Los Blancos, yang satunya lagi diingat karena karirnya jadi hancur gara-gara gabung Madrid.
Padahal dua pemain tersebut sama-sama datang dari Liga Inggris, bahkan sama-sama memperkuat timnas Inggris. Namun, mengapa nasib mereka di Spanyol sangat berbeda?
Daftar Isi
Menjadi Andalan Timnas Inggris
Beckham dan Owen sama-sama menjadi andalan timnas Inggris sejak tahun 1998. Tahun tersebut merupakan debut Owen di Piala Dunia. Masih berumur 18 tahun, dirinya sudah menjadi andalan timnas Inggris saat itu. Dengan dua golnya di turnamen tersebut, ia terpilih menjadi pemain muda terbaik. Golnya saat melawan Argentina pun menjadi salah satu gol terbaik di Piala Dunia 1998.
Duet Beckham dan Owen benar-benar terasa di Piala Dunia 2002. Alan Shearer yang tak dipanggil timnas jadi berkah buat Owen. Karena sang pemain jadi tumpuan di lini depan. Sementara, Beckham menjadi kapten. Ia juga seorang pemasok bola dari lini tengah. Keberadaan Beckham dan Owen membuat Inggris jadi salah satu tim yang ditakuti ketika itu.
Historic. 🙌#OnThisDay 2️⃣0️⃣ years ago, David Beckham sent the #ThreeLions to the 2002 @FIFAWorldCup! 🤩pic.twitter.com/R69z3x3R1C
— England (@England) October 6, 2021
Beckham menjadi sosok pahlawan yang mengantarkan Inggris ke Piala Dunia 2002. Gol spektakuler dari tendangan free kick-nya mampu menyelamatkan muka Inggris dari kekalahan atas Yunani di babak kualifikasi. Hasil imbang 2-2 membawa Inggris ke Piala Dunia 2002.
Beckham dan Owen tampil impresif di Piala Dunia 2002. Kedua pemain membawa Inggris sampai ke babak perempat final. Michael Owen ketika itu memberi harapan Inggris untuk lolos setelah mencetak gol ke gawang Brazil. Sayangnya, Tim Samba berhasil membalikkan keadaan lewat gol Rivaldo dan Ronaldinho. Langkah The Three Lions pun terhenti.
Menjadi Bintang di Tim Masing-masing
Michael Owen juga meraih kesuksesan di klubnya, Liverpool. Ia memegang peran penting bagi Liverpool dalam meraih empat gelar di tahun 2001. Atas perannya itu, Michael Owen mendapatkan penghargaan Ballon d’Or mengalahkan nama besar seperti Raul, Oliver Kahn, dan Francesco Totti. Owen juga jadi pemain Inggris terakhir yang pernah memenangkan trofi itu sampai saat ini.
Michael Owen 🗣”I was probably on the decline at 23. When I was 19 I ruptured my hamstring and it didn’t repair well. I won the Ballon d’Or at 21 but then injuries slowed me down. It was never my dream to play for Stoke, Manchester United and Newcastle” pic.twitter.com/GWNpvg9JDE
— Footy Accumulators (@FootyAccums) December 15, 2019
Sementara itu, prestasi David Beckham di klub juga tidak bisa diabaikan. Bermain dengan Manchester United sebagai rival Owen di Liverpool, Beckham menjadi tulang punggung Red Devils. Beckham menjadi bagian The Class of ‘92 dan berperan penting ketika MU meraih treble winner di tahun 1999.
Sama-sama Pergi Dari Inggris, Beda Cerita
Meskipun punya segudang prestasi di klub, David Beckham juga punya banyak kontroversi di Manchester United. Hubungannya dengan Sir Alex Ferguson sering tidak harmonis. Beckham dan Fergie sering terlibat perdebatan panas di ruang ganti. Fergie juga tidak suka dengan Beckham yang tampil layaknya selebriti di luar lapangan.
Puncaknya adalah insiden sepatu terbang yang masih diingat sampai sekarang. Fergie yang marah atas kekalahan timnya saat melawan Arsenal menendang sepatu ke arah Beckham dan mengenai kepala pemain itu.
On this day 2003: Beckham was hit by a flying boot in the dressing room kicked by Sir Alex Ferguson after the FA Cup defeat to Arsenal
This was the beggining of the end for Beckham and moved to Real Madrid the following summer pic.twitter.com/GpfDpC8Pu6
— Classic Football Shirts (@classicshirts) February 15, 2020
Tak sampai situ, Fergie juga melampiaskan murkanya ke Beckham dan menyalahkannya atas kekalahan tersebut. Tak lama kemudian, pada tahun 2003 Beckham pun hengkang ke Real Madrid untuk melengkapi skuad Galacticos Real Madrid.
Belum puas dengan performa Beckham, Real Madrid menginginkan magis baru dari Inggris. Los Blancos pun membeli Michael Owen pada musim panas tahun 2004. Berbeda dengan Becks, Owen bergabung dengan Galacticos bukan karena masalah yang terjadi di Liverpool. Ia datang sebagai pemain yang menyandang gelar Ballon d’Or.
Owen pun mengaku dirinya merasakan dilema ketika mendapat pinangan dari Los Blancos. Ia sebenarnya ingin menetap dan menjadi legenda The Reds. Namun, gemerlap Galacticos terlalu menyilaukan bagi Owen. Ia memang mengaku sangat ingin bermain bersama Zidane, Figo, Roberto Carlos, dan kaptennya di timnas, David Beckham.
Owen merasa bisa pulang kapan saja ke Liverpool, seperti Ian Rush yang pergi ke Juve lalu kembali lagi ke Liverpool dan tetap jadi legenda The Reds. Owen pun memutuskan hengkang dan mencoba peruntungannya di Ibu kota Spanyol.
Bertemunya Dua Pahlawan Inggris di Spanyol
Bergabung dengan Galacticos tentu membuat Owen senang. Tidak hanya karena ia bisa bermain dengan para pemain kelas dunia, tapi juga bermain dengan Beckham. Owen tentu mengharapkan reuni manis dan mengulang kembali kenangan bersama Becks saat di Piala Dunia 1998 dan 2002. Namun, harapan Owen tetap jadi harapan. Datang ke Madrid tidak seperti yang ia bayangkan.
Sama-sama datang dari Inggris, Owen justru tidak dekat dengan Beckham di Madrid. Meskipun hubungan mereka baik-baik saja di ruang ganti, ia tidak banyak menghabiskan waktu bersama dengan Beckham di luar lapangan. Owen mengaku tidak bisa mengikuti gaya hidup Beckham yang bak sosialita. Dan itulah yang menjadi faktor utama hubungannya dan Beckham semakin menjauh.
Pergi meninggalkan Manchester United dan Sir Alex Ferguson, kehidupan selebriti Beckham memang semakin menjadi. Karisma Beckham di luar lapangan juga tidak kalah memesona dengan tendangan bebasnya di dalam lapangan. Ia dan istrinya, Victoria selalu terlihat mengenakan pakaian yang trendy. Mereka juga jauh lebih akrab dengan dunia hiburan daripada dengan Owen.
Beda Nasib di Galacticos
Sulitnya Owen beradaptasi di luar lapangan bukan hanya alasan Owen gagal bersama Los Blancos. Owen juga datang ketika Real Madrid saat sering gonta-ganti pelatih di musim 2004/2005. Ditambah, persaingan untuk menjadi penyerang utama El Real terlalu sulit baginya. Ia harus bersaing dengan pemain fenomenal dari Brazil, Ronaldo juga Pangeran Bernabeu, Raul Gonzalez.
Owen pun sering berada di bangku cadangan. Dirinya hanya mencetak 16 gol selama berseragam Real Madrid. Owen pun sadar dirinya bukan penyerang pilihan utama El Real. Alhasil, ia berniat pulang ke Liverpool. Namun, Liverpool yang jadi juara Champions League musim itu membuktikan mereka baik-baik saja tanpa Owen. Harga yang dipatok Madrid untuk Owen juga kemahalan bagi Liverpool.
On this day in NUFC history back in 2005 Newcastle United secured the club record signing of 🔔🔚 Michael Owen from Real Madrid.
Fraud of a man this bloke. #NUFC pic.twitter.com/hj1oQIFwzN
— Magpie 24/7 (@Magpie24_7) August 30, 2020
Akhir musim 2004/2005, Owen mendapatkan tawaran dari Newcastle. Ia dihadapkan kembali pada dilema. Pindah ke Newcastle berarti turun kasta baginya. Namun, menyadari Madrid baru saja merekrut Julio Baptista dan Robinho, Owen sadar kesempatannya untuk bermain jadi lebih kecil. Ia pun memutuskan pindah ke Newcastle setelah hanya semusim bersama Real Madrid.
Beda nasib dengan Owen, karir Beckham di Madrid makin bersinar. Becks jadi sosok playmaker penting Los Merengues. Ia juga jadi pemasok bola utama untuk Ronaldo, Raul, dan Figo. Belum lagi ia juga memiliki kemampuan tendangan bebas yang bagus. Beckham jadi gelandang andalan di Real Madrid dan dicintai para fans.
Beckham bertahan di Real Madrid hingga akhir musim 2006/2007. Dirinya hengkang setelah melihat peluang dan tantangan baru di Negeri Paman Sam. Beckham pun melanjutkan karirnya ke klub yang bermarkas di Los Angeles, LA Galaxy. Di Amerika Serikat, nama Beckham semakin bersinar baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sementara untuk Owen, nasibnya tidak sebaik yang ia kira ketika dirinya kembali ke Inggris. Ia tidak pernah meraih masa kejayaannya kembali seperti ketika dirinya di Liverpool.
Sumber referensi: Daily, Goal, Manutd, Tempo, Realmadrid, Guardian, FIFA


