Kejutan terjadi pada laga pembuka Grup A Liga Champions pada Kamis dini hari. Liverpool keok saat melawan peringkat kedua klasemen sementara Serie A, Napoli. Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Napoli berhasil mempermalukan The Kop dengan skor 1-4. Dengan hasil buruk tersebut, apakah nasib Klopp bakalan sama kayak Tuchel di Chelsea?
Liverpool sudah bermain buruk sejak menit awal. Pelatih Napoli, Luciano Spalletti seperti sudah menebak cara bermain anak asuhan Jurgen Klopp. Pertahanan lemah dari Van Dijk dan Gomez dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
Baru lima menit pertandingan berjalan, Napoli sudah membuka keunggulan berkat tendangan penalti Poitr Zielinski. Gol napoli lainnya dicetak oleh Zambo Anguissa di menit ke-31, Giovanni Simeone di menit ke-44, dan Zielinski kembali mencetak gol di menit ke-47. Sementara itu, Liverpool hanya mampu membalas satu gol lewat tendangan luar kotak penalti dari Luis Diaz di menit ke-47.
Kekalahan Terburuk Liverpool
Klopp sendiri legowo dengan hasil buruk ini. Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut mengakui Liverpool perlu menemukan kembali jati dirinya.
“Kita harus menemukan kembali jati diri kita. Banyak hal yang masih kurang, dan yang serunya adalah, kita harus melakukan pembenahan ini di tengah musim Premier League dan Champions league musim ini.” Ucapnya dikutip dari Goal.com
Klopp juga menambahkan Liverpool akan jadi bahan tertawaan lawan lainnya apabila tidak melakukan perubahan.
“Dalam tiga hari, kita akan melawan Wolves. Dan mereka pasti tidak akan bisa berhenti tertawa jika melihat permainan kita malam ini.”
🗣 Jürgen Klopp: “It looks like we have to re-invent ourselves.”
Thoughts, Liverpool fans? 🔴👀 pic.twitter.com/KWNPWdvyxj
— LiveScore (@livescore) September 7, 2022
Kekalahan ini menjadi rekor kekalahan terburuk Liverpool di kompetisi benua biru sejak tahun 1966. Terakhir kali Liverpool kalah memalukan dengan selisih sejauh itu adalah ketika melawan Ajax dengan skor 5-1. Kala itu AJax masih diperkuat legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff.
Klopp Masih Tenang
The Reds sudah melakukan tujuh laga dan hanya bisa menang dua kali sepanjang musim ini. Hasil tersebut membuat Liverpool berada di peringkat ketujuh klasemen sementara liga Inggris, lebih buruk dari Chelsea yang berada di peringkat keenam.
Melihat rekor buruk tersebut, dan mengingat Tuchel dipecat oleh Chelsea setelah menelan hasil yang serupa, wajar bila mempertanyakan kelangsungan nasib Klopp di Anfield. Namun, nampaknya ia masih tenang dan pede tidak akan bernasib seperti Tuchel di Chelsea.
“Tidak terlalu khawatir, tapi siapa tahu?. Perbedaan yang jelas ada di pemilik klub. Pemilik kami lebih bisa tenang dan mengharapkan saya untuk mengatasinya terlebih dahulu, bukan orang lain” tutur Klop dikutip dari Metro.
Diego’s son Giovanni Simeone got a tattoo of the Champions League logo when he was 13 years.
25 yrs & 361 days,after Diego Simeone scored 2 goals on his #UCL debut vs FCSB in 1996.
Giovanni also scores on his UEFA #ChampionsLeague debut for Napoli.
🫵Your Dreams are Valid pic.twitter.com/iJQS9u331J
— #ChampionsLeague (@alimo_philip) September 8, 2022
Di sisi lain, Laga tersebut menjadi momen manis bagi rekrutan anyar Napoli, Giovanni Simeone. Dirinya berhasil mencetak gol dalam laga debutnya di Champions league malam itu. Anak dari pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone itu pun melakukan selebrasi yang emosional. Ia mencium sebuah tato logo Liga Champions di pergelangan tangan kirinya.


