Drawing atau pengundian kompetisi paling elit di seluruh daratan Eropa, Liga Champions sudah digelar. Nama-nama klub sudah muncul dan tergabung ke grupnya masing-masing.
Meski, tentu saja, kita tidak akan menemukan nama Arsenal maupun Manchester United dari grup A sampai grup H Liga Champions. Well, Starting Eleven sebelumnya sudah mengulas bagaimana hasil drawing Liga Champions ini, sekaligus memberi semacam gambaran nanti.
Nah, selain itu, sebetulnya ada fakta-fakta menarik yang juga menyelimuti drawing Liga Champions. Ada beberapa fakta yang bisa jadi tidak disadari oleh semua orang. Berikut ini Starting Eleven akan menyajikan fakta tersembunyi di balik drawing Liga Champions musim 2022/23.
Daftar Isi
Lewandowski Langsung Bertemu Mantan Timnya
Tentu, selain Lewandowski ada beberapa pemain yang juga langsung bertemu dengan mantan timnya di Liga Champions musim ini. Ada Angel Di Maria yang akan bertemu PSG, Giroud dengan Chelsea, sampai Ilkay Gundogan dengan Borussia Dortmund.
Namun, di antara nama-nama yang reunian dengan klubnya, Robert Lewandowski jadi yang menarik. Lewandowski sebelumnya adalah pencetak gol paling produktif Bayern Munchen. Namun, penandatanganan 50 juta euro (Rp744,7 miliar), membuat Lewy akhirnya merapat ke Barcelona.
Robert Lewandowski is all set to join FC Barcelona.#FCBarcelona #FCBayern #Lewandowski #Transfers pic.twitter.com/enWx8t6mvK
— The Sports Republic 🇮🇳 (@SportsR3public) July 17, 2022
Tentu saja semua orang tidak akan melupakan kenangan manis Barcelona atas Bayern Munchen. Die Roten pernah menghabisi Barcelona dengan skor yang sangat monumental, 8-2. Pertemuan Bayern Munchen dan Barcelona nanti akan menjadi pertemuan yang sangat sentimentil bagi Lewandowski.
Selain ia pernah disindir rekan senegaranya, Thomas Muller. Lewy tentu juga dihantui kenangan manis tersebut. Meski, dilansir Goal, ia merasa kejadian itu tidak perlu diingat kembali.
Kenangan 8-2
Sekalipun Robert Lewandowski mengatakan tidak perlu diingat kembali, kekalahan memalukan 8-2 tidak bisa tidak, memang layak untuk diingat. Apalagi Bayern Munchen sudah pasti akan bertemu dengan Barcelona. Di antara seluruh punggawa Bayern Munchen, barangkali Thomas Muller yang paling sering mengingatkan hal itu.
Ketika mantan pemain Borussia Dortmund itu merapat ke Barcelona, Muller menyindirnya. Bahkan ketika Bayern Munchen bertemu dengan Barcelona di fase grup Liga Champions, Thomas Muller juga memberikan “pesan” kepada Robert Lewandowski.
Dalam unggahan Twitter ESPN, Thomas Muller sepertinya menyindir Lewandowski setelah undian Liga Champions keluar. Pada video tersebut, Muller mengatakan, “Tuan Lewangoalski, sampai jumpa di Munich”.
“Mr Lewangoalski, see you soon in Munich.”
Thomas Muller is a big fan of the UCL draw 😂
(via esmuellert/IG) pic.twitter.com/xrqcVc4BYY
— ESPN FC (@ESPNFC) August 25, 2022
Dengan kenangan manis 8-2, pertemuan Barcelona dan Bayern Munchen tentu akan menjadi sentimentil bagi kedua pendukung. Publik Spotify Camp Nou pasti menginginkan timnya itu bisa membalas kekalahan menyakitkan atas Bayern Munchen pada 2020 lalu.
Real Madrid Berjodoh dengan Shakhtar Donetsk
Selain perjumpaan kembali Barcelona dan Bayern Munchen, dalam Liga Champions musim ini Real Madrid juga kembali satu grup dengan klub Ukraina, Shakhtar Donetsk. Ini adalah kali ketiga secara berturut-turut Los Merengues bertemu dengan Shakhtar Donetsk.
Pertemuan di musim sebelumnya, Los Blancos bisa memenangkan dua pertandingan melawan tim Ukraina tersebut. Tak tanggung-tanggung, Real Madrid melumat Shakhtar Donetsk 5-0 dan 2-1. Namun, pada musim 2020/21, Shakhtar Donetsk mampu mengejutkan.
Tim Ukraina itu berhasil menang dua kali melawan Los Galacticos. Donetsk sukses mengalahkan El Real di Santiago Bernabeu 3-2. Dan kembali menumbangkan raksasa Spanyol itu di rumah sendiri, dengan 2-0.
Shakhtar Donetsk have beaten Real Madrid – again! The Ukrainian champions defeated the Spanish giants 2-0 tonight to keep their hopes of qualifying for the knockout stages of this season’s Champions League alive. Shakhtar recorded a 3-2 win over Real in Spain in October pic.twitter.com/NJp9yO1QqF
— Business Ukraine mag (@Biz_Ukraine_Mag) December 1, 2020
Dengan catatan 6 kali pertemuan, 2 kali menang, dan sisanya kalah, Shakhtar Donetsk bukan tidak mungkin akan kembali mengejutkan Los Blancos. Mereka akan berusaha mengalahkan kembali Real Madrid.
AC Milan dan Chelsea Kembali Bertemu Setelah 23 Tahun
Jika Real Madrid dan Shakhtar Donetsk sering bertemu, Chelsea dan AC Milan tidak. Maka, pertemuan keduanya pada Liga Champions musim ini jelas patut dirayakan. Karena kedua tim baru bertemu kembali di kompetisi Eropa, terutama Liga Champions setelah 23 tahun.
Rossoneri dan The Blues tergabung di Grup E. Selain keduanya, grup itu juga dihuni raksasa Austria, RB Salzburg dan mantan klub Luka Modric, Dinamo Zagreb. AC Milan dan Chelsea akan diunggulkan untuk bisa melaju ke fase gugur.
📰 #Gazzetta: #ACMilan will meet #Chelsea 23 years after the last time #Zaccheroni‘s Milan faced the Blues without beating them (0-0 at #StamfordBridge and 1-1 at #SanSiro). pic.twitter.com/if2vh6V1Nk
— Milan Posts 🏆🇮🇹 (@MilanPosts) August 26, 2022
Selama 23 tahun, keduanya memang belum pernah bertemu di Liga Champions. Terakhir kali pertemuan keduanya adalah pada musim 1999/00. Waktu itu, dua pertemuan berakhir imbang. Chelsea menahan imbang AC Milan di San Siro 1-1, dan berakhir dengan hasil kacamata ketika bermain di Stamford Bridge.
Rangers Kembali ke UCL Setelah 12 Tahun
Tepat satu dekade lalu, Rangers terperosok ke tingkat keempat Liga Skotlandia. Tim yang pernah menjadi terkaya di kawasan Britania Raya itu, pernah mengalami fase hampir punah. Namun, kini Rangers mulai menunjukkan kembali taringnya.
Mereka akhirnya bisa kembali lagi ke fase grup Liga Champions, setelah 12 tahun lenyap. Rangers bahkan bisa menemani rekan senegaranya, Celtic yang langsung ke Liga Champions usai memenangi Liga Skotlandia.
Rangers back to UCL,
12 years later.
Congratulations👏👏👏@RangersFC #UCL #ChampionsLeague #RangersFC pic.twitter.com/vByCae8pnA— SASQUATCHMMA (@TPsasquatch) August 25, 2022
Rangers memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions. Itu setelah tim asuhan Giovanni Van Bronckhorst menang atas PSV Eindhoven dengan agregat 3-2 di laga play-off. Dengan begitu, Skotlandia untuk pertama kalinya mengirim dua tim raksasanya ke Liga Champions, setelah sejak musim 2007/08 tidak melakukannya.
Bagi van Bronckhorst sendiri, ini adalah momen yang berharga. Ia telah membuat Rangers kembali menuntaskan perjalanannya. Impian Rangers untuk kembali lagi ke Liga Champions, akhirnya berhasil diwujudkan.
Nasib Buruk Viktoria Plzen
Nasib buruk menimpa Viktoria Plzen di Liga Champions 2022/23. Juara Liga Republik Ceko itu telah melewati masa sulit untuk mencapai Liga Champions. Mereka harus bergulat dulu di fase kualifikasi menghadapi wakil Azerbaijan, Qarabag.
Viktoria Plzen nyaris kalah. Namun, untungnya mereka bisa keluar dari babak kualifikasi dan masuk ke Liga Champions. Malangnya, setelah masuk ke Liga Champions, undian justru membuat mereka bingung antara bahagia atau sedih.
We’re looking forward to you at Doosan Arena, @FCBayernEN 🇩🇪, @FCBarcelona 🇪🇸 and @Inter_en 🇮🇹👋 #fcvp #UCL @ChampionsLeague pic.twitter.com/yRgtFMudHF
— FC Viktoria Plzeň EN (@fcviktoria_en) August 25, 2022
Sebab wakil Ceko itu bergabung ke grup neraka, yaitu Grup C. Viktoria Plzen akan langsung bertemu tiga mantan juara Liga Champions. Barcelona, Bayern Munchen, dan Inter akan jadi lawan sparing Viktoria Plzen di Liga Champions.
Napoli Satu Grup Lagi dengan Liverpool
Salah satu klub raksasa Italia yang lumayan jarang masuk ke Liga Champions adalah Napoli. Yang menarik, ketika klub tersebut ambil bagian di Liga Champions musim ini, kembali akan berada satu grup bersama dengan Liverpool.
Yups, The Reds asuhan Jurgen Klopp berada di Grup A Liga Champions. Calon lawannya adalah Ajax, Rangers, dan Napoli. Tentu bukan perkara rumit bagi Liverpool untuk lolos. Khusus untuk Napoli, ini adalah kali ketiga The Reds satu grup dengan il Partenopei di Liga Champions.
🚨 #UCL GROUP A 🚨
🌟 AFC Ajax
🌟 Liverpool
🌟 Napoli
🌟 Rangers pic.twitter.com/DxvcG1pNqk— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) August 25, 2022
Mengingat beberapa kali Partenopei gagal di Liga Champions. Jadi meski ketiga kalinya, itu tidak berturut-turut. Kedua tim pernah satu grup di di Liga Champions musim 2018/19 ketika Liverpool juara dan musim 2019/20. Pada dua pertemuan sebelumnya, Liverpool kalah head to head.
The Reds hanya bisa menang sekali. Sementara, Napoli sudah dua kali mengalahkan Liverpool, satu sisanya berakhir imbang. Meski begitu, bukan mustahil bahwa The Reds bisa jadi akan memperbaiki rekor pertemuannya dengan Napoli. Kendati di liga, anak asuh Luciano Spalletti sedang tampil bagus.
https://youtu.be/iqmOhm59y4k
Sumber: Sportsbrief, IndianExpress, Detikcom, Goal, Indosport, ThisIsAnfield, SportEspanyol


