Union Berlin Bakal Tusuk Bayern Munchen dari Belakang

spot_img

Di balik gemerlap prestasi Bayern Munchen, Union Berlin mungkin jadi sisi lain sepakbola Jerman yang menarik untuk dibahas. Klub yang berasal dari Ibukota, tapi tetap tampil sederhana karena memiliki latar belakang sebagai tim yang dibangun oleh kelas pekerja.

Union Berlin bermain dengan dipandang sebelah mata. Karena mereka baru pertama kali merasakan atmosfer level tertinggi kompetisi sepakbola Jerman pada tahun 2019 kemarin. Meski begitu, performa mereka selama berada di kasta tertinggi tak bisa dianggap sepele. 

Untuk awal musim ini saja, Die Eisernen tengah membuntuti sang juara bertahan Bayern Munchen di urutan kedua klasemen Bundesliga. Mereka belum terkalahkan dalam empat pertandingan, dan memiliki jumlah poin yang sama dengan Munchen. Maka dari itu, The Bavarian harus waspada dengan skuad kuda hitam asuhan Urs Fischer ini.

Menembus Kompetisi Eropa Dalam 2 Tahun

Performa impresif Union Berlin sudah terlihat bahkan sejak pertama kali menginjakan kaki di kasta tertinggi Bundesliga. Musim 2019/2020 mereka tampil lebih baik dari klub-klub bersejarah macam Schalke yang finis satu tingkat di bawah mereka, atau bahkan Werder Bremen yang kala itu justru terdegradasi.

Banyak yang mengira Union hanya beruntung. Namun, musim 2020/2021, Union Berlin malah makin gahar. Meski bermain tanpa kekuatan utama mereka, yakni suporter karena terhalang oleh pandemi, Union Berlin berhasil mengakhiri musim dengan sangat baik. Mereka finis di urutan ketujuh Bundesliga, yang sekaligus meloloskan mereka ke UEFA Conference League.

Mereka pun tampil lebih baik lagi tiap tahunnya. Skuad asuhan Urs Fischer mampu menembus 5 besar Bundesliga 2021/22 dan berhak meraih satu tiket Europa League pada musim 2022/23. Yang mana itu adalah untuk kedua kalinya Union Berlin akan berkompetisi di Europa League sejak tim itu berdiri. 

Bagi Union, itu adalah pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Tak heran jika Fischer sampai menganggap akhir musim mereka tak ubahnya naskah film Hollywood. Bagaimana tidak? Skuad asuhannya baru naik ke kasta tertinggi tiga musim lalu. Namun, musim 2022/2023 kali ini menunjukkan bahwa mereka berkesempatan meraih puncak yang jauh lebih tinggi.

Memulai Musim 2022/23 dengan Manis

Union Berlin memulai musim 2022/23 dengan laga yang spesial. Bukan karena bertemu Bayern Munchen, mereka justru memulai musim dengan pertandingan derby kontra Hertha Berlin. Sekalipun tidak lagi diperkuat sang ujung tombak, Taiwo Awoniyi yang merapat ke Nottingham Forest, tapi lini depan mereka masih tajam.

Berbekal skema 3-5-2, Union berhasil mengalahkan rivalnya itu dengan skor 3-1. Ini adalah kemenangan keempat secara beruntun Union atas Hertha. Kendati soal kekuatan dan pengalaman, Hertha lebih unggul. Kemenangan ini sekaligus memperkuat Die Eisernen sebagai wajah baru sepakbola Berlin.

Tidak hanya melumat rivalnya, Union Berlin juga menghabisi Schalke di depan pendukungnya sendiri. Mereka melumat Schalke dengan skor telak 6-1. Kemenangan itu membawa Die Eisernen mengumpulkan 10 poin, dan menyamai poin Bayern Munchen yang bertengger di puncak klasemen.

Pemain ke-12

Selain itu, Union Berlin memiliki faktor X di setiap laga. Faktor X tersebut adalah dukungan fans setia mereka. Sebagian dari kita barangkali tahu bahwa Union adalah klub yang amat bergantung pada suporter. Dukungan yang mereka peroleh dari pemain ke-12 itu lebih dari sekadar nyanyian di tribun. Mereka turut serta membangun tim, termasuk ketika secara sukarela terlibat dalam renovasi stadion.

Semangat fans mengalir di setiap tetes keringat para pemain. Selagi bermain di hadapan fans sendiri, Union Berlin tak peduli siapa yang mereka hadapi. Catatan kemenangan di kandang Die Eisernen pun cukup mengesankan. Sepanjang musim lalu, mereka hanya kalah dua kali ketika bermain di Stadion An der Alten Försterei, markas mereka.

Maka dari itu, ketika ada yang berkata bahwa Union Berlin bertahan hidup berkat keringat para suporter, itu bukan bualan belaka. Namun, menyebut suporter sebagai satu-satunya sumber kekuatan mereka musim ini? Itu salah besar.

Urs Fischer Jadi Otak

Dalam satu tahun terakhir, tampaknya Union Berlin tak bisa lagi dianggap sebagai klub gurem. Pasalnya, dalam segi sepakbola, Die Eisernen sudah menunjukkan betapa mengerikannya ketika melibas lawan yang mereka hadapi.

Well, mungkin tak seberbahaya Bayern Munchen, tapi sang juara tahunan itu patut mewaspadai klub yang berbasis di Berlin ini. Union mungkin lebih pas disebut sebagai tim dengan pendekatan gerilya. Pergerakannya senyap, seakan-akan tak menebar ancaman. Namun saat tim lawan lengah, mereka bisa membunuh dalam sekali gerakan saja.

Sosok yang berhasil membangun reputasi tim menjadi kesebelasan yang pandai memanfaatkan kelengahan lawan adalah pelatih mereka, Urs Fischer. Pelatih asal Swiss tersebut adalah orang yang sama di balik proses tim meraih promosi ke divisi teratas musim 2018/2019.

Fischer bukanlah pelatih yang kaku soal taktik. Tercatat, pada musim lalu ia memakai dua hingga tiga skema yang berbeda. Selain 3-4-1-2 dan 3-5-2, Union Berlin juga sesekali memakai skema 5 bek. 

Apabila ingin tampil menyerang ia memasang satu gelandang bertahan dan menumpuk 4 gelandang lain di lini serang. Yang tak berubah adalah susunan lini depan. Ia selalu memakai dua striker cepat dan piawai melakukan dribbling.

Fischer akan menginstruksikan pemain Union untuk bermain rapat, menunggu, dan cenderung memasang garis pertahanan rendah. Skema macam ini membuat Union yang kerap turun dengan 3-4-1-2 atau 3-5-2 seolah menjadi tim yang tak punya agresivitas. Karena ini pula, tim lawan gampang memasuki wilayah permainan mereka. Tapi di situlah kejelian Fischer.

Bagaimana Taktik Fischer Bekerja

Taktik Fischer akan menciptakan situasi tim seolah-olah tertekan karena dikurung oleh pemain lawan. Namun, ketika tim lawan sibuk menyerang, di situlah perangkap Fischer bekerja. 

Dengan semua pemain Union mundur, itu membuat mereka unggul jumlah ketika pemain lawan sedang menguasai bola. Keunggulan jumlah pemain membuat Union mampu mengerubungi satu pemain lawan dengan dua atau tiga pemain sekaligus. Trik seperti itu membuat tim bisa merebut bola dengan lebih cepat.

Skema tersebut berjalan dengan baik ketika menghadapi RB Leipzig racikan Domenico Tedesco. Saat gol pertama, skemanya kurang lebih sama, mereka membiarkan Leipzig membombardir pertahanan Union dan ketika mereka berhasil merebut bola dari kaki lawan, dengan cepat bola langsung diarahkan ke depan, di mana Jordan dan Sheraldo Becker sudah masuk ke mode menyerang.

Tujuan Fischer menempatkan dua striker cepat di depan adalah untuk memaksimalkan situasi macam ini. Didukung dengan skill individu pemain yang oke, mereka bisa mengungguli bek lawan meski kalah jumlah. Dalam momen ini, Jordan lah yang mencetak gol setelah ia melakukan kombinasi one-two pass dengan Becker. 

Sheraldo Becker sementara masih jadi pencetak gol terbanyak Bundesliga musim ini. Ia telah mencetak 4 gol dari 4 pertandingan. So, jika melihat perkembangan mereka dalam beberapa tahun terakhir, bukan tidak mungkin mereka akan menggusur klub macam Bayer Leverkusen dan Borussia Dortmund sebagai penantang gelar kompetisi domestik. 

https://youtu.be/MZlDPLB6Lng

Sumber: Breakingtheline, The Flanker, Bundesliga, ESPN

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru